
Tepat di saat itu mata Zai melotot ke arah Kania. Tiba tiba Zain menarik tangan Kania, Hinga Kania kini berada dalam pel....ukan Zain.
"Zain apa apaan sih, jangan cari kesempatan ya ". Kania mengancam Zain dengan nada marah.
"Siapa yang mencari kesempatan, lihat di belakang kamu itu". Di saat Kania menoleh kebelakang alangkah terkejutnya ada sosok yang menyeramkan.
" Se.. setaan..." Teriak Kania.
Zain segera menarik Kania ke belakangnya, dengan Zain di depan Kania. Zain menghalangi Kania, saat ada sosok hantu berbaju merah ingin menyentuh Kania.
"Jangan sentuh dia, berani kau menyentuh nya habis kau di tangan ku." Zain dengan tatapan marah dengan matanya memerah.
"Hihihi.... Ternyata kau sekutu jin juga. Tapi aku tidak berurusan dengan kau setan. Aku hanya berurusan dengan gadis itu. Hihihi... Kata sosok wanita menyeramkan itu dengan cekikikan. Dia akan ku jadi kan budak abadi ku di sini. Hihihihi..... Dan memang saatnya saat ini, karena wangi aroma tubuhnya, yang membuat ku tertarik kepadanya." Sosok itu menatap Kania dengan wajah menyeramkan.
Kania amat ketakutan dengan sosok itu.
Kania juga berpegangan sangat kuat di belakang Zain.
"Kau menyentuhnya seujung kuku, akan ku hancurkan tubuh mu berkeping-keping. Dasar hantu rendahan, mengganggu manusia saja tugas kalian."
"Banyak bicara kau jin tengil. Kau hanya sosok jin yang melarikan diri. Kau tidak ada urusan dengan ku, berikan gadis itu ku. Mari kita nikmati bersama ,dia akan kita jadikan tumbal malam ini. Hihihihi ...." Dengan tawa lengkingan yang membuat bulu kuduk Kania berdiri.
Namun itu tidak membuat Zain takut, Zain mengepalkan tangannya
"Zain jangan kamu dengarkan dia. Aku mohon jangan jadikan aku tumbal ditempat ini". Bisikan Kania di telinga Zain.
Zain malah tersenyum mendengarnya.
"Kalau kamu jadi tumbal, dan aku makan . Rasanya tidak enak Kania, ada pahit pahitnya karena galau masalah asmara kamu".
Nia mendengar nya merasa kesal Kania mencubit Zain ." Ya Tuhan masih sempat-sempatnya ngeledek aku. Aku udah sangat takut Zain".
Saat Zain lengah sosok merah itu, tiba tiba di samping Kania dan mencengkram erat tangan Kania.
Aaaaaa..... Zain hantu nya ." Teriak Kania, Zain pun menoleh kearah Kania.
Hantu itu sudah tersenyum menyeringai menatap Kania. Di saat kepalanya Kania di ingin di pegang, Zain segera mengeluarkan ilmu nya.
__ADS_1
Zain mengeluarkan cahaya dari telapak tangan nya berwarna putih, dan sinar itu mengenai tangan sosok menyeramkan itu. Hantu dengan mata merah itu tersungkur ke tanah.
Zain dengan satu tangannya, mendekap kania. Agar Kania bisa dia lindungi. Dan saat itu pula ada sinar cahaya biru menutup Kania dan Zain. Dan bukan hanya itu Zain mengeluarkan ilmu kanuraga. Dia melepaskan dirinya sendiri dari tubuhnya, dan keluar dari cahaya warna biru yang menutup tubuh kania dan raga nya .
Cahaya itu dipergunakan untuk melindungi, dan membuat kamuflase agar orang orang tidak ada yang melihat kejadian ini. Hanya manusia yang terbuka mata batinnya saja yang dapat melihat kejadian itu.
"Aku sudah memperingatkan kau untuk tidak mendekatinya. Namun nyatanya kau tak sayang dengan dirimu hantu kotor. Ku peringatkan kau mau pergi atau tidak, kalau kau tidak mau pergi dari sini. Maka maaf kau harus ku musnah kan kau dari tempat ini". Zain tersenyum menyeringai, dengan tatapan yang tajam.
Hantu bocah tengik seperti mu punya kemampuan apa.
Lalu Zain sendiri memejamkan matanya, saat mata nya terbuka. Mata Zain mengeluarkan cahaya merah, menusuk tepat di dada kuntilanak merah itu. Hingga sosok itu terdorong menjauh.
Bukan hanya di situ saja, Zain membawa sosok itu melayang, dan mereka pun berkelahi di atas danau. Sinar putih dan merah keluar dari ilmu mereka. Hinga sosok merah tersungkur ke tanah dengan mengeluarkan cairan hitam di bagian lukanya.
Kini Zain berdiri di hadapan sosok menyeramkan itu dengan gaya menantang.
"Hei, hantu menjijikkan. Bagaimana kau masih meragukan kekuatan ku ini. Apa kau ingin tubuh mu hancur lebur seperti butiran debu yang terhempas. Atau kau ingin terbakar dengan ilmu ku.". Zain menunjukkan wajah marah dan menyeramkan.
Membuat kuntilanak itu tertunduk dan ketakutan." Sekarang ku izinkan kau untuk pergi dari hadapan ku. Dan jangan pernah kau menyentuh dia walaupun sedikit saja. Paham kau.!" Kuntilanak itu pun mengangguk dan akhirnya kuntilanak anak itu pergi terbang entah kemana....
Nia yang mengumpat dalam dekapan tubuh Zain, dengan tangan nya Zain memegang kepalanya Kania . Dan Zain menyatukan kekuatannya kembali, menyatukan nyawa dan raganya. Dan sinar biru yang melindungi tubuh Kania kini hilang sudah.
" Nia sekarang kamu Sudah aman sosok itu sudah pergi". Kania melihat di sekitar sudah aman.
Lalu Zain mengangkat dagu Kania, dan Zain menatap wajah Kania yang terlihat ketakutan. Zain pun memberikan senyuman hangat nya agar Kania tidak ketakutan lagi.
"Jangan takut, dia sudah pergi". Zain menghapus air matanya Kania.
Zain menatap lekat lekat wajah Kania, begitupun Kania, dia menatap mata Zain yang hangat. Membuat jantung Kania pun berdebar sangat Cepat.
Akhirnya Kania pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Pipinya pun sudah bersemu merah. Sedangkan Zain tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Zain trimakasih ya kalau tidak ada aku mungkin aku sudah di makan sama sosok yang menyeramkan itu. Hiiii..." Kania bergedik ngeri. Memangnya hantu tadi, sosok hantu apa. Ko menyeramkan seperti itu sih.?"
"Itu kuntilanak merah Nia, dan dia menci...um aroma kamu. Memang kamu lagi datang bulan .?" Kania mengangguk kan kepalanya." Pantesan dia mengincar kamu. Apa kamu lagi di malam Jum'at.?" Dan lagi lagi Kania mengangguk kan kepalanya." Kamu istimewa kania, kamu banyak yang mengincarnya, setiap kali kamu datang bulan."
Aaaa...Kania berteriak dan menutup telinga nya." Zain jangan ucapin itu lagi aku takut." Zain tersenyum melihatnya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak pernah melihat sosok menyeramkan seperti tadi. Kenapa sekarang aku bisa lihat.?"
"Itu dari Kalung yang kamu pakai kania. Zain menunjuk kalung yang Kania pakai.
"Jadi karena Kalung ini, apa setiap pakai kalung ini aku akan selalu melihat sosok seperti itu.?"
"Tidak juga, itu kalung akan menyala jika ada sosok ingin berbuat jahat sama kamu."
"Lagian kenapa juga tuh hantu pakai tertarik sama aku, Kan aku gak ada istimewa nya. Apa masih ada hantu yang tertarik sama aku, selain tadi kalau ada Iiih kita pulang aja yuk".
" Ada ko, apalagi sosok itu selalu ngikutin kamu kemana aja". Kania benar benar takut.
"Selalu ngikutin kemana saja. Zain kita pulang yuk, aku beneran takut nih. Yuk balik yuk..." Kania menarik tangan Zain.
Zain tidak bergerak saat Kania menarik tangannya. Zain masih diam ditempat dengan senyuman nya. Kania berbalik ke arah Zain, dan mendekat di depan Zain.
"Kenapa sih, kalau kamu tidak mau balik aku saja balik sendirian." Kania ingin berbalik arah, namun di jaga sama Zain.
Zain menatap sorot mata Kania, mereka berdua saling menatap.
" Apa kamu tidak ingin tau sosok hantu yang tertarik sama kamu. Bukan hanya itu dia juga selalu mengikuti kamu kemana saja. Bahkan sosok itu sangat menyukai kamu Kania.?" Suara Zain begitu lembut, nafas Zain begitu harum. Dan nafasnya pun membuat kulit Kania meremang.
Nafas Kania tercekat, Kania tidak bisa menatap ke arah lain. Seakan kania sudah terhipnotis oleh sosok hantu tampan yang kini ada di hadapannya.
"Sss... Siapa Zain sosok itu.?" Tanya Kania terbata bata.
Justru Zain malah menunjukkan senyum jahilnya..
"Aku". Zain tertawa, dan melepaskan pegangan tangan nya.
"Jangan menatap aku seperti itu nanti kamu suka."
"Dasar kamu ya hantu gak jelas. Bodo ah... Aku mau pulang nyebelin kamu Zain." Kania mendorong Zain.
Kania kesal meninggalkan Zain yang tertawa melihat Kania yang kesal.
bersambung......
__ADS_1