Hasrat Tuan Muda

Hasrat Tuan Muda
Bab 79 | S2 : Tuan Marsel?


__ADS_3

“Joan! Kamu ini Bos Mafia di Veldemort, kau sudah tidak bisa lagi meninggalkan kekuasaanmu seperti ini, lebih baik pikirkan lagi keinginanmu untuk menikahi wanita hamil ini!” ujar Arleya tidak mau Joan tinggalkan Veldemort.


"Maaf Tante, Ayahku pernah menyuruhku untuk segera mencari pasangan, dan aku sudah yakin Kinan akan menjadi Istriku. Sekarang Tante mengertilah dan tolong urus Veldemort sekali lagi,” ucap Joan menggenggam tangan Kinan.


Kinan menunduk diberi sorotan mata sinis Arleya, dia agak takut dan terkejut Joan bersungguh-sungguh ingin menjadikannya istri. Dia pun mengingat Wira, suaminya yang tidak pernah bicara seperti itu.


“Joan, kamu mau ke mana?” tanya Barsha.


“Aku mau membawa pacarku keluar jalan-jalan, permisi!” Joan menggandeng tangan Kinan, melewati tiga wanita di depannya. Arum melihat Kinan, lalu melihat perut Kinan. Arum menunduk, ikut berpikir soal Wira. “Agh, kenapa tiba-tiba aku memikirkannya!” kesal Arum merasa gelisah atas keputusan Joan itu.


“Joan! Di luar sana masih banyak wanita perawan yang bisa kau nikahi! Tolong pikirkan lagi keinginanmu itu!” teriak Arleya, tapi Joan pergi begitu saja dan tidak peduli.


“Ya Tuhan, kenapa dia tiba-tiba susah menurut?” desis Arleya. Dia tidak benci Kinan, cuma kasihan pada nasib anak Kinan nanti.


Tiba-tiba Dokter Maya muncul. “Itu karena dia mulai keras kepala.”


Arleya memicingkan mata melihat ada wanita lain. 'Siapa lagi nih?’ pikir Arleya seperti Joan merasa curiga.


“Kenapa kau mengatakan itu?” tanya Arum berdiri di dekat Dokter Maya.


“Awal bertemu Nona Kinan itu di jalan kan? Nah saat itu Tuan Joan sudah ingin melindunginya, ditambah Nona Kinan sedang hamil besar, itu artinya Nona Kina bisa melahirkan anak lagi untuknya kelak. Serta Nona Kinan juga cantik dan baik hati. Tuan Joan sangat logis, dia bisa memikirkan dampak dari ucapannya barusan, tapi dia sudah lupa dengan nasib anak yang dikandung Kinan. Saking cintanya itu, dia mulai keras kepala. Bagaimana jika anak itu lahir, apakah Tuan Joan akan adil mengurus anak pertama Kinan itu? Lebih baik Kinan kembalikan saja pada suaminya di London dan menyingkirkan selingkuhannya.” Dokter Maya panjang lebar menjelaskan resikonya. Dia sangat tidak tega anak yang dikandung Kinan akan terlantar.


Arum pun mulai paham, dia juga ingat Joan memang suka main lamar begitu saja karena soal anak. Pasti, Joan kali ini melamar Kinan karena ingin anak juga dan hanya kasihan. Arum pun berlari mencari Kinan, meninggalkan ketiganya.


Arleya pun berbisik ke Barsha, menanyakan soal Dokter Maya. Barsha pun balas berbisik, mengatakan Dokter Maya hanyalah babysitter yang dipekerjakan mengurus anak kembar Arum.


“Oh, jadi kamu ini babysitter?” tanya Arleya ke Dokter Maya.


“Ya Nyonya,” jawab Dokter Maya tersenyum kecil.


“Pantas saja kau bicara begitu, rupanya kau mencemaskan anak di dalam perut wanita muda itu. Kau baik juga ya,” ucap Arleya balas tersenyum.

__ADS_1


“Em... aku hanya tidak tega dengan masa depan anak itu,” tutur Dokter Maya agak malu bicara pada Arleya. Barsha di sana cuma menahan tawa melihat Dokter Maya.


“Oh ya, kau sudah menikah?” tanya Arleya. Barsha dan Dokter Maya sedikit terkejut.


“Belum, aku masih single, Nyonya.” Dokter Maya kembali malu-malu.


“Wah kebetulan nih!” ucap Arleya mendekati Dokter Maya.


“Hah ... kebetulan apa, Leya?” tanya Barsha.


“Dari pada Joan nikahi wanita itu, mending kau saja yang jadi Istrinya.”


Dokter Maya melongo di sampingnya, begitu mudahnya ucapan itu meluncur dan mengagetkannya.


“Maaf Nyonya, aku tidak suka dipasang-pasangkan! Permisi!” Dokter Maya tidak suka Joan, dia pergi meninggalkan Barsha dan Arleya yang mendengus kesal.


“Hadeh, wanita jaman sekarang memang susah untuk dijodohkan.” Arleya menyentuh kepalanya.


Keduanya pun pergi ke tempat baby twin berada, mengunjungi anak mungil itu yang hanya diurus oleh Rayden dan Kamelia sekarang, karena Dokter Maya ingin keluar sebentar untuk membeli sesuatu. Sedangkan Arum terlihat lesu tidak menemukan Kinan di mansion Ibunya. “Huh, pasti Joan dan Kinan sudah keluar. Yang dikatakan Dokter Maya juga ada benarnya, lebih baik Kinan dibawa pulang ke London.” Arum pun pergi menemui Rayden, ingin membicarakan pada suaminya itu.


Sementara di Indonesia, terlihat keluarga Wira cemas karena Wira tidak pernah lagi mengirim kabar dan nampak Papa Kinan sedang menghadiri meeting hari ini. Pria itu terlihat bahagia karena perusahaannya mendapat keberhasilan yang sangat memuaskan.


“Memang tidak sia-sia aku menjadikannya menantu, beberapa bulan ini perusahaan semakin meningkat,” gumam Papa Kinan merasa menantunya begitu sangat diandalkan. Tidak salah menantunya yang hanya mantan pabrik roti bisa secepat ini mengerti urusan bisnis. Papa Kinan pun menoleh ke sekretaris kantor.


“Ada apa melihat saya, Tuan besar?” tanya sekretaris itu.


“Beberapa waktu lalu aku mencoba menghubungi atasanmu, tapi sama sekali tidak lagi direspon. Apa kau tahu mengapa akhir-akhir ini Wira sibuk?” tanya Papa Kinan merasa Wira nampak menjauh diri.


Sekretaris itu diam, ia sudah tahu rahasia Wira. Hanya saja dia sudah diperintahkan untuk jangan membocorkannya karena akan bahaya bagi jantung Papa Kinan.


”Maaf Tuan, saya juga tidak tahu.” Sekretaris itu terpaksa berbohong.

__ADS_1


“Huh, aku juga mengirim pesan pada Kinan, tapi sama juga. Semoga hubungan pernikahan putriku baik-baik saja.” Papa Kinan bersandar di kursi kerja milik Wira. Terlihat sangat mencemaskan putri dan menantunya.


Tiba-tiba seseorang masuk, memberi informasi jika dua hari ke depan akan ada pertemuan kerja sama oleh perusahaan yang saat ini juga sedang gencarnya berkembang di dunia bisnis, tidak lain adalah perusahaan milik Rayden.


Papa Kinan tersenyum smirk, ada peluang untuk kenal dengan CEO pemilik Perusahaan itu. Sekali lagi, seseorang masuk. Mengatakan hal yang sama jika dua hari ke depan orang yang sangat berpengaruh di kota ini ingin menemui Papa Kinan.


“Wah benar-benar keberuntungan yang besar. Jadwalkan saja pada hari yang sama dan tempat yang sama, aku yang akan menghadiri pertemuan itu,” ucap Papa Kinan pada dua karyawan kantor.


“Baik, Tuan!” Keduanya pun keluar dari ruang CEO. Sekretaris pun mengambil satu lembar di atas meja atasannya, ia ingin tahu siapa orang yang berpengaruh itu. Dua matanya membola kaget membaca nama orang itu.


“Tuan Marsel?” gumam Sekretaris itu.


Papa Kinan menoleh dan tersenyum tipis. “Tidak sangka pria licik ini mau juga menemui kita. Entah apalagi yang ingin Marsel inginkan dari kita.”


”Tuan besar, lebih baik Tuan tidak usah bertemu dengannya. Dia licik dan penuh taktik. Sudah ada beberapa perusahaan terjebak akibat ulahnya,” ucap sekretaris itu.


“Kau tidak usah takut, kita cuma perlu berhati-hati berurusan dengannya. Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana rupa CEO perusahaan yang akan mengembangkan mobil unik itu.” Papa Kinan tidak terlalu peduli pada Marsel, dia lebih ingin tahu bagaimana wajah yang akan menjadi rekan bisnisnya.


“Bagaimana? Apa Presir Wiransyah ingin bertemu?” tanya seorang pria sedang duduk membelakangi bawahannya.


“Ya Tuan, kami mendapat laporan Presdir Wira setuju.”


”Bagus, memang ini yang aku tunggu. Sekarang keluarlah!” pinta pria itu tegas.


”Baik Tuan, permisi!” Bawahannya keluar meninggalkan pria itu yang sedang tersenyum picik. Dia sudah lama memperhatikan pernikahan Wira, bermaksud ingin bernegoisasi dengan Wira. Marsel ingin membeli Kinan untuk dijadikan istri ketiganya. Mengira Kinan yang dapat hamil itu bisa memberinya anak laki-laki.


“Dia cantik juga, dari pada kau buang istrimu lebih baik kau jual padaku.” Dia, Marsel yang sampai sekarang belum mendapat pewarisnya dan harapan terakhirnya ada pada Kinan. Marsel diusianya yang sudah tua, ia lelah mencari wanita lain di luar sana sehingga ingin sekali mencicipi rasa istri orang.


“Kau terlihat empuk, sayang.”


....

__ADS_1


Dasar buaya darat😒awas saja, kalau Barsha ke Indonesia, Kau bakal teler di tangan Rayden😂Mertua vs menantu akan segera tiba nih🤫tinggalkan like dan komennya💕terima kasih.


__ADS_2