
" Kamu menyebutkan nama Zain, di mimpi kamu. Bukan hanya itu, tapi di hadapan ku, aku mendengar nya secara langsung. Apa ada yang kamu sembunyikan lagi Kania dari aku, jawab Nia. Kenapa kamu diam aja, dan jawab Nia, jawab...?" Raihan sudah emosi dengan diam nya Kania.
Kania ingin cerita takut, Kania takut akan marah nya Raihan .
" Kamu tau Kania tidak ada yang aku sembunyikan dari kamu tentang aku. Semuanya tentang aku, kamu pun tau. Kamu tau aku sangat mencintai kamu. Hubungan kita sudah ketahap yang serius, tapi masih ada yang kamu sembunyikan dari aku. Bahkan di dalam mimpi kamu dia hadir Kania, apa kamu masih mengingat nya. Jujur aku kecewa sama kamu Nia". Raihan menggeleng kan kepalanya, lalu memijat kening nya.
"Raihan, maafin aku. Aku Bukan aku ingin merahasiakan atau membuatmu kecewa. Hanya saja aku bingung untuk menceritakan nya ke kamu." Kania sambil menggenggam tangan Raihan.
"Jadi benar selama ini,pria yang waktu itu aku lihat pergi lihat bersama kamu di taman itu. Jadi benar apa yang Radit ceritakan sedikit tentang tentang kamu dan pria yang bernama Zain itu benar adanya. Zain itu adalah pria menghajar Radit kan, Jadi kamu benar mempunyai hubungan dengannya kan. Dan di saat itu juga kita dekat, dan dia saat itu juga kamu memberikan kesempatan untuk aku. Iya kan, aku gak nyangka kamu seperti itu..? "Raihan menatap wajah Kania dengan marah." Jadi dari awal aku kenal dan menyukai kamu, kamu memiliki hubungan dengan nya. Kamu mempermainkan aku Kania. Aaaah.... " Teriak Raihan dengan memukul setir mobilnya.
Kania menyentuh tangan Raihan, namun Raihan menolak dan melepaskan genggaman tangan Kania. Alhasil tangan Raihan mengenai wajah Kania
Aaa.. Suara kania merintih, karena tangan Raihan mengenai kening nya. Kania menutupi kening nya yang terasa sakit.
" Aku minta maaf, bukan maksud aku kasar". Raihan dengan rasa bersalah. Raihan ingin melihat wajah Kania saat mengenai tangannya.
" Raihan... "Kania menggeleng kan kepalanya."Aku yang harusnya minta maaf Raihan. Raihan dengerin aku dulu, kamu janji Kamu jangan marah. aku bingung dan takut jika di ceritakan kamu nya sedang emosi."
Raihan melihat wajah Kania sudah basah karena menangis. Ada rasa tak tega yang Raihan rasakan. Raihan pun menarik nafasnya lalu di buang dengan kasar, agar rasa sesak nya hilang.
__ADS_1
" Aku gak akan marah jika kamu cerita. Tapi aku mohon jangan ada yang di tutupi dari aku..?" Kania mengangguk.
Kania menundukkan kepalanya dan menceritakan semuanya dari pertama kali mengenal Zain. Kania menceritakan Awal mula dengan menemukan kalung, dan melihat sosok jin yang tak lain adalah Zain. Dengan hubungan nya dengan Zain, tentang mimpi dan kejadian aneh yang Kania alami. Tentang luka di tubuhnya, bahkan tentang makhluk menyeramkan kan yang menginginkan dirinya. Semua Kania menceritakan tanpa ada yang di rahasiankan.
Raihan mendengarkan cerita kania benar-benar membuatnya tak percaya.
Kania pasrah akan nasib hubungan nya dengan Raihan saat ini.
"Begitu lah Rai, semua sudah aku ceritakan tanpa ada yang aku tutupi. Terserah tanggapan kamu seperti apa. Tapi aku mohon jangan kamu cerita kan ke keluarga ku, aku tidak mau membuat mereka khawatir. Dan setela ini terserah tanggapan kamu seperti apa Rai.?" Kania menangis sesegukkan.
" Rai, tapi yang jelas tentang hubungan kita. Aku tidak mempermainkan nya, akan tulus.kita menjalin hubungan juga seperti hubungan biasa, tidak lebih. Karena aku tau batasan, dan tak mungkin juga aku melakukan hal yang lain. Aku juga ingin mempunyai kehidupan yabg bahagia dengan pasangan ku sendiri, yang jelas sesama manusia. Selain dia kamu juga pria yang baik yang sudah membuatku nyaman. Dan satu lagi, kenaoa Zain waktu itu menghajar Radit, karena dia memaksa aku untuk bareng bersama nya. Aku tidak nyaman dengan adanya radity, hubungan dia hanya sebagai sebatas menjaga aku, gak lebih. Jika kamu percaya aku bahagia. Jika kamu tidak percaya itu hak kamu, dan aku juga pasrah akan hubungan kita ini.Tidak ada niatan aku mengkhianati hubungan kita. Jika kamu ingin mengakhiri hubungan kita ini, aku tidak masalah. Aku ikhlas, jika kamu akan pergi menjauh dari aku, aku juga ikhlas. Seperti dia yang pergi menjauh untuk selamanya, jika kamu ingin pergi menjauh aku terima memang kesalahan aku".
Hiks.. Hiks.. Hiks... Kania menangis, dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Di angkat wajah kania dengan tangan Raihan. Dimana raihan menatap wajah kania lekat lekat, mencari kebohongan pada sorot mata Kania. Tapi Raihan tak melihat, yanh ada hanya sorot mata rasa bersalah dan kejujuran yang Raihan dapat.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, apalagi mengakhiri hubungan dengan kamu. Ini murni bukan kesalahan kamu. Yang terpenting sekarang tidak ada lagi hubungan itu antara kamu dan dia. Tidak ada lagi kebohongan antara kamu dan hubungan kita. Mungkin jika awalnya kamu cerita, aku gak akan semarah seperti ini. Aku akan mencoba memahami kamu. Tapi ini sudah terjadi, dan maaf aku sudah marah dan kasar sama kamu. Aku mohon sama kamu, jangan mengulangi hubungan yang seperti itu. Kita mulai hubungan yang normal,dari awal. Aku gak akan meninggalkanmu seperti dia yang meninggalkan kamu, karena berbeda. Aku akan berusaha akan bersama kamu, sampai memang benar-benar kamu sendiri yang ingin kita berpisah, karena tidak ada cinta. Dan satu lagi jika memang hanya tuhan yang mengakhirinya, dengan ajal yang akan membuat kita berpisah. Kamu mengerti kan sayang, jadi kita mulai kembali hubungan kita. Dan membuka lembaran baru kita. "Raihan menghapus airmata kania.
Kania mengangguk kan kepalanya. Raihan tersenyum lali mengecup kening Kania. Lalu Raihan membawa kania kedalam pelu....kannya.
__ADS_1
Kini hubungan mereka membaik. Dan kaniapun merasa sedikit lega. Setidaknya dia bisa menceritakan sesuatu yang membuat kania bisa bernafas lega, tanpa merahasiakan sesuatu. Kepada seseorang yang bisa menerima nya, dan yang akan membuka lembaran bru dengannya.
"Terimakasih Raihan." Raihan pun mengangguk.
"Sebenarnya aku juga merasakan aneh setiap kamu sakit. Apalagi saat adik kamu kerasukan itu, tapi aku enggan unthk bertanya. Jika bukan kamu sendiri yabg menceritakan nya. Tapi sekarang aku gak bisa menunggu kamu cerita, karena masalahnya sudah membawa ke masalah hubungan. Mau tak mau aku harus memaksa kamu. Apalagi sampai kamu menyebutkan namanya di wajtu tidur mu, aku gak rela Nia. Sampai ada pria lain yang menyinggahi mimpi kamu sedikit aja. Maaf jika aku memaksa kamu, dan maaf juga sampai kasar. Aku gak sengaja maaf banget ya sayang ".
" Iya gak apa-apa Rai, aku juga yang salah".
"Masih sakit kah, wajah kamu.?" Raihan menatap kania dengan membelai wajahnya.
Kania menggelengkan kepalanya. "Tadi aja ko sakit, sekarang gak".
"Beneran gak sakit, tapi ini sampai merah loh.?" Raihan melihat di bagian kening nya ada warna merah lebam.
Sebenarnya kania merasa sakit, tapi tak terlalu seperti tadi.
" Sebenarnya sakit, tapi sedikit ko. Tidak seperti tadi, beneran Rai gak apa-apa ko".
"Ya ampun, pasti sakit ya. Maaf ya sayang".
__ADS_1
CUP...
Raihan mengecup kening kania, tepat di luka nya. Wajah kania terasa hangat di perlakukan manis seperti iguboleh Raihan.