
Hingga tiba tiba, ada seseorang duduk di sebelah Nia. Dan orang itu tersenyum ke arah Nia ..
Dan saat Kania menoleh ternyata itu Zain, yang sedang tersenyum ke arah kania. Kania tak membalas senyuman itu, lalu Kania melengos ke arah lain.
Di saat itu juga Nia bangkit berdiri, mencoba menghindar dari Zain. Zain pun mengejar kania, Nia yang berjalan cepat segera di cegah oleh Zain.
Zain pun menghalangi jalan Nia, lalu Nia berbalik arah untuk menghindari Zain. Namun dengan cepet tangan Nia Sudah di cekal oleh Zain. Nia mencoba melepaskan tangannya dari genggamannya Zain. Namun sayang tidak berhasil .
Zain terus tersenyum ke Nia, walaupun wajah Nia menujukan ekspresi marah.
"Lepas."
"Gak."
"ZAIN.."
"NIA.."
"Lepasin gak.."
"Gsk, akan aku Lepasin tangan kamu."
"Lepasin tangan aku, sakit tau gak sih. Jadi cowok kasar banget sih.?" Kania dengan nada emosi. "kalau kamu gak lepas, aku akan teriak.!" Ancam Kania
Kania berani mengancam karena Zain lagi menampakkan dirinya di mata manusia.
"Janji dulu, kalau kamu gak kabur lagi. Dan kamu gak menghindar dari aku. Kalau kamu gak mau janji, aku juga ga mau lepas. Terserah kalau kamu mau teriak, teriak aja, tinggal aku bilang ini istri aku lagi ngambek. Pasti orang bakal percaya". Zain pun sambil tersenyum ke arah Kania ..
Kania sudah nampak kesal, dengan Zain.
"Ter se rah.." Mata Kania sudah terlihat marah, dan kedua matanya Nia pun juga sudah mengemban.
Lalu Nia menoleh ke arah lain, air mata Nia pun sudah jatuh di pipi Nia ..
Zain yang melihat nya jadi tak tega, lalu di lepaskan cekalan tangannya dari tangan Nia.
" Nia aku minta maaf, tangan kamu sakit ya.?" Zain mencoba menyentuh tangan Nia, namun Nia menolak untuk di sentuh ..."Nia aku minta maaf, angan menghindar dari aku. Aku mohon sama kamu.?"
Nia menoleh ke arah Zain, dengan wajah marah. Lalu Zain dapat melihat wajah Nia, Nia menatap wajah Zain dengan tersenyum kecut.
"Kamu bilang apa tadi Zain, kamu bilang aku menghindar dari kamu.? Selama ini kamu sadar gak, kalau kamu yang menghindar dari aku Zain.?"
Kania menghapus air matanya.
__ADS_1
"Kemana kamu selama seminggu ini. kamu gak terlihat, kamu lagi berusaha untuk menjauh dari aku Zain, enggak apa apa Zain. Yasudah gak usah ketemu selamanya, kenapa kamu nampakin lagi diri kamu di hadapan aku.?" Nia berbicara dengan nada emosi
Zain hanya diam mematung, dan hanya bisa melihat Kania yang sedang melupakan emosi nya.
" Zain jawab kamu jangan diam aja.? Ooohhh. Mungkin kamu selama ini selalu ada ya, cuma kamu gak mau menampakkan diri kamu, ke aku..?"
Zain masih betah dengan diam nya....
"Baik percuma ya aku ngomong sama makhluk aneh kaya kamu. PERMISI .." Lalu Nia meninggalkan Zain .
Nia bejalan dengan cepat, dan kecewa dengan Zain..
Lalu Zain pun mengejar Nia, dan tangan Nia pun di tarik oleh Zain ke pinggir danau. Kania terus menolaknya, dan Nia pasrah hanya mengikuti langkah Zain.
Zain menarik Kania ke tempat dimana tak ada orang satu pun di sana. Menurut Zain biar lah para demit demit saja yang melihat mereka, Zain pun tak peduli...
Setelah sampai di tempat yang sepi, Zain pun melepaskan genggaman nya.
Dan Zain pun dapat melihat ke arah Nia, yang menarik nafas dengan sangat cepat. Kania sangat lelah mengikuti langkah Zain..
Zain membawa Kania ke dalam peluk kan nya. Zain mem.... eluk dengan sangat erat. Nia kaget dengan Zain yang tiba-tiba memeluk dirinya..
"Aku mohon jangan lepaskan, biarkan aku memeluk mu seperti ini." posisi Zain memeluk Nia. " Kania aku minta maaf Nia, aku salah. Aku memang egois, sebenarnya hati ku sakit saat liat kamu dekat sama cowok itu. Apalagi melihat ke akraban keluarga kamu. Kania, aku ingin sekali menghindar dari kamu. Tetapi aku gak bisa, dan aku sadar aku hanyalah sosok makhluk yang gak pantes buat kamu cintai.
Kania merasa dilema, kania tak menjawab. Nia hanya mengangguk, Nia sendiri juga bingung harus bagaimana.
Jujur saja untuk sekarang, sejak Zain menghilang, Kania sudah merasa nyaman dengan Raihan..
Lalu Zain pun kembali memeluk Nia....
Di saat itu pula ada seseorang yang sedang memperhatikan Zain yang sedang memeluk Nia. Dengan perasaan kecewa dan hancur, yang ia rasakan.
Orang itu adalah Raihan, dia melihat Nia sedang di peluk oleh Zain. Saat melihat adegan itu Raihan pergi meninggalkan tempat itu. Di mana Raihan melihat wanita yang dirinya suka sedang di peluk oleh orang lain ..
Saat Raihan berjalan untuk menghindar, Nia dapat melihat orang yang sangat dia kenal.
"Raihan".. Itu nama yang terucap dari bibir Nia, sedangkan Nia bingung harus berbuat apa...
Zain melepaskan pelukannya saat dia mendengar Nia menyebutkan nama Raihan.
"Kania kamu tadi nyebut nama siapa. kamu tadi menyebutkan nama Raihan.?"
"Mungkin sepertinya aku salah lihat". Namun mata Kania melihat tubuh pria yang Kania rasa dia mengenal nya.
__ADS_1
Dan akhirnya hubungan Zain dan Nia kembali membaik. Zain juga akan berusaha untuk bertemu oleh keluarga Nia, layaknya hubungan antara manusia yang normal, saling dekat dengan keluarga...
Dan di sisi lain, ada perasaan yang hancur dan kecewa.
Raihan membawa mobilnya dengan sangat kencang, lalu Raihan memberhentikan mobilnya di sisi jalan...
aaaaaaaaaaaaahhhh.....Raihan berteriak sambil memukul setir mobilnya. "kenapa harus Nia yang gue liat sama cowok lain". Raihan menjambak rambut nya sendiri, karena merasa frustasi....
Flasback on
Saat Raihan sedang mengendarai mobil, Raihan seperti melihat seseorang wanita yang dia kenal. Wanita itu sedang mengendarai motornya.
"Itu kan Nia mau kemana dia, kenapa dia ke arah ini". Pikir Raihan,dan Raihan pun terus mengikuti Kania.
Dan ternyata Kania memasuki kawasan taman kota. Di sana banyak para pasangan dan keluarga.
"Loh itu Kania mau kemana dia sudah sore seperti ini.?"
Saat Raihan melihat ternyata ada laki laki yang menari tangan Kania. Raihan pun tak terima Kania di sakiti sama pria itu, Raihan pun ingin mendekati Kania.
Namun Raihan mengurungkan niatnya, saat melihat kania di peluk oleh pria tersebut.
Bagai tertusuk duri, hati Raihan terasa sakit. Untuk kedua kalinya Raihan merasa rapuh, di saat dirinya akan move on, malah di buat down.
Flasback of
aaahhh.. Raihan merasa frustasi.
" Kenapa coba harus Nia, pupus sudah harapan gue. Ternyata gue kalah cepat dari cowok itu, dan Nia ternyata sudah punya pacar. Padahal hanya Nia yang bisa bikin gue kembali menjadi Raihan yang tidak terpuruk lagi. kenapa di saat gue kembali bangkit, harus rapuh kembali seperti ini.
"Gak boleh nyerah, siapa tau dia hanya saudara atau siapa. Setau gue, kania belum punya cowok. Dan memang sepertinya gue harus bicara jujur sama Nia, tentang isi hati gue ini. Terserah nantinya mau jawab apa Kania, dan bagaimana sikap nya ke gue. Yang jelas gue harus jujur. Walaupun gue tau, kalau gue pasti di tolak kalau Kania benar-benar punya kekasih, setidak nya gue udah jujur .." Raihan berbicara pada dirinya sendiri.
Raihan menyemangati dirinya sendiri saat ini. Lalu Raihan melanjutkan kendaraan untuk pulang..
****
lanjut ke Nia dan Zain...
Zain dan Nia masih berada di taman di pinggir danau.. Nia duduk menikmati makanan bersama Zain. Walaupun hanya Nia yang makan, Zain hanya memperhatikan Nia makan.
setelah Nia selesai dengan makanannya. Kania dan Zain melanjutkan pembicaraan nya..Zain yang sedang menemani Nia makan, dari tadi hanya tersenyum melihat Nia...
"Zain kenapa dari tadi kamu belum jelasin, kenapa kemarin kamu gak pernah nampakin diri kamu. kenapa kamu menghilang, kamu sengaja menghindari dari aku.?" Nia terus menatap Zain dengan tajam.
__ADS_1
Nia sebenarnya masih marah, tapi karena keadaan cacing di perut Nia yang Sudah berdemo. Dan mempora poranda isi di perutnya, jadi Kania mengundurkan niatnya untuk marah. Dan lebih mementingkan makhluk makhluk yang sedang berdemo di dalam perutnya.