Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
Part 69


__ADS_3

Semenjak mimpinya semalam Raihan merasa gelisah tak tenang. Jadi Raihan pun pagi pagi menjemput Kania tepat jam 7 pagi. Hari ini Raihan dan kania akan melakukan sesi pemotretan prewedding. Karena mereka melakukan prewedding Outdoor. Jadi mereka akan pergi ketempat yang akan di lakukan nya pemotretan.


Kini kania dan raihan sudah berada di dalam mobil, dan tangan Raihan menggenggam erat tangan kania.


Sekitar satu setengah jam perjalanan menuju tempat yang akan di jadikan tempat prewedding Kania dan Raihan. Di pertengahan jalan Raihan pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Rai, ko berhenti di sini, apa sudah sampai ya.?" Kania melihat sisi pemandangan luar mobil.


"Kita belum sampai Nia. Aku sengaja berhenti di sini karena ada yang ingin aku omongin sama kamu.?"


"Kamu ingin bicara apa, dari tadi aku perhatikan kamu gak seperti biasanya Rai. Ada apa.?"


Memang selama perjalanan Raihan lebih banyak diam. Bicara hanya seperlunya saja, kania memang sudah yakin pasti ada sesuatu. Namun kania berusaha tidak memikirkan tentang sikap Raihan itu.


" Kania maaf sebelumnya apa kamu masih menyimpan rasa sama Mantan kamu. Maaf aku bertanya seperti ini, gak nermaksud membuatmu....."


Bagaikan tercubit, kania terkejut dengan pertanyaan Raihan.


"Kenapa kamu bicara seperti itu.?Kamu meragukan aku Rai,kenapa.aru sekarang kamu bertanya seperti ini. Kenapa tidak dari sebelum acara itu.?"Mata kania sudah mulai mengembun.


" Maaf sayang, aku gak bermaksud membuat kamu sedih.? "


" Sekarang kamu jawab apa maksud dari pertanyaan kamu itu Rai. Apa kamu ragu sama aku, padahal aku berusaha untuk menguatkan perasaan aku untuk kamu loh. Kalau aku masih menyimpan rasa untuk mantan mantan aku, buat apa menerima lamaran kamu Rai".


Kania menundukkan kepalanya, dan berusaha menguatkan dirinya sendiri.


Raihan merasa tak tega, karena sudah membuat kania sedih.


Lalu Raihan menggenggam tangan kania,


Lalu Kania melihat ke arah Raihan.


"Aku minta maaf sudah membuatmu sedih. Aku senang kamu sudah menerima aku, dan mau menjalin hubungan sudah sejauh ini. Dengan hubungan yang sedikit lagi melangkah menuju pelaminan. Jujur aku tidak meragukan kamu sayang. Aku hanya terbawa suasana saja, karena mimpi itu."


" Mimpi.? "Raihan mengangguk kan kepalanya.


Kania sudah bisa menebak nya, dan tebakan nya ternyata benar.

__ADS_1


" Iya kania, semalam aku mimpi melihat kamu bertemu seorang Pria. Dan pria itu mem.... eluk kamu, dan itu aku melibat dengan mata kepala aku sendiri di mimpi itu. Dan itu rasanya sakit sekali, aku seperti tidak bermimpi. Mangkanya aku seperti ini sama kamu, maaf ya yank. " Raihan menghapus air mata di pipi kania.


" Rai, benar kamu tidak ragu sama aku. Sebelum kamu berjanji lebih baik kamu putuskan pilihan kamu".Air mata kania pun kembali mengalir.


"Ssssttt,, sudab sudah jangan di bahas ya sayang, aku minta maaf. Aku sayang kamu, kalau bisa sekarang aku di suruh mengucapkan janji pernikahan aku ucapkan sekarang juga sayang. Maaf aku sudah membuatmu menjadi sedih seperti ini". Raihan membawa kania kedalam pelu...kannya.


Kini kania sudah meyakinkan hatinya untuk Raihan. Kania tidak mau menyakiti Raihan lagi, apalagi semua rencana kini sudah di depan mata.


Setelah cukup tenang Raihan melanjutkan perjalanan nya menuju ke. Sebuah tempat wisata alam. Di mana mereka Hanya untuk mengambil gambar untuk pemotretan prewedding Raihan dan Kania.


Kini Raihan dan kania sudah sampai di tempat yang mereka tuju. Di mana Raihan masih memandang wajah Kania, di mana masih terlihat sedikit wajah Kania seperti habis menangis.


"Sayang beneran kamu gak apa-apa, aku jadi merasa bersalah nih.?"


"Kamu ngerasa bersalah kenapa.?"


"Itu mata kamu jadi sembab, dan pasti mood kamu langsung hilang kan. Maaf aku bertanya di waktu yang kurang tepat."


"Gak apa-apa ko Rai, sudah yuk kita turun kasian Fitria dan Daffa pasti sudah menunggu lama."


"yasudah yuk, tapi tunggu biar aku buka pintunya." Kania mengangguk.


"Hai semua, kalian sudah lama sampai.?" Tanya raihan yang bersalaman dengan teman-temannya.


"Lumayan 5 menitan lah jadi slow aja Rai."


Tidak lama datanglah Daffa dan Fitria dari belakang.


"Hallo semuanya, Sorry kaya nya kita telat datang nya.?"


"Gak lah, Raihan juga baru sampe".


"Ow ya." Lalu Daffa bersalaman dengan teman-temannya, begitupun juga Fitria.


Kini kania dan Raihan melakukan sesi pemotretan. Kania merasa seperti di awasi oleh seseorang, mata kania melihat seluru tempat itu.


"Kamu liat apa sayang.?"

__ADS_1


"Aaah gak, aku gak liat apa apa. Aku mau isti sebentar ya Rai.?"


"Kamu kenapa sayang, kamu sakit.?"


"Gak, hanya kepala aku sedikit pusing aja. Aku mau istirahat sebentar ya.?" Raihan pun mengangguk kan kepalanya.


Karena pemotretan sudah selesai, kania pun beristirahat. Karena cukup lelah juga, padahal hanya bergaya di depan kamera.


Dan akhirnya kania beristirahat di mobil, begitupun juga Raihan dia juga beristirahat. Apalagi sejak Raihan terbangun karena mimpi itu, Raihan tidak bisa tidur kembali. Padahal Raihan baru tidur jam 2 pagi tapi jam 4 dia terbangun dan gak bisa untuk istirahat lagi.


Di skip


Dua minggu kemudian adalah di mana hari yang di nantikan Kania dan Raihan. Yaitu hari pernikahan mereka.


Kania yang sudah siap dengan menggunakan kebaya berwarna putih. Menunggu di dalam kamar, untuk mendengar kan Raihan ijab kabul.


Saat teedengar suara Sah, barulah kania menghamoifi Raihan yang kini sudah menjadi suaminya. Kania mencium punggung tangan Raihan, dan Raihan pun mengecup keningnya.


Kini di atas pelaminan Raihan dan kania menjadi raja dan putri dalam sehari. Kania nampak cantik, begitu juga dengan Raihan yang begitu gagah menggunakan Jas hitam.


Teman teman Kania dan Raihan pun hadir dalam acara pernikahan mereka. Dewi dan Fitria pun turut menemani di acara Kania, dan Raihan. Terlihat senyum bahagia terukir di bibir Kania. Apalagi Raihan yang tak henti-hentinya menatap kania yang berada di sampingnya. Kania wanita yang amat ia cintai kini berada di sampingnya dan menjadi istrinya.


Keluarga kania dan Raihan tentunya mereka juga sanagt bahagia. Dengan pernikaha anak anak mereka, membuat kedua keluarga sangat bahagia.


Dengan pernikaha yang cukup besar, membuat para tamu undangan pun tak henti-hentinya datang. Sampai kania pun merasa lelah, padahal waktu sudah menunjukan jam 7 malam..


"Sayang kamu lelah ya.?"


"Lumayan lelah."


"Yasudah sebentar lagi acaranya selesai, kamu mau istirahat atau mau pulang..?"


"Aku di sini dulu aja ya, lagian masih ada tamu. Itu teman-teman kamu masih ada. Kasian kalau kamu tinggal.?"


"Boleh kan aku kesana, menemani teman-teman ku. Nanti aku kesini lagi, hanya sebentar..?" Kania pun mengangguk


Raihan pun tersenyum, dengan membelai pipi kania. "Ya sudah aku kesana dulu sama Daffa, gak apa-apa kan aku tinggal."

__ADS_1


"Iya Raihan gak apa-apa ko, ya sudah kamu kesana. Nanti aku minta temani Lia untuk di sini." Raihan pun mengangguk.


__ADS_2