Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.21


__ADS_3

Sore harinya Fitria pun datang ke rumah Nia .. Karena rumah Nia sepi, pintu rumah pun tertutup. Akhirnya Fitria mengetuk pintu.


tok..tok..tok...


" Asalamualaikum". Tidak ada suara dari dalam.Fitria pun mengetuk pintunya kembali.


tok..tok..tok...


" Assalamualaikum, Nia,Lia. aku Dateng" .


Terdengar suara menjawab salam, lalu terdengar suara memutar kunci


Ceklaakk......


Aulia yang membuka pintu pun tersenyum ke arah Fitria.


" Eeeh, ka Fitria sudah dateng, ayo masuk. Ka Nia nya lagi di kamar". Fitria pun masuk mengikuti Lia


" ko sepi ayah ,ibu kemana...?


" Ayah dan ibu lagi keluar, ada kondangan di rumah saudara ka". Fitria mengaguk.


"kamu gak ikut, biasanya kamu slalu ikut, dengan alasan biar kenal saudara. Tapi di dalam hati bilang mau liat cowok ganteng ya kan." Ledek Fitria, dan Lia hanya terkekeh ...


"Iya ka betul, biasanya kan kalau di tempat acara gitu, cowok nya ganteng ganteng. Terus kece kece pula Ka..wkwkwkw...kali aja ada yang nyangkut, syukur syukur udah mapan ganteng pula kan bukan nya bonus ka." Mereka akhirnya tertawa.


"Dasar bicil kamu matre juga ya rupanya. Hihihi... Sudah aah aku mau liat kania." Fitria menggeleng kan kepalanya.


"Bukan matre ka, tapi itu kan hanya iseng iseng berhadiah ka hahahaha..


" Memang nya kata kamu jajanan anak anak. Iseng iseng berhadiah, Lia Lia ada ada saja kamu tuh ". Dan mereka pun tertawa..


" Ayo ka Fitria masuk.! "


Ceklak... Aulia membuka kamar kania.


"Ka..ada KA Fitria ni.? "


"Iya masuk aja". Nia menjawab, dengan posisi masih rebahan.


Fitria pun duduk di bibir kasur kania.


"Ya ampun beb, elo kenapa si.? Terus bagaimana ke adaan Lo sekarang.? Ini gue bawa buah dan makanan buat Lo, cepet sehat ya say". Fitria melegakan bingkisan di atas meja kania.


Fitria pun bertanya beruntun, membuat Nia yang mendengar nya hanya tersenyum ..


"Fitria aku gak apa apa ko. Kamu kebiasaan kalau nanya beruntun. Jadi pusing kepala ku mau jawab yang mana..?" Kania menjawab sambil memegang kepalanya.


" Iya iya maaf, hihihi...


Yasudah sudah Lo ceritain ini kenapa ...?kenapa lo bisa jatuh..?" Fitria dengan tidak sabar nya

__ADS_1


Sebenarnya aku yang salah si, naik motor Meleng.."Kania menceritakan dengan karangan nya dia sendiri tentang kecelakaan. Dan Fitria pun percaya.


" Kata dokter nya aku tidak kenapa hanya terkilir akibat jatuh, dan aku cuma butuh istirahat aja .. Usah puas beb dengerin ceritanya.


"Mangkanya hati hati kalau naik motor, jangan meleng." Fitria menasihati kania.


" Jangan bilang Lo bengong ya, saat lagi ngendarain motor. karena Lo habis di telpon Sama Radit. Mangkanya lo jd kecelakaan gini, gara gara Radit kan.?"


" Aku gak mikirin dia beb, serius. Cuma di toko Awal nya iya, aku mikir kenapa di saat aku mau ngelupain dia, lalu dia datang lagi . Itu yang bikin aku berat, tapi untuk saat ini aku lagi berusaha untuk ngelupain dia, tenang aja. " Sambil tersenyum.


" Gitu donk Nia, Lo harus bisa lupain dia. Elo buktikan kalo Lo bisa punya cowok lebih keren dari dia oke.?" Fitria pun tersenyum sambil menujukan ibu jari nya.


Kania hanya tersenyum melihat kebawelan dari teman nya itu.


Disaat sedang mengobrol dengan Fitria, terdengar suara ketukan pintu dari pintu depan ..


Tok tok tok... Assalamualaikum


" Waalaikumsallam sebentar." Aulia pun membukakan pintu.


Di lihatnya seorang laki laki, bertubuh tinggi,putih, sedang tersenyum ke arah Aulia..


"Hai gadis kecil yang manis, apa kakak nya ada ..??"


" kakak ada di dalam. Bukannya Kakak temennya Ka Nia yang waktu itu nganterin Ka Nia pulang kan. heheheeh..." Aulia terkekeh, sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal. " Tapi aku lupa siapa nama kakak


"Namaku Raihan, masa kamu lupa? .Ow iya Lia sepertinya ada ka Fitria ya di dalam..?"


"Silahkan duduk Ka, nanti Lia panggilkan Kak Nia dan kak Fitria nya .."


Raihan hanya mengangguk kan kepalanya, lalu tersenyum. kemudian Raihan duduk di ruang Tamu yang sangat sederhana baginya...


Tidak lama kemudian Nia, Aulia dan Fitria datang menemui Raihan. Nia di bantu Fitria dan adiknya untuk jalan.


" Hai Raihan kapan sampai.?" Nia menyapa.


Raihan yang melihatnya segera berdiri dan membantu Nia. " Ya ampu Nia, sini aku bantu.!"


"Trimakasih". Raihan membantu kania Untuk duduk. " Kamu mau minum apa, biar nanti di buatin sama adik ku .?"


"Tidak usah repot-repot, Nia ini untuk kamu. Ada buah dan kue untuk kamu dan keluarga .. Maav aku cuma bawa ini.tadi aku baru tau kamu sakit, itu juga tau dari Dewi. Mangkanya aku langsung kesini".


"Ya ampun Raihan, pakai bawaan segala sih. Ngerepotin deh jadinya. Ow iya kamu di buatin kopi aja ya.?"


"Terserah kania selagi tidak ngerepotin yang membuatnya."


"Dek tolong buatkan kopi untuk. Ka Raihan ya". Aulia mengangguk, lalu pergi kedapur untuk membuat minuman untuk. Raihan.


ekhem...ekhem..." Fitria berdehem." Gue masuk ya, bantuin Lia buat minuman. Gue takut nanti kaya obat nyamuk di sini. Dan ini kue nya gue bawa ya ke dalam buat suguhan kalian." Fitria pun langsung jalan ke dapur, dengan membawa bingkisan kue dari Raihan


" Maaf ya Rai, kelakuan Fitria memang seperti itu dari dulu ".

__ADS_1


" Tuh cewek tengil, heran Daffa bisa awet sama dia ".


" Hei kalian para jomblo gue denger ya kalau kalian ghibahin gue". Teriak Fitria dari dapur.


Raihan dan ka ia tersenyum dan menggeleng kan kepala.


"Kamu kapan balik.?"


"Kemarin sore, aku juga baru hari ini ke resto. Denger kabar kamu sakit aku langsung iye kesini".


"Ya ampun aku sampai gak enak, kamu sampai kesini bawa makanan segala.?"


"Gak enak kenapa, santai aja."


Aulia dan Fitria pun datang membawa makanan dan minuman.


"Maaf semua gue harus pamit, nyokap mendadak nelpon gue nyuruh ke toko. Sorry ya.?"


" Beneran Fit.?" Tanya selidik kania.


"Masa iya gue bohong. Nih liat panggilan telpon masuk dari nyokap". Sambil menunjukkan handphone nya ke kania. "Yasudah gue pamit duluan. Sorry ya semuanya."


"Yasudah hati hati, Trimakasih ya sudah datang jenguk". Fitria cipika cipiki sama kania.


"Ya sama sama, elo cepetan sehat nya ya." kania mengangguk." Raihan gue pamit ya". Raihan pun mengangguk.


"Dek kakak pamit, yuk semuanya. Assalamualaikum..."


"Waalaikumsallam.."


Fitria pun kini sudah meninggalkan rumah kania, sedangkan Aulia masuk ke dalam kamar nya.


"Kamu kenapa bisa kejadian seperti ini.?"


Kania menceritakan cerita palsu nya ke Raihan.


"Mangkanya lain kali kalau berkendara jangan bengong.!"


"Iya. Raihan kamu pasti masih capek ya abis perjalanan jauh, langsung kesini.?"


"Apa si Nia, gak capek lah. Kan usah istirahat juga semalem, lagian ada hal lain juga yang membuat aku segera kesini."


"Hal Apa tuh.?"


" Aku ingin kesini, karena aku juga kangen sama kamu Nia." kania tecekat mendengar nya.


"Masa sih kamu kangen sama aku. Raihan kamu tuh pinter banget si ngegombalnya, jangan jangan banyak cewek yang sering kamu gombalin lagi.?" ngeledek Raihan.


"Tidak ada Nia serius cuma kamu. Aku serius dah gak bohong". Raihan pun menunjukan dua jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V, sambil tersenyum.


Nia hanya tersenyum, sambil menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2