Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.51


__ADS_3

Kania memeluk Zain dengan erat dan bahkan Kania menangis saat memeluk tubuh Zain. Tentunya Zain pun juga membalas pelukan dari Kania.


" Zain kamu datang Zain, kamu kemana saja Zain aku kangen kamu Zain." Kania bertanya saat dirinya melepaskan pelukannya dari Zain.


" Aku juga rindu kamu bahkan sangat merindukan kamu Kania. Bagaimana kabar kamu apa. Kamu sehat kan sayang". Tanya Zain yang menghapus air mata Kania yang terus menetes membasahi pipinya.


Zain terus memeluk Kania. Disaat Kania semakin bersedih. Zain terus menenangkan Kania sampai Kania benar benar tenang.


Saat merasa dirinya sudah tenang. Kania melihat kearah Zain, Kania memandang wajah Zain. Begitu pula dengan Zain.


Mereka saling memandang,


" Bagaimana kabar kamu, kamu baik baik saja kan. Aku dengar kamu Sakit, terus bagaimana sekarang kamu sudah sehat ." Tanya Zain dengan menyentuh pipinya Kania. Kami tersenyum mendengar nya.


Kania mengangguk. " Iya aku sakit kemarin habis kecelakaan Zain. Zain apa kamu baik baik saja?" Kania bertanya balik kepada Zain.


"Aku baik baik saja sayang. Memang aku kenapa?" Tanya Zain balik, Zain sengaja tidak ingin menceritakan masalah nya. Karena Zain yakin kalau masalah Kania lebih banyak .


Lalu Zain menggenggam tangan Kania.


Lalu Kania duduk di pasir putih. Begitu pula Zain ia duduk di sampingnya Kania. Tangan mereka masih saling menggenggam satu sama lain, seakan tak ingin kehilangan.


Kania terus memandang ke depan melihat lautan luas dan merasakan angin yang bertiup memberikan kesejukan. Lain dengan Zain ia hanya memandang wajah Kania dengan tersenyum.

__ADS_1


Zain kamu sudah tau tentang aku selama ini, aku di teror oleh sosok hitam, dan kau tau seminggu lalu aku di serang dan di cekik oleh sosok hitam itu. Lalu aku di tolong oleh seseorang berpakaian serba hitam. Orang itu baik aku pikir itu kamu Zain ternyata bukan. Dia bilang biarkan kamu pergi , dan aku harus melepaskan kamu Zain jika ingin selamat. Karena nyawa aku terancam Zain . Begitu kata orang tersebut." Kania melihat ke arah Zain.


" Dan Kamu tau Zain saat kejadian itu aku benar-benar takut. Aku seperti di perhatikan oleh sosok hitam itu. Dan ia akan membunuh ku, dan menjadikan aku sebagai istrinya Zain. Aku benar-benar takut Zain tidak ada yang bisa membantu ku Zain. Dan aku tidak tau Zain apa yang terjadi jika keluarga ku tau masalah ini Zain. Aku takut Zain sangat takut." Kania menangis menceritakan sebagian cerita nya.


Zain hanya bisa melihat wajah Kania yang begitu bersedih dan bertapa amat ketakutan nya Kania. Lalu Kania menangis di pundaknya Zain.


" Dan kamu tau zain aku pernah bertemu putri bunga, kekasih abadi kamu Zain. Dia cantik ya Zain, bukan hanya cantik saja dia juga baik hati Zain. Kamu cocok sama dia Zain kamu harus kembali sama putri Zain." Ucap Kania yang mengalihkan pandangannya menghindar dari wajah Zain.


Dan Zain pun tau ada pasti ada kesedihan yang Kania rasakan saat ini. Lalu Zain menyentuh ke dua pipinya Kania, dan diarahkan ke dirinya.mereka saling memandang ada wajah kesedihan di wajah Zain atau pun Kania .


" Maafkan aku Kania aku sudah membuat dirimu ketakutan,aku sudah membuat diri kamu tidak nyaman membuat dirimu resah dan tidak aman. Aku sayang kamu Nia, aku jujur, aku tak pernah merasakan ini sebelumnya dengan siapapun sekali pun itu putri bunga. Hati ku teramat takut apalagi sampai kamu kenapa-kenapa Kania." Ucapan Zain membuat mata Kania kembali menangis.


"Zain kamu bersedih kenapa Zain ada apa sama kamu Zain." Tanya Kania karena melihat Zain dengan mata sudah basah .


Kania memandang wajah Zain dan Nia melihat mata Zain sudah basah, hanya tinggal turun saja air matanya itu.


Lalu Kania menyentuh pipinya Zain, dan Zain pun menyentuh tangan Kania yang berada di pipinya. Kania pun menggelengkan kepalanya, kepada Zain agar tidak bersedih.


"Zain Kamu kenapa, Zain kamu". Kania belum selesai Zain sudah memeluk Kania.


"Sebenarnya aku belum siap buat meninggalkan kamu Nia. Tapi ini demi kebaikan kamu dan untuk kita semua. Aku tidak ingin kamu dan keluargamu terkena masalah karena aku. Aku juga tidak ingin kamu kenapa-kenapa Nia."Kata Zain dengan masih memandang wajah Kania .


"Aku juga Zain sebenarnya aku nggak mau. Tapi jujur aku takut akan sosok yang menyeramkan itu Zain. Dia selalu mengikuti ku kemanapun Zain. Dan jujur aku juga ingin hidup dengan pasangan ku dan mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia Zain. Jadi aku harus siap nggak siap harus bisa lepas dari kamu. Aku tidak mau bikin keluarga ku khawatir terus menerus dengan ku, aku prihatin dengan keluarga ku Zain. Dan yang pastinya alam kita juga berbeda Zain untuk kita tetap terus bersama." Kania menceritakan semua dengan air mata yang slalu berlinang.

__ADS_1


Dan Zain masih betah mengusap air mata yang membasahi di pipinya Kania. Dan sesekali Zain mencium kening Kania. Dan itu justru membuat Kania semakin bersedih.


Cukup lama mereka saling menguatkan, dan Kania slalu bersandar di pundak Zain.



Setelah Kania dan Zain sudah merasa tenang. Zain melihat ke arah Kania." Kita jadikan perjalanan hubungan kita yang pernah kita jalanin. Sebagai kenangan yang indah untuk kita ya Nia. Kamu tidak menyesal kan, menjalani hubungan dengan ku." Ucap Zain dengan tersenyum melihat Wajak kania.


"Aku tidak menyesal Zain kenal dengan kamu. Walaupun perkenalan kita tidak lama, dan hubungan kita pun hanya sebentar tetapi aku sangat nyaman jika kamu berada di dekat aku. Dan hubungan yang sudah kita jalani, itu kenangan yang indah buat aku Zain. Walaupun hubungan kita ini buat aku , hubungan aneh karena ada kamu yang sebagai hantu menyukai aku yang manusia. Dan kita menjalin hubungan yang kita buat seromantis dan termanis. Dan Kamu hantu tampan dan dan termanis yang aku kenal. Karena hampir kebanyakan hantu semuanya menakutkan." Di akhir kata Kania pun terkekeh.


Dan mereka pun saling tertawa. Zain dan Kania pun bangkit dari duduk nya. Dan Zain mendekat kan wajah mereka. Dengan wajah yang serius kening Zain menempel dengan kening Kania.



Dan mereka saling berpandangan dengan tidak ada jarak sama sekali di antara mereka. Karena kening mereka saling menempel. Dan Kania merasakan jantungnya yang berdetak begitu cepat. Dan membuat Nia grogi. Lalu Zain memiringkan wajahnya nya dan jarak bibir mereka pun semakin tidak ada jarak. Kania melihat mata Zain sudah terpejam dan bibir mereka sudah saling menempel. Daaaaaaaannn......


******


*****


Zain pun terjatuh karena Kania sudah mendorong tubuh Zain. Zain pun terjatuh di pasir pantai. Dan zain hanya menggeleng kan kepalanya dan tersenyum ke arah Kania.


" Kamu ya senang banget mendorong aku sampai aku jatuh. Udah dua kali loh kamu dorong aku sampe jatuh." Kata Zain dengan cemberut.

__ADS_1


Kania pun tertawa." Hahahaha..... Mangkanya kamu tuh suka nya cari kesempatan dalam kesempitan weeee". Ledek Kania ke Zain dengan mengeluarkan lidahnya dan ke dua tangan berada di telinganya. Lalu Kania lari menjauh dari Zain.


__ADS_2