
Natasha terdiam masih termenung di kamar sambil menikmati suasana kota Jakarta yang sudah mulai malam,dia memandangi luar dari jendela kamarnya.Sambil duduk di kursi melepas kepenatan,seharian kerja belum lagi ada masalah tentang gosip yang menimpah dirinya.
Dia kembali teringat ketika Rio mencium bibirnya,masih terasa sengatan itu membuat jantungnya berdegup kencang.Sambil memegang bibir dia berguman.Tanpa dia sadar sudah terjatuh kedalam ciuman lelaki itu.Lelaki yang notebate berkarakter dingin,angkuh,arogan dan suka memaksa.
Tetapi anehnya disetiap dia dekat dengan Rio seakan Natasha sedang cek up organ tubuh.Jantung cek detaknya lebih dari normal,Hati cek berdebaran,Otak cek susah berfikir jernih,Tubuh cek gemetaran seakan ada suhu panas sedang membakarnya.Oke apalagi....
Natasha melambai lambai ke atas seakan menghapus bayangan-bayangan Rio dengan senyum manisnya,sorotan matanya yang tajam,dan kedipan mata seperti lelaki penggoda."HIIIIIII..."bergidik ngeri.kemudian Natasha pergi ke kamar mandi membersihkan diri.
Setelah selesai dia teringat dengan sampah bekas dia makan tadi lupa belum dibuang."Ya ampun lupa sampahnya belum aku buang"sambil nepuk jidatnya kemudian mengambil sampah tersebut berjalan keluar.
"Masih jam 10 masih berani "kata Natasha sambil melirik jam dinding yang terpasang di ruang tamu.
Dia melangkah keluar,masuk ke lift suasana disana sudah mulai sepi mungkin para penghuni apartemen sudah didalam.Sudah jarang orang yang lalu lalang di apartemen.tiba-Tiba ada sedikit perasaan takut,jika ada orang jahat atau bayangan menyeramkan.
Dengan langkah cepat dia menuju pembuangan sampah,dengan celingak-celinguk melihat kanan-kiri.Suasana yang sepi..Hiiii terlihat seperti film horor tentang spychopat .Laki-laki yang membunuh manta pacarnya di apartemen.Wanita itu berlari keluar apartemen dengan nafas terenggah-enggah mencoba menuju pintu lift. dan suara derapan langkah kaki yang berat mengejarnya.Lelaki itu memakai baju hitam dengan topi hitam dikepalanya sambil membawa palu.
Ketika wanita itu masuk ke dalam lift dan dengan cepat memencet tombol untuk menutup pintu liftnya tetapi lelaki tersebut berhasil menghalagi pintu dengan palu yang dibawah.Wanita itu berteriak histeris...dengan wajah ketakutan dia memohon agar tidak membunuhnya namun lelaki itu malah tersenyum dengan wajah menyringai.Hiii terlalu menakutkan film tersebut.
Dan sekarang Natasha sepertinya Sedang mengalaminya.Suasana mencengkam dan sunyi. Natasha merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan,dia mencoba melihat lorong sebelah lift ada bayangan hitam datang.Dengan cepat-cepat Natasha memencet tombol lift.Suara derapan langkah kaki yang semakin dekat.Membuat Natasha sedikit gemetar.
"Jangan datang kesini...jangan datang kesini"ujarnya dengan suara takut.
Setelah sampai di lantai 4 dia keluar lari menuju pintu apartemen nya.Dia berusaha untuk membuka pin pintu tetapi karena rasa takut yang hebat membuat Natasha susah untuk mengingatnya.Tiba-tiba ada tangan menghalang Natasha dengan rasa takut dan suara gemetar dia berkata."Si...siapa kamu?"
__ADS_1
"Segitu takutnya kamu sama aku"jawab orang itu dengan suara terkekeh.Natasha mendongak menatapnya dan saat melihat siapa yang membuatnya takut..Natasha kesal dan marah.
"Kamu..!"kesalnya dengan wajah cemberut memperlihatkan kekesalannya.Tetapi lelaki itu malah tersenyum melihat tingkah Natasha terlihat menggemaskan.
"Hai..."sapanya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum menyringai kemudian masuk ke dalam apartemen.
Natasha dengan mencak-mencak mengomel"Kamu !dasar Rio rese,NYEBELIIIIIIIIIIN.!"teriaknya dengan kakinya menendang-nendang tembok."Hampir jantungan gara-gara kamu sialan!"
Rio tersenyum melihat dari balik lubang pintu apartemen nya,melihat kelakuan Natasha yang sedang mengomel kesal terlihat menggemaskan.Kembali dia teringat dengan Fiona persis yang dilakukan Fiona ketika sedang mengomel kesal dengannya.Sifat dan tingkahnya sama persis.Bahkan wajahnya juga terlihat mirip tetapi namanya tidak.Seakan dia melihat ada Fiona dalam diri Natasha.
"Terlalu mirip "guman Rio,dia rindu dengan Fiona.
"Hari ini benar-benar sial dan kenapa juga bertetangga dengannya juga?....HUH!"
"Apa aku bermimpi lagi?"gumannya sambil menghempas pandangan ke sekeliling ruangan kamar itu.Natasha memiringkan kepalanya ketika dia melihat sosok lelaki yang sedang tidur di masterbad.Dan betapa terkejutnya lelaki itu adalah Rio.
"Hah?"kagetnya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Kenapa ada dia dalam mimpiku?"tanyanya mencoba mendekati Rio.Menatap wajah tampannya seperti seorang pangeran sedang tidur.
"Tampan juga kalau lagi tidur.tunggu!ini mimpi kan?Berarti aku bisa menamparnya hehehe..."
PLAAAAK!
__ADS_1
Suara keras dari tamparan Natasha membuat pipi Rio kesakitan dia terlonjak kaget kemudian terbangun.Ternyata Natasha belum sadar kalau dia pelepasan jiwa bukan mimpi.
"Kamu!?apa yang kamu lakukan?"tanyanya marah,Natasha terkejut sambil menatap Rio bingung."Bukannya ini mimpi?"
"Mimpi apa?Bagaimana bisa kamu ada di kamarku?"
"HAAAAAAHH..."teriak Natasha kemudian dia hilang lalu terbangun.Saat terbangun dia berada di kamarnya.
"Untung hanya mimpi"ujarnya dia masih belum tahu kalau bisa pelepasan jiwa,semenjak kecelakaan beberapa tahun yang lalu sehingga dia amnesia tidak mengingat masa lalunya dan juga sudah lama tidak pelepasan jiwa lagi tetapi semenjak dia datang ke sekolahan itu.Natasha mulai pelepasan jiwa lagi.Bayangan demi bayangan tentang masa lalunya berputar dalam ingatan Natasha.
Rio mengucek-ngucek mata merasa bingung,dia merasa yakin kalau barusan ada Natasha bahkan pipinya masih terasa sakit bekas tamparan dan dia juga mendengar suara teriakannya tetapi anehnya sekarang Natasha tiba-tiba hilang dari hadapannya.
"Apa aku halusinasi?"sambil memegang pipinya."Tidak mungkin!jelas sekali kalau itu Natasha.."
Mondar-mandir seperti setrikaan,sejak mimpi tadi Natasha tidak bisa tidur lagi.dia masih kepikiran dengan mimpinya bisa-bisanya dia memimpikan Rio.Makhluk yang paling nyebelin yang pernah dia kenal dan sekarang bertetanggaan.
"Haishh...apa tidak ada lelaki lain yang bisa aku mimpiin ?Kenapa juga harus dia...menyebalkan!"ujarnya sewot."Tapi tadi kelihatan bukan seperti mimpi deh...ah tidak apalah yang penting aku menamparnya....hihihi"senyum jahil tersungging di bibirnya.
Pagi hari yang cerah tetapi tidak secerah hari Natasha.dia masih mengantuk baru beberapa menit yang lalu dia tertidur alarm sudah berbunyi.
"Tidak bersahabat banget sih kamu?!"gumannya sambil tangannya meraih jam beker disamping meja kecil lalu mematikan.Dengan langkah gontai dan malas dia menuju ke kamar mandi.Siap-siap ngantor lagi.Hidup sendiri sebagai lajang itu kadang tidak mengenakan harus jauh dari orang tua.
Yang biasanya jam segini ibunya sudah menyiapkan semua keperluan,membuatkan sarapan dan membangunkan dengan kecupan lembut di keningnya.Nah...sekarang dia harus sendiri,dari masak ataupun yang lainnya.Beginilah kehidupan ketika jauh dari orang tua.Serba sendiri ...
__ADS_1