Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 93 | S2 : Ahhhhhhh!!!!


__ADS_3

Tuan Marsel pun menoleh, melirik sinis pada wanita itu.


"Dari awal, dia harusnya mati agar anak-anak yang aku dapatkan tidak mati sia-sia begini!"


"Harusnya aku sendiri yang membunuhnya, Sekar!" Raung Tuan Marsel menunjuk istri keduanya yang lumpuh akibat kecelakaan sembilan tahun yang lalu. Pria itu pun menunduk, perlahan menangis.


"Aku lemah, aku tidak berdaya melawan ayahku saat itu sampai aku harus meninggalkan dua putriku. Gara-gara dia juga aku kehilangannya, dan gara-gara dia aku hampir kehilanganmu. Kenapa asmara cintaku bisa kacau seperti ini!!!"


Tuan Marsel memukul mejanya berkali-kali dengan kuat. Tak dapat mengontrol emosinya yang tinggi.


"Dok, cepatlah!" perintah Sekar. Dokter pun bergegas mengeluarkan suntikannya, sebelum Tuan Marsel yang menunduk itu meliriknya.


"Ahhhhh!" Tuan Marsel berhasil disuntik obat penenang.


"Tuan Marsel, sebaiknya anda istirahatlah." Dokter itu memapah bahu Tuan Marsel yang perlahan pingsan.


"Bawa dia kembali ke kamar, Dok!"


"Baik, Nyonya."


Dokter pun membawa Tuan Marsel keluar dari ruangan itu. Hanya Sekar yang meroda ke arah meja suaminya itu. Dia pun terkejut ada banyak foto berserakan di atas lantai.


"Apa ini?" batin Sekar perlahan ingin memungutnya, tapi dia yang lumpuh tidak dapat meraihnya.


"Ahhh!" jeritnya terpaksa jatuh dari kursi roda. Wanita itu melihat kakinya yang tidak punya harapan untuk disembuhkan.


"Hufft, andai saja kecelakaan itu terjadi sebelum aku membawa Arum dan putriku pergi, pasti mereka akan mati dalam kecelakaan itu, tapi percuma saja. Mereka sekarang pun sudah tiada di dunia ini, maafkan Ibu sudah terlambat menjemput kalian." Sekar mengusap air matanya yang berlinang. Rindu dengan putri kandungnya dan anak tirinya.


Dia ingat, setelah kecelakaan itu, dia menjadi wanita cacat dan Tuan Marsel mengalami amnesia dan dapat sembuh tahun lalu. Hanya dia yang selalu menyadarkan Tuan Marsel agar mencari dua putrinya, tapi setelah pria itu ingat semuanya, dia datang ke kampung Arum dulu, tapi semuanya sudah terlambat. Bu RT yang pernah menjaga Arum dan Kamelia mengatakan dua anak ini sudah meninggal.


"Hiks... maafkan Ibu. Ibu dan Ayah tidak bermaksud membuang kalian saat itu, Ibu dan Ayah tidak ingin kalian bernasib seperti Bella," tangis Sekar mengingat Bella alias Barsha yang dikejar oleh anak buah dari ayah Tuan Marsel yang ingin membunuh Barsha.


"Jika saja ayah kalian tidak mempertahankan Ibu, pasti Ibu sudah mati di tangan Kakek kalian," lirih Sekar ingat pria tua konglomerat itu sangatlah kejam.

__ADS_1


Setelah menghapus air matanya, Sekar pun memungut semua foto di lantai itu. Perlahan, dia memperhatikan satu demi satu foto tersebut. Perlahan-lahan ia mulai merasa ada yang aneh dari perasaannya.


"Si-siapa gadis kecil ini dan dua bayi ini?"


Sekar terus mengamati bergantian foto-foto itu. Tiba-tiba, Dokter pribadi suaminya masuk, mengatakan jika Tuan Marsel diam-diam mengawasi keluarga Rayden.


"Rayden? Siapa dia, Dok?" tanya Sekar yang dibantu duduk ke kursinya. Dokter sekali lagi mengatakan Rayden adalah saingannya.


"Mungkin, pemicu emosi Tuan Marsel adalah anak-anak ini, Nyonya," ucap Dokter.


"Anak-anak ini? Mereka sangat menggemaskan, Dok," ucap Sekar tersenyum lalu terbesit satu pikiran.


"Dokter, bisakah anda beritahu padaku di mana alamat anak-anak ini tinggal?" tanya Sekar.


"Untuk apa anda tanyakan ini, Nyonya?"


"Aku hanya ingin berkunjung, sudah lama aku tidak melihat bayi. Semoga saja, aku bisa hamil kembali setelah mengunjungi mereka," jelas Sekar berharap.


"Dokter, kumohon tolong saya," pinta Sekar.


"Baiklah, Nyonya. Saya akan mengatur waktu anda."


Dokter itu pun meninggalkan Sekar sendirian untuk mencari anak buah Tuan Marsel. Sekar pun meroda keluar, menuju ke kamarnya.


"Marsel, ini sudah cukup. Aku tidak mau kamu bersaing lain pada siapa pun. Aku tidak ingin emosimu kacau seperti dulu," lirih Sekar menggenggam erat tangan suaminya itu yang terbaring di atas ranjang, lalu ia pun melepaskannya ingin keluar dari kamar lagi, tapi seketika dia ditahan dari belakang.


Sekar berbalik, dan terkejut Marsel beranjak duduk dan menahan tangannya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Tuan Marsel dengan tatapan teduh, tatapan yang mirip dengan Arum.


"Hanya keluar, tidak akan kemana-mana kok, Mars."


Sekar tersenyum, dan mencoba melepaskan genggaman suaminya, tapi sontak Tuan Marsel menariknya dan memeluknya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, sudah salah. Jangan coba-coba meninggalkan aku. Jangan seperti dia, jangan seperti dia yang meninggalkan aku."


Sekar sedikit terguncang mendengar tangis suaminya. Dia, dia yang dimaksud adalah Bella, alias Barsha.


"Sampai kapan pun, aku tetap di sini kok, Mars." Sekar menepuk-nepuk pundak suaminya yang dari dulu memiliki penyakit paranoid. Penyakit yang sangat susah untuk disingkirkan. Memiliki emosi yang sulit ditebak.


"Mars, aku ingin keluar jalan. Apakah kamu mau ikut denganku?"


"Daripada kamu selalu di rumah, bagaimana jika kita keluar jalan-jalan? Aku punya niat untuk mengunjungi rumah seseorang," ucap Sekar berharap penuh.


"Jalan-jalan? Apa maksudmu?" tanya Tuan Marsel tidak paham.


"Mars, ada anak kecil yang ingin aku kunjungi, siapa tahu setelah kunjungan ini aku bisa hamil dan memberimu pewaris, jadi kamu tidak usah lagi bersedih dan mencari di luar sana wanita lain," jawab Sekar agak takut.


Tuan Marsel pun menunduk lalu melirik perut istri keduanya. "Hamil? Apa itu bisa terjadi?" gumam Tuan Marsel ragu.


"Mars, kita cukup percaya saya," ucap Sekar menggenggam tangan suaminya.


"Baiklah." Tuan Marsel pun setuju. Dokter dan Anak buah di luar kamar yang mengintip tampak sedih melihat pasangan itu yang mengharapkan pewaris di rumah ini.


"Semoga saja ada keajaiban ya, Dok."


"Hem, semoga saja." Dokter dan Anak buah itu pun sepakat akan mengantar Sekar dan Marsel dua hari ke depan ke rumah Rayden, di mana Barsha yang akan menjaga Kamelia dan dua cucunya saja ketika Arum dan Rayden keluar menghadiri reuni bukber.


...


Lantas, apakah saat itu semua akan berakhir manis? Atau sebaliknya? Bagaimana perasaan semua saat mereka bertemu?


Maaf ya Mak baru update, soalnya pulsa Mak habis🤣gak bisa buka aplikasi😁🙏


Lope Lope lima kebon.


Sehat selalu dan salam sayang...

__ADS_1


__ADS_2