HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Rumor


__ADS_3

Setelah Bu Wita selesai periksa Fiona,dia memberitahu mereka kalau Fiona tidak apa-apa hanya butuh istirahat dan juga luka dikepala sudah diobati.Bu Witapun juga menyuruh mereka untuk meninggalkan uks karena bel sudah berbunyi agar mereka mengikuti pelajaran lagi.


Tetapi Diana tetap memaksa ingin menunggu Fiona sampai sadar.Karena dia merasa cemas melihat temannya yang terbaring diranjang.Ibu Wita pun memperbolehkan Diana .Dia duduk didekat ranjang Fiona sambil menatap temannya itu.


"Diana tapi nanti kalau Fiona sudah sadar kamu kembali ke kelas lagi .Agar tidak ketinggalan pelajaran"pesan Bu Wita sebelum meninggalkan UKS.Lalu diikuti Cakka dan Rio.


"Iya bu."


Mereka menepuk bahu Diana sambil memberi isyarat jagain Fiona dengan baik.Diana mengangguk mengiyakan.Dia memandang wajah cantik Fiona.Dia merasa kasian dengan apa yang menimpah temannya itu,dan juga tidak menyangka kalau ada orang yang tega mencelakainya.Padahal Fiona seorang gadis yang baik,pintar care sama teman dan juga cantik.


Namun sayang rumor membuat dia terlihat seperti gadis yang kejam.Apalagi semenjak kejadian perkelahian antara dirinya dengan Angel sehingga membuat rumor yang tidak mengenakan untuk Fiona.Ya karena Angel gadis yang populer terkenal gadis anggun yang dikelilingin pangeran.


Banyak rumor mengatakan kalau Fiona merasa iri dengan Angel.Sehingga dia ingin merebut Rayhan darinya padahal semua orang sudah tahu kalau mereka ada hubungan.dan ada juga rumor mengatakan Fiona gadis cantik yang suka menggoda laki laki.Apalagi akhir-akhir ini Fiona terlihat dekat dengan Rio dan Cakka.


Begitulah rumor yang sedang heboh disekolahan sangat menakutkan padahal sebenarnya tidak seperti itu.Mereka hanya melihat tanpa tahu kebenaranya sehingga membuat kesimpulan sendiri.


"Kasian kamu Fiona harus ngalamin kejadian seperti ini?semoga kamu cepat sadar.?"


Diana memegang tangan Fiona yang lembut sambil menatapnya.Dia berharap kalau Fiona tidak kenapa-napa.Karena kejadian kemarin sudah cukup membuat dirinya kawatir .Ditambah lagi sekarang dia melihat Fiona tidak sadarkan lagi dan kembali lagi ke UKS dalam keadaan basah kuyup ,luka di kepalanya juga terbuka kembali membuat Diana sangat kawatir dengan temannya tersebut.


Beberapa menit kemudian Fiona sadarkan diri.Dia mencoba membuka mata.Tangannya memegang kepala masih terasa pusing dan sakit.Dia terkejut mendapati temannya menunduk terlihat jelas diwajah mungilnya itu ada sebuah kecemasan.


"Diana "panggilnya sambil tersenyum melihat Diana.


Diana menoleh melihat Fiona lalu tersenyum lega melihat Fiona sudah sadar.Kekawatirannya hilang melihat senyum terukir di bibir tipis Fiona.


"Fiona akhirnya kamu sadar juga."teriaknya lalu membantu Fiona bangun bersandar diranjang.


"Aku sangat mencemaskan kamu??"sambil memeluk Fiona dia pun membalas pelukan tersebut sambil tangannya mengusap punggung Diana.


"Makasih sudah mencemaskan aku"


Fiona merasa lega melihat Diana yang sangat menghawatirkan itu.Langsung saja Diana memberi pertanyaan bertubi-tubi.Dia sangat ingin tahu apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Kenapa kamu bisa tenggelam di kolam renang?Siapa yang tega melakukan itu?Dan bagaimana bisa kamu pergi ke kolam renang?Dan kamu lihat orangnya yang mendorong kamu tidak?Apa dia gadis atau laki laki?"dia bertanya penuh dengan antusias.Membuat Fiona tambah pusing mendengar pertanyaan tersebut.

__ADS_1


Fiona hanya menatap Diana dengan bingung harus dari mana dia menjawab pertanyaan itu.


"Kok kamu malah bengong?"


"Aku bingung Diana pertanyaan kamu banyak banget membuat aku tambah pusing buat jawabnya"


"Oh..maaf Fiona soalnya aku penasaran banget."


"Iya ga apa-apa?"


Iapun mulai menceritakan awal kejadian tersebut.Kenapa dia bisa pergi ke kolam dan kenapa dia bisa ke jebur dikolam renang.Soalnya Fiona tidak bisa berenang hampir saja Ia tenggelam kehilangan nyawanya.Diana mendengarkan dengan antusias.Ia berfikir sejenak.


"Kira-kira siapa yang tega menulis pesan tersebut lalu mencelakai kamu?Apa kamu melihat wajah orang yang mendorong kamu ke kolam?"


Fiona menggeleng.Melihat jawaban Fiona Diana mendesah kecewa.Harusnya itu bisa jadi petunjuk melihat pelakunya.Sebenarnya Fiona sempat melihat orang yang mendorongnya tetapi Ia tidak mungkin langsung menuduh tanpa bukti.Cara satu-satunya dia harus keruang pengawas untuk melihat rekaman cctv.Agar pelaku tersebut mengakui kesalahan nya dan membayar atas apa yang telah dia lakukan.


"Oh ya... Din siapa yang bawa aku kesini siapa?"


"Cakka ..dia yang bawa kamu dengan gagah perkasa seperti pangeran sedang menggendong sang putri..sumpah Fin tadi Cakka keren banget dan dia sangat kawatir sama kamu .tapi dia begitu mempesona bahkan semua gadis yang ngefans sama dia teriak-teriak.terlihat jelas kalau mereka iri sama kamu..."


"Ih ...beneran deh!"


"Ya udah kita masuk kelas lagi yuk"


"Serius kamu mau masuk kelas lagi??"sambil mengerutkan dahi.


Fiona menatap Diana kalau dia serius mau masuk kelas lagi.Ia tidak mau ketinggalan pelajaran.Sampainya dikelas Pak Agus selaku wali kelas mempersilakan mereka duduk.Ketika Fiona memandang ada sebagian yang menghawatirkan ada juga yang membencinya.Fiona mencoba acuh tidak menganggapnya.Biarlah rumor itu beredar Fiona tidak peduli.


Meskipun kadang Fiona merasa risih dengan tatapan mereka yang seperti tatapan membunuh.Rio yang dari tadi menghawatirkan Fiona dia merasa lega melihat Fiona sudah sadar dan mengikuti pelajaran lagi.


"Bagaimana luka kamu?"


"Sudah mendingan meskipun masih agak pusing."


"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati"

__ADS_1


Diana yang mendengar kata-kata Rio dia merasa salah dengar dengan pendengarannya.Seorang Rio yang terkenal laki-laki dingin yang acuh mengucapkan kata tersebut ke Fiona waw sesuatu.


"Hmm..sepertinya ada gunung es yang mulai mencair"canda Diana langsung disambut tatapan tajam Rio membuat Diana mengkerut.


Fiona mencoba melirik ke arah Rayhan dan sekilas mata mereka saling bertemu.Lalu Rayhan mengalihkan pandangannya ke depan seolah tidak peduli dengan Fiona.


"Benar-benar tidak peduli"guman Fiona sedikit kesal.


Sepulang sekolah Fiona mendengar cemooh siswa-siswa.Disepanjang koridor ada siswa yang menatapnya dengan kebencian.


"Fin kamu jangan hiraukan mereka ya.."Diana menasehati Fiona,Ia takut kalau Fiona bakalan sakit hati mendengar kata-kata mereka.


"Tenang saja Diana aku ga papa kok"Ia memaksakan bibirnya tersenyum agar temannya tidak menghawatirkan.


Ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan terkejut namun dia juga tersenyum sinis dengan apa yang ia dengar dengan rumor tersebut.Setidaknya sudah membuat kehidupan Fiona menjadi susah disekolah.


"Ini baru permulaan"ujarnya lalu pergi.


Fiona menghampiri Cakka ditempat parkir.Dia mengucapkan terima kasih atas pertolongannya kalau tidak ada Cakka mungkin Fiona tidak tertolong lagi.


"Masa cuma terima kasih doang tidak dikasih imbalan"sambil tersenyum jahil.


"Sialan ni anak ..salah aku menilainya dasarnya playboy tetap saja playboy"umpatnya dalam hati.


"Hmm ok kamu mau minta imbalan apa?"sambil mengela nafas sedikit kesal .


Cakka mendekatkan dirinya ke Fiona,dia mencondongkan wajahnya tepat di depan wajah Fiona.Ditatapnya gadis tersebut alis yang melengkung matanya yang bening bibirnya yang tipis dan hidungnya yang mancung.Membuat Cakka terpesona Ia pun tersenyum lalu menyentil dahi Fiona.


Fiona cemberut dengan perlakuan Cakka.Dia tersenyum menggoda Fiona membuat Fiona semakin kesal dan menggerutu.


"Aku akan kasih tahu kamu nanti"ujarnya lalu naik ke motor.


"Huh dasar! Cakka rese buat sakit kepala!!"


"Fiona..."panggil tante Stella.

__ADS_1


"Tante "Iapun masuk kemobil.


__ADS_2