Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 54 Baby Ai dan Key


__ADS_3

"Maah!" panggil Rayden panik mencari-cari Arum yang sekarang tiba-tiba hilang sore ini, padahal ia baru saja keluar sebentar beli senjata dan menelpon teman di Voldemort untuk mengetahui kabar Joan. Barsha dan Kamelia keluar dari kamar akibat Rayden begitu lantang berteriak.


"Kenapa teriak-teriak, Ray?" Barsha menghampiri pria itu yang kalang kabut. Bahkan lubang semut pun dia tengok. Serasa Arum dan Baby twinsnya lagi ngumpet.


"A-arum mana? Baby Ai dan Baby Key mana, Mah?" tanya Rayden khawatir dengan Baby boy dan girlnya.


"Amel, lihat kakakmu gak?"


"Tadi Amel masuk ke kamar, jadi Amel tidak tahu." Kamelia mengangkat dua bahunya. Rayden kecewa mendengarnya lalu melihat Barsha berpikir.


"Mah! Mama kok bengong? Jawab dong!" desak Rayden menghubungi ponsel Arum, tapi dering panggilan terdengar di sofa. Rayden memungutnya, rasa cemasnya makin bertambah.


"Jangan-jangan ada penculikan?" gumam Rayden sudah tidak tahan dengan dugaannya. Ia pun membalikkan badan ingin mencari sekarang istri dan Baby twinsnya.


Pikirannya kemana-mana, cemas ada musuh yang sudah menemukan lokasinya dan menculik dua anak dan isteri tercinta yang sangat berharga dalam hidupnya. Memang rumah yang Rayden beli berada di kawasan elit di London.


"Tunggu, Ray!" Barsha menahannya cepat.


"Kenapa, Mah?" Rayden berhenti sejenak.


"Tadi siang, Mama kan habis jemput Amel sekolah, nah kebetulan ada cewek lain berkunjung ke sini," ucap Barsha berpikir lagi, mengingat memorinya.


"A-apa? Ada cewek lain? Siapa, Mah?" Suara Rayden meninggi.


"Ah, Amel juga sempat lihat, Om!" sahut Amel juga ikutan membuat Rayden makin panik.

__ADS_1


"Lihat apa?" tanya Rayden mengguncang bahu Kamelia.


"Cewek itu perutnya gede, seperti Kak Arum dulu, Om!" jawab Kamelia terus terang.


"Ah, Mama sudah ingat!" ujar Barsha lagi-lagi membuatnya tambah frustasi karena dua-duanya bicara tidak jelas.


"Ish, ingat apa sih, Mah?" gemas Rayden.


"Sepertinya tadi siang ada tetangga baru, terus karena cewek itu sendirian di rumahnya, dia pergi ke sini ngobrol sama Arum. Mungkin karena Arum yang tadi panggil dia saat tidak sengaja berpapasan di depan rumah," jelas Barsha nunjuk ke rumah sebelah.


"Argghh, kenapa Mama tidak larang Arum sih! Bagaimana kalau cewek itu jahat? Pasti Arum dan cucu Mama dalam bahaya! Sekarang aku mau ke sana!" kesal Rayden keluar buru-buru ke rumah sebelah. Barsha dan Kamelia pun berlari ikut menyusul Rayden. Memang Arum sekarang berada di sana bersama cewek yang nampak sedang hamil. Terlihat Arum sudah akrab dengan tetangga barunya itu.


"Nama mereka siapa, Mbak?" tanya cewek begitu bahagia melihat Baby Boy dan Key di ayunan, tepatnya di dalam kamar cewek itu. Arum berdiri di sebelahnya pun menjawab, "Yang cowok namanya, Baby Ai - Aiden Zardkizel, anak pertama kami, Mbak."


"Unyu, namanya cakep banget, baby Ai." Cewek itu mentoel-toel pipi mulus baby Ai.


"Terus yang baby girl namanya siapa?" tanya Kinan pindah mentoel baby cantik di depannya. Terlihat baby twin itu menatap suka ke Kinan.


"Ini adik kembarnya Baby Ai, namanya Baby Key -Keyra Zardkina, Mbak," jawab Arum begitu semangat dan asik dapat teman mengobrol dari negara kelahirannya.


"Ululu, cantik sekali, persis seperti Mommy Arum. Jadi penasaran bagaimana wajah daddy, pasti gantengnya mirip baby Ai nih," gemas Kinan tertawa ria.


Arum agak aneh mendengarnya, serasa ada sesuatu.


"Oh ya, usia kehamilan Mbak Kinan sudah-"

__ADS_1


"Sudah empat bulan, masih ada lima bulan untuk lahirannya. Semoga nanti lancar dan dapat baby gemesin kayak gini." Kinan lagi-lagi asik memainkan pipi baby twin dari pada menatap Arum.


"Semoga dapat baby twin juga ya, Mbak." Arum menepuk bahu Kinan.


"Haha, satu anak sudah cukup melengkapi kebahagiaan kita." Kinan tersenyum kecil.


"Ngomong-ngomong, nama suami nya Mbak Kinan siapa, ya?" tanya Arum dari tadi ingin tahu, karena sejak Arum pertama kali memperkenalkan diri, cewek itu terkejut mendengar namanya. Pasti ada sesuatu dan ia harus cari tahu sendiri.


Kinan pun menatapnya, cukup lama bertatap dengan mata Arum. Cewek itu yang lebih tua dari Arum tersenyum lagi padanya.


"Kau akan tahu siapa suamiku nanti, tapi bisakah kau tinggal lebih lama di sini, Arum?"


Arum pun merasa was-was melihat senyuman Kinan yang aneh itu.


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Arum terbata-bata.


Kinan maju, ia memandang Arum dengan datar.


"Aku istri dari lelaki yang sangat mencintaimu, Arum." Kinan yang lebih tinggi itu mendorong Arum hingga mentok ke tembok.


"Jangan bicara sembarangan! Katakan, siapa kau sebenarnya?" ujar Arum tidak yakin Rayden adalah lelaki yang dimaksud Kinan. Kinan tersenyum miring melihat Arum ketakutan. Merasa puas sudah berhasil menarik Arum ke dalam kamarnya.


"Cih, kau sangat lugu, aku jadi heran apa yang suamiku sukai dari gadis polos sepertimu ini." Kinan mendesis kesal. Arum menelan ludah melihat di dalam mata cewek itu ada kebencian.


Braak! Keduanya terkejut bersamaan mendengar pintu didobrak keras dan disertai teriakan yang sangat-sangat Familiar membuat baby Ai dan baby Key menangis.

__ADS_1


"Saayang!" panggil Rayden datang bersama Barsha dan Kamelia.


__ADS_2