Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 53 Pengen Kamu


__ADS_3

Semenjak kebahagian double itu, Rayden pun pindah rumah ke yang lebih besar. Pria itu sebenarnya ingin membeli lebih mewah, namun ia cemas akan terjadi sesuatu pada keluarga kecilnya. Dulu rumah terasa sepi, tapi sekarang suara Baby Boy dan Girl memecah keheningan. Tangis kedua Baby itu selalu saja menyahut berbarengan dan sering kali merusak rencana Rayden yang ingin menggoda Arum. Seperti sekarang, terlihat pria itu menonton TV sambil melihat Arum sibuk mengurus dua Baby-nya.


"Hem, sebulan ini dia selalu sibuk. Lirik aku juga belum pernah hari ini, kalau bukan aku yang duluan. Apa kehadiran ku sudah terlupakan?"


Rayden melipat kedua tangan di depan dada lalu menonton televisi, rasanya bete, bete sekali ia tidak dipedulikan sama Istri sendiri.


"Mas," panggil Arum. Sontak, Rayden dengan semangat menjawab dan menoleh ke Arum yang tengah menyusui Baby Girlnya.


"Kenapa, sayang?" Wajahnya berseri-seri.


"Sini, bantuin!" Arum menepuk-nepuk kasur ranjang Baby twinsnya.


Seketika, muka yang tadi berbunga-bunga menjadi lesu membuat Arum heran.


"Kenapa sedih? Tidak mau bantuin aku ya?" Rasanya Arum sedikit kesal melihat suaminya itu cemberut. Rayden pun bangkit meninggalkan remote TV. Mendekat ke Arum lalu duduk di sebelah istrinya. Melihat Baby Boy sedang menyusu dan Baby Girl tidur sangat pulas di dalam ayunan.


"Kenapa?" tanya Rayden singkat dan datar.


"Mas, hari ini sibuk nggak?"


Rayden pun berpikir sejenak. "Tumben dia nanya duluan? Apa jangan-jangan mau gituan?" Bibir pria itu melengkung membentuk senyuman lebar.


"Senyum kenapa tuh?" tanya Arum tambah heran.


"Hari ini aku tidak sibuk sayang, mau ngapain nanya gitu?" Rayden mendekat, lebih dekat dan satu tangannya mengelus-elus lengan Arum.


"Kamu pasti mau ke kamar ya? Tapi tidak bisa ke sana kan?" tambahnya lirik-lirik Baby Boy yang begitu buas menyusu.


"Ya nih, mau ke kamar tapi Baby Boy lagi enak-enak nyusu, kamu ambil selimut ya Mas di dalam kamar, ya...ya...bantuin." Arum meletakkan telapak tangannya ke wajah Rayden. Merengek dan bermanja ria.


Hufttt...

__ADS_1


Rayden menghembus nafas kecewa, ia pikir Arum sudah punya waktu untuknya, rupa-rupanya disuruh lagi seperti kemarin.


"Ya sudah, aku ambilkan."


Rayden berdiri tanpa semangat meninggalkan Arum dan Baby twinsnya. Terlihat pria itu merana di dekat pintu yang sudah tertutup.


"Apa aku harus berubah jadi Baby kecil lagi supaya Arum ada waktu untukku? Huhuhu... tega sekali aku ditelantar gini."


Rayden menggigit kuku merasa gemas sendiri. Ia pun pergi ke kamarnya dan mengambil selimut kotor Baby Boy. Setelah masuk lagi ke kamar anak kembarnya, Rayden terkejut hanya ada Baby Girl yang di dalam sana.


"Kemana istriku? Apa diculik?" Rayden bergegas mencari-cari Arum. Alih-alih, ia dikejutkan tangis Baby Girl.


Oeeekkk... Oeekkkk...


Tangis yang sangat kencang, membuatnya panik. Rayden secepat mengambilnya. Menggendong buah hatinya. Melihatnya pandai menenangkan Baby Girl, membuat Arum yang baru keluar dari toilet diam-diam meletakkan Baby Boy kemudian merangkul tubuh suaminya dari belakang.


"Astaga! Sayang!" kaget Rayden berbalik dan melihat Baby Boy yang giliran tertidur pulas.


"Hem, kenapa?" tanya Rayden masih menggendong Baby Girlnya.


"Setelah masa nifas ku selesai, kita-"


"Mau senam di ranjang?"


Arum terlonjak mendengarnya. "Ih bukan," celetuknya.


"Yah, terus apa?" tanya Rayden cukup kecewa.


"Kita-"


"Ngapain sih?" gemas Rayden berbalik melihatnya lagi.

__ADS_1


"Itu kita-"


"Kita apa?"


"Pulang ke Indonesia."


Rayden tersenyum, ia pun mengecup kening istrinya.


"Kita akan ke sana setelah Baby kita besar sayang."


Arum menghela nafas lega, ia sebenarnya agak takut dari kemarin, berpikir Rayden akan menolak. Baby Girl itu pun kembali tertidur pulas di sebelah Baby Boy. Kini tinggal Arum dan Rayden yang berbaring di sisi yang berbeda sambil memegang jari-jari sang Daddy.



Rupanya Baby Girl yang tertidur berhasil menggenggam jari sang Daddy membuat Arum tertawa kecil.


Puftt...


"Baby Key sudah tahu Daddy tuh," ucap Arum melirik Rayden. Kedua matanya bertatap dengan mata suaminya. Ia bergidik geli dilirik nakal oleh Rayden. "Mas, mau ngapain?" tanya Arum mundur ingin bangkit dari ranjang tapi Rayden dengan gesit pindah tidur di belakangnya.


"Aahhh... Mas, jangan!"


"Ushhht, jangan teriak-teriak, nanti Baby Key dan Boy nangis sayang." Rayden berbisik semakin nakal hingga tangan yang sudah tidak tahan itu menyelip masuk ke dalam baju Arum.


"Ahhh...Mas, jangan diremas! ASI ku mun cratt nih!" cetus Arum melihat bajunya basah.


"Tapi Mas pengen itu, sayang." Rayden makin membuat Arum menggeliat. Mama muda itu mendesis keenakan, ia pun berbalik dan melihat Rayden.


"Pengen apa, Mas?" tanya Arum polos. Rayden tersenyum nakal, ia langsung mencu mbu bibir merah istrinya.


"Pengen kamu."

__ADS_1


__ADS_2