HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Sadar


__ADS_3

Rayhan duduk diam disamping ranjang seorang gadis cantik.Dia memandangnya,menatap wajahnya lekat-lekat sambil menggegam tangannya.Gadis itu terdiam dengan mata tertutup dan masih terpasang alat-alat bantu medis.Sungguh miris melihat gadis tersebut,wajahnya yang cantik terlihat pucat dan sangat kurus.


"Angel....apa yang harus aku lakukan sekarang?"Rayhan bertanya kepada gadis itu tetapi tiada jawaban gadis itu hanya diam tidak bisa bersuara hanya terbaring tak berdaya.


Rayhan teringat kembali ketika gadis itu bicara,dia mengatakan.


"Aku sangat berterima kasih kepadamu,karena sudah menemaniku mencoba mencintaiku meskipun hatimu bukan untuk ku.Dan aku juga sangat berterima kasih sudah mengabulkan permintaan ku.Namun sekarang saatnya kamu mengejar cintamu...mengejar kebahagiaan mu dan jangan pedulikan aku lagi.Maaf sudah menjadi penghalang cintamu..."Rayhan menatap gadis tersebut dengan perasaan bingung dia tidak bisa menerawang isi hatinya."Maafkan aku..."tangis Angel terisak wajahnya terlihat nanar terpancar kesedihan yang amat dalam mencoba melepaskan Rayhan.


Dan sekarang gadis itu, Angel terbaring dirumah sakit karena penyakitnya kambuh lagi padahal saat selesai operasi dia dinyatakan sembuh.Tetapi tidak tahu apa yang menyebabkan kesehatannya turun drastis dan harus dirawat jalan kembali.


Rayhan sudah cukup sedih melihat Angel terbaring diranjang rumah sakit.Dengan perasaan bingung dia menatapnya .Bagaimana bisa dia menyuruh dirinya untuk mengejar kembali cintanya sedangkan dia sudah banyak menyakiti hatinya?mungkin sudah tidak teritung kembali membuatnya menangis.


Dan kenapa disaat dia sudah mulai menyerah akan cintanya dan mulai menerima Angel meskipun tidak dapat mencintai namun dia berusaha dengan baik menjadi kekasihnya.Dengan secara tiba-tiba bicara dan mengatakan untuk mengejar kembali cinta sejatinya.Masih terlalu sulit untuk dimengerti dengan akal sehat.


Apalagi sekarang Fiona terbaring juga dirumah sakit karena kecelakaan.


"Ini semua memang salahku..."Rayhan berguman menyalahkan diri sendiri.Dia merasa kalau kecelakaan Fiona karena kesalahan nya.Andai saja kalau dia tidak membuat Fiona sakit hati.Mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Dia memandang keluar melihat cahaya rembulan dibalik jendela.Melihat orang yang dicintai terbaring dirumah sakit membuat hatinya hancur dan sedih.Dan ketika Arnol ayahnya Fiona menyuruh Rayhan pergi dan memperingati agar tidak menemui Fiona kembali membuat dirinya tidak berdaya.Marah,kesal dan kecewa menjadi satu betapa bodoh dan tidak berguna Rayhan terus menyalahkan diri sendiri.


"Rayhan..."panggilnya dengan suara lembut dan pelan.Gadis itu memanggil Rayhan yang sedang berdiri di depan jendela sambil memandang keluar,terlihat wajahnya yang sedih dan putus asa.


"Angel..."Rayhan menoleh dia sedikit terkejut melihat Angel sudah sadar lalu menghampiri gadis itu.


"Jangan bangun dulu tubuhmu masih lemah"sambil melarang Angel bangun.


"Sudah berapa lama aku disini?"tanyanya dengan mata sayu..Rayhan hanya menatapnya tidak menjawab dia tidak mau membuat Angel jadi kepikiran.


"Ray..."dengan suara lembut meraih tangannya."Jawab aku sudah berapa lama aku disini"

__ADS_1


Rayhan memandangnya "Sudah 2 hari"jawab Rayhan terdengar berat.


Angel tersenyum pahit menahan rasa sedihnya.Betapa lemahnya dan tidak berguna dihadapan Rayhan sudah banyak membuat Rayhan terbebani.


"Jangan sedih"ujar Rayhan seakan dia tahu melihat wajah Angel yang sedih.


"Betapa lemahnya aku...sudah membebani kamu ..Maafkan aku"Angel mulai terisak kembali.


"Jangan berkata begitu Angel...jangan banyak fikiran kamu harus segera memulihkan kesehatanmu"


Angel membalikan badan,dia tidak ingin Rayhan melihat dirinya menangis.


"Rayhan...tolong tinggalkan aku sendiri"sambil menahan air mata.


"Aku tidak..."belum selesai Rayhan bicara sudah dipotong oleh Angel.


Sebuah cahaya yang sangat terang menghampiri seorang gadis yang sedang tertawa bahagia.


"Apa kamu bahagia disini?"gadis itu menoleh lalu memandang cahaya itu,dia masih sedikit ragu untuk menjawab.Dia merasa senang berada disini tetapi perasaan nya merasa ada sesuatu yang hilang.


"Apa kamu bahagia disini?"cahaya itu mengulang kembali pertanyaan nya.Fiona berfikir lalu menggelengkan kepala.


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa memberikan alasannya...tetapi aku rasa kalau disini bukan duniaku"ujar Fiona memandang cahaya tersebut lalu cahaya itu memberikan pertanyaan kembali .


"Apa kamu ingin kembali ?meskipun itu nantinya akan membuat hatimu merasakan rasa sakit kembali."


Fiona menghela nafas dia merasakan sesuatu sosok yang sangat dia rindukan.Orang-orang yang menyayanginya dan terus memanggil namanya.

__ADS_1


"Ya...aku akan lebih kuat lagi untuk menahan rasa sakit itu...karena disanalah aku seharusnya bersama orang-orang yang menyayangiku dan rasa sakit ini akan membuat diriku menjadi sosok yang tangguh."


"Jika itu yang kamu inginkan kembalilah keduniamu dimana semestinya kamu berada."


Fiona merasa kan ada sesuatu yang menyedot dirinya dan terhempas dari dunia tersebut.Pemandangan yang indah,bunga-bunga yang bermekaran dalam sekejap hilang dan cahaya itu juga hilang.Pandangan Fiona terlihat gelap gulita.Dan kemudian tangannya mulai bergerak-gerak.Carla yang duduk ketiduran disamping ranjang Fiona terbangun dan melihat tangan Fiona bergerak-gerak dia merasa senang lalu membangunkan suaminya.


"Sayang bangun...."sambil menggoyangkan tubuh Arnol."Lihat tangan Fiona mulai bergerak-gerak.."


Arnol tersenyum senang merasa bersyukur akhirnya tuhan menjawab doa-doanya.Masih diberi kesempatan untuk Fiona siuman.tidak lama kemudian Fiona membuka matanya.Memandang sekeliling sebuah ruangan dengan aroma obat-obatan.


"Rumah sakit"guman Fiona lalu memandang kedua orang tuanya.Senyum kebahagiaan terukir di wajah mereka.


"Akhirnya kamu sadar juga nak..."sambil memeluk Fiona."Ibu sangat takut jika tidak bisa melihat kamu kembali."air matanya menetes.


"Ibu...jangan menangis "ujar Fiona sambil melepas pelukan."Apa yang sudah terjadi kepada Fiona?kenapa Fiona ada dirumah sakit?"


Carla dan Arnol saling pandang menatap Fiona."Apa kamu tidak ingat kejadian 3 hari yang lalu?"


Fiona menggeleng kan kepala"Tidak...aku tidak ingat apapun"ujar Fiona sambil memegang kepalanya terasa sakit.Arnol meraih tangan Fiona.


"Jika Fiona tidak dapat mengingatnya jangan dipaksakan...sayang kamu jaga Fiona dulu aku mau panggil dokter dulu."


Carla terus memandangi putrinya lalu memeluk.Rasa syukur yang tiada hentinya benar-benar keajaiban melihat putrinya sadar dari koma.


Arnol memanggil dokter,memberitahu mereka kalau Fiona sudah sadar.Dokter tersebut langsung memanggil suster untuk mengecek kesehatan Fiona kembali.Dokter tersebut mengecek denyut nadi,detak jantungnya,mata dan juga kepala Fiona.Jika lukanya sudah mulai kering.


"Apa kamu ingat kejadian sebelum kamu kecelakaan?"tanya dokter tersebut.Fiona menggeleng dan setiap dia mencoba mengingatnya kepalanya terasa sangat sakit.


"Jangan dipaksakan kalau kamu tidak bisa mengingatnya"ujarnya sambil dokter itu memandang Carla dan Arnol.Lalu menyuruh Arnol untuk mengikuti ke ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2