Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.18


__ADS_3

Kuntilanak merah itu tersenyum menyeringai.


" Bagaimana jika kita bekerjasama untuk mendapatkan nya. kita berdua yang akan memakannya.hihihihi...." Usul kuntilanak dan suara tawa cekikikan dengan suaranya yang amat mengerikan...


"Baik ayo kita kejar manusia itu ".


Nia mengumpat di belakang pohon. 6lalu Nia mendengar bahwa dua sosok yang menyeramkan itu kini bekerja sama. mereka bekerja sama untuk mendapatkan Nia ....


Nia begitu ketakutan saat mendengar dua sosok itu sedang melakukan rencana untuk bekerja sama.


"Aku harus melarikan diri dari sosok itu. Tapi aku harus kemana, aku sendiri gak tau ini dimana.. Yang aku tau tadi aku tidur di kamar, kenapa tiba tiba di sini".


Lalu Nia menoleh lagi ke belakang. Nia melihat Gundoruwo dan kuntilanak merah itu berjalan mendekati Nia. D Nia pun melanjutkan berlari, yang tak tau kemana arah tujuannya.


" Hahahah.... kamu mau kemana manusia. kamu itu makanan kami". Kata Gunderuwo.


" Hihihihi.... Terus lah kau berlari manusia. kau tak kan pernah bisa lari dari kami.hihihihi...." Suara cekikikan kuntilanak itu begitu melengking.


Nia berlari sangat cepat, Nia terus berlari sampai Nia terjatuh. Lalu dua sosok yang sangat menyeramkan itu sudah berada di depan Nia."Aaaaaaa ..... Teriak Kania


"Kau mau kemana. Takkan ada yang bisa menolong mu, ini bukan alam mu. Siap siap kau akan Kami jadikan santapan istimewa saat ini.ha.. ha....ha " Gundoruwo tertawa.. Begitu pun juga kuntilanak, di juga sama tertawa dengan. Begitu melengking. Nia hanya bisa menangis dan ketakutan.


hiks.. hiks...hiks... aku mohon jangan makan aku". Kania menangis, sambil menyatukan ke dua tangan nya tanda memohon.


Dua sosok menyeramkan itu hanya tertawa. Lalu Gundoruwo itu menyentuh Nia dengan jari telunjuknya, dengan kuku nya yang sangat tajam.


"Merah mari kita makan sekarang, aku sudah tak sabar menunggu nanti nanti....." Kata Gundoruwo itu saat melihat Kania begitu dekat.


" Baik ayo Gundoruwo, mari kita makan makanan yang sangat lezat ini.hihihihi.... Sepertinya sangat lezat". Sambil mengeluarkan lidahnya seakan-akan Kania adalah makanan yang lezat bagia nya.


Lalu sang kuntilanak itu mengarah kan telapak tangannya ke arah Nia, lalu mengarahkan juga kuku kuku yang tajam dan hitam itu ke pipinya nia. Lalu pipi kanannya Nia, mengeluarkan darah yang segar .


sreeeettt........ Darah di pipinya Nia pun mengalir sangat deras.

__ADS_1


kiyaaa.... aaaahh hhaaaaaaa....." Ayah ibu,tolong aku,,zaaaaiiinnnn toooolloooonngg..."


Lalu sang kuntilanak itu menjilati kuku kuku nya yang bekas mencakar Nia yang penuh darah.


" Aaaahh lezaaaat sekali darah manusia ini..." Kata sang kuntilanak itu, dengan tatapan menyeramkan ke arah Kania.


Nia hanya menggeleng kan kepalanya, sambil menahan sakit'.


Sekarang giliran ku merah, akan ku nikmati darah nya. Dan juga tubuh nya.hahahahah.. " kata sang Gunderuwo itu.


Lalu sang gundoruwo pun ingin mencakar pipi Nia yang sebelah kiri.


Tiba tiba cahaya biru hadir di tengah tengah mereka. Gundoruwo dan kuntilanak merah pun terpental jauh.


cahaya biru itu melesat dengan cepat dia antara dua sosok jelek tersebut, dan di hadapan Nia..


Zain menyerang dua sosok itu dan mereka mundur seketika. Dan mereka mengeluarkan tenaganya, untuk mengalahkan Zain. Zain tak pernah takut dengan sosok yang di anggap hanya sampah baginya, apalagi sampai menyentuh Kania. Zain sangat sangatlah murka, apalagi dengan kondisi Kania saat ini.


Lalu dari arah belakang sang gundoruwo pun menyerang. Zain berbalik arah, lalu di serang kembali oleh kekuatan Zain. Zain mengeluarkan kekuatan nya, dengan mengarahkan satu tangan nya ke arah depan. Lalu Zain mengeluarkan cahaya biru dari tangan nya, lalu sang gundoruwo pun juga sama. Dia mengeluarkan kekuatan nya dari kedua tangan nya mengeluarkan sinar ungu. Zain pun kewalahan dengan kekuatan nya sang gundoruwo.. Hingga membuat Zain melangkah mundur dua langkah kebelakang.


Lalu sang gundoruwo pun tertawa.


" ha ha ha ha sepertinya kau bukan tandingan ku, habis lah kau di tangan ku .." Lalu sang kuntilanak pun ikut membantu nya, mereka akan bersiap akan menyerang Zain


" Jangan senang dulu makhluk jelek bertubuh bau, kau berdua yang akan hancur di tangan ku." Kata Zain dengan senyuman menyeringai ke arah dua sosok menyeramkan itu.


l6alu Zain memutar ke dua tangan nya, di depan dada untuk mengeluarkan tenaga dalam. Dengan kekuatan nya, lalu Zain mendorong tangan nya ke arah Gundoruwo dan kuntilanak. Hingga mengeluarkan sinar ungu yang keluar dari tangan Zain. Mereka berperang menggunakan tenaga dalam mereka.


Dengan mengeluarkan cahaya dari tangan mereka. Zain hampir merasakan dirinya bergejolak, lalu Zain menarik nafas lalu membuang nafasnya dengan kasar. Hingga kekuatan nya pun semakin dahsyat. Dan dua makhluk yang amat menyeramkan itu tersungkur, lalu Zain mengeluarkan tenaga dalamnya kembali. Dengan di arahkan ke Gundoruwo dan kuntilanak, hingga makhluk menjijikkan itu hancur lebur. Hanya tinggal asap yang mengepul.


entahlah mungkin sudah hancur atau pergi entah kemana. Yang jelas sudah tak nampak di dapan Zain.


Nia merasa ketakutan, Kania hanya menutup wajahnya dengan tangan nya. Kania masih takut kala dua sosok itu datang kembali. Nia tak tau, kalau sosok Zain di depan Nia saat ini. Zain berjongkok, lalu menyentuh kepalanya Kania. Lalu Zain tersenyum ke arah Kania, Zain membelai wajah nia.

__ADS_1


Zain merasa sedih karena datang terlambat, hingga pipi Nia terluka oleh sosok itu.


" Zain..." Panggil Kania dengan suara hampir tak terdengar.


Kania pun langsung memeluk Zain karena ketakutan nya.


"Zain aku takut, kenapa kamu baru hadir Zain. Aku takut sangat takut." Nia berbicara sambil menangis sesenggukan.


" Maafkan aku Nia, sekarang kamu sudah aman. Sosok makhluk jelek itu sudah musnah, kamu aman sekarang. Dan ada aku sekarang, maaf karena aku, kamu jadi terluka" . Zain terus menenangkan Nia.sampai Nia benar-benar tenang dan tidak ketakutan.


Saat Nia sudah tenang, kania pun melepaskan pelukannya. Zain menghapus air mata Nia..


"Kania apa pipi kamu sakit.?" Kania mengangguk, lalu Zain memegang luka yang berada di pipinya Nia. Nia meringis menahan sakit'. Lalu Zain menutup mata, Zain seperti membaca sesuatu dari mulut nya. Di usap pipinya Kania, dan luka itu hilang seketika.


Zain pun lalu tersenyum..


" Sekarang luka kamu sudah hilang, coba kamu pegang pipi kamu. sudah balik seperti semula, sudah cantik kembali". Kata Zain dengan tersenyum.


Lalu Nia memegangi pipinya. Kania tak merasa kan sakit dan perih di pipinya, Nia pun tersenyum.


" Terimakasih ya Zain, kalau tidak ada kamu aku ga tau bagaimana nasib aku Zain". Kania melihat sekelilingnya, masih ada rasa takut yang kania rasakan.


" Zain sebenarnya ini di mana sih. Bukan nya tadi aku tidur, kenapa tiba tiba aku berada di sini. Dan dua makhluk itu menginginkan aku, maksudnya apa Zain, aku takut". Tangan kania memegang tangan Zain dengan sangat erat.


" Kamu ada di alam mimpi. kalau manusia bilang kamu mimpi buruk, dan kamu masuk ke dalam mimpi. Mungkin kejadian ini tak masuk di akal dan di dalam pikiran manusia, kamu masuk ke dimensi para makhluk gaib. Tadi aku ingin menyelamatkan kamu.tapi aku di serang oleh makhluk makhluk lain, kalau aku ceritakan kamu tidak akan mengerti Nia. Sekarang ayoo aku antar ke dimensi yang sebenarnya. Akan aku antar kamu Ke alam mimpi kamu, agar kamu tersadar. keluarga mu sudah menunggu mu sadar.


Lalu Zain menggandeng tangan nia, Zain terus menggenggam tangan Kania. Dan kania pun juga terus menggenggam tangan Zain dengan erat.


Zain dan Nia berjalan yang Nia pun tak tau kemana. Semua gelap tak ada cahaya sedikitpun, lalu sekian lamanya Nia dan Zain berjalan, akhirnya mereka dapat melihat setitik cahaya putih. Nia terus berjalan, Kania pun hanya mengikuti dari belakang Zain .


triiiing.....Nia terbangun dan tersadar dari tidur nya. Kania kaget karena adik dan ibu nya menangis. Ayah Nia pun juga sedang memegang Al Qur'an dan juga ibunya pun juga memegang Al Qur'an..Aulia adiknya Nia menangis dan mengusap kepala Nia ....


" Ayah,ibu,Aulia. Kalian kenapa terus kenapa ayah ibu memegang Al Qur'an juga. Ada apa ni sebenarnya.?" Semua keluarga Nia hanya tersenyum lalu memeluk Nia. Ayah dan ibu Nia mencium kening Nia. .

__ADS_1


__ADS_2