Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.53


__ADS_3

"Aaahh ... iya senang bisa kenal kamu Zian." Ucap Kania yang juga membalas senyuman Zian.


Sekarang bergilir ke Juan ." Nona Kania senang saya bisa mengenal anda. Kelak hidup lah bahagia semoga kamu dapat mencari pengganti saudara ku ini." Sengaja Juan berbicara seperti itu. Untuk menjaga perasaan putri bunga agar percaya kalau Kania benar benar bisa melepaskan Zain.


"Iya senang bisa mengenal anda, trimakasih sudah pernah menyelamatkan ku dari sosok hitam itu yang sangat menyeramkan itu." Jawab Kania yang bingung harus menjawab apa.


Putri bunga Zian dan Juan pun berjalan sedikit menjauh dari Kania dan Zain. Agar Zain dapat leluasa berbicara untuk perpisahan antar Zain dan Kania.


Dan Zain bingung harus berbuat apa ingin sekali Zain memeluk Kania. Dan Zain juga bingung ingin mengatakan apa kepada Kania. Sungguh Zain tidak ingin perpisahan ini terjadi.


Tangan Zain dan Kania bersalaman.


" Jaga diri kamu baik-baik ya Kania. Pilihlah Laki laki yang baik, Yang bisa menjaga mu dan melindungi kamu. Dan semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu. Maafkan aku Kania pertemuan kita cukup sampai di sini. Jadikan kenangan kita itu sebagai memori yang indah untuk kita. Sebenarnya sangat sulit untukku berpisah dari kamu. Tapi ini harus terjadi. Jaga diri kamu ya sayang. Maaf aku harus pergi". Ucapan Zain membuat Kania benar benar menangis.


"Iya Zain semoga kamu bahagia dengan putri bunga, dia begitu baik hati. Bahagia kan lah dia. Buanglah masalalu yang kita lalui. Buka lembaran baru untuk kamu dan putri bunga, Begitupun juga aku . Hidup lah bahagia kerena bisa berkumpul dengan keluarga kamu di sana. Jangan pernah ingat aku lagi Zain , putri bunga terlalu baik jika kamu sakiti dan kamu tinggalkan lagi Zain." Ucapan Kania benar benar membuat Zain amat bersedih.


Zain hanya mengangguk, dan Zain melepaskan genggaman dari tangan Kania. Namun Kania tidak ingin melepaskan tangan nya Zain.


Memang begitulah wanita, isi hati dan perbuatannya tidak searah. Dia bilang tidak apa-apa. Tetapi ada apa apa yang di rasakan, Memang wanita sulit di mengerti.


Zain melihat tangan Kania masih menggenggam tangan nya. Dan Zain dapat melihat kalau Kania menangis. Lalu Kania menoleh ke arah Zain, dan Zain pun menggeleng kan kepalanya. Memberi isyarat untuk tidak menangis dan melepaskan tangan nya.


" Jaga diri kamu baik baik ya Kania." Ucap Zain dan Kania hanya mengangguk dengan kepala yang masih menunduk.


"Aku pergi ya Kania." Lagi lagi Kania hanya mengangguk. Kania tidak mau melihat kepergian Zain Karena itu akan menyakiti diri sendiri.


" Kania lihatlah aku." Ucap zain yang lagi lagi Kania hanya diam namun kedua pundaknya bergetar.


Dan Kania hanya, Menggeleng kan kepalanya. Zain tau maksud Kania. kalau Kania tidak mau melihat dirinya pergi. Lalu Juan menghampiri Zain dan memegang pundak Zain.

__ADS_1


"Ayo, Tuan putri sudah menunggu dirimu terlalu lama". Dan Zain hanya mengangguk.


Zain berjalan selangkah demi selangkah berjalan meninggalkan Kania. Yang berdiri mematung. Semakin lama langkah kaki Zain semakin jauh dari Kania. Barulah Kania mengangkat kepalanya melihat kepergian Zain yang semakin menjauh, Ke arah tengah laut. Hingga datanglah ombak yang begitu besar hingga Zain menghilang tertutup ombak tersebut.


Barulah Kania melihat Zain menghilang , Kania berteriak memanggil Zain..


" Zain, Zain, Zain.... Aaaaaaaaaaa.... Hiks ..Hiks..." Kania terjatuh dan berlutut di pasir putih.


Hingga ada setitik cahaya menarik tubuh Kania. Kania pun terbawa oleh cahaya tersebut. Hingga mata Kania terbuka matanya. Dia terbangun dari mimpinya. Di lihatnya kalung dengan bandul botol kecil yang berada di lehernya sudah tak ada. Yang ada hanya kalung mutiara pemberian dari putri bunga yang berada di leher Kania.


Lalu Kania menghubungi temannya yang tak lain adalah Fitria.


📞


" Iya beb ada apaan tumben pagi pagi udah hubungi gue ada apa?" Tanya Fitria.


📞"Kamu bisa tidak antar aku ke suatu tempat. Kalau kamu tidak bisa aku jalan sendiri saja." Tanya Kania dengan suara habis menangis.


📞"Nanti kamu ke rumah ya. Nanti aku ceritain semuanya." Jawab Kania.


Lalu panggilan itu terputus.


Setelah jam menunjukkan pukul delapan Fitria sudah sampai di rumah Kania.


Fitria mengetuk pintu rumah Kania. Di sana ada Aulia yang membuka pintu rumah." Hay dek, kakak mu kemana?" Tanya Fitria saat Aulia sudah berada di hadapan Fitria.


" Kakak Nia berada didalam kamarnya ka. Dari tadi tidak mau keluar kamar, masuk aja ka ke kamarnya." Jawab Aulia yang di angguki oleh Fitria.


Fitria pun masuk ke dalam kamarnya Kania, di sana Fitria melihat Kania yang sedang berbaring miring membelakangi pintu kamarnya.

__ADS_1


Pintu di tutup oleh Fitria dan di kunci. Lalu Fitria mendekati Kania, Fitria pun menyentuh pundak Kania. Dan Kania pun bangun dari berbaring nya dan duduk berhadapan dengan sahabatnya.


Fitria dapat melihat mata Kania bengkak seperti habis menangis.


"Kania kamu kenapa, kamu habis nangis. Ada apa Kania ayoo ngomong jangan di sembunyiin begini." Tanya Fitria yang memaksa buat Kania bicara.


" Zain, sudah meninggal kan aku buat selamanya. Dia udah tidak akan menampakkan dirinya lagi di dunia ini Fitria. Dan kamu tau dia akan kembali ke istana tempat di mana dia tinggal. Dan akan melanjutkan pernikahan nya yang pernah gagal." Ucap Kania yang merasa tak tega melihat sahabatnya.


Karena yang Fitria tau kalau Zain yang sudah bikin Kania kembali lagi seperti Kania yang dia kenal. Semenjak Radit mengkhianati dirinya. Hanya Zain dan Raihan yang bikin senyum Kania balik lagi.


" Dan kamu tau semenjak aku pulang dari rumah sakit, juga Raihan nggak pernah datang kesini. Bahkan untuk sekedar jenguk, Katanya dia pergi ketemu dengan keluarganya. Tapi saat aku tanya Dewi, Raihan ada di cafe nya. Salah aku apa sampai semua orang yang dekat sama aku sekarang malah menjauh." Kania bercerita tentang Raihan yang membuat Fitria kaget. Padahal dirinya sering ketemu oleh Raihan kenapa dia menjauh dari sahabat nya.


Fitria bingung harus bicara apa kepada Kania. Dirinya hanya bisa menjadi pendengar yang baik untuk Kania..


"kamu mau anterin aku kan, ke suatu tempat."Pinta Kania.


"Kemana Kania". Tanya Fitria.


" Ke pantai Fit. Itu pun kalau kamu mau, kalau nggak mau nggak masalah lain kali aja " Jawab Kania.


" Ia kita ke sana sekarang ya. Kamu tenang aja aku akan anterin ." Jawaban Fitria membuat Kania merasa senang.


"Trimakasih ya Fitria" ucap Kania dengan mata mengembun.


"Yasudah jangan nangis sekarang kamu siap siap ya. Aku tungguin kamu di luar." Kania pun mengangguk.


Fitria pun keluar dari kamarnya Kania. Dan menuju mobil Nya. Lalu Kania pun datang keluar. Menghampiri Fitria.


" kamu udah pamit sama yang ortu kamu.? " Tanya Fitria.

__ADS_1


" Sama Lia sudah, ibu dan ayah tidak ada di rumah." Jawab Kania.


Dan mereka pun masuk ke dalam mobil. Fitria mengendarai mobilnya keluar halaman rumah Nia. Melaju kendaraan nya meninggalkan rumah Kania. Ke tempat yang Kania tuju.


__ADS_2