Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 4 Yess Baby


__ADS_3

Lagi dan Lagi Arum harus melayani birrahi Pria itu. Mulutnya dilummat hingga gadis itu dapat mencium bau alkohol dari tubuh pria itu. Arum pun sadar pria itu habis ke suatu club malam. Pria itu sangat bergairah, kedua tangannya masuk melewati dari bawah lalu memainkan kedua penttil Arum membuatnya sedikit bergetar.


"Tuan, mengapa anda kemari?" tanya Arum sambil mendorong pria itu, untuk menghentikan ciumannya. Pria itu pun berbisik nakal ke telinga Arum. "Aku merindukan goyanganmu, Baby," ucapnya menepuk buttocks Arum hingga gadis itu terbuncang dan jatuh ke pelukannya.


"Oh Baby, kau sedang menggodaku?" Tangan pria itu menarik dagu Arum. Keduanya hanyut dalam tatapan mereka kemudian perlahan jari jemari pria itu memainkan penttil Arum lagi.


"Tunggu Tuan, aku sedikit capek dan baru saja dari rumah sakit, tolong beri aku waktu untuk istirahat," desah Arum menunduk.


Pria itu cukup kecewa mendengarnya, ia langsung mengangkat tubuh Arum dan menjatuhkan ke atas ranjang. Kemudian dengan kasar melucuti semua yang membalut Arum, sehingga tubuh gadis itu kembali polos. Pria itu pun menindih Arum dengan keras dan menumbuk pelan ke bagian lubang cinta Arum. Arum tersentak bagian yang perih itu dipaksa memuat ular piton pria itu lagi.


"Aku telah memenuhi keinginanmu, sekarang giliranmu memuaskan ku," bisik pria itu sudah tak tahan miliknya yang tegang dari tadi.


Oh...Tuan... Arum mengatup mulutnya agar tidak mendesah. Jika ia mengerang, mungkin para tetangga akan berdatangan dan menangkap dirinya yang sedang disetubuhi oleh pria asing. Ia pun pasrah siang ini menjadi budak nafsunya untuk memuaskan birrahi pria itu lagi. Dengan posisi doggy stile, pria itu pun mengecup leher belakang Arum dan mendesah keeanakan.


"Oh...ah.. yes baby ... oh yes baby do it yes baby i'm cumming soon"


Pria itu makin bergairah menembak ular phytonnya berkali-kali ke lubang cinta Arum membuat gadis itu kembali menggila saat mencapai puncak klimmaksnya. Racun-racun itu terasa mengisi penuh rahimnya.


Percintaan mereka selesai juga sore ini. Pria itu ambruk di sebelah Arum yang sedang menangis merasa intinya terlalu perih dan sakit.


"Kau akan terbiasa, Baby," Arum terisak dibisik olehnya. Ditambah lagi, pria itu meremmas buah dadanya dan menggoyangkan kedua bokong Arum dengan nikmat.


"Ah...stop, Tuan." Dengan rintihan Arum itu, pria itu malah membalikkan tubuh Arum dan mengemmut putting Arum, menyedot nikmat buah dada gadis itu yang ranum.


"Hikss, itu...itu sakit," jerit Arum merasa pria itu sengaja menggigitnya. Pria itu pun naik mengecup leher Arum.


"Aku menyukai aroma tubuhmu, Baby." Pria itu berbisik dan kembali menjejal tubuh Arum.


"Hikss... mengapa anda melakukan ini pada ku, bukannya kemarin itu sudah cukup," isak Arum yang mencoba tahan gairahnya. Pria itu menatap mata dan menyentuh bibir sexy gadisnya lalu menjawab dengan senyuman nakal.


"Aku akan melakukannya sampai kau hamil,"


Deg! Arum tersentak. "Itu artinya aku akan-"


Jari Pria itu memutuskan ucapan Arum. "Kau akan terus memuaskan ku, Baby." Ia kembali mencium bibir Arum. Arum terisak lalu ia pun membalas bibir seksi pria itu. Apa aku sungguh harus menerima ini?

__ADS_1


Melihat Arum tiba-tiba membalas, pria itu sedikit terkejut.


Hmm... Dia mulai menerima dan tahu tugasnya.


Pria itu tersenyum jahat dan kembali menuntaskan birahinya lagi.


Tok Tok Tok


Arum tersadar setelah pintu rumahnya diketuk oleh seseorang. "Tu-tuan, berhenti dulu, seseorang mengetuk pintu rumahku." Arum pun merintih pada pria itu yang sedang memainkan buah dadanya.


"Arum, kau ada di dalam?" Itu adalah Ibu RT yang datang ke rumah Arum, karena memang tadi tidak sengaja melihat Arum yang berjalan kesakitan. Karena tampang Arum yang memohon, Pria itu berhenti lalu memberi ruang bagi Arum.


Arum pun dengan tubuh buggilnya berlari cepat keluar dari kamar untuk menjawab panggilan Bu RT. Ini kesempatan Arum untuk meminta pertolongan, tetapi Arum malah mengunci diam-diam pintu rumahnya. Ia belum menjawab panggilan Bu RT, membuat Bu RT jadi kebingungan.


"Apa aku salah lihat barusan?" Bu RT bergumam di luar sana.


"Oh, Tuan." Desah Arum terkejut pria itu menyusulnya keluar dan kini berdiri di belakangnya. Untung saja dessahan Arum tidak terlalu keras.


"Mengapa tidak menjawabnya, Baby?" Pria itu memeluk tubuh polos Arum dari belakang dan dengan nakal memuat masuk ular phytonnya.


"Arum, apa kau ada di dalam?" Lagi-lagi Bu RT memanggilnya.


"Jawablah, Baby." Pria itu semakin menggila menarik keluar masuk phytonya dan mendesak Arum untuk menjawabnya.


"Ti...oh...dak, Tuan. Aku tidak bisa," tolak Arum menggelengkan kepala, sudah tdak sanggup menahan dessahannya. Pria itu melepaskan phytonnya lalu membalikkan tubuh Arum dan berbisik ke telinga gadisnya.


"Kau sangat bodoh, ini kesempatanmu untuk meminta bantuan, tapi sepertinya kau juga nakal, Baby." Pria itu kembali mencium bibir Arum lalu turun mengecup leher Arum.


Benar ini kesempatan aku, tapi ini terlalu beresiko, batin Arum akhirnya mengurungkan niatnya. Ia pun mengatup kedua pipi Pria itu lalu dengan manja memohon.


"Ayo kembali ke kamar, Tuan."


Pria itu terkejut, ia pun tersenyum nakal.


"Kau menyukai ini semua?" tanya Pria itu menarik dagu Arum. Gadis itu pun melingkarkan kedua tangannya ke leher pria itu lalu menjawab dengan tatapan malu-malu.

__ADS_1


"Kau sangat sexy membuat aku tidak bisa melepaskan mu, Tuan."


Tubuh polos Arum pun diangkat kembali ke dalam kamar. Arum melirik ke arah pintu lalu menenggelamkan kepalanya ke dada kekar pria itu.


"Huftt, mungkin anak ini masih ada di rumah sakit." Ibu RT pun pergi dari rumah Arum, merasa tak ada orang di rumah itu.


Kini Arum telah rebahan di atas ranjang dan kemudian mengacak-acak rambutnya. Ia kacau merasa ini sangat konyol. Kedua matanya pun melirik ke kamar mandi di mana pria itu sedang membersihkan diri. Arum pun masuk ke dalam selimut, ia kembali membayangkan percintaannya tadi. Bodoh! Arum merutuk kesal pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba ia keluar dari selimut dan melihat pria itu telah keluar dari kamar mandi. Arum memalingkan wajah tak kuat melihat tubuh polos dan six pack pria dewasa itu, ditambah ularnya yang besar dan gagah itu.


"Anda ingin pergi kemana, Tuan?" tanya Arum ingin tahu kemana Pria tinggi itu ingin pergi setelah bercinta dengannya.


"Bukan urusanmu untuk mengetahuinya," jawab Pria itu dengan datar. Arum pun menunduk, tidak berani lagi bertanya. Tapi rasa keponya meningkat, Arum pun bangkit secepatnya dan menahan lengan Pria itu.


"Sebentar, Tuan,"


"Ada apa lagi? Kau masih ingin bermain cinta-cintaan dengan ku?"


Arum merona dan menggelengkan kepala.


"Tidak, aku hanya ingin tahu nama mu siapa,"


Pria itu pun merangkul pinggul polos Arum dan mencium bibir gadis nakalnya, tidak tertinggal meremas bohong bahenol Arum.


"Rayden," bisik Pria itu dan melepaskan Arum.


"Baby, sekarang kau jaga baik-baik tubuhmu. Dan, dua bulan kedepan, aku akan kembali mengunjungimu." Pria itu mengecup lembut kening Arum kemudian keluar dari rumah Arum menggunakan masker dan topi hitam.


Arum pun menutup cepat-cepat pintu rumah, lalu terjatuh menundukkan wajahnya.


"Sebenarnya anda ini siapa Tuan Rayden?" Arum agak kecewa pada dirinya. Dia masih ingin menahan Pria itu tadi, dan bertanya asal usulnya. Tapi kini ia pun bisa bernafas lega selama dua bulan nanti. Arum pun berdiri dan menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang penuh keringat percintaan.


..........


...TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN KALIAN WAHAI PEMBACA BUDIMAN MAUPUN KALIAN WAHAI PEMBACA GELAP GULITA!!...

__ADS_1


__ADS_2