Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.42


__ADS_3

Sosok hitam itu tepat dihadapan Kania. Dengan tubuh besar, kuku panjang dan berbulu hitam lebat,dengan bau busuk yang menyeruak..


"Aaaaaaaa......Sisiapa kamu, Jangan ganggu saya, sana sana." Kania berteriak lalu Mundur dengan masih posisi duduk.


"Hahahaha....kau adalah mangsa ku, tak akan ku lepaskan". Kata makhluk yang bertubuh besar itu dengan ketawa yang begitu menyeramkan.


"Tidak... Jangan ganggu aku sana sana...Hiks....Hiks...." Kata Kania dengan berteriak dan menangis.


Lalu sosok hantu itu mendekati Kania dan berusaha untuk mencekik Kania. Nia pun tak dapat lari lagi karena Nia sudah terhalang oleh batu besar di belakangnya. Lalu Kania di cekik oleh sosok hitam itu, hingga tubuh Kania terangkat, Nia merasakan sakit yang teramat terutama di lehernya. Lalu tubuh Nia di lepas ke udara begitu saja. Sosok hitam itu hanya tertawa dengan suaranya yang begitu menyeramkan.


"Aaaaaaaaaaaa.........."Kania berteriak saat diri di lempar oleh sosok itu. Lalu ada yang menangkap tubuh Kania saat terhempas oleh sosok hitam itu. Kania dapat melihat yang menolong dirinya itu seseorang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala hitam. Lalu Nia di turunkan dari gendongan nya Pria berbaju hitam itu. Di dedaunan agar Kania bisa duduk Kania masih nampak ketakutan dengan sosok berjubah hitam tersebut.


Sambil menatap sosok itu, karena sosok itu menolong dan mengobati luka Nia. Ya Kania di obati oleh pria berbaju hitam itu, dia sangat baik dia mengobati luka Nia dan sesekali melihat wajah Kania.. Kania hanya bisa menangis, karena merasakan lukanya yang begitu perih.


"Sudah jangan menangis lagi, jika kau ingin selamat kau harus berpisah dengan Zain, aku hanya bisa memberi tahu kamu saja. karena alam mu dan alam nya berbeda. Dan kelak jika kau sudah berpisah dengan Zain,kau harus membuang kalung itu ke laut agar kau tak menjadi incaran para iblis lain,kau faham." Sosok berbaju hitam itu menjelaskan kepada Kania.


"Zain....Kamu mengenal Zain, aku belum melihat nya. Dimana Zain, apa Zain baik baik saja". Tanya Kania kepada pria berpakaian serba hitam itu,dengan menyentuh tangan pria tersebut.


Pria itu hanya diam saja lalu menyentuh pundak Kania. "Sekarang kau pergilah ke alam mu, aku akan pergi .Lalu sosok itu menghilang, lalu Nia tertarik seperti tarikan sebuah magnet, yang menarik diri Kania... Lalu Kania tersadar dan ternyata Kania bermimpi. Tetapi lagi lagi tubuhnya Merasa kesakitan terutama di bagian leher. Dahi Kania di penuhi keringat yang mengucur,nafas yang tersengal-sengal.


Lalu Kania bangun dari mimpi tidurnya , dengan posisi duduk.. Lalu Kania mendengar suara adzan subuh dari toa masjid dan mushollah. Kania pun melakukan kewajiban ya.


Kania merasakan sakit di tubuhnya terutama di lehernya. Lalu Nia mencoba melihat di cermin ternyata ada bekas tanda cekikikan di leher Kania, walaupun tak begitu ketara bekas cekikan hanya merah saja tetapi Sakit nya begitu terasa.


"Sakit banget si, ini tanda merah nya bisa tidak ya di samarkan, seperti nya bisa lah di tutup sama Foundation, jadi nggak terlalu terlihat jelas, aku pakai baju yang lehernya tertutup lumayan kan. Tapi Badan ku pada sakit semua lagi,kalau aku tidak masuk kasian Dewi. Yasudah lah aku masuk saja."


Saat Nia sedang bersiap siap untuk berangkat kerja, dan menikmati sarapan dengan keluarganya Sang ibu bertanya.


" Kania kamu sakit nak, ko kamu seperti nya lelah banget si. kalau kamu sakit kamu istirahat ya aja," Kata sang ibu yang sedang memandang Kania.

__ADS_1


"Aaah tidak Bu, Nia nggak kenapa-kenapa, besok Nia izin dah buat istirahat, kalau Sekarang nggak bisa Nia lagi ngitung barang". Jawab Kania dengan senyuman.


"Mau aku anterin tidak ka, ya itung-itung aku main, mumpung aku lagi libur sekolah soalnya."Kata Aulia dengan sangat semangat ikut kakak nya kerja.


"Beneran kamu libur dek."Tanya Kania ke adiknya,lalu di jawab oleh Lia dengan mengangguk."Yasudah nanti ikut kakak ya,tapi kamu yang bawa motornya,". kata Kania lagi.


"Ok ka,sekalian aku bantuin kakak nanti". Jawab oleh Aulia dengan semangatnya.


Setelah selesai sarapan Aulia dan Kania berangkat. "Lia kamu bantuin kakak kamu ya, jangan ganggu kakak kamu". Kata sang ibu .


"Beres Bu". kata Aulia.


Lalu mereka pun mencium tangan ayah dan ibunya. Lalu Aulia yang membawa motornya dengan membonceng kakaknya.


Setelah sampai tokonya Kania memperkenalkan adiknya kepada Dewi, dan Aulia pun senang membantu Kakak nya di toko.


Setelah siang hari Fitria pun datang ke toko, Fitria melihat kalau Aulia membantu di tokonya bingung. Kania yang melihat Fitria datang langsung memberi tahu kalau Aulia ngikut karena lagi libur sekolah, tentunya Fitria senang.


"Memang boleh ka aku kesini, Kalau boleh nanti aku kesini lagi. Ya itung-itung bantuin dan belajar cari pengalaman si ka."Tanya Aulia.


"Boleh lah bocil kakak senang kalau kamu mau bantuin kakak kamu di sini, kakak juga nganggap kamu sudah kaya kakak sendiri tau, jadi santai aja . "Jawab Fitria dengan tersenyum.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, datang lah Daffa dan Radit ke toko Fitria. Aulia yang melihat mantan Kakak nya datang ke toko kaget, Lia juga khawatir dengan kakaknya.


Radit yang melihat Aulia berada di toko yang sama lalu tersenyum dan menyapa nya "Hai Aulia kamu disini juga ikut kakak kamu, bagaimana kabar kamu sekarang, dan kelas berapa sekarang. " Tanya Radit dengan beruntun.


"Kabar aku baik sekarang kelas 11" Jawab Aulia yang sedikit jutek.


Kania yang mengenal watak adiknya seperti apa lalu menegur Aulia. "Dek jaga sikap sama yang lebih tua dari kamu".Tegur Kania ke Aulia, Lia pun hanya menunduk dan meninggalkan Radit.

__ADS_1


Lalu Radit jalan mendekati Kania.


"Radit maaf ya soal kemarin, Zain sudah menghajar kamu , sekali lagi maaf ya "ucap Kania tak enak hati.


"Apaan si kamu Nia kenapa kamu yang minta maaf, aku harusnya yang minta maaf udah bikin kamu tidak nyaman. Memangnya cowok yang nonjok aku itu pacar kamu ya.?" Tanya Radit ke Kania lalu di jawab dengan anggukan kepala oleh Kania.


"Sekali lagi aku minta maaf ya, udah bikin kamu nggak nyaman. Sebenarnya aku cuma mau temenan baik aja sama kamu, karena aku udah pernah jahat aja sama kamu." ucap Radit yang merasa tak enak hati.


"Ya sudah lupakan yang kemarin kemarin ya".ucap Kania, lalu mereka saling mengobrol.


Sebenarnya Kania merasakan ada yang kurang tanpa adanya Zain. Apalagi Raihan yang jauh sekarang hanya ada Radit dan Daffa, kalau Daffa saja Nia masih santai cuma sama Radit ini, Nia takut ada yang tak suka melihat kedekatan Radit dengan Nia kembali.


Waktu sudah menunjukkan malam,dan waktu nya toko tutup, mereka pun sedang beres beres toko. Setelah toko tertutup mereka pun ke parkiran, setelah sampai parkiran Mereka pun berpencar.


lalu Radit mendekati Kania. "Kamu hati hati ya Kania di jalan, Aulia kamu naik motor jangan ngebut loh kasian kakak kamu kayanya lelah." Kata Radit ke Nia dan Aulia.


"Iya trimakasih Dit, yasudah kita balik ya". Jawab Kania.


Kania dan Aulia pun sudah berada di atas motor, dengan Aulia yang membonceng sang kakak di belakang. Kania berpegang ke Aulia dengan sangat kencang. "kakak sakit ya, ko kakak kaya merintih.?" Tanya sang adik.


"Nggak apa-apa kakak masih kuat." Jawab kania.


Lalu motor yang Aulia bawa melewati jalan yang sepi. Tiba tiba saja seperti ada bayangan hitam lewat melintas dan berdiri di depan motor yang Aulia bawa. Lalu tiba tiba motor Kania oleng dan terperosok jatuh kepinggir jalan tepat di mana seperti kebon kosong.


Aaaaaaaaaaaaa.........Bbbbrrrruuukkkkk. Suara motor terjatuh begitu keras, dan mereka berdua pun terjatuh. Aulia terperosok ke pinggir jalan ,dan Kania terpental ketempat gelap.


Aulia jatuh di dekat motor, sedangkan Kania terpental dan kebetulan kebun di pinggir jalan itu seperti menurun. Kania pun tergelincir ke kebun kosong.


Kania yang ingin bangun sangat sulit karena badannya sudah tak berdaya, dan kepala nya pun terbentur batu.Dan sebenarnya ada sosok hitam yang mendekati nya lalu mencekik Kania, dan berkata pada Kania.

__ADS_1


" Serahkan kalung itu kepadaku, jika tidak kau akan mati." Ancam sosok hitam tersebut.. Karena Kania sudah tak kuat akan keadaan fisik nya, akhirnya Kania pun tak sadarkan diri.


__ADS_2