
Seiring waktu yang berganti,halnya seperti kehidupan manusia.Siapa tahu isi hati seseorang yang berubah seperti waktu berlalu.Sulit untuk dipahami semakin dikejar semakin terasa menjauh .Jarak yang memisahkan tak mungkin dapat untuk menggapai.
Fiona merenung didepan jendela balkon kamar sambil memandangi langit malam,yang bertebaran cahaya bintang.Mengingatkan kenangan yang membuat hati terasa sakit.Tanpa terasa air matanya menetes membasahi pipi.
Oh malam yang sunyi ,angin yang sepoi-sepoi menusuk kedalam kalbu semakin terasa kesedihan ini.
Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan Fiona yang sedang termenung dibalkon.Dia melangkah mendekati rumah tersebut.Lalu berhenti didepan gerbang.Matanya terus memandang Fiona yang masih belum menyadari.Terlihat raut wajah adanya sebuah kerinduan yang sangat dalam.Ingin rasanya menghapus air mata tersebut,lalu berdiri disampingnya dan memeluk gadis tersebut agar dapat menenangkan perasaannya.
Namun itu rasanya tidak mungkin dapat dia lakukan.Kesalahan yang sudah Ia perbuat sangatlah fatal.Mungkinkah masih ada maaf baginya?
"Rayhan..."panggilnya ketika mata saling bertemu.suaranya serak karena habis menangis.Iapun mengusap air matanya lalu lari keluar mengejar Rayhan.
Sampainya didepan gerbang Rayhan sudah tiada.Dia bersembunyi dibalik tembok sebelah barat.Hatinya belum siap untuk bertemu Fiona.Entah apa yang akan Ia katakan ketika sudah bertemu ?Takutnya Ia akan semakin membuat Fiona terluka.
"Aku tau itu kamu Rayhan?jadi keluarlah jangan bersembunyi seperti seorang pengecut!"
Dia tetap bersembunyi tanpa bergeming .Hatinya terasa sakit melihat Fiona menangis.
"Apa ini caramu menyakiti hatiku?kau datang bagaikan bayangan bahkan pergi pun tanpa jejak."tangisnya semakin keras.
Harinya terasa sakit seperti tertusuk sembilu.Rayhan yang tidak sanggup melihatnya.Dia melangkah pergi meninggalkan Fiona yang masih memanggil namanya dengan isakan tangis.
Oh malam yang dingin ini sangat menyiksa mereka.Sama-sama merasakan hati yang terluka menangis dalam kesendirian.
Pagi harinya didepan gerbang sekolah Fiona menanti kedatangan Rayhan.Ia ingin bertanya mungkinkah semalam dia datang kerumahnya.Sosok yang dia caripun muncul.Ia melangkah dengan pasti mendekati Rayhan.
"Apakah kamu semalam ada didepan gerbang rumahku?"
"hmm mimpi!tahu alamatnya saja tidak."jawab Rayhan dengan ketus.
Fiona menelan ludah mendengar jawaban Rayhan yang sangat ketus dan kasar.Ia benci dengan padangan Rayhan yang seakan dia jijik kepadanya.
__ADS_1
"Jangan bohong!"teriak Fiona menarik tangan Rayhan.
Rayhan membalik badan lalu mendorong Fiona sampai terjatuh.Semua siswa memandangnya.Saling berbisik membicarakan mereka.Angel yang melihatnya merasa senang ternyata Rayhan menepati janjinya.Senyum sinis tersungging dibibir Angel.Rio yang baru datang melihat keributan langsung menghampiri.Dilihatnya Fiona dengan wajah sedihnya terjatuh didepan gerbang.Ia menatap Rayhan tidak percaya Dia memperlakukan Fiona seperti itu.
"Bisakah kamu berhenti untuk mengganggu ku!"
Rayhan berteriak marah.Tetapi sesungguhnya didalam hati ia sangat terluka harus bersikap seperti itu.Rio yang tidak tahan melihat perlakuan Rayhan ,Ia menghampiri Fiona lalu membantu berdiri.Melihat pemandangan itu Rayhan sangat kesal .Hatinya tiba-tiba merasa sakit melihat laki-laki lain memperlakukan dengan Fiona dengan baik.
"Apa kamu harus ikut campur?"tanya Rayhan menahan amarah.Tangannya mengepal rasanya ingin menghajar Rio.
Rio tidak menjawab pertanyaan Rayhan.Dia melangkah pergi sambil menggandeng tangan Fiona.
Cakka juga melihatnya,ia menghampiri Rayhan lalu membisikkan sesuatu.
"Ini bukan sikap aslimu Ray ?tapi tidak seharusnya kamu memperlakukan Fiona seperti itu.Fiona gadis baik"ujarnya sambil menepuk pundaknya lalu melangkah pergi meninggalkan Rayhan yang masih kesal.
Angel menghampiri Rayhan untuk mengajaknya kehalaman belakang sekolah.Mencoba menghibur Rayhan.
Rayhan menatapnya lalu tersenyum.
"Tidak apa ini bukan salah kamu."
Fiona menatap punggung bidang Rio.laki laki didepannya saat ini menggandeng tangannya .Ia tersenyum mengingat saat Rio datang membantunya terlihat lelaki yang gentel.
"Terima kasih atas bantuanmu"ucap Fiona tetapi sayangnya Rio tidak mendengarnya.
Saat di toilet tanpa sengaja Fiona bertemu Angel.Dia menatap Fiona penuh dengan perasaan tidak suka.Fiona yang tau tatapan Angel ,Ia diam tanpa memperdulikanya.Tiba-tiba Angel menarik tangan Fiona lalu mendorongnya sampai terjatuh membentur tembok.Setelah mendorong Fiona ,Angel melangkah keluar dari toilet.Fiona yang kesal dengan perlakuan Angel Ia mengejar keluar lalu menarik tangannya .
Saat Angel melihat Rayhan ada dibelakang Fiona.Ia pura-pura kesakitan padahal Fiona menariknya seperti biasa.Fiona merasa muak melihat wajah yang pura-pura polos.Dia pun ingin menampar tapi sialnya Rayhan menahan tangan Fiona.
"Ini yang membuat aku benci sama kamu .Sifat mu yang kasar tidak pernah berubah"sambil menghempaskan tangan Fiona lalu mengajak Angel pergi.
__ADS_1
Angel tersenyum merasa puas melihat Fiona yang menyedihkan.Fiona merasa pusing tiba-tiba pandangannya merasa kabur .Ia merasakan sakit dilepas dan ternyata bekas benturan tadi keluar darah segar mengalir ke pipi Fiona.
Diana yang tidak sengaja melihat berteriak melihat Fiona jatuh pingsan.Dia mencoba membangunkan Fiona saat tangannya memegang kepala Fiona ada darah.
"Ya ampun Fiona kepala kamu berdarah.tolong ..!"
Wush...!jiwa Fiona keluar ia melihat dirinya di gendong Cakka.Diana sangat cemas .Mereka pun membawa Fiona ke uks.Fiona memandangi wajah temannya.
"Terimakasih kalian sangat menghawatirkan aku."
Rayhan yang mendengar kabar Fiona dilarikan ke uks karena kepalanya berdarah.Dia langsung lari menemui Fiona.Angel yang melihat sikap Rayhan menghawatirkan Fiona merasa kesal.
Setelah Diana dan Cakka pergi .Rayhan masuk menemui Fiona yang masih terbaring tidak sadarkan diri.Dia menatap Fiona kepalanya di perban Dia merasa sedih.Jiwa Fiona yang berdiri disamping Fiona merasa kesal dengan Rayhan.Ia sangat marah karena sudah menuduhnya tanpa tau permasalahannya.
"Puas sekarang melihat aku seperti ini.Bukanya ini yang kamu mau melihat diriku terbaring seperti ini?! "
Rayhan duduk disampingnya lalu memegang tangannya.
"Maafkan aku ..karena membuat kamu terluka.Membuat kamu seperti ini.Aku sangat sedih karena tidak bisa melindungi dirimu.Maafkan aku.."perasaan nya sangat terluka .
Rayhan meneteskan air mata.Jiwa Fiona terkejut melihat Rayhan menangis baru kali ini dia melihatnya.Yang membuat Fiona bingung bukan kah dia sangat membenci dirinya tetapi kenapa sekarang ia meminta maaf dan menangis?
Ada dua jam Fiona tidak sadarkan diri.Ketika Fiona membuka mata Rio datang menemuinya.Sepertinya dia habis lari karena nafasnya tidak teratur.Dilihatnya ia masih memakai baju basket.Mungkinkah Ia berlari kesini tanpa mengganti bajunya.
"Kamu sudah sadar?"tanyanya sedikit lega melihat Fiona sudah siuman.
Fiona mengangguk mengiyahkan.Ia memegang kepalanya masi terasa sakit.
"Siapa yang sudah melakukan ini sama kamu?"
"tidak tahu..aku tidak ingat"Fiona berbohong dia tidak mau membuat masalahnya semakin rumit.
__ADS_1