Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 84 | S2 : Ahhh Lemesnya


__ADS_3

Semenjak pertemuan minggu lalu, hari ini Tuan Marsel selalu memikirkan ekspresi Papa Kinan yang marah besar. "Hahahaha…. Hahahaha… " tawanya menggema, ia merasa itu menyenangkan sudah memancing amarah Papa Kinan.


"Apa ini sebuah kebetulan? Aku pikir akan bertemu dengan CEO Wira, rupa-rupanya aku langsung berhadapan mertuanya. Pasti, pasti rumah tangga gadis itu makin hancur, dan dengan begini aku bisa mudah mendapatnya. Hahaha… ." Tuan Marsel tertawa semakin gila di dalam ruangannya, hingga ruangan itu berdenging saking gilanya tertawa.


"Tapi aneh, kemana lelaki itu? Mengapa bukan dia yang hadir?" gumam Tuan Marsel heran.


Tok tok tok


Tuan Marsel menoleh ke pintu, melihat seseorang masuk dengan pakaian model asisten rumah.


"Tuan Marsel, maaf jika saya datang mengganggu anda," ucap asisten itu.


"Ada apa kau masuk kemari?" tanya Tuan Marsel.


Asisten itu dengan sopan menjawab, "Saya datang memberikan berkas yang anda perintahkan pada bawahan anda, ini semua hasil dari penyelidikan mereka, Tuan." Asisten itu meletakkan dokumen ke atas meja. Tuan Marsel tersenyum miring, cukup bangga anak buahnya berhasil mencari info tentang pria asing yang hadir di dalam pertemuan, yang tidak lain adalah Rayden.


"Rayden? Oh jadi dia CEO di perusahaan IT. RDN yang cukup berkembang itu? Tidak sangka, aku dapat melihat pria ini. Dia cukup mengesankan," batin Tuan Marsel membaca setiap informasi yang tertera di dokumen tersebut.


"Apa hanya ini yang mereka dapatkan?" tanya Tuan Marsel belum puas dengan info tersebut.

__ADS_1


"Ya, Tuan." Asisten itu mengangguk.


"Hm, ini belum cukup mengurangi rasa penasaranku. Aku ingin tahu lebih jelas latar belakangnya dan keluarganya," ucap Tuan Marsel bersandar di kursinya dan melempar dokumen itu kembali ke atas meja.


"Kau, beritahu pada mereka untuk mencari informasi asal usulnya dan seputar keluarganya. Cari tahu sampai ke akar-akarnya. Apa kau mengerti?" tambahnya memerintah ke asisten itu.


"Baik, Tuan. Akan kami kerjakan dengan cepat, permisi." Asisten itu dengan patuh berbalik lalu pergi ke tempat anak buahnya dan menyuruh untuk memata-matai pergerakan CEO IT. RDN.


"Dia lumayan menarik juga, ekspresinya saat itu melihatku cukup mengherankan. Seakan-akan menyiratkan dendam padaku. Aku tidak sabar, siapa kau sebenarnya?" gumam Tuan Marsel memopang dagu di atas meja dan terus memikirkan Rayden petang ini.


….


Arum yang sedang menyiapkan makanan untuk buka puasa pertama, ia terkejut mendengar suaminya yang duduk di sofa sedang mengeluh panjang. Hari ini Rayden tidak ke kantor saking tak tahan menyelesaikan puasa pertamanya.


"Mas, kenapa ngeluh terus sih? Dari pagi sampai malam ngamok aja kerjaannya. Nanti anak-anak kita bangun loh," ucap Arum meletakkan hasil masakan buka puasanya di atas meja.


"Lapar sayang, seharian gak ada yang masuk ke mulutku nih, sampai tenggorokan aku kek pipa kering," keluh Rayden membuka lebar mulutnya.


"Namanya juga puasa, gak boleh makan dan minum, jadi harus sabar nahan nafsu," ucap Arum geleng-geleng kepala melihat suaminya makin hari makin menggemaskan. Eh salah, menyebalkan.

__ADS_1


"Gak bisa dipercepat waktunya, sayang?" tanya Rayden tiba-tiba sudah duduk di kursi, berhadapan dengan istrinya dan melihat menu makanan sangat lezat.


"Gak bisa dong, mas. Harus tepat sesuai waktunya," jawab Arum bagaikan mengajari anak TK puasa.


"Ahhhh, lemesnya." Rayden meletakkan kepalanya ke meja dengan lusuh. Arum menahan tawa, ia pun mengelus rambut suaminya. "Puft, kalau mas berhasil puasa hari ini, aku akan kasih hadiah nanti," bisik Arum ke telinga Rayden. Sontak, pria itu mengangkat kepalanya. "Ha-hadiah? Yang benar nih? Sayang?" ucap Rayden kembali semangat.


"Hadiahnya apa tuh?" tanya Rayden berdiri.


Arum mengelus pipi suaminya dan tersenyum.


"Hadiahnya nanti ada di ranjang, suamiku," jawab Arum berbisik nakal. Spontan, jantung Rayden terpompa senam irama. Membayangkan aksi ranjang setelah buka puasa. Tapi yakin hadiahnya sama persis yang dipikirkan?


Muaaach…


Arum terkesiap diberi kecupan. "Baiklah, aku akan sabar menunggu. Ternyata, berkah hari ini memang memuaskan, yeees!" riang Rayden dengan gembira lari ke ruang tv. Berjoget pargooy. "Wantu tiri forsix, aseeek!" seru Rayden berguling-guling di atas karpet.


Arum tertawa tak dapat menahan geli melihat suaminya seperti bocah SD. "Memang mudah menaklukkan Mas Rayden, hanya bisik soal ranjang energinya naik 100 kali lipat. Dasar phyton!" Arum kembali fokus mempersiapkan menu buka puasa.


….

__ADS_1


Dari awal cerita sih kan emang gitu abang Rayden 😭😂😂Kalau hem hem langsung strong.


__ADS_2