
Dibawah sinar terik matahari,hanya terhalang pantulan bayangan tembok.Rio mencoba tertidur dibalcon atap sekolah.Disana ada kursi panjang tempat biasa Rio ingin menyendiri atau tidur siang.Disaat ingin memejamkan mata ,tiba-tiba seorang gadis datang dengan suara tangisan.
Awalnya Rio tidak ingin menghiraukan.Tetapi suara isakan tersebut mengganggu dirinya dan akhirnya ia membuka mata lalu terbangun,duduk bersandar ke tembok.Sambil mengamati gadis tersebut dan gadis itu adalah Fiona.
Masih terlihat jelas mata sembab bekas air mata.Seperti ia sedang mengalami kesedihan mendalam dan anehnya ketika Rio menatap mata Fiona dari samping.Tiba-tiba hatinya ikut merasakan sedih,terasa sakit melihat Fiona menangis.Ingin rasanya membelai rambutnya atau memberikan bahunya buat sandar Fiona agar membuat hatinya lebih baik.
"Apa kamu ingin bunuh diri?"tanya Rio dengan nada meledek.Fiona cepat-cepat mengusap air matanya yang terus mengalir.Dia tidak tahu kalau Rio dari tadi ada disana.
"Sejak kapan kamu duduk disitu?"mencoba menyembunyikan kesedihan.
Rio tersenyum "Dari tadi sebelum kamu datang mengganggu tidurku"sambil beranjak menghampiri Fiona.
"Apa kamu menangis ?Jangan kelamaan menangis nanti bedak kamu luntur dan membuat wajahmu terlihat jelek"ledeknya dengan wajah tanpa dosa.
"Siapa menangis aku tidak menangis?"dengan nada tinggi lalu Fiona memanyunkan bibirnya merasa kesal.
Rio tertawa melihat wajah Fiona yang manyun"Ha ha ha ....tambah jelek"langsung dapat tatapan tajam dari Fiona.
"RIOOOOO ...memang dasar nyebelin!!"teriak Fiona sambil mengejar Rio yang mencoba kabur dari pukulannya.Akhirnya terjadi kejar kejaran seperti Tom&Jerry.
Sepulang sekolah Fiona langsung mandi lalu memakai t-stirt bermerek guci dengan warna peach cocok dengan warna kulitnya yang putih.Celana jean warnah biru telur asin setumit,sepatu sneker dan tidak lupa juga tas selempang bermerek guci.
Hari ini ada janji mengunjungi Angel dirumah sakit sebelum ia dioperasi.Fiona langsung memanggil taxi karena tante Stella belum pulang dari kantor.Sampainya dirumah sakit.Fiona terkejut saat membuka pintu ruang rawat Angel.Disana ada Rayhan yang sedang berdiri disamping ranjang Angel.Fiona merasa canggung,apalagi dengan kejadian tadi disekolah.Ingin rasanya pergi dari sana ,enggan bertemu Rayhan.Tetapi sudah terlanjur Angel melihat dirinya.Ia juga tidak enak hati jika langsung pergi begitu saja.
"Fiona sini"panggil Angel senang,dengan perasaan canggung Fiona menghampiri Angel.
Rayhan menatap Fiona sembari tersenyum lembut.Deg..!detak jantung Fiona tidak karuan terasa sakit.Ia mengutuk Rayhan.Berhenti-tersenyum-seperti -itu-kepadaku.
Tidak lama kemudian Dokter dan suster datang membawa Angel pergi memasuki ruang operasi.Sebelum Angel masuk ia membisikan sesuatu kepada Fiona.
"Setelah aku sembuh aku harap kamu menepati janjinya,dan terima kasih buat selama ini sudah menemaniku."sambil tersenyum cantik diwajah pucatnya.
Fiona mengangguk mantap lalu Rayhan menghampiri Angel dan mencium keningnya lalu berkata"Jangan takut aku akan selalu menunggumu".Angel tersenyum senang ,sedangkan Fiona hanya bisa tersenyum pahit.Melihat adegan mesrah tersebut,didalam lubuk hatinya masih ada rasa.
__ADS_1
Setelah memasuki ruang operasi suara tangisan pecah.Fiona juga merasa sedih dan khawatir semoga saja operasi Angel baik-baik saja.Kedua orang tua Angel menangis,mencoba tegar.Meskipun keduanya sudah berpisah tetapi mereka masih saling menyemangati dan berbagi duka.
Fiona langsung berpamitan kepada mereka lalu diikuti juga oleh Rayhan.Dia juga ikut pamitan lalu mengejar Fiona.
"Fiona.."panggil Rayhan ramah.Ingin rasanya Fiona tidak menghiraukan panggilan tersebut tetapi kakinya seakan tidak mau jalan.
"Aku ingin bicara sama kamu"
glek!Fiona menelan ludah mencoba tegar.
"Mau bicara apa lagi Rayhan?"
"Maafkan aku.."ujarnya sambil meraih tangan Fiona dengan nada penyesalan.
"Maafkan aku yang sudah membuat kamu sakit hati atas sikap ku.Tetapi tidak bisakah kamu mencintaiku lagi"pintanya membuat Fiona merasa konyol.Tidak salah dengarkan Rayhan meminta dirinya untuk mencintainya lagi.
Kemana saja selama ini ?disaat dirinya mengejar ngejar seperti orang gila malah mengusirnya dan bahkan berkata kasar kepadanya.Fiona terdiam lalu menatap Rayhan,ditatapnya laki-laki tersebut.
Laki-laki yang membuat hatinya hancur sambil melepaskan genggaman tangan Rayhan sambil berkata"Maaf Rayhan aku tidak bisa ...Aku sudah berjanji kepada Angel akan melupakan kamu."
"Tetapi aku tidak mencintai kamu Ray.."dengan tegas Fiona memberi penolakan.
"Bohong!!..aku tahu dihatimu masih ada rasa cinta kepadaku"sambil meraih tangan Fiona lagi.Tetapi Fiona menghempaskan tangan Rayhan lalu mundur satu langkah.Dia tidak ingin hatinya dipengaruhi lagi oleh Rayhan,tidak mau terjerat kembali.
Fiona langsung pergi memanggil taxi,air matanya jatuh mengalir.Tadinya tidak ingin rasanya menangis namun ia tidak bisa menahanya.Meskipun sudah berusaha tegar tetapi apa daya.Fiona pun hanya berharap setelah menangis membuat hatinya lebih baik.
Dan anehnya ia meminta pak supir taxi berhenti di depan cafe dengan logo COFFE &VANILLA.Cafe itu terletak dipinggir jalan,di area yang dipadati pejalan kaki yang lalu lalang.Suasana ramai karena berada dipusat kota.Seakan hatinya menuntun dirinya masuk kedalam cafe tersebut.
Klinting!suara pintu terbuka."Selamat datang dicofee and vanilla"sapa seorang laki-laki sambil tersenyum ramah.Tercium aroma kopi diseluruh ruangan saat dirinya masuk kedalam.
Laki-laki itu terkejut saat melihat seorang gadis datang sambil tersenyum,yang tidak lain adalah Fiona.
"Hai ..ternyata kamu ada dicafe...aku ingin capucino satu"
__ADS_1
"Bukannya kamu tidak suka kopi?apa kamu sengaja datang menemuiku?"
Fiona tersenyum "Aku memang tidak suka kopi tapi bukan berarti aku sengaja datang menemui kamu.Mungkin aku tersesat sehingga datang kesini"
"Hah !tersesat seperti anak kecil"
Setelah memesan minumannya Fiona pergi mencari tempat duduk yang pas buat menyendiri.Memang ia tidak menyukai kopi tetapi hari ini ia ingin meminumnya,merasakan pahitnya kopi seperti kisah cintanya.
"Apa dia habis nangis lagi?"gumannya,dan anehnya sejak kapan dirinya suka memperhatikan Fiona.
Faisal temannya Rio sekaligus manager dicafe tersebut merasa heran melihat Rio memandang gadis itu,gadis yang pernah diajak kemari.
"Apa kamu menyukainya?"
"Apa ?tidak.."ujarnya tetapi telinganya memerah membuat Faisal tersenyum.Hati dan mulutnya berkata lain.
"Samperin saja sekalian saja anterin pesananya..Mungkin gadis itu sedang ada masalah."Rio merasa heran "Bagaimana kamu bisa tahu."
"Terlihat jelas diwajahnya, matanya yang sembab seperti habis menangis"
Tanpa ba bi bu Rio langsung melepaskan epronnya lalu menghampiri Fiona sambil mengantarkan pesanan.
"Sepertinya hari ini mendung ya"sambil memandang langit dari jendela kaca.Fiona terkejut terbangun dari lamunannya.Ikut memandang keluar.
"Mendung apanya cerah gini buktinya banyak bintang bersinar."ujarnya dan sejak kapan Rio duduk didepannya.
Rio tersenyum manis membuat para gadis meleleh."Bukan yang dilangit tetapi diwajahmu"
Fiona termenung mendengar Rio.Apa terlihat jelas kalau dirinya sedang sedih.
"Apa kamu ada masalah?"Fiona menggeleng.
Rio mengusap kepala Fiona "Jika sudah siap bercerita aku siap jadi pendengar mu"ujarnya lalu beranjak dari tempat duduk.
__ADS_1
"Nanti jangan pulang dulu biar aku antar kamu"Fiona terbengong mendengarnya ternyata Rio orangnya hangat juga meskipun kadang nyebelin.