
"Kamu harus pulang sama aku"suara itu terdengar memaksa.
Riopun berkata tidak mau kalah"Enggak...kamu harus pulang dengan ku"
Fiona memandang mereka satu-persatu dengan perasaan bingung.Ternyata mereka tidak menyerah masih keras kepala,padahal sudah tiga hari berturut turut ditolak.Masih saja stand by di koridor sekolah menunggu Fiona.Hm..sungguh menyebalkan!Fiona menghela nafas dengan cueknya ia menjawab"Maaf aku sudah dijemput".
Mereka kecewa mendengar jawaban dari Fiona.Diana merasa kasian melihat Cakka karena ditolak oleh Fiona.Iapun menghampiri Cakka lalu sambil memasang wajah imut ia berkata.
"Cakka pulangnya sama aku aja ya..?"sambil tangannya menggandeng tangan Cakka.Tetapi sayangnya dicuekin malah ia melepas tangan Diana lalu pergi tanpa bicara.
"Ihhh...Cakka jahat"sambil memanyunkan bibirnya dan menatap Rio kesal karena ditertawakan.
Dan dari kejauhan Rayhan memperhatikan mereka.Hatinya tidak tenang melihat Fiona didekati oleh Rio dan Cakka.Ada perasaan sakit dan cemburu.Dia hanya bisa tersenyum masam melihat pemandangan tersebut.Dan Kevin datang memberi semangat,sepertinya Kevin mengerti perasaan sahabatnya.
"Sabar bro.."ujarnya sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Akhir-akhir ini sikap mereka membuat Fiona merasa aneh.Seakan mereka saling berebut dirinya dan selalu datang mengganggu lalu berdebat memperebutkan dirinya.
"Apa kalian salah minum obat?"tanya Fiona dengan kesal melihat tingkah mereka.Rio dan Cakka saling pandang lalu menggeleng.
"Akhir-akhir ini kalian tu aneh.Apalagi kamu Cak...terlalu lebay"Rio tertawa melihat Cakka dimarahin.
"Dan kamu juga Rio bikin aku kesel"sekarang giliran Cakka yang tertawa.Dan Rio menatap Cakka tidak terima dan akhirnya mereka berantem.
"DIAAAAM!"teriak Fiona terlihat diwajahnya yang marah.Ia langsung menutup bukunya lalu berdiri.
"Bisa ga si kalian ga ganggu aku satu hari saja...Aku mau belajar dan butuh konsentrasi "ujarnyablalu pergi.Cakka dan Rio merasa bersalah dan tidak enak hati terhadap Fiona.
__ADS_1
Padahal niat Fiona pergi ketaman belakang sekolah ingin belajar,menyendiri agar bisa konsentrasi untuk ikut ujian nasional tetapi mereka datang membuat dirinya terganggu.Dengan perasaan kesal Fiona mencari Diana dikelas.
"Kenapa muka kamu kok cemberut gitu?"
"Lagi kesel Din..keperpus yuk ".
Pulang sekolah seperti biasa Cakka menunggunya di koridor.Diana menyenggol lengan Fiona.
"Cakka tu sudah nungguin kamu"
"Duh enggak kapok-kapoknya dia ..sudah ditolak beberapa kali masih saja.."dengan wajah kesal.
"Pulang sama aku saja"ujar Rio sambil menarik tangan Fiona.Cakka tidak terima melihat tangan Fiona ditarik oleh Rio.Dia langsung berjalan menghampiri Fiona.
"Tidak bisa Fiona hari ini pulang sama aku"
"Bukan urusan kamu Rio"suasana semakin memanas mereka saling menatap dan tidak mau kalah.Fiona menjadi bingung harus bagaimana takutnya merek bertengkar lagi.Apalagi siswa yang lain saling memandang dan juga para siswa gadis penggemar Cakka dan Rio saling berbisik dan menatap Fiona dengan tatapan benci.
"Sudah kalian berhenti!apa-apan si kalian seperti anak kecil.Aku mau pulang bersama Diana,sudah titik"ujar Fiona kesal langsung menarik Diana pergi.
"Kenapa kamu tidak pernah mau pulang sama mereka Fi?"
"Kamu tidak lihat siswa gadis penggemar mereka menatapku seperti apa.Mereka menatapku seakan ingin membunuhku dan aku tidak mau dapat masalah lagi."Diana mengangguk membenarkan.
"Terus kita mau kemana ?"
"Ke pantai"ujar Fiona dengan senyum senang.Diana pun tersenyum gembira saat mendengar pantai.Waw pantai memang tempat yang pas untuk melepas segala penat.Apalagi mereka habis mengerjakan ujian nasional.Diana menyuruh supirnya untuk menuju pantai Ancol.
__ADS_1
Sampainya disana mereka langsung disambut oleh pemandangan pantai yang indah dan juga pasir putihnya.Suara ombak pantai membuat hati lebih damai ditambah lagi hembusan angin yang semilir membuat segar.
Kita bisa melihat sunset juga di pantai Ancol.Pemandangan yang tidak mudah untuk dilupakan ditambah lagi jembatan yang melengkung.Banyak orang menyebut dermaga jembatan cinta,karena disini tempat yang romantis untuk para pasangan muda mudi dan juga tempat yang bagus untuk foto preweding.Jika malam hari lampu lampu indah menyala germelap disekitar pantai dan juga cafe-cafe yang terdekat tambah banyak pengunjung.
Pas untuk berkumpul dengan pacar atau sahabat,keluarga atau hanya sekedar mampir untuk melepaskan penat.
"Hmmm...rasanya damai banget"ujar Diana sambil memejamkan mata menikmati suasana pantai.
"Membuat rasa penat kita menjadi hilang"
"Tapi Fi ..aku masih khawatir jika aku tidak bisa lulus bagaimana?"ujarnya dengan wajah sedih.
Fiona memeluk temannya memberi semangat ."Positif thinking Din..aku yakin kamu pasti lulus.Kita kan sudah belajar bersama."
"Aku berharap gitu "
"Semangat !!"hibur Fiona.
"Tapi Fi dari tadi kamu rasa aneh ga?"
"Aneh kenapa?"sambil memasang wajah bingung.
"Coba kamu lihat semua yang datang kesini kebanyakan sama pasangannya...lah kita"
"Ha..ha ..ha...kirain apaan .Kita kan jomblo jangan halu"ujar Fiona sambil tertawa.
Ya....mereka memang masih jomblo.Fiona belum kepikiran untuk pacaran.Apalagi dia habis patah hati karena cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan.Meskipun dia sekarang tahu jika orang yang dia suka akhirnya menyukainya namun semua itu sudah terlambat.Mungkin memang benar tidak semua kisah cinta pertama berakhir indah.
__ADS_1
Kalau Diana ada ingin punya pacar tapi sayang orang yang dia sukai malah suka dengan sahabatnya.Begitulah kisah cinta mereka berdua tidak ada yang indah.