
Malam hari Fiona melirik jam beker disampingnya .Tidak terasa jam sudah menunjukan jam 9:00malam.Dia pun menutup bukunya sesekali dengan menguap karena kantuk.Merapikan ranjang dan berdoa berharap dalam hati malam ini tidak melakukan hal yang kacau.Tidak lama kemudian Fiona tertidur dan saat membuka mata ia terkejut sudah berada dikamar orang lain.
"Haiiis...pelepasan jiwa lagi!"umpatnya dia berdiri didepan meja belajar yang komputer nya masih nyala namun tidak ada orang.Disaat Fiona membalik kebelakang betapa terkejutnya ada sosok laki-laki berdiri dibelakang dan juga ada suara petir bergelegar.JEDAAAAR!!!
"HAaaaaaaaaaa....."Fiona berteriak dengan kencang.
"Fiona.."panggil laki-laki tersebut namun sayangnya Fiona keburu hilang.Diapun menggeleng kepala merasa bingung kalau dirinya tadi melihat Fiona orang yang sangat familiar dan tidak mungkin ia salah mengenalinya namun secara tiba-tiba hilang dari pandangan.
"Mungkin halusinasi"sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
Fiona pun langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas yang terenggah-enggah,debaran hatinya yang tidak karuan.Diapun memegang dadanya mencoba mengatur nafasnya lalu memandang sekeliling.
"Syukurlah aku dikamar...sepertinya tadi hanya mimpi "Namun sejenak Fiona berfikir kalau tadi seperti nyata kalau dirinya berada dikamar orang lain dan juga ada suara petir.
JEDAAAAAAR!suara petir menggelegar seperti akan turun hujan lebat malam ini.Fiona berteriak mendengar suara petir dengan sambaran kilat membuat suasana terlihat horor.Diapun menyembunyikan diri kedalam selimut berharap dapat tidur kembali.
Dan apa yang terjadi setelah Fiona tertidur dia kembali berada dikamar laki-laki yang tadi.Dia masih ingat dengar desain kamar tersebut.Kamar dengan nuansa lembut dan cat warna grey.Cocok dengan keteria sifat lagi lelaki tersebut.Kamarnya juga tersusun rapi dan bersih untuk anak laki-laki.Fiona pun berdecak ia menebak sepertinya pemilik kamar ini orang yang suka menjaga kebersihan.
Didepan ranjang ada meja belajar dengan komputer disamping meja belajar ada gitar berwarna coklat tua.Fiona pun berfikir seperti tidak asing dengan pemilik gitar tersebut.lalu dia menggeleng kepala.Matanya tertuju dengan dua meja kecil disamping ranjang tersebut.Meja disebelah kiri ada lampu tidur dan juga jam beker warna hitam lalu yang sebelah kanan ada dua figura sepertinya foto pemilik kamar tersebut.Saat Fiona mengambil foto tersebut betapa terkejutnya.
"Kevin.."pekiknya sambil mengamati foto tersebut ada Rio ,Kevin,Angel,Rayhan dan juga Cakka memakai seragam sekolah.
Seperti nya foto tersebut diambil di halaman sekolah.Dia merasa iri melihat senyum mereka yang terlihat damai.Apalagi Angel seperti putri yang dikelilingin 4 pangeran tampan.
"Betapa beruntungnya kamu"sambil menaruh kembali lalu ia mengambil foto yang satunya.Dia merasa gemas dengan foto ada anak laki-laki sedang tersenyum lucu.
__ADS_1
"Sepertinya ini Kevin ..imutnya dia gemas sekali waktu masih kecil"lalu matanya terkejut melihat gadis kecil yang dirangkulnya.
"Tidak mungkinkah ini Angel ...oh ternyata dia ...memang cantik dari kecil."
Namun Fiona bingung ia tidak menemukan sosok Kevin dikamar tersebut.Apa Kevin ada dikamar mandi ?Ia ingin masuk tapi ia merasa canggung tidak pantas seorang gadis mengintip laki-laki dikamar mandi.Diapun mengurungkan niatnya lalu duduk diranjang menunggu Kevin keluar.
Tapi setelah difikir-fikir lagi ngapain Fiona menunggu Kevin.Dan juga apa maksudnya ia pelepasan jiwa kekamar Kevin.Dia pun merasa bingung dari pada ia duduk diam dikamar tersebut, ia memutuskan untuk keliling rumah Kevin siapa tahu ada hal yang menarik.
Iapun keluar kamar melangkah dilorong kamar dengan cahaya lampu yang redup kalau buat film horor pas banget ini ujarnya dalam hati.Memandang sekeliling ternyata ia ada dilantai dua saat ia mau menuruni tangga ia melihat sebuah ruangan yang pintunya terbuka.Karena penasaran ia masuk kedalam seperti pencuri mengendap-ngendap.
Ternyata ruangan itu ruang baca ,banyak buku yang tersusun rapi dirak tersebut.Ada buku novel romantis dan disebelah ada novel horor dan dirak yang satunya buku sastra yang tebal tebal dan sebuah folder .Karena cahaya yang redup hanya lampu belajar Fiona tidak melihat kalau ada orang yang tertidur disofa panjang tersebut.
"Kyaaa..!!hampir jantungan kenapa tidur disini?"sambil memperhatikan Kevin.Masih ada buku didadanya sepertinya dia habis membaca novel vampir knight .
Fionapun berjongkok disamping sofa sambil memandang wajah Kevin."Tidak banyak berubah masih tetap imut kalau tidur seperti ini.."
"Belum cukupkah memandang wajahku?"suara bas mengagetkan Fiona sampai terjengkang karena terkejut.
"Apa segitu imutnya aku sampai kamu mau mengambil gambar diriku??"tanya Kevin membuka mata memandang Fiona.Fiona yang masih terkejut hanya bengong tidak bisa ngomong.
"Tunggu bentar kamu bisa melihat aku?"tanya Fiona
Kevin mengangguk membenarkan "Iya..Fiona"
Tidak...tidak..dia tahu namaku berarti dia bisa melihatku seperti Rio ? oh..tidak !!ujarnya dalam hati sambil menggeleng kepala.Tidak lama kemudian ia menghilang jiwanya kembali kedalam raganya.
__ADS_1
Kevin yang melihatnya merasa bingung dengan hilangnya Fiona.Diapun memangil manggil namanya namun tidak ada jawaban.Apa mungkin ia halusinasi lagi?
"Tidak mungkin pasti tadi aku lihat nyata bukan halusinasi" sambil menyakinkan dirinya .
Fiona merasa frustasi dengan apa yang terjadi.Dia masih tidak percaya kalau Kevin bisa melihatnya.Diapun hanya bolak-balik memikirkan kejadian tersebut dan melihat jam beker masih jam 5 pagi.
Daripada ia bingung gelisah diranjang ia memutuskan untuk jogging menghirup udara segar siapa tahu nanti ada solusinya.Diapun cuci muka sikat gigi lalu mengganti baju dengan baju jogging dan pergi ketaman dekat komplek nya.Tidak jauh dari taman tersebut ia melihat Rio sedang scotjam lalu Fiona menghampiri.
"Hai Rio.."sapanya dengan lembut.Rio hanya menatap sekilas lalu kembali scotjam lagi.Fiona kesal karena dicuekin.iapun cemberut lalu berlari kecil meninggalkan Rio.
Tidak lama kemudian Rio menyusul Fiona ia menyamakan langkahnya.Fiona yang masih kesal hanya nenatapnya tidak suka.Rio tersenyum melihat wajah Fiona yang cemberut terlihat imut.
"Tidak biasanya kamu jogging ?"
"Kenapa memangnya tidak boleh"dengan nada ketus sambil melirik dirinya.
"Apa kamu marah?"Fiona hanya diam.Rio pun bertanya lagi.
"Semalam kamu apa masih pelepasan jiwa?"Fiona tetap diam hanya mengangguk.Rio merasa canggung dengan sikap diam Fiona ia menghentikan langka lalu menarik tangan Fiona sampai membuat badan Fiona berputar menabrak badan Rio.Rio menahanya mata mereka saling padang membuat Fiona malu menatap Rio.
Hari ini Rio terlihat seksi dengan t-sirt berwarna abu abu.Dengan keringat membasahi badannya.Riopun melepaskan cengkramannya lalu melangkah mundur sedikit jarak.Entah mengapa hatinya berdebar.
"Maafkan aku.."lirihnya.Fiona kembali tersenyum mendengar kata maaf darinya.
"Kenapa kamu tersenyum ?"sambil mengamati Fiona.
__ADS_1
"Apaan si?"dengan malu ia menepuk punggung Rio.Membuat Rio mengusap bekas pukulan Fiona lumayan sakit.iapun kembali menanyakan kembali apa Fiona semalam dia pelepasan jiwa lagi.Karena ia semalam menunggu sampai jam 11 malam namun Fiona tidak datang.Fiona berbohong tidak mungkinkan ia bilang semalam ke kamarnya Kevin dan menceritakan kejadian tersebut.