
"kamu tunggu ya sayang, ibu panggil dokter dulu untuk memeriksa kamu". Lalu sang ibu mencium kening Kania,lalu pergi untuk memanggil dokter.
Saat ibu Ani keluar dari ruangan tempat Kania di rawat. yang sedang menunggu di ruang tunggu pun ikut berdiri.
" Ada apa Bu ko ibu ninggalin Kania ?" Tanya ayah yang menghampiri istrinya.
"Tolong panggil kan dokter ya kalau Kania sudah sadar. '' ucap ibu ke semua yang menunggu Kania.
"Biar Radit aja Bu yang memanggil dokter nya". kata Radit yang langsung berjalan untuk memanggil dokter.
"Apa Kania sudah sadar ibu?" Tanya Fitria yang merasa senang mendengar Kania sudah sadarkan diri. Dan di angguki oleh ibunya Kania.
"Alhamdulillah". jawab serentak.
Lalu ibu ayah dan Lia pun masuk untuk melihat Kania. Di lihatnya Kania sudah membuka Matanya dengan masih keadaan lemas..
"Kania cepat sehat yang sayang."ayah Kania pun sedih melihat keadaan anaknya yang dahi nya terdapat perban. Lalu Kania di cium kening nya oleh sang ayah.
Lalu seorang dokter pun datang dan memeriksa keadaan Kania." Keadaan mbak Kania sudah membaik. Semua hasilnya bagus, mba kania harus minum obat dan istirahat yang cukup. Baik kalau begitu saya permisi semuanya". Ucap sang dokter dan di angguki oleh semuanya.
"Terimakasih dok". Ucap sang ayah.dan di angguki oleh sang dokter.
"Kakak". Panggil Lia dan langsung memeluk sang kakak."Maaf ya Ka, Lia udah bikin Kaka seperti ini. Aku takut kakak kenapa kenapa, sekali lagi maaf ya ka, hiks... Hiks...." Aulia menangis di pelukan sang kakak..
"Tidak dek, kamu nggak salah di sini. Yasudah jangan menangis lagi ya. Kamu berat tau dek, kakak juga susah nafas kalo begini". Jawab Kania yang mencoba menghibur adiknya agar tidak merasa terus menerus.
"Maaf ka maaf,, terimakasih ya ka, kakak cepetan sehatnya agar aku ada temannya".Ucap sang adik yang di akhiri tertawa oleh keluarga nya.
Kania yang masih lemas hanya bisa tersenyum saja.
__ADS_1
"Sekarang ibu dan ayah mau keluar ya, gantian di luar ada Fitria Daffa dan Radit. Dia juga sangat khawatir. Mereka yang sudah menolong kalian kemarin bahkan semalam pun ikut menginap karena memang sudah malam juga. Teman teman kamu semuanya baik baik". Ucap sang ibu dengan membelai rambut Nia.
"Iya Bu, terimakasih kasih ya Bu" ucap Kania dan di angguki oleh sang ibu.
Lalu ketiga temannya yang ikut menunggu Kania pun datang. Fitria menghampiri Kania lalu memeluk Nia.
" Bagaimana keadaan Lo sekarang,apa ada yang sakit, biar nanti gue suruh dokter buat periksa Lo lagi". Tanya Fitria beruntun dan matanya pun sudah mengembun, tinggal turun aja tuh air matanya.
"Lo emang ya sahabat eror yang gue kenal. Sudah tau gue nggak suka kalau di rumah sakit lama lama, Lo pengen banget gue lama di sini. Gue di suruh periksa sana Priska sini". Jawab Kania dengan tersenyum namun air mata menetes membasahi pipinya.
"Oooo.... Sahabat gue, gue nggak mau lo Kenapa Kania. Lo tau kan Lo sahabat gue yang selalu ada buat gue". Fitria dan Kania pun saling berpelukan.
"Udah jangan nangis terus. kamu tau Kania,dia itu semalaman nangis terus pas kamu belum sadar. Di suruh pulang nggak mau Kata nya nunggu kamu sadar". Ucap Daffa yang dan tangannya mengusap rambut Fitria.
"Cepet sehat ya Kania, agar calon istri aku ini nggak nangis Terus. Ada pacar nya di samping nggak berhenti nangis nya". Kata Daffa yang meledek pacarnya dengan mengedipkan matanya ke Kania sebagai kode .
"Iiiih.... Daffa kamu tuh nyebelin tau nggak, masa ngadu sama Nia". Jawab Fitria dengan mencubit pinggang Daffa. Alhasil semuanya pun ikut tertawa.
Kania merasa canggung , dan sangat grogi apa lagi Radit ngasih perhatian ke Kania. Fitria pun faham sebagai sahabat Kania. Kalau Kania merasa risih." Ekhem, ekhem... "Fitria berdehem membuat tangan Radit langsung turun dari kepalanya Kania.
"Maaf Kania..." Kata Radit Merasa tak enak hati.
"Iya Dit nggak kenapa-kenapa ko, kepala aku sedikit pusing aja. Mungkin kalau di istirahatin nanti baikan". Kata Kania dengan tersenyum.
"Ya sudah kita balik ya, Lo istirahat jangan lupa minum obat ya". kalau masalah kerjaan jangan Lo pikirin, Ok beb".Ucap Fitria, yang di angguki oleh Kania.
"Sekali lagi terimakasih buat kalian yang sudah menyelamatkan aku dan Aulia. Mungkin kalau tidak ada kalian mungkin aku sudah ...." Ucap Kania dengan menundukkan kepalanya.
"Lo ngomong apaan si Kania. Gue nggak suka aah... Lo ngomong begitu". Fitria memotong pembicaraan Kania .
__ADS_1
" Sekarang gue mau balik, nanti gue kesini lagi oke. Jangan lupa istirahat". Pamit Fitria yang cipika-cipiki dengan Kania. Daffa dan Radit pun ikut pamit untuk pulang. Aulia dan ibunya pun ikut pamit pulang untuk istirahat
Tinggal lah ayah Kania yang menunggu Kania di ruangan. Ayah melihat Kania yang sudah tertidur di ruangannya. Lumayan lama Kania beristirahat, Kania pun terbangun. Kania melihat sang ayah sedang bersandar di sofa dengan memejamkan matanya.
Wajah lelah yang terlihat dari wajah sang ayah, yang termakan oleh usianya yang tak lagi muda. Membuat Kania merasakan tak tega terhadap ayahnya.
Karena Kania merasakan haus di tenggorokan nya, Kania berusaha untuk mengambil minuman yang berada di meja di samping tempat tidur Kania.
Namun tiba-tiba sang ayah terbangun melihat Kania yang berusaha mengambil minuman dengan tangan yang terpasang alat infus. Lalu sang ayah segera membantu Kania untuk minum.
Lalu Kania merebahkan tubuhnya kembali dengan di bantu oleh sang ayah.
" Kenapa kamu tidak memanggil ayah nak. kalau kamu ingin minum Hem..." Kata sang ayah dengan membelai kepala Kania.
"Kania tidak mau ganggu ayah, pasti ayah lelah nunggu Nia semalaman. Kania nyusahin ayah terus ya yah" Ucap Kania dengan menundukkan kepalanya.
"Kamu bicara apa sia nak. Kamu itu anak ayah loh masa bilang nya begitu".Jawab sang ayah mencoba menghibur Kania.
Sang ayah pun memeluk kania.
" Ayah nggak ikut pulang buat istirahat". Tanya Kania dengan menatap ayahnya.
"Kalau ayah pulang yang jagain kamu siapa". Nanti kan bisa gantian kalau ibu kesini. Lagian besok kamu sudah boleh pulang, kalau kamu sudah lebih baik." Kata ayah yang duduk di dekat kania.
"Iya yah Kania ingin cepat pulang, Nia takut di suntik nanti." Ucapan kania membuat sang ayah terkekeh.
" Masa sudah gede gini masih takut di suntik si anak ayah ini". Ledek sang ayah membuat Kania memanyunkan bibirnya.
Ayah pun terkekeh melihat Kania yang seperti itu, dengan sesekali membuka buah jeruk untuk Kania makan.
__ADS_1
Lalu pintu kamar pun terbuka, ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya Kania. Dan membuat Kania tersenyum kepada orang itu.
bersambung....