HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Teman


__ADS_3

 


*Ketika rasa ini menyiksaku


Hanya air mata yang mengalir...


Kesedihan itu ....


Tak pernah aku bayangkan akan nya kehilangan dirimu*.....


 


Angel menolak mentah mentah atas keinginan Fiona yang ingin menjadi temannya.Perasaan benci itu seakan melekat pada dirinya.Tak pernah terfikir bagi Angel akan menjadi temannya Fiona,orang yang selama ini ia benci.


Ia menatap tajam Fiona menyuruhnya untuk pergi.Dia tidak mau melihat Fiona,disetiap ia melihat hatinya terasa sakit.Angelpun mengusir Fiona,padahal niat Fiona baik.Dia tidak ingin terus terusan menjadi musuh yang hanya saling menyakiti dan juga jika yang diinginkan Angel adalah Rayhan .Dia akan mencoba untuk menjauhi dan tidak akan mengganggu hubungan mereka.


Orang tua Angel menatap Fiona dengan kasian harap untuk memaklumi Angel.Mungkin dia masih shock dengan apa yang barusan ia bicarakan.Butuh waktu untuk menerimanya.Fiona berpamitan kepada orang tuanya Angel.


Sampainya dirumah dia merebahkan badannya keatas ranjang yang empuk.Menghembuskan nafas hari ini terasa melelahkan.Banyak masalah yang tidak sesuai dengan harapannya.


"Apa aku keterlaluan?"bertanya pada diri sendiri


"Arrrrggggh.....entahlah"sambil mengacak rambutnya penuh frustasi.


Keesokan harinya tante Stella datang kesekolah dan didepan gerbang bertemu dengan orang tua Angel.Merekapun saling menyapa lalu masuk ke sekolahan.Awal saat Fiona memberikan surat dari kepala sekolah.Dia sangat terkejut tidak menyangka jika keponakannya punya masalah disekolah.


Awalnya tante Stella marah kenapa tidak memberitahu dari awal kalau dia ada masalah.Disaat tante Stella akan memberi tahu orang tuanya Fiona.ia mencegahnya dengan tatapan memohon.


"Tolong tante jangan kasih tahu ayah dan ibu.."


"Kenapa Fiona ,mereka harus tahu kalau kamu ada masalah disekolah?"


"Aku mohon tante jangan sampai mereka tahu...jika tante memberitahukan mereka pastinya akan menyuruh aku pulang ke Australia.Dan aku tidak mau tante aku ingin lulus dulu disini."sambil memasang wajah memelas.


Tantenya pun menuruti Fiona ia tidak memberitahukan kedua orang tua Fiona.Tante Stella juga merasa kasian kepada Fiona jika masalahnya semakin besar.


"Oke tante tidak jadi kasih tahu mereka tetapi lain kali kalau ada masalah tolong kasih tahu tante"


"Iya tante...makasih"sambil memeluk dengan hangat.


Fiona tahu jika dia salah telah menyembunyikan masalah tersebut karena ia takut membuat tante Stella dan kedua orang tuanya khawatir .Dan pastinya ayah dan ibunya akan menjemput dirinya lalu menyuruh untuk kembali ke Australia.Bagaiamanpun juga Fiona ingin menyelesaikan sekolahnya disini dulu.


Diana menatap Fiona dengan ibah.Dia berharap masalahnya bisa cepat diselesaikan dan semoga juga Fiona tidak dikeluarkan dari sekolah.

__ADS_1


"Apa kamu baik baik saja?"sambil menatap Fiona yang berada disamping.Mereka sedang berada dikantin sekolah.


"Iya aku baik baik saja"ujarnya tidak semangat.


"Semoga Pak Sekolah punya kebijakan atas masalah kamu.Aku percaya kalau kamu tidak bersalah "Fiona memandang Diana ia bersyukur punya teman yang baik seperti Diana.


"Makasih."


"Yo, siapa ini ada gadis pembawa masalah?"ujar Agni yang sedang duduk di kantin.


"Iya tidak tahu malu"timpal Silla yang duduk didepan Agni.


Diana merasa geram dengan mereka namun Fiona menggeleng kepala jangan menghiraukaan mereka.Tetapi saat Fiona dan Diana jalan melewati tempat duduk mereka,Agni menghalang kaki Fiona dan kemudian.Fiona terjatuh semua makanannya tumpah kebawah untung saja tidak mengenai baju Fiona.


Semua siswa dikantin melihat dan mereka tertawa.Apalagi Agni cs mereka merasa senang melihat Fiona terjatuh.Diana mengepalkan tangan ia merasa marah atas perlakuan mereka yang keterlaluan.Rasanya ingin menghajar Agni.Fiona hanya bisa menahan kesal jika ia membalasnya masalahnya akan bertambah lagi.Diapun hanya mengepalnya sambil berguman.


"Sabar Fiona"


"KALIAN...!"teriak Diana marah sambil menatap tajam.Tetapi Fiona langsung berdiri menghalang Diana,agar tidak gegabah.


"Kenapa ..??Mau marah...hahaha"ejek Agni lalu siswa yang lainnya juga tertawa.


Fiona menatap sekeliling semua siswa dikantin tertawa mengejek dirinya. Dia merasa malu diperlakukan seperti ini namun ia tidak bisa membalasnya karena masalah dirinya dengan Angel saja belum selesai.Dan belum tahu apa hukuman yang akan dia terima nanti.Jangan salahkan aku jika nanti akan aku balas guman Fiona dalam hati lalu pergi ke toilet sambil menatap tajam ke Agni.


"Kenapa kamu menghalangi aku Fiona?"tanya Diana kesal dengan sikap Fiona yang hanya diam diperlakukan seperti tadi.


"Aku tidak mau menambah masalah Din..."


"Tapi mereka keterlaluan Fiona!"Diana masih emosi ia tidak terima jika Fiona dipermalukan seperti tadi.Fiona hanya memandang temannya dengan lembut.Kalau dia tidak apa-apa.Setelah selesai membersihkan diri dari cibratan makanan tadi.Diana dan Fiona kembali ke kelas.Dan didepan kelas ada tante Stella menunggu.


Diana menyapa tante Stella lalu pamit masuk kelas duluan.


"Bagaimana tante ?"


"Sudah beres dan orang tua nya Angel tidak menuntut, kami memilih berdamai."


"Yang bener tante?"sedikit terkejut tidak percaya.Tante Stella mengangguk membenarkan,Fiona merasa senang.


"Oiya tante nanti aku pulangnya naik busway saja mau ketempat teman ."


"Tidak mau tante anterin sekalian "


"Tidak usah tante.Tante...makasih untuk hari ini"ucapnya sambil tersenyum lalu tante Stella memeluk Fiona penuh kasih sayang.

__ADS_1


Sepulang sekolah Fiona datang kerumah sakit menjeguk Angel.Didepan ruang rawat ada ibunya Angel.Dia menyapa dan mengucapkan terima kasih karena tidak menutut masalah tersebut.


"Saya juga berterima kasih karena Fiona tidak memberikan Vidio tersebut kepada Kepala Sekolah "


"Iya tante sama sama"senyumnya lalu masuk kedalam.


Terbaring seorang gadis cantik diatas ranjang dengan bantuan alat medis.Fiona memandang gadis tersebut dengan lembut.Dilihatnya wajahnya yang masih pucat dan sejenak gadis tersebut membuka mata menatap Fiona tidak suka.


"Ngapain kamu kesini?"tanyanya dengan ketus.Fiona meletakan buah yang ia bawah diatas meja kecil sebelah ranjang.


"Menjenguk kamu"


"KAMU.....!"menghela nafas karena benci melihat Fiona.


"Aku tahu kamu tidak suka dengan aku,tapi aku datang kesini hanya ingin menjadi teman kamu."


"Aku tidak butuh teman apalagi KAMU..?"teriaknya sambil memegang dadanya.Fiona menatapnya terlihat jelas jika Angel menahan sakit.


"Angel apa begitu bencinya kamu ke aku?Aku tahu apa yang kamu khawatirkan.Kamu takut jika aku merebut Rayhan iya kan"Angel hanya diam tidak menjawab hanya menatapnya.


"Tidak perlu kamu khawatir ngel..karena pada akhirnya dia akan menjadi tunanganmu.Asal kamu tahu aku hanya ingin sekolah dengan tenang menyelesaikan ujian setelah lulus aku akan pergi ke Australia lagi.Jadi kamu jangan takut aku akan merebut Rayhan."Fiona berharap jika Angel mau jadi temannya.


"Bukannya kamu mencintai Rayhan?"


"Iya aku mencintai Rayhan namun sepertinya Rayhan tidak mencintaiku dan sekarang ia sudah berubah.Tawa dan candanya yang aku rindukan hanya tinggal kenangan.Semenjak dia kenal kamu Angel sepertinya didalam hati tidak ada lagi aku.Dan aku berhenti untuk berharap mencoba melupakan masa lalu dengan Rayhan.Jadi kamu jangan khawatir aku tidak akan mengambil Rayhan dari mu."


"Apa kata-kata kamu bisa dipercaya?"


"Heemm."sambil mengulurkan tangan.


"Apa?"


"Mau jadi temanku?"tanya Fiona Angel memandang tangan Fiona hatinya masih belum bisa menerima,masih ada sedikit kebencian.


"Sepertinya kamu pulang saja aku ingin sendiri "usir Angel lalu kembali berbaring memejamkan mata.


Fiona hanya menghela nafas kecewa tidak seperti yang diharapkan.Diapun hanya menatap punggung Angel yang membelakangi Fiona lalu pergi keluar meninggalkan Angel sendiri.


"Bagaimana ?"tanya ibunya.


"Angel sepertinya masih marah sama saya tante"


"Yang sabar ya..nanti tante bantuin nasehati Angel."

__ADS_1


"Terimakasih tante"ujarnya lalu pamitan pulang.


__ADS_2