Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part 39


__ADS_3

Ternyata laki laki itu adalah Raditya, mantan kekasih Kania. pulpen itu pun terjatuh tepat di Kaki Radit, lalu Radit mengambil pulpen itu dan memberikan nya kepada Nia.


Semua itu tak luput dari pandangan Fitria ,Daffa ,dan terutama Zain.


Semua mata tertuju ke arah Nia dan radit. Radit memberikan pulpen itu ke Nia, Nia mengambil pulpen itu dari tangan Radit.


Radit pun tersenyum ke arah Nia, Nia pun membalas senyuman itu.


"Hai kania, kita akhirnya bertemu lagi bagai mana kabarmu". Tangan Radit ke arah Nia untuk berjabat tangan.


Nia pun tersenyum canggung." Kabar ku baik, bagaimana kabarmu selama di sana.?" Tanya Nia untuk menghilangkan rasa canggung nya itu.


"Kabar ku di sana baik, oh iya Nia kamu makin cantik dan semakin terlihat dewasa". Kata Radit, Nia yang mendengar itu bukan nya terlihat senang malah risih mendengar nya.


"Terimakasih". Jawab Nia singkat.


Lalu Dewi pun yang baru datang dari arah toilet pun kaget saat tau bos nya datang tapi dengan dua orang laki-laki.


"Mba Fitria baru datang". Kata dewi Sambil tersenyum ke arah Fitria .


"Iya nih baru Dateng ,ooh... Iya dew kenalin ini pacar aku Daffa ,dan ini Radit teman kami dan termasuk Nia".kata Fitria yang memperjelas kata Fitria di akhir kalimat nya.


Dewi pun kaget saat tau laki laki nama Radit, Dewi pun berkenalan dengan Daffa dan Radit. Dewi yang mendengar nama Radit langsung menoleh ke arah Kania, yang merasa bingung Dewi pun merasa tak tega..


Saat waktu sudah menunjukkan waktu toko tutup. Daffa dan Radit masih berada di toko itu,dan membantu beres beres toko. Radit yang slalu mengikuti Nia , membuat Nia merasa risih.


Setelah toko sudah tertutup Daffa bicara.


"Sayang, bagaimana kalau kita, Nia,Radit dan Dewi,kita jangan pulang dulu kita makan makan dulu bagaimana. Aku yang traktir kalian semua bagai mana, kan aku baru datang kesini jadi anggap aja, hadiah aku kumpul sama kalian lagi". Ajak Daffa ke semua teman temannya.


"Maaf ya mas Daffa, Dewi nggak bisa, soalnya dewi sudah janji sama Adam mau keluar maaf ya mas ".kata Dewi


"Ooh iya nggak apa-apa dew santai aja.


Kania kamu bagaimana mau kan kumpul bareng sama kita".Daffa pun mengajak Nia.


"Maaf sepertinya sama aku nggak bisa deh buat kumpul Bareng lain kali aja ya".Kata Nia yang mencoba menolak ajakan Daffa secara halus.


"Kamu nggak bisa apa mau menghindar dari aku Nia ". Kata Radit yang sudah paham kalau Nia menghindar darinya.

__ADS_1


"Enggak buat apa aku menghindar dari kamu".


"Nia ikut aja yuk sama gue ko, temenin gue aja ya. Dit Lo jangan gitu, Lo datang di sini bukan untuk niat nggak baik kan."kata Fitria.


Karena Nia merasa tak enak karena Radit di pojokan oleh Fitria, Nia pun terpaksa untuk ikut dengan Radit, Fitria, dan Daffa.


" Udah udah udah ,gue ikut sama kalian tapi nggak bisa sampai malem."


Radit pun sangat senang saat Nia mau ikut dengan Fitria.


Daffa ,Radit Fitria dan Nia kini sudah sampai di sebuah cafe, dimana tempat itu adalah tempat favorit mereka berempat.


"Kania kamu mau minum apa tanya Daffa". Namun saat Nia ingin jawab Radit sudah menjawab lebih dulu minuman yang Nia sukai.


"Kania minuman kesukaannya es jeruk". Kata Radit.


Nia jadi merasa risih dengan adanya Radit, Sebenarnya Nia nggak ingin ikut namun karena tak enak dengan Daffa, jadi terpaksa Nia ikut.


Stelah Daffa, Fitria, Radit dan Nia selesai makan. Nia pun pamit untuk pulang.


"Semuanya gue pamit ya udah malam juga".Kata Nia


"Nggak usah Dit, aku bisa pulang sendiri aku bawa motor kan". Kata Nia yang mencoba menolak ajakan Radit baik baik .


"Ya udah aku yang bawa motor kamu, aku antar kamu pulang yah".Radit memaksa ingin mengantar nia.


"Dit aku nggak usah di antar, aku udah biasa jalan sendiri, ya sudah semua aku balik duluan, Assalamualaikum..". Kata Kania yang dijawab salam nya sama tiga orang temannya.


Tiba tiba Radit mengejar Kania saat Kania sudah sampai di parkiran.


"Kania tunggu". Panggil Radit . Nia pun menoleh


"Ada apa si Radit, aku mau balik sudah malam". Kata kania melihat Radit.


"Aku antar kamu ya, beneran udah malam nggak baik".Kata Radit yang memaksa Nia untuk dia antar.


"Radit aku sudah biasa ko pulang sendiri, sudah ya aku balik".Nia sudah ingin menyalakan motor nya namun di tahan oleh Radit.


Lalu Radit menyentuh tangan Nia,Nia yang sudah mulai kesal, menolak untuk di pegang oleh Radit.

__ADS_1


"Apa si dit, nggak usah pake pegang bisa kan".Kata Nia yang sudah mulai kesal.


"Nia kamu seperti menghindar dari aku, kenapa kamu menghindar dari aku. Sejak kita ketemu tadi kamu seperti nya menghindar dari aku, kenapa nia".


"Karena kamu adalah masa lalu Kania, dan lepas tangan kamu dari tangan Kania". Suara seseorang dari arah belakang Radit .


Lalu Nia seperti mengenal suara itu,lalu Nia melihat ke arah belakang Radit dan ternyata itu Zain yang sedang berjalan ke arah Nia dan Radit. Nia sangat senang ternyata Zain yang datang.


"Zain". kata Nia yang terlihat sangat senang. Langsung dapat senyuman dari Zain.


"Siapa Lo".Kata Radit menunjukkan wajah tak suka nya.


Lalu Zain berdiri tepat di hadapan Radit dan Nia,dengan wajah datar dan ekspresi dingin Zain menatap wajah Radit .


"Lepaskan tangan kamu dari tangan Kania. "kata Zain dengan wajah dinginnya.


Radit tak suka dengan tatapan ZAin. "kalau gue nggak mau lepas tangan Kania Lo mau apa.?" Kata Radit yang menantang Zain.


"Radit lepas tangan kamu, aku mau balik sama Zain".Kata Kania yang dengan nada marah.


"Dengar kan, Kania bilang apa. Jadi saya harap lepaskan tangan Kania ".Zain pun ikut memegang tangan Kania.


Lalu Radit melepaskan tangan Kania, namun dengan memandang Zain dengan tatapan tak suka.


Lalu Nia dan Zain pergi meninggalkan Radit, sambil bergandengan tangan. Baru dua langkah Nia dan Zain melangkah Radit memanggil.


" Tunggu Nia ." Namun saat Kania dan Zain berbalik Radit memberi pukulan tepat di wajah Zain, hingga Zain jatuh tersungkur.


Nia pun berteriak. " Zain... Apaan si kamu Dit, main pukul wajah orang".Kata Nia mendorong Radit, karena kaget Zain yang di hajar tiba tiba.


Lalu Zain bangkit dan berdiri lalu menghampiri Radit. "Sudah mukul wajah saya, hanya segitu saja pukulan kamu. pukulan kamu tak ada apa apanya untuk saya".kata Zain dengan senyum yang menyeringai dan tatapan meledeknya.


"Zain sudah jangan membalas, sudah ya Zain". Kata Nia yang mencoba menenangkan Zain.


Yang Nia takut kan bukan Zain, tapi Radit. Mungkin untuk Zain pukulan Radit tak ada apa apa nya. Tapi kalau sampai Radit yang di hajar sama Zain ,Nia takut Radit yang kenapa-kenapa.


Radit mendekati Zain dan ingin memukul wajah Zain. Namun di tahan oleh Zain dengan tersenyum meledek, tangan Radit masih di tahan oleh Zain dengan genggaman Zain saja, Radit sudah sudah kesakitan. Nia sudah panik takut Radit kenapa-kenapa, Zain yang melihat Nia menggeleng kan kepalanya untuk menyuruh Zain berhenti, Zain pun melepaskan tangan Radit. Zain pun melepaskan tangan Radit dengan kasar.


Saat Zain melepaskan tangan Radit ,dan ingin menghampiri Nia, tiba-tiba Radit ingin memukul Zain dengan sebuah balok yang Radit temukan di parkiran. Nia melotot, saat Radit memegang kayu.

__ADS_1


Dann.....


__ADS_2