Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part.47


__ADS_3

Telpon pun terputus. Ayah pun tersenyum kepada kania. "Ayah keluar dulu ya nak. Mau urus buat kamu pulang". Kata sang ayah dengan membelai rambut Kania.


"Iya yah". Jawab Kania. Dan Kania kembali melamun.


"Zain kamu di mana, aku harap kamu baik baik saja. Jika memang kamu tidak akan kembali lagi. Dan kita tidak akan bertemu kembali. ku harap perkenalan dan hubungan kita akan menjadi Suatu kenangan yang indah untuk kita Zain". Ucap Kania dalam hati dan menyentuh kalung yang berada di lehernya dengan mata terpejam. Dengan sedikit terisak, Air mata pun menetes dan mengalir di pipinya.


Semua itu terlihat jelas di mata Raihan, Raihan membuka pintu pun Nia tak mendengar. Dan Raihan melihat kalau Kania sedang terisak dengan menyentuh kalung yang berada di lehernya.


Dan Raihan pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam.


Akhirnya Raihan pun hanya duduk di kursi yang berada di depan kamar Kania.


Saat Raihan sedang duduk, datang lah ayahnya Kania menghampiri Raihan yang sedang duduk sendiri.


"Ko di luar, kenapa tidak masuk ke dalam". Tanya pak Ahmad,ayah kania.


Raihan pun tersenyum" biarkan Kania istirahat , kalau ada saya nanti dia nggak bisa istirahat saya ledekin terus pak". Raihan terkekeh.


Sekaligus menutupi rasa penasaran nya kepada Kania kenapa bisa menangis seperti itu dengan memegang kalung yang berada di lehernya.


Lalu pak Ahmad pun duduk di samping Raihan dan menyentuh pundak nya.


" Terimakasih ya nak kamu sudah membayar semua pembayaran Kania selama di rawat di sini. Bapak merasa berhutang Budi sama kamu nak, nanti bapak ganti ya nak sedikit sedikit". Kata pak Ahmad dengan menatap Raihan.


" Ya Allah pak, bapak jangan bilang seperti itu pak. Saya ikhlas pak membantu bayar administrasi nya. Bapak nggak usah mikirin ganti ya pak, saya mohon ya pak beneran saya ikhlas pak." Jawaban Raihan membuat pak ahmad mengangguk kan kepalanya, dan memeluk Raihan.


Saat pak jaka ingin mengurus administrasi, ternyata perawatan Kania sudah di bayar oleh Raihan.


"Sekali lagi terimakasih ya nak Raihan". Kata pak Ahmad dengan tersenyum dan menepuk bahu Raihan. Dan Raihan pun ikut tersenyum.

__ADS_1


"Apa kamu sangat menyukai anak saya Kania, Sampai kamu bilang kalau kamu itu calon suaminya ke perawat dan dokter di sini". Pertanyaan pak Ahmad langsung membuat Raihan tercengang dan jadi salah tingkah. Dan bingung harus jawab apa.


'Haaaadeeeuuuhhh.... Mampus dah. Ini mulut nggak bisa ya di rem sedikit, kalau di interogasi begini gue jadi takut sendiri kan jadinya. Malah tuh bapaknya Kania wajah nya datar gitu nyeremin lagi. Bokap gue aja tampangnya masih ada manis manisnya kaya gue. Lah ini tanpa ekspresi, ya udahlah gue jujur aja, terima apa kaga urusan belakangan yang penting jujur. 'Raihan mengoceh sendiri dalam hatinya dan menjadi salah tingkah.


Sedangkan yang bertanya hanya menatap dengan wajah datarnya. Walaupun sebenarnya pak Ahmad ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Raihan yang terlihat bingung. Dan menjadi salah tingkah, membuat nya merasa tak tega. Namun pak Ahmad ingin liat kesungguhan hati nya Raihan kepada Kania anak tertuanya.


"Iya pak sebelumnya saya minta maaf, saya sudah lancang bilang seperti itu. Tanpa ada kejelasan dari saya ke bapak. Tetapi dengan ucapan saya itu bukan bercandaan pak. Saya serius dengan ucapan saya. Karena Kania pun juga bilang seperti itu dia tidak mau pacaran terlalu lama, dia mau kalau bisa langsung nikah. Dia pernah bilang seperti itu dan saya menyanggupi permintaan Kania. Dan saya pun juga sudah bilang kepada keluarga saya dengan niat saya itu, dan orang tua saya pun setuju. Hanya tinggal mengatur waktunya saja. Sekali lagi saya mohon maaf pak, atas kelancangan saya sudah bicara seperti itu". Itulah Kata kata yang keluar dari mulut Raihan.


Yang terlihat wajah keseriusan dan terlihat rasa tanggung jawab dari diri Raihan. Membuat pak Ahmad tersenyum dan bangga kepada Raihan .


"Saya suka kejujuran kamu, baik saya tunggu kedatangan keluarga kamu kerumah ya Raihan. Saya senang jika kamu ingin serius dengan anak saya. Kamu harus pegang sama kata kata kamu. Karena laki laki yang di pegang itu adalah ucapannya. Dan saya senang kamu mau jujur ". Jawabannya pak Ahmad membuat Raihan bahagia karena pak Ahmad sudah kasih lampu hijau. Tinggal ke janur kuning saja yang belum ada..


" Terimakasih kasih pak, sekali lagi terimakasih kasih banyak. Bapak sudah ngizinin hubungan saya dengan Kania. Saya nggak tau harus bilang apa lagi" . Raihan pun memeluk pak Ahmad dengan rasa terharu.


Pak Ahmad pun menepuk pundaknya Raihan." Mulai sekarang panggil saya ayah saja ya, biar lebih akrab. Soalnya buat saya kalau manggil saya dengan bapak seperti orang luar." Kata pak Ahmad dengan terkekeh.


"Iya pak, eehh....... Yah". Kata Raihan yang salah memanggil.


Dan semua pemandangan itu terlihat oleh Radit yang melihat mereka yang begitu akrab dari pintu masuk, dan saat Radit mendekat. Radit pun kaget bahwa laki-laki yang bersama ayahnya Kania itu adalah Raihan temannya dulu. Yang tak lain adalah saudara dari sahabat nya yaitu Daffa.


"Jadi selama ini Raihan diam diam suka sama Kania. Daffa dan Fitria nggak kasih tau gue, lalu cowok yang gue hajar waktu itu siapa nya kania. Apa Kania dan cowok itu diam diam punya hubungan di belakang Raihan". Itulah yang ada dalam pikiran Radit.


Lalu Radit pun berjalan mendekati pak Ahmad dan Raihan." Assalamualaikum yah".


" Waalaikumsallam Radit kamu kesini". Tanya pak Ahmad yang bingung dengan kedatangan Radit bahkan bertemu dengan Raihan yang berada di sampingnya.


Begitupun juga Raihan dia juga terkejut, jika Radit memanggil pak Ahmad juga dengan memanggil ayah.


"Iya yah Radit niatnya mau nemenin ayah di sini, eeh ternyata ada Raihan juga disini". Kata Radit yang membuat pak Ahmad terkejut.

__ADS_1


"Jadi Radit dan Raihan saling kenal ?" Tanya pak Ahmad.


"Iya yah, Raihan ini teman Radit waktu SMP. Dan dia juga saudara sama Daffa pacarnya Fitria". Radit menjelaskan.


"Iya yah, Radit itu teman Rai, tapi semenjak kuliah dan kerja jauh jadi nggak pernah ketemu". Raihan pun ikut menjelaskan.


"Ow.. Begitu kirain ayah kalian tidak saling kenal". Tanya pak Ahmad.


Radit dan Raihan pun saling tersenyum.


"Ow iya ayah mau masuk kalau kalian nanti mau masuk masuk aja ya?" Kata pak Ahmad. Yang di angguki oleh Raihan dan Radit.


Radit dan Raihan pun saling berjabat tangan dan berpelukan." Gila udah berapa lama kita nggak ketemu?" Tanya Radit ke Raihan .


"Lumayan lama semenjak Lo pindah sekolah SMA, kita nggak pernah ketemu". Jawab Raihan .


"Lo kenal sama Kania Rai." Tanya Radit kembali. Raihan faham apa yang akan di tanyakan sama Radit.


"Iya kenal, Kania itu Calon gue. Kenapa bro Lo kaget ya, gue juga tau Lo itu mantan nya Kania kan waktu SMA." Raihan tanya balik ke Radit.


"Iya gue cuma masalalu Kania aja, Lo nggak usah takut". Kata Radit yang terkekeh. Lo udah lama punya hubungan sama Kania, sorry gue nggak punya maksud apa-apa gue cuma tanya aja".


Raihan langsung memandang wajahnya Radit.


" Maksud Lo tanya begitu ada apaan ya Dit. Gue nggak percaya kalau Lo cuma tanya aja. Pasti ada apa apa." Tanya Raihan yang bisa menebak arah pembicaraan Radit.


"Sorry belum lama gue berantem sama seseorang, karena gue ingin ngajak Kania pulang. Lalu pas gue hajar tuh orang. Kania langsung meluk tuh orang. Lalu tuh cowok, bilang dia itu cowok nya. Mangkanya gue kaget pas lo bilang, kalau Lo itu calon nya dia. Sorry bukan nya gue mau ngomporin Lo". Kata Radit panjang lebar.


Hingga membuat Raihan menggenggam ke dua tangannya menahan rasa marah.

__ADS_1


"Kalau Lo nggak ada urusan lagi mendingan Lo pergi". Tanya Raihan , Radit yang melihat Raihan seperti itu merasa tak enak hati .


"Rai Sorry, bukan maksud gue". Raihan melihat ke arah Radit dengan mata merah dan wajah marah.


__ADS_2