Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.38


__ADS_3

Apa kamu akan pergi ke tempat asal mu Zain dan berkumpul dengan keluarga mu".kata Nia dengan menatap wajah Zain.


Zain yang dapat tatapan dari Nia pun nampak tak tega. Dengan Zain pun menganggukkan kepalanya, lalu Zain mengalihkan pandangannya kembali ke arah laut.


Zain tak mau melihat tatapan sedih Kania.


" Ya... Cepat atau lambat aku akan pergi Nia, aku juga mengharapkan hubungan kita tak akan pernah Pisah Nia. Tapi takdir berkata lain di antara kamu dan aku tak akan pernah bersatu. Ku harap kau akan mengerti ya, kita jadikan hubungan kita ini sebagai kenangan yang terindah untuk kita berdua, aku sayang kamu Nia. "ungkapan isi hati Zain, yang kini sedang menatap Kania.


"Aku juga sayang kamu Zain. "kata Nia yang menjadikan bahu Zain sebagai sandaran untuk nya menangis.


Cukup lama Nia menangis di pundak Zain hingga waktu terus berjalan."Nia sudah malam kita pulang yuk,besok kita jalan lagi yah aku nggak mau kamu nanti sakit".Kata Zain yang menghapus bekas air matanya dengan ibu jarinya.


"Serius Zain besok kita jalan jalan lagi".Kata Nia dengan senyum sudah tak bersedih lagi.


"Iya besok kita jalan Jalan lagi,kita buat kenangan kita seindah mungkin".Kata Zain yang di angguki Nia.


Lalu Nia dan Zain bangun dari


duduk nya,dan Zai menggenggam tangan nia.saat Nia akan melangkah Zain menarik Nia, Nia pun membalikkan badannya dan menghadap Zain.


Tiba tiba saja Zain memeluk Nia, Zain memeluk Nia sangat erat, terasa oleh Nia pundak Zain bergetar.


"Zain,kamu kenapa".kata Nia".kata Nia yang merasa bingung.


"Biar Nia biarkan aku memeluk mu seperti ini jangan di lepaskan". Cukup lama Zain memeluk Nia.


Setelah Zain melepaskan pelukannya,Zain memandang wajah Nia dan Nia pun memandang wajah Zain. Mereka saling memandang.


Tiba tiba Zain menyentuh tengkuk leher Nia dan menahannya, dan wajah Zain mendekat, dan Zain mencit... um bibir Nia. Nia pun terkaget saat Zain menyentuh Bibirnya, niat Zain hanya ingin mengecup sebentar saja, karena Zain melihat Nia memejamkan matanya, dan dengan udara yang dingin dan suara deburan ombak.Membuat suasana semakin romantis bibir mereka saling menyatu dan mena.. utkan,suasana di laut pun sepi tak ada satu orang pun di sana, mereka hanya di saksikan bintang dan bulan yang menemani indahnya sang malam. Cukup lama mereka saling berci... uman hingga nafas mereka seakan habis oleh udara dingin yang menusuk diri mereka dan hawa panas yang membakar nafsu mereka. Dan ciuman itu pun selesai.


Zain dan Nia saling berpandangan, Zain menghapus Silva yang berada di bibirnya Nia.Zain tersenyum ke arah Nia yang terlihat malu.


Dan Zain menggenggam tangan Nia. "Kita pulang yuk bahaya kalau di sini kelamaan". kata Zain yang terlihat ada senyuman indah di bibir Zain.


Nia hanya mengangguk,Nia sangat malu jika di pandang terus oleh Zain,pasti terbawa suasana..


Saat mereka sedang berjalan ada seseorang yang menghampiri Nia dan Zain.

__ADS_1


"Permisi mas dan mbak nya saya,Reino saya seorang fotografer. Mohon maaf sebelumnya saya dari tadi melihat kalian berdua di sana,lalu saya Diam diam mengambil gambar kalian. Karena bagi saya sangat di sayangkan kalau tidak di abadikan, angle nya sangat bagus dengan cahaya sunset ini. Dan karena saya suka,saya potret kalian berdua dengan diam diam, boleh di lihat hasilnya".


Lalu orang itu memberikan hasil jepretan kamera nya ke Nia,Nia pun mengambil foto itu,Nia pun


melihat hasilnya:


"Ya ampun bagus banget hasilnya". Nia pun tersenyum ke arah Zain.


Dan Zain pun membalas senyuman nya, Zain melihat fotonya." Iya bagus Nia hasilnya". Kata Zain lalu melihat ke arah Nia .


Lalu Nia melihat ke arah laki laki itu dengan tersenyum." Heeemmm.... Mas apa boleh hasil foto ini buat saya, Kalau memang boleh ini buat saya, maaf berapa ya saya harus membayar foto ini".Kata Nia yang merasa tak enak hati.


"Ooh ...tidak perlu mba saya tidak meminta bayaran untuk foto itu, saya mengambil foto nya juga hanya kebetulan. Itu buat mba sama mas nya, buat kenang kenangan kalian dari saya".kata laki laki itu dengan senyum.


"Ya ampun trimakasih banget loh mas. Sekali lagi terimakasih loh ini".kata Nia dengan sangat senang.


"Iya mba sama sama , kalau begitu saya permisi ya mba mas".kata laki laki itu,dan dia pun langsung pergi .


Nia memandangi foto itu terus menerus.


Zain melihat Nia yang masih memandangi foto itu.




"Hei ..Kenapa foto itu di lihatin terus".Zain menyentuh pipi Nia lalu mengangkat dagu Nia dengan jari telunjuk nya.


"kenapa hem... Ko sedih liat foto itu bukan nya kamu suka sama hasil foto nya".kata Zain yang melihat mata Nia sudah mengembun.


"Pasti ini akan jadi kenang kenangan aku dan kamu ZAin. jika kamu sudah tidak sama aku lagi, aku cengeng banget ya dari tadi nangis terus". Kata Nia yang mencoba tersenyum.


"Iya itu kenang kenangan kita,kamu simpan ya. Ya kamu cengeng banget dari tadi, sudah jangan nangis lagi jelek tau". Kata Zain yang mencoba menghibur Nia.


Lalu Nia mencoba tersenyum,lalu Nia mencari rumah makan ,untuk Nia makan karena Nia merasa lapar karena menangis kelamaan..


Lalu setelah mereka selesai makan Nia dan Zain melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Nia..

__ADS_1


Setelah sampai rumah karena keadaan rumah di sekitar sudah sepi sepertinya keluarga Nia sudah tidur. Zain pun pamit untuk ke halaman samping rumah untuk menghilangkan dirinya..Dan Nia pun masuk ke dalam kamarnya,untuk bersih bersih lalu beristirahat.


Keesokan pagi nya Nia sudah bersiap siap untuk berangkat kerja.


Saat Nia sudah sampai tempat kerja dia bertemu oleh Dewi yang sudah membuka toko ."Hay Dewi sorry telat ya, macet banget soalnya. Maaf ya jadi kamu yang beresin semuanya.".kata Nia yang merasa tak enak hati sama Dewi.


"Ya ampun apa si mba Nia tenang aja apa."kata Dewi.


Lalu tiba tiba ada costumer masuk ke toko mereka yang sedang memilih milih baju, dan costumer itu pun keluar dari toko dan sudah membeli barang di toko Nia dan Dewi.


Pengunjung di Mall itu cukup rame,hingga Nia dan Dewi pun lumayan kelelahan karena pembeli cukup banyak. Ya walaupun lelah tapi mereka tetap semangat untuk menjualnya..


Sore hari menjelang Maghrib, Fitria baru datang,namun Fitria datang tak sendiri ada dua laki laki tampan yang berada di belakang Fitria .Nia yang kebetulan habis dari musholah pun lantas mendengar Fitria yang sedang memanggil dirinya.


"Nia, Nia kamu di mana." kata Fitria dengan suaranya sepertinya sangat bahagia.


"Iya kenapa si Fitria teriak teriak begitu,berisik tau ga si".kata Nia yang pura pura marah tapi masih terlihat senyum.


"Tau nggak gue seneng banget hari ini, tau enggak kenapa?".kata Fitria yang bikin penasaran Nia .


"Ya enggak tau lah kamu belum cerita Fitria, memang ada apaan si.? cepetan jangan bikin penasaran".kata Nia yang ikut penasaran dengan sikap temannya ini.


"Yaudah sini aku kasih tau ada siapa yang Dateng pasti kamu kenal".Kata Fitria dengan semangat.


Fitria pun menggandeng Nia ke depan,lalu Nia melihat dua orang laki-laki. Nia sepertinya kenal dengan dua orang itu yang terlihat dari belakang postur tubuh laki-laki yang satu pun sangat di kenal oleh Nia. Namun Nia menepis pikiran itu, Lalu Fitria menghampiri salah satu dari laki laki itu. Saat laki laki itu membalikkan tubuhnya laki laki itu pun tersenyum..


"Hai Nia apa kabar". Laki-laki itu menghampiri Nia dan tersenyum. Lalu Nia menghampiri laki laki itu yang ternyata dia Daffa teman sekolah nya dulu,yang tak lain kekasih nya Fitria.


Nia berjabat tangan dengan Daffa. "Alhamdulillah kabar aku baik, bagaimana kabar kamu di sana, jangan pergi jauh lagi ada yang bete tuh". Sambil melirik Fitria..


Daffa hanya tersenyum mendengar ucapan Nia,dan Fitria menyenggol Nia untuk berhenti meledek dirinya. Dan Daffa pun merangkul pinggang Fitria.


Semua itu dilihat oleh Nia dan Dewi, dua orang itu hanya tersenyum melihat Fitria yang seperti itu.


Lalu Daffa memanggil temannya yang masih di luar." Hai bro.... Sini masuk,Lo masih kenal nggak sama ni orang".kata Daffa yang memanggil orang itu.


Dan entah kenapa jantung Nia berdebar sangat cepat. Nia yang sedang memegang pulpen yang habis mencatat pendapatan, dan pulpen itu masih di pegang oleh Nia sangat erat. Lalu laki-laki itu pun membalikkan badan nya ke arah Nia, dan Nia sangat terkejut siapa yang datang. Hingga pulpen yang berada di tangannya Nia pun terjatuh.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2