HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Curiga


__ADS_3

Natasha menelfon tantenya,dia memberitahukan kalau ia sudah mengingatnya.Malam itu Natasha turun,dia keluar dari apartemen mengngendarai mobil menuju ke rumah Stella.


Suara bell terdengar.Stella berdiri dari tempat duduknya,ia melangkah menuju pintu kemudian memutar gagangnya.


"Fiona.."panggilnya ketika melihat Fiona berdiri di depan pintu dengan wajah kusut dan mata sembab.Sepertinya ia habis menangis.


"Masuklah"kata Stella mempersilakan Fiona masuk.Herman yang sedang menonton bola di tivi.Sejenak ia menoleh menatap Fiona lalu tersenyum.


"Fiona..ada apa ?"tanyanya.


Fiona duduk.Stella dan Herman menatapnya bingung.


"Apa benar kamu sudah mengingat semua?"tanya Stella.Fiona mengangguk.


"Iya tante aku sudah mengingatnya."


"Lalu bagaimana dengan kamu?"Stella bertanya lagi ia tahu apa yang dirasakan Fiona keponakannya itu.Kenangan itu bukanlah kenangan yang indah.


Dia pasti merasakan rasa sakit.Rasa yang membuatnya menjadi benci.Bagaimana tidak?!Orang yang sangat ia cintai atau cinta pertamanya.Pada akhirnya menjadi milik orang lain.


Dan orang itu menjadi temannya.Akhirnya ia mengalami kecelakaan tabrak lari.Dan kejadian tabrak lari itupun tidak bisa dipechkan.Tim penyelidik menyerah tidak bisa menemukan tersangka karena kurangnya barang bukti.


Sepertinya tersangka langsung lari menghilangkan bukti-bukti.Apalagi saat itu juga Fiona hilang ingatan.


"Aku baik-baik saja.Aku ingin mengungkap kejadian kecelakaan tabrak lari yang dulu menabrakku."


"Bukannya kasus itu sudah ditutup"ujar Herman.


"Apa kamu punya buktinya Fi?"Fiona menggeleng."Tapi tante,aku tahu plat mobil itu dan aku juga mencurigai seseorang?"


"Siapa!"pekik Stella dan Herman bersamaan.


"Aku belum bisa memastikan siapa dia?Tapi aku akan mencari buktinya."


"Biar Om saja yang mengurusnya.Om punya teman detektive."


"Tidak usah Om"tolaknya.


"Kenapa Fi ?Ini bagus untuk keselamatan kamu,Om tidak mau terjadi sesuatu lagi kepada kamu"


"Iya Fiona apa yang dikatakan Om kamu benar"


"Om ..Tante terima kasih sebelumnya.Tapi Fiona ingin mengurus sendiri.Fiona akan lebih berhati-hati."


Stella dan Herman hanya saling pandang.Mereka hanya bisa merestui keputusan Fiona.


"Ya sudah tidak apa.Tapi kalau ada apa-apa tolong lansung hubungi Om"


"Iya Om...Tante."

__ADS_1


"Hari ini kamu menginap disini saja sudah malam jangan pulang."kata Stella.


"Iya tante".


***


Rio mengamati balkon kamar Natasha.Sepertinya Natasha tidak dirumah lampu kamarnya dari tadi gelap.Dia berdiri di balkon sambil minum kopi menatap kota malam Jakarta.


Sunyi.Terlihat sepi di malam itu hanya suara kendaraan yang masih lalu-lalang.Rio masih memperhatikan balkon apartemen Natasha.Dia mendesah ada rasa kekecewaan di hati.


"Kemana perginya dia ?Sampai sekarang masih belum pulang.Bukannya dia sedang tidak enak badan?".Melirik layar hp dari tadi chat Natasha tidak dibalas.Dia merasa khawatir tidak biasanya Natasha pergi tanpa memberi tahu dan tidak membalas chatnya.


"Apa terjadi sesuatu ?"gumannya frustasi.


Tiba-tiba hpnya berdering.Dengan wajah senang ia mengambil hp di saku berharap kalau itu Natasha yang menelfon.


Tetapi ketika menatap layar hp ternyata bukan ,dengan wajah kecewa Rio mengangkatnya.


"Hallo"


"Hallo Bos,saya sudah kirim ke email anda"kata orang yang disebrang telepon.


Kemudian Rio menutup telepon tersebut lalu mengecek email masuk.Ketika ia melihat email tersebut ada gambar foto-foto Natasha yang pergi kerumah Herman.


"Kenapa dia pergi ke rumah Pak Herman?"ujarnya merasa bingung.


Pak saya perhatikan dari tadi sepertinya,Nona Natasha belum keluar dari kediaman Pak Herman.Dan mungkinan Nona Natasha menginap disana.


Rio mengerutkan dahi bertanya-tanya kenapa Natasha menginap di rumah Pak Herman.Kemudian dia mengetik membalas pesan tersebut.


Terimakasih kamu boleh pulang.


***


Pagi hari tercium aroma masakan yang menggoda perut.Natasha pergi menuju ruang makan mengikuti aroma tersebut.


"Selamat pagi"sapanya."Hmmm...Aromanya menggoda banget"


"Pagi Fiona ,Ayo sini makan Tante sudah masakin Kwetiuw goreng Seafood."


"Makasih Tante"sambil duduk.


"Selamat pagi semuanya"sapa Herman.


"Pagi Om".Herman mendekati istrinya kemudian mencium keningnya.


"Pagi sayang"kata Stella.Mereka benar-benar romantis.Keromatisan mereka membuat Fiona merasa iri.Membuat Fiona hanya tersenyum melihat pemandangan tersebut sambil menguyah makanannya.


"Fiona kamu hari ini tidak usah masuk kerja dulu"

__ADS_1


"Lho!Kenapa Om?"


"Lebih baik kamu istirahat dulu sampai kamu pulih.Untuk sementara kamu tinggal saja. disini temanin Tantemu".


"Iya Fi"kata Stella dia duduk disamping Fiona lalu menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai sarapan.


"Terimakasih sayang makanannya,aku berangkat dulu ke kantor"pamit Herman sambil senyum ramah.


"Iya mas,hati-hati"


"Fi kalau ada apa-apa kasih tahu aku"


"Iya Om".Herman melangkah keluar,bayangannya hilang di ambang pintu.


Fiona membereskan piring bekas mereka makan dan tidak lama kemudian terdengar suara bayi menangis.


"Fi bentar ya Bella bangun"kata Stella ia bergegas menghampiri anaknya.


"Bella lucu ya"kata Fiona mendekati Stella,ia duduk di ranjang.Stella tersenyum.


"Fi kalau kamu sudah pulih ingatannya.Berarti kamu tahu hubungan tentang Rayhan dan Angel?"sambil menggendong Bella.Bayi lucu itu sedang minum asi.


"Iya Tante.Yang pastinya mereka sudah bahagia sekarang"


"Bahagia?"Stella berkata dengan wajah terkejut."Tidak Fi!Rayhan sama sekali tidak bahagia."


"Kenapa?Bukannya mereka sudah menikah."


"Tidak Fiona,Rayhan tidak jadi menikahi dengan Angel.Saat itu Angel penyakitnya kambuh lagi dan akhirnya dia meninggal tepat disaat hari pernikahan mereka"


Fiona terkejut mendengarnya."Tante bukannya Angel sudah sembuh.Waktu itu dokter mengatakan kalau Angel sembuh."


"Iya Fi tapi Tante juga tidak tahu kenapa Angel kesehatannya drop ketika mendekati hari pernikahan dan akhirnya dia meninggal."


"Jadi Angel sudah tiada"ujar Fiona dengan wajah sedih."Tante tahu dimana Angel di makamkan."


"Iya"Stellapun memberitahukan alamat dimana Angel dimakamkan.


Sebelum ketempat makamnya Angel ia mampir ketoko bunga.Aroma harum tercium.Wewanginan dari bunga-bunga segar yang baru ditata rapi di toko tersebut.Fiona memilih bunga tulip,bunga kesukaan Angel.


***


Fiona menatap batu nisan disana tertulis nama Angel.Dia tidak menyaka kalau Angel sudah tiada.Masih terngiang senyuman cantik dari wajahnya.Apalagi ketika sedang bertunangan dengan Rayhan terlihat wajahnya yang sangat bahagia.Kecantikan disaat itu membuat sesama wanita iri.


"Hai Angel ...Maaf aku baru datang menjenguk kamu.Aku baru tahu kalau kamu sudah pergi jauh.Aku pikir kamu sudah menikah dengan Rayhan tidak tahunya kamu sudah bahagia disana."Fiona berkata dengan sedih.Ia mengusap air matanya.


"Aku minta maaf Angel selama ini aku sudah melupakan kamu.Melupakan semuanya"sambil mengusap Nisan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2