Hantu Itu Menyukai Aku

Hantu Itu Menyukai Aku
part 40


__ADS_3

Saat Zain melepaskan tangan Radit ,dan ingin menghampiri Nia, tiba-tiba Radit ingin memukul Zain dengan sebuah balok yang Radit temukan di parkiran. Nia melotot, saat Radit memegang kayu.


Dann.....


Buuugghh.....


Pundak Zain terkena pukulan balok yang di arahkan Radit untuk Zain. Tentu saja pukulan itu tidak ada apa-apa nya bagi Zain. Tapi Zain tidak suka dengan cara Radit yang melakukan nya di belakang.


Daffa , Fitria, yang melihat Radit memukul seseorang dengan balok, mereka terkejut.


Dan Zain yang melihat wajah Nia yang panik pun menoleh ke arah Radit, saat Zain yang melihat Radit memukul nya.


Zain hanya tersenyum meledek ke arah Radit." Sudah hanya segitu saja tenaga anda.?"Tantang Zain.


Radit kesal dengan apa yang zain ucapkan. Lalu Radit ingin memukul Zain, lalu oleh Zain, tangan Radit di tahan. Dengan senyuman menyeringai Zain memukul wajah dan perut Radit , hingga Radit mengeluarkan darah dari bibirnya.


Daffa, dan Fitria yang melihat Radit terjatuh dan terluka berlari menolongnya, sedangkan Kania menghentikan Zain agar emosinya reda.


Nia memeluk Zain, sambil menangis dan semua itu tak luput dari pandangan sahabat dan mantan kekasih Nia.


"Zain sudah berhenti cukup cukup, tahan emosi kamu Zain".Nia memeluk Zain sangat erat, sambil menangis.


Zain yang mendengar Nia menangis,merasa tak tega lalu Zain menarik nafasnya dan membuang nafasnya secara perlahan, untuk menahan emosi nya.


Zain tau kalau kania saat ini benar-benar ketakutan. Zain memeluk Nia.


" Maafkan aku, sekarang kita pulang ya". Sambil menghapus air mata Nia.


Nia pun mengangguk,saat Nia melangkah bersama Zain, Fitria memanggil Kania.


"Tunggu ". Lalu Fitria menghampiri Kania. " Nia ada apa ini gue nggak ngerti kenapa sama kalian, dan laki-laki ini siapa, kenapa Lo bisa Deket banget sama dia. gue butuh penjelasan dari loh ". kata Fitria yang bertanya beruntun,dengan memandang arah Zain .


"Dan Lo, gue gak kenal sama Lo. Dan gue yakin pasti Lo orang baik untuk sahabat gue, gue titip sahabat gue sama elo. anterin Nia pulang sampai rumah". pesan Fitria ke Zain.

__ADS_1


Lalu Fitria memeluk Nia. "gue butuh jawaban dari Lo Nia". yang di angguki oleh Nia.


"Nanti gue jelasin ke elo Fitria,) sekarang gue balik ya". kata Nia sambil membalas pelukan sahabat nya.


Nia melangkah dengan bergandengan tangan dengan Zain. Lalu Zain mengendarai motor Nia dengan membonceng Nia di belakang,Nia pun memegang pinggang Zain .


Semua tak luput dari pandangan Fitria Daffa dan Radit. Radit nampak kesal oleh laki-laki yang bersama Kania. "Ada apaan si Dit kenapa Lo bisa berantem sama tuh orang, pasti elo maksa Nia, buat Lo antar pulang ya Dit.?" Daffa yang sudah bisa menebak tentang Radit .


"Iya niat gue ingin ngantar Nia pulang tapi dia menolak buat gue anterin". Kata Radit dengan kesal dan meringis menahan rasa sakit nya.


"Ya sudah lebih baik Kita pulang obatin dulu luka lo". kata Daffa sambil membantu Radit untuk jalan, dan mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah tempat tinggal Daffa.


Balik ke Nia dan Zain.


Mereka dia atas motor hanya diam, tak ada yang bicara satu pun. Berhenti di taman tempat biasa Nia kesitu.


"Kenapa ke taman Zain, hayoo pulang". Pinta Nia yang masih berdiri di atas motor.


"Kamu ingin keluarga kamu tau kalau kamu habis nangis, lihat tuh mata kamu bengkak hidung kamu merah. Dan keadaan kamu nggak memungkinkan untuk langsung pulang".jawab Zain yang masih duduk di atas motor.


"Nia kenapa kamu diam saja sejak dari tadi, kamu marah sama aku karena aku menghajar mantan kekasih kamu". Kata Zain yang memandang wajah Nia. terlihat jelas Nia masih dalam keadaan kurang baik.


Kania hanya menggeleng kan kepalanya. "Aku nggak marah Zain sama kamu karena kamu memukul Radit. Aku hanya takut saja jika dia kenapa-kenapa apa lagi pukulan kamu sangat kencang, hingga Radit mengeluarkan darah". Ucap Nia yang juga memandang wajah Zain.


Zain pun memandang ke depan di mana terdapat danau yang gelap, Zain pun tersenyum kecut. "kamu masih memikirkan dia, berarti kamu masih ada rasa ke dia Kania. Dan kamu masih peduli sama dia kan". Tanya Zain yang membuat Nia tak mengerti apa yang di maksud Zain.


"Maksud kamu apa Zain, aku nggak ngerti, aku mikirin dia bukan aku peduli sama dia. Aku kasian sama dia, kamu hajar dia sampai dia mengeluarkan darah. Dia hanya manusia Zain sedangkan tenaga kamu lebih kuat dari dia jika dia kenapa-kenapa bagai mana Zain". Nia menjelaskan agar Zain tak salah faham.


"Kamu pikir aku menghajar nya tak punya hati. kalau aku tidak memakai hati menghajar dia, mungkin dia sudah mati kania".Zain yang mulai kesal.


"Lalu kalau sudah seperti ini mau tak mau aku juga harus peduli sama dia Zain, apa lagi sampai kau pukul dia sampai mengeluarkan darah Zain". Nia yang juga mulai kesal dengan ucapan Zain.


Nia membuang nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


" Nggak ada yang perlu di omongin lagi kan, sekarang aku mau pulang".Lalu Nia berjalan dan meninggalkan Zain di taman .


"Nia, aku minta maaf bukan maksud aku bikin kamu marah. Aku cuma nggak mau dia itu bikin kamu gak nyaman Nia, aku cuma kasih pelajaran aja ke dia biar dia nggak begitu lagi". Kata Zain yang mengejar Nia, Nia sudah menyalahkan motor nya.


"Ia aku paham sekarang aku mau pulang ingin istirahat".kata Nia yang sudah melaju kendaraan nya keluar taman dan pulang.


Zain yang bingung menyikapi jika perempuan sedang marah harus seperti apa, jadi bingung sendiri.


"Kenapa perempuan itu ribet ya, apa selama di kerajaan aku hanya memikirkan keselamatan raja dan kerajaan ya? Aku tak pernah memikirkan perasaan wanita, apa putri bunga sama seperti Nia, aku hanya mengenal seorang wanita hanya ibu ku. Aku tak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Baru mulai berkenalan agar lebih dekat dengan putri bunga, Zian sudah mengurung ku dan membuang ku, kedasar laut hingga aku tersesat di sini ". Zain merenungi dirinya sendiri..


Ke esok kan harinya Nia bekerja seperti biasa, hari ini Nia tak banyak bicara dia bicara pun hanya seperlunya. Dewi sadar apa ini ada sangkut pautnya dengan adanya Radit semalam.


Siang harinya Fitria pun datang ke tokonya, ingin mengecek barang dan interogasi Kania tentang cowok itu.


"Hai hai semuanya bagaimana toko rame nggak ow ya ini ada oleh oleh untuk kalian kemaren Daffa lupa bawa olehnya ke kalian"kata Fitria dengan memberikan senyuman dan meletakkan oleh oleh dari Daffa dan Radit.


Fitria yang melihat Kania tak seperti biasanya, menghampiri Nia dan memberikan sesuatu ke Kania. " Ini buat Lo dari Radit dan Daffa"sambil tersenyum.


"Trimakasih ya". Dengan tersenyum Kania mengambil barang yang di berikan Fitria.


" Dewi, aku boleh minta tolong beliin makanan buat kita, kamu mau nya apa terserah kamu. Kalau aku si pecel ayam pake tempe tahu ya, minuman nya es jeruk. Kamu apa Nia ?" Kata Fitria yang memang juga kebetulan lapar.


"Samain aja kaya pesanan kamu". kata Kania yang sambil meletakkan bingkisan dari Radit dan Daffa.


"Iya mbak tapi agak lama nggak apa-apa kan kadang suka rame".Kata Dewi yang masuk kedalam untuk mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Iya nggak apa-apa, santai aja Dew". kata Fitria dengan tersenyum.


"Yasudah aku jalan ya mba Fitria, mba Nia". kata Dewi lalu jalan meninggalkan toko..


Lalu Fitria menghampiri Kania dan memandang Nia yang penuh arti.


Nia yang faham dari tatapan dari sahabat nya itu pun tau, apa maksud nya .

__ADS_1


Bersambung....


...Terimakasih sudah membaca cerita ku ini. Jangan lupa dukungan nya, dan jangan lupa tinggalkan jejak nya🙏🙏...


__ADS_2