
Tuk...tuk suara langkah sepatu dikoridor ruang baca.Lalu laki-laki tersebut membuka pintu ruang baca tersebut dan mencari seseorang.Dia melihat seorang gadis cantik yang sedang duduk santai sambil membaca buku Hunted House ,sebuah novel genre horor.Iapun berdiri didepannya sambil menatap gadis tersebut,gadis yang dia cari.
Gadis itupun melirik dirinya sambil mengangkat satu alis menatap dengan tatapan bingung.
"Apa yang telah kamu lakukan?"tanya laki-laki itu dengan ketus.Namun gadis tersebut hanya terdiam tanpa meresponnya.
"Jawab aku Angel...!"sedikit membentak.gadis itu yang dipanggil Angel langsung menutup bukunya dan berdiri.
"Maksud kamu apa Kevin?Datang datang menanyakan hal yang ga aku ngerti."
"TIDAK usah pura pura tidak tahu Angel.Kamu kan yang mendorong Fiona kekolam renang?"
Angel malah tertawa cekikikan mendengar pertanyaan Kevin.Dia merasa bingung dengan laki-laki dihadapannya ini.Buat apa ia mempertanyakan hal tersebut.Dan apa pedulinya ??
"Ha ha ha...aku ga salah dengar buat apa kamu ingin tahu ?Bukanya selama ini kamu hanya diam dengan apa yang aku lakukan?"
"Aku tidak mengerti dengan jalan fikiran kamu ngel..?Kenapa kamu tidak bisa berubah ? Kenapa kamu masih kejam dan suka membully siswa lainnya.Mungkin selama ini aku hanya diam melihat kelakuan kamu.Tapi kali ini kamu tidak bisa ditoleransi lagi.Apa yang telah kamu lakukan itu membahayakan nyawa orang lain."
"CUKUP...Kevin!tidak usah kamu pedulikan aku"terialaknya lalu menatap tajam kearah Kevin.
"Angel tolong kamu hentikan rencana jahat kamu.Kenapa kamu masih keras untuk mencelakai Fiona?"
__ADS_1
"Aku tidak akan berhenti membuat Fiona susah disekolahan,dan kamu... Kevin jangan pernah ikut campur urusan aku.Kamu kan teman kecil aku harus mendukungku bukannya menentang."ujarnya lalu pergi meninggalkan Kevin diruang baca tersebut.
Kevin hanya menghela nafas beratnya.Dia baru sadar kalau Angel teman kecil yang telah berubah menjadi gadis yang jahat.Padahal waktu kecil ia gadis yang lemah lembut dan baik.Namun sayang setelah percerain kedua orang tuanya dan atas perselingkuhan ayah yang diketahui ibunya Angel.Sehingga mereka memutuskan untuk berpisah.
Kesedihan mendalam menyelumuti Angel ia harus berpisah dengan ayahnya dan ikut ibu dan kakeknya.Namun tidak berapa lama kemudian dirinya mengidap penyakit lemah jantung.Membuat dirinya semakin berkecil hati dan membenci tatapan orang yang mengasihani.
Dan juga Angel paling tidak suka dengan hal yang dia sukain juga disukain orang lain.Apa yang dia mau harus dia dapatkan.Dari sisi lembut Angel yang tampak dari luar hanyalah sebuah kedok.Dalam hatinya dia sangat menyedihkan dan jahat.
"Padahal aku berharap kamu bisa berubah ngel.."
Kevin hanya menunduk sedih lalu dia melihat bayangkan dari jendela luar yang terpapar sinar rembulan.
"Siapa itu!?"teriaknya lalu membuka jendela.
"Sepertinya aku melihat seseorang yang berdiri disini.Tapi kok tidak ada ya?" Kevinpun menutup jendela lagi sambil geleng kepala.
"Jangan-jangan Kevin seperti Rio yang bisa melihat wujud dirinya."dia pun keluar dari sembunyiannya dengan pelan-pelan.
Fiona juga tidak tahu kalau jiwanya datang kerumah Angel.Karena biasanya hanya dikamar Rio.Ehh ...tau-taunya dia muncul didepan jendela sambil menyaksikan debat antara Angel dan Kevin.Dia juga cukup kaget kalau Angel teman kecilnya Kevin.
Fiona mencoba keluar mencari jalan.Rumahnya Angel cukup besar lantai 3 dengan cat warna putih bersih dan halaman taman yang luas banyak bunga lily putih dan bunga mawar putih.sepertinya Angel menyukai warna putih.
__ADS_1
Dia hanya mondar-mandir kebingungan untuk keluar dari sana karena disamping taman hanya dinding yang menjulang tinggi seperti pembatas rumah dengan rumah tetangga.Iapun balik lagi menuju kebarat ternyata dia tadi ada dihalaman samping.
"Anak orang kaya halaman sampingnya saja seluas ini"gumannya dengan heran sambil terus berjalan dibelokan ada kolam renang dan kursi santai berjejer 3.
Fiona hanya menatap dengan decakan kagum.Dia berfikir kapan sampai kegerbang keluar.
"Haisss...ternyata jadi jiwa seperti ini saja tidak bisa terbang masih harus jalan kaki.sungguh menyebalkan!"
Tidak lama kemudian dia menemukan gerbang ..Saat dia melangkah dia melihat Kevin berjalan keluar menuju halaman depan.Fiona pun bersembunyi.Ketika dia membalik badan tiba-tiba,dia sudah dikamar Rio.membuat Fiona terkejut hampir saja teriak.
"Kok aku dikamar Rio bukannya tadi dirumahnya Angel??"sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Haiss sial kenapa tadi aku tidak nakutin Angel saja sekalian Hehehe"sambil tersenyum jahil.Iapun membayang kan apa terjadinya kalau dia menghantui Angel pasti seru.
Fiona menatap Rio yang sudah tidur.Dia merasa iri melihat Rio begitu lelap dengan tidurnya sedangkan dirinya setiap tertidur jiwanya berkeliaran.Andai saja aku bisa mengendalikan dirinya.Ia berharap bisa masuk kesekolah dan menyelinap keruang pengawas dia ingin melihat rekaman cctv tersebut.
Dan ternyata harapannya terkabul.Tiba-tiba dirinya berada dikoridor sekolahan.Suasana yang sepi,cahaya lampu yang remang -remang,hawa yang dingin dan suara jendela terdengar kreat ....kret karena terkena tiupan angin membuat bulu kuduk merinding.
"Hiiiiii....serem juga .."teriak Fiona sambil lari mencari ruang pengawas.
Iapun mengotak aktik komputer tersebut mencari rekaman cctv dikolam renang.Dan sialnya rekaman tersebut sudah tidak ada.Seperti nya sudah ada orang yang menghapusnya.
__ADS_1
"Sialan aku kecolongan ini pasti kerjaan Angel karena takut ketahuan?"Fiona merasa kesal karena kurang cepat.Dia merasa tidak beruntung sudah susah payah dia datang kesekolah yang kelihatan seram.Malah hasilnya nihil.Dia hanya berharap tidak bertemu hantu dalam dirinya bentuk jiwa ini dan cepat kembali lagi kebadannya.
Keesokan harinya,ketika Fiona dan Diana masuk sekolah.Fiona menghampiri Angel.Menatapnya dengan perasaan tidak suka.Dia ingin berbicara empat mata dengan dirinya.Fiona pun menyuruh Angel untuk menemuinya dibelakang sekolah sepulang sekolah.