HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Ingatan


__ADS_3

DUAAAG!!


Suara hantaman ketika Natasha membuka lemari mencoba keluar dari sana.Dan tanpa dia sadari menghantam wajah Rio,disaat dia sedang berdiri didepan lemari.Tadinya Rio ingin mengambil piyama.


"Ouch .."rintih Rio sambil memegang dahinya yang sakit.Natasha dengan wajah terkejut dia keluar dari dalam lemari.


"Kamu..?"tanyanya wajah Rio berubah terkejut melihat Natasha.


"Hmmm...maaf"ujar Natasha dengan wajah lugu tanpa dosa.Dia mencoba kabur mengambil langkah seribu.Tetapi seketika itu Rio yang tahu kalau Natasha mau ancang-ancang pergi,dia menarik kerah belakang Natasha.


"Mau kemana kamu?"


Natasha nyengir merasa takut jika Rio akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.Apalagi dia lelaki yang dominan yang suka memaksa.


"Beraninya kamu ingin melarikan diri?"


"Boleh tidak kamu lepasin aku untuk kali ini saja?"ujar Natasha menunduk tidak berani menatap mata Rio yang tajam.


Rio menyunggingkan senyum tipis sambil memandang Natasha.Dalam pikiranmnya bagaimana Natasha bisa masuk kedalam apartemen nya.


"Bukannya kamu sengaja datang kemari karena ingin bertemu denganku?Apakah kau sangat merindukan aku sampai kamu datang kemari dan sembunyi didalam lemari?"


"Heh..?"Natasha membulatkan matanya terkejut sambil tangan nya menyilang."Ini bukan seperti apa yang kamu bayangkan"


Rio menarik pinggang Natasha kemudian membisikan sesuatu "Jangan malu"ujar Rio membuat pipi Natasha merona.Tubuhnya bergetar,detak jantungnya tidak karuan dan hatinya berdebaran.


Lelaki ini memang menyebalkan


"Kamu.."sambil tangannya menujuk ke wajah Rio.Tetapi Rio hanya tersenyum menggoda Natasha.Aku ingin cepat-cepat pergi dari sini.


Natasha tidak bisa berbuat apa-apa.Rio terus memepetnya dan menggoda membuat Natasha kesal.Dia tidak dapat mengontrol diri.Dalam hati Natasha berharap dia cepat kembali dan semua ini hanya mimpi bukan kenyataan sambil memejamkan matanya.Whusss seperti suara angin.


Dan kemudian dia berlahan membuka mata,dia sudah ada didalam kamarnya.

__ADS_1


"Syukurlah ini hanya mimpi"ujar Natasha sambil bernafas lega.Dia belum mengetahui kalau dia barusan melakukan pelepasan jiwa.


Disisi lain Rio dia berdiri dengan wajah bingung dan terkejut melihat Natasha yang hilang secara tiba-tiba.Kalau dia tidak mimpi maupun halunisasi yang barusan dia alami itu seperti nyata.Kalau Natasha benar-benar ada disini.Dia mencoba menampar wajahnya.


PLAAK!


"Ouch..!"teriaknya merasa sakit."Aku tidak mimpi...itu benar-benar nyata.Tapi...."Rio terdiam sambil berpikir.


"Jangan bilang kalau dia...Pelepasan jiwa"kata Rio sambil teringat dengan Fiona."Fiona dulu juga bisa pelepasan jiwa.Apa mungkin kalau Natasha juga seperti itu?"


Pagi harinya....


Natasha mengendap-endap mencoba keluar dari apartemen.Celingak-celinguk lihat kanan-kiri takut kalau akan bertemu Rio.


"Syukurlah tidak ada.."kata Natasha sambil mengusap dada bernafas lega.Diapun melangkah mendekati lift.Memencet tobol di samping lift itu dan Ting...


Pintu lift terbuka,Natasha terkejut dengan mulut menganga melihat seseorang didalam lift tersebut.Seorang lelaki dengan senyum menggoda Natasha,membuat dirinya kesal.


"Ah...sepertinya ada yang kelupaan "ujar Natasha mencoba membalik badan menghindar dari lelaki tersebut yang tidak lain Rio.Tetapi Rio langsung menarik tangannya masuk kedalam lift.


"Siapa yang menghindar..?Aku enggak kok"ujarnya sambil membuang muka tidak berani menatap mata Rio yang tajam.Rio hanya tersenyum sinis,matanya terus memandangi Natasha.Tercium aroma lavender dari rambut Natasha membuat hatinya berdebaran.


"Bagaimana bisa semalam kamu ada di apartemen ku?"sambil menatap Natasha dengan tatapan menyelidiki.Sial! umpat Natasha bukannya semalam hanya mimpi.


"Hmm aku tidak tahu..yang jelas aku tidak pernah pergi ke apartemenmu"


"Jangan mengelak"kata Rio dengan nada tegas.


"Aku tidak mengelak.."ujar Natasha sedikit menekan."Ngapain juga aku pergi ke apartemen mu?"Rio membulatkan matanya.


Kenapa Rio menuduhku kalau semalam aku datang ke apartemennya?Bukannya kalau semalam aku hanya bermimpi.


"Apa kamu yakin?"tanyanya lagi membuat Natasha mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Iya aku yakin!"ketus Natasha kesal.Mereka terdiam hanya saling memandang.


"Nanti aku antar kamu kekantor."Natasha mengernyitkan dahinya menatap Rio.


"Jangan coba-coba kamu menolaknya"ujar Rio dengan wajah tenang tetapi terdengar tegas.


"Kau.."tunjuk Natasha merasa kesal belum sempat dia ingin mengumpat Rio pintu lift sudah terbuka.Mereka sudah sampai di basement apartemen.


Mau tidak mau Natasha menuruti Rio meskipun dalam hati dia terus mengumpat merasa kesal.


"Mau ngapain kamu?"tanya Natasha was-was saat tubuh Rio mendekat.


"Hanya ingin membantu kamu memasang sabuk pengaman"


"Hm..tidak usah aku bisa sendiri".


Rio menyetir mobil sambil sesekali matanya melirik Natasha.Terlihat wajah Natasha yang cemberut,dia tersenyum melihat wajah Natasha terlihat menggemaskan ketika sedang marah.


Berhentilah memandangiku,apa kamu tidak tahu jantungku serasa ingin lepas?


Natasha mencoba mengatur nafasnya,menghilangkan debaran.Dia tidak pernah tahu kenapa di setiap dekat dengan Rio selalu mengalami hal-hal yang menyebalkan..?Apa aku sudah mulai suka dengan lelaki ini?tanya Natasha dalam hati sambil melirik Rio.Ah..tidak mungkin enaknya sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah sampai"kata Rio menghentikan mobilnya di loby kantor tempat kerja Natasha.


"Terimakasih "ujar Natasha kemudian turun dari mobil.


"Tunggu.."


"Apa..?"tanya Natasha menyipitkan matanya.


"Cium perpisahannya mana"kata Rio sambil tersenyum.Membuat mata Natasha membelalak terkejut.


"APA?!dasar Rio..!"teriak Natasha kesal.Rio hanya terkekeh melihat wajah Natasha sambil melaju mobilnya pergi.

__ADS_1


"Benar-benar sialan kamu Rio!"umpat Natasha sambil berjalan masuk ke ruangannya.


__ADS_2