
Natasha menghembuskan nafas beratnya.Dia berjalan ditaman setelah pulang kerja.Dia menyuruh Anton sang supir berhenti di taman dekat dengan Apartemen dan menyuruh Anton pulang duluan.Hari sudah malam,langitpun berubah gelap gulita hanya dihiasi cahaya bintang.Lampu-lampu malam menyinari membuat bayangan langkah Natasha yang terlihat berat.
Ada perasaan yang aneh mengganjal di hatinya.Tentang ingatan yang hilang,sudah berusaha untuk mencari tahu tentang memori masa lalu tetapi sampai sekarang masih sulit untuk mengingatnya.Dan membuat dia heran kenapa kenangan tentang masa lalunya seakan terhapus?Apakah itu yang ia inginkan?
Dia mencoba untuk berusaha meskipun itu kenangan tentang masa lalunya yang menyakitkan ataukah kenangan yang indah dia akan menerima.Natasha duduk di taman sambil memandang langit malam.Memandangi bintang-bintang sambil tersenyum tipis.
Kenapa setiap aku menatap bintang-bintang disana serasa ada sebuah kenangan dengan seseorang yang aku cintai?Hmmm mungkin itu hanya sebuah hayalanku...
"Kau suka memandang bintang?"tanya seorang lelaki dengan suara khasnya sambil menyodorkan Caffelatte dingin.Dengan reflek Natasha menoleh kesamping mendongak menatap lelaki tersebut.
"Sendirian..?"sambil duduk disamping.Natasha mengangguk sambil mengambil minuman itu.
"Hmm..darimana kamu tahu kalau aku suka minuman ini?".Rayhan tersenyum.
Aku juga tidak tahu kenapa membeli minuman itu?Aku hanya menebak karena teringat dengan Fiona.
"Supir kamu mana biasanya kamu sama supir?"
"Oh,dia sudah aku suruh pulang duluan".
Malam yang dingin,Rayhan melepaskan jaketnya lalu memakaikan ke pada Natasha.Natasha memandang Rayhan kemudian tersenyum dia merasa tersentuh dengan perhatiannya.
"Lain kali kalau kamu ingin memandang bintang lagi bilang sama aku,aku akan mengajak kamu ke suatu tempat agar kamu bisa melihat bintang dengan dekat."
"Benarkah?Takutnya aku akan merepotkan kamu"
"Tidak ..aku malah merasa senang."sambil tersenyum dan senyuman itu membuat Natasha meleleh.Wajahnya terlihat merah karena merasa malu dan gugup.Hatinya berdebaran.
Alangkah senangnya jika aku menjadi kekasihmu
Natasha menatap Rayhan dengan intes mencoba menerawang mata almonnya.Apakah dia lelaki yang playboy yang suka terbar pesona?Kalau iya dia telah berhasil membuat dirinya jatuh hati.
Rayhan menjentik dahi Natasha dengan jari telunjuknya,"Ouch.."sambil mengusap dahinya.
Dalam hati dia berkata Natasha terlihat sangat cantik.Wajahnya,cara dia tersenyum dan berbicaranya bahkan minuman yang dia sukai semua terlihat seperti Fiona.
__ADS_1
Aku berharap kalau kau Fiona?Jika memang kamu Fiona aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi.
"Ray.."panggil Natasha."Rayhan..."
"Ah maaf"
"Kok kamu bengong, lagi mikirin apa?"
"Bukan apa-apa.".Meskipun Rayhan mencoba berbohong tetapi terlihat jelas di raut wajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Bagaimana keadaan di kantor?"tanya Rayhan.
"Baik.."
"Aku dengar kalau kantor kamu sedang bekerjasama dengan perusahaan Rio".
"Iya..Bagaimana kamu bisa tahu?"tanyanya menyelidiki.Rayhan tersenyum lalu berkata,"Rio yang bercerita "
Natasha mengernyitkan dahinya."Dia sahabat aku"
"Kenapa?"sambil mengangkat satu alisnya,kemudian tertawa."Oh...pasti kamu sudah dibuat kesal olehnya".Natasha mengangguk,"Tunggu bukan maksud aku menjelekan dia"
"Ha..ha ha tidak apa.Rio memang orangnya seperti itu."Mereka saling tersenyum kemudian tertawa bersama.Malam yang indah tak ingin rasanya cepat berlalu.Sepi dan sunyi seakan menghiasi malam yang gelap ini tetapi berkat adanya seseorang disamping,akan membuat malam yang gelap seakan dihiasi cahaya indah.Tak ada lagi kesunyian maupun rasa sepi itu.
Dari kejauhan seorang wanita mengamati mereka.Terlihat raut wajah yang marah.Kekesalan terhadap wanita yang sedang tersenyum itu,dia mengepal tangannya kemudian melangkah mendekati.
Berjalan lalu merebut minuman yang dipegang Natasha kemudian menyiram wajah Natasha.Byuuur...
Wajah Natasha basah."Apa yang kamu lakukan?"tanya Rayhan menarik tangan Agni.
"Sudah berapa kali aku peringatan kamu jangan dekati kekasihku!"
"Aku tidak mendekati kekasihmu".Rayhan merasa tidak enak hati,ia merasa kesal dengan sikap Agni yang keterlaluan.
"Kamu bilang tidak mendekati kekasihku.Tetapi sekarang kamu berduaan di taman malam-malam begini."
__ADS_1
"Agni kamu jangan kelewatan"
"Rayhan aku tidak akan seperti ini kalau kamu tidak dekat-dekat dengan dia"
"Agni lebih baik kamu pulang"
"Tidak!aku mau membuat perhitungan dengan wanita sialan ini."
"Agni!"teriak Rayhan menarik tangan Agni menjauh dari Natasha.
"Lepasin aku Ray.."Rayhan hanya diam terus menarik Agni.Sedangkan Natasha menggeleng kepala merasa kesal dan juga marah melihat baju dan wajahnya yang lengket karena siraman tadi.
"Menyebalkan"umpat Natasha mencoba mengelapnya dengan tisue lalu dia berjalan pergi ke apartemen.Dan tanpa ia sadari ada seseorang mengabadikan gambar mereka.Senyum sinis tersungging dibibir orang itu.Seakan menemukan gosip yang akan panas.
"Sayang seharusnya kamu tadi tidak menghalangi aku untuk memberi pelajaran wanita sialan itu"Agni berkata sambil bergelaut manja.
"Agni bisa diam tidak!"bentak Rayhan,membanting stir lalu menatap tajam Agni.
"Sayang.."
"Stop Agni!aku muak dengan kamu,sikap mu sangat keterlaluan!"Kali ini Rayhan benar-benar marah.Tatapan dingin dan ketus menyelimuti suasana membuat Agni terdiam menjauhkan tangannya.Tak berani berkata apa-apa lagi.
Natasha menghempaskan tubuhnya diatas ranjang.Lelah,penat,kesal dan suasana hati yang tidak baik membuat dirinya hanya mendesah sambil menatap langit-langit kamarnya.Tanpa sadar cairan bening menetes,apa yang ia tangisi?.Ketika melihat Rayhan pergi bersama Agni tiba-tiba hatinya terasa sakit.Perasaan kecewa menyelimuti membuat dirinya merasa sedih.Diapun bertanya pada diri sendiri mungkinkah kalau ia sudah suka dengan Rayhan.
Dia tidak menyangkah akan semudah itu jatuh hati dengan lelaki seperti Rayhan.Memang dia lelaki yang baik dan perhatian.Jarang sekali Natasha akan merasa senyaman itu bila bersama lelaki .
"Mungkinkah aku sudah suka denganmu"gumannya.
Sepertinya dia sudah terperangkap dalam lingkaran cinta.Apa yang akan terjadi jika dia sudah masuk kedalam perasaannya ?.Kedalam lingkaran cinta yang sangat ia takuti selama ini.Rasa sakit yang tidak akan tertahankan.Bahkan dia juga belum mengingat memori kenangan masalalu.Dan apa yang akan terjadi jika ia sudah mengingatnya.Apakah masih ingin jatuh cinta?.
Natasha mengusap airmata itu."Apa seperti ini rasanya sakit hati?rasanya sangat menyiksa."
Dia bangkit dari tempat tidurnya lalu pergi mandi.Membuang perasaannya,berhenti berharap yang sudah jelas kalau Rayhan bukan miliknya lagi.
"Tapi sangat sulit menghapus bayangan Rayhan dari pikiran.Oh tidak...."dia merasa kesal sambil menatap cermin melihat pantulan bayangan disana.Dan seketika ada bayangan Rio di cermin itu yang sedang tersenyum menggoda sambil mengedipkan matanya membuat Natasha terkejut melangkah mundur.
__ADS_1
"HEH...?"