
Sebuah kecelakaan yang tidak dapat dihindari.Fiona merasakan devaju,kejadian yang pernah dia alami.Dikala itu dia sedang bersepeda mengejar Rayhan tetapi dari arah lain ada mobil yang melaju kencang dan menabrak dirinya persis seperti sekarang ini.
Fiona mengayuh sepedanya menyebrang jalan menghampiri Rio.Namun dari arah lain ada mobil dengan kecepatan tinggi.Dikala itu Rio yang melihat ada mobil melaju kencang,dia berteriak memanggil Fiona memperingati.
"Fiona ....awaaaaaas!!!"masih terdengar jelas teriakan Rio,membuat Fiona menoleh kesamping namun sayangnya dia tidak bisa menghindar kembali.
"Jika aku masih diberi kesempatan hidup kembali....Jangan biarkan aku merasakan sakit hati ini.Aku berharap melupakan semua kesedihan....menjadi kebahagiaan".
Mobil sedan putih itu menabraknya membuat Fiona terpental,kepalanya terbentur totoar jalan dan sepeda Fiona hancur.Namun sialnya mobil tersebut langsung melarikan diri tidak bertanggung jawab.Rio langsung berlari menghampiri Fiona dengan wajah cemas.Orang-orang yang disekitar sana terkejut lalu ikut melihat dan menelfon ambulan.
"Fiona...Fiona....tolong bertahanlah!".mohon Rio dengan wajah pucat pasih melihat Fiona tergeletak dipinggir jalan.Darah segar keluar dari kepala Fiona dengan begitu banyak.Rio mendekap kepala Fiona dipangkuan Rio membuat tangan dan baju Rio berlumuran darah.
Sebelum Fiona menutup mata dia sempat melihat plat mobil orang yang menabrak dirinya.Dengan pandangan sedikit kabur,terdengar teriakan orang-orang dan suara panggilan memanggil namanya.Fiona tersenyum lalu menutup mata.
"Fiona tolong..bertahan sedikit lagi ambulan datang...Fiona...Fiona"Rio terus memanggil Fiona dia sangat takut dan cemas.Wajahnya terlihat pucat dan bibirnya bergetar hebat.
Tidak lama kemudian ambulan datang langsung membawa Fiona kerumah sakit.Rio masih memanggil namanya sambil menggegam tangan Fiona.Dia ikut berlarian mendorong Fiona dengan suster tersebut lalu memasuki ruangan UGD.
"Maaf mas ...ini buat pasien.Masnya tidak boleh masuk"ujar suster itu lalu menutup pintu UGD.
__ADS_1
Rio terdiam lalu duduk perasaan nya sangat kacau.Kekhawatiran Rio membuat dia merasa takut dan cemas.Bolak-balik dia jalan seperti orang gila.Sesekali mengintip dari balik pintu memastikan Fiona.Tidak lupa juga menelfon tante Stella dari handphonenya Fiona.
Setelah mendengar kabar dari Rio,tante Stella duduk lemas.Dia sangat terkejut tidak percaya seperti disambar petir saat siang hari.Pikirannya menjadi kacau,kakinya juga terasa lemas.Tante Stella langsung mengendarai mobilnya pergi kerumah sakit.Dia berlarian menemuai Rio,dengan wajah cemas nya dan air mata yang terus menetes.Tante Stella terisak menangis tidak percaya kalau Fiona tertabrak mobil.
Ternyata firasat buruknya yang tante Stella rasakan dari pagi hari tidak disangka akan seperti ini.
"Kenapa bisa seperti ini kamu Fiona...?"ujar tante Stella dengan suara isakan.
Rio hanya bisa memandang sedih melihat tante Stella dia seperti sangat terpukul dengan kejadian ini.Yang membuat Rio tambah kesal dan bersalah,orang yang menabrak Fiona tidak bertanggung jawab kabur begitu saja.Tetapi sialnya lagi Rio tidak tahu plat mobil tersebut.Dia benar-benar frustasi.
Setelah beberapa jam dokter yang menangani Fiona keluar.Tante Stella langsung menghampiri dan bertanya.
"Anda siapanya pasien?"tanya dokter itu sambil memandang tante Stella dan Rio.
"Saya tantenya dok...kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan dari Australi."
Dokter memandang tante Stella dengan sedih dan berat hati."Luka pasien sangat serius dan banyak mengeluarkan darah jadi kami butuh golongan darah yang cocok dengan pasien."lalu menghela nafas panjang."Dan sayangnya kami kehabisan stok darah yang sama dengan pasien"
"Golongan darahnya apa dok?"tanya tante Stella dan Rio.
__ADS_1
"Golongan darahnya O"
"Saya golongan darahnya O dok.."ujar Rio lalu menawarkan diri untuk menyumbangkan darahnya.
"Kamu serius nak Rio?"tanya tante Stella merasa tidak enak hati.Rio mengangguk yakin dan memandang tante Stella tidak usah khawatir.Tante Stella merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Rio.
"Terimakasih nak Rio..dan maaf kan tante menyusahkan kamu"
"Tidak apa-apa tante...yang penting bisa menyelamatkan Fiona.
Atas berkat Rio,Fiona terselamatkan.Banyak jahitan di kepala Fiona kerena luka yang serius membuat dia banyak kehilangan darah.Dan sekarang Fiona masih dalam keadaan koma.
"Bagaimana dok?"tanya tante Stella.
"Bersyukur ada nak Rio golongan darahnya cocok dengan Fiona."ujar Dokter tersebut sambil bernafas lega tersenyum menatap Rio.Tante Stella merasa tersentuh atas kebaikannya.Dia banyak berterimah kasih kepada Rio.
"Terimakasih nak Rio...dan sepertinya kamu lebih baik pulang dulu istirahat.Pastinya badan kamu terasa lemas karena habis di ambil darah.Nanti kalau ada kabar tentang Fiona.Tante kasih tahu kamu"
"Iya tante sama-sama kalau begitu Rio pulang dulu..."pamit Rio melangkah pergi.
__ADS_1
"Apakah aku sudah berada disurga....??aku tidak merasakan sakit lagi"