
Esok paginya Fiona pergi joging di taman sekitar komplek yang tidak jauh dari rumahnya.Suasana pagi itu lumayan ramai orang ada yang berlari kecil bersama keluarganya,ada juga anak kecil yang bersepeda dan ada juga yang jalan-jalan dengan anjingnya.Dan juga udara pagi hari itu bagus untuk otak dan pernafasannya.Tidak hanya membuat fresh tetapi juga melepaskan rasa penat,seperti suasana hati Fiona yang sangat kacau.
Ia merasa sedih dengan Rayhan yang tidak bisa melihatnya semalam dan juga ia merasa kesal dengan lelaki yang akhir-akhiri ini sering di temui.Ia juga merasa sedih melihat Rayhan dengan gadis lain dan juga ia merasa marah dengan kedua orang tuanya yang tidak mengijinkan untuk pergi ke Indonesia mengejar Rayhan.Semua itu menjadi beban bagi Fiona.Ia menghela nafas panjangnya seakan hari-harinya berat dilalui tanpa Rayhan.
"Hari yang cerah"gumannya sambil rebahan direrumputan.
"Tapi...tidak dengan kehidupan ku".tangannya sambil melambai keatas menutupi sinar matahari yang mulai silau.
Sudah 3 hari Fiona mencoba bicara sama ayahnya tetapi jawaban ayahnya membuat Fiona kecewa.Ayahnya tidak mengijinkan Fiona untuk pindah sekolah di Indonesia apalagi untuk mengejar Rayhan.
\*\*\*\*\*
"Pagi sayang "sapa ayahnya yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Pagi "jawabnya tanpa tersenyum.Carla merasa putrinya berubah menjadi pemurung.Sebagai seorang ibu ia merasa kasian melihat putri kesayangannya menjadi pemurung tidak ceria seperti dulu lagi.
"Kamu mau makan roti apa nasi goreng?"tanya ibunya lembut.
"Roti saja"jawab Fiona ketus.Carla pun memandang Arnol memberi isyarat untuk bicara sama Fiona.
"Fiona kamu kenapa ?"tanya ayahnya sambil merlirik Fiona yang duduk disamping.
Tetapi Fiona hanya terdiam tidak menjawab.
"Fiona apa kamu marah sama ayah?"tanyanya lagi untuk memastikan.Namun masih tidak ada jawaban darinya.Fiona sibuk dengan roti tanpa menghiraukan pertanyaan ayahnya.
"Fiona apa kamu marah sama ayah karena ayah tidak mengijinkan kamu pindah sekolah ke Indonesia ?"tanya ibunya hati-hati .Tetapi Arnol raut mukanya berubah marah.Fiona menoleh,memandang ayahnya.
"Bukannya ibu sudah tau kalau Fiona ingin sekali pindah kesana?"
"Kenapa Fiona kamu keras kepala sekali!?" bentak ayahnya.Fiona terkejut baru kali ini ayahnya membentaknya.Fionapun langsung berdiri lalu pergi berangkat kesekolah tanpa menghiraukan ayahnya yang memanggilnya.
\*\*\*\*\*
Carla mecoba untuk membujuk suaminya agar memberi izin Fiona untuk pindah sekolah.
"Tolonglah sayang kasih izin Fiona."
"Kenapa kamu ikut ikutan seperti Fiona?"
__ADS_1
"Sayang apa kamu tidak kasian melihat Fiona akhir-akhir ini terlihat murung ?aku tidak tega melihat Fiona tengah malam menangis karena merindukan Rayhan."
"Tapi.."belum selesai bicara Carla sudah memotongnya."Tolonglah sayang di Jakarta juga ada Stella adik aku tantenya Fiona .Dia pasti bisa jaga Fiona apalagi Dia juga masi belum punya anak.Rumah Stella juga dekat dengan sekolahnya Rayhan. "
"Bagaimana kamu tahu tempat sekolahnya Rayhan?"
"Tadi saya tanya dengan Pak Andre ayahnya Rayhan."Suaminya pun terdiam mendengar kata istrinya.Iya apa salahnya Fiona ikut Stella.
"Oke nanti saya pikirkan lagi"jawab suaminya lalu pamit berangkat kerja.Carla tersenyum senang mendengar jawaban suaminya .
\*\*\*\*\*
Malam harinya Arnol mengetuk pintu kamar anaknya .Tidak ada jawaban.Krek.Suara pintu terbuka.
"Maafin ayah sayang kalu sudah keras sama kamu apalagi sampai membentaknya."sambil memasang wajah memelas berdiri di ambang pintu.
Fiona memandangnya wajah ayahnya lalu memeluknya."Maafin Fiona juga yah...yang sudah keterlaluan."
"Ayah sudah bilang sama kepala sekolah 2 hari lagi kamu bisa pindah ke sekolah di Indonesia"mendengar kata ayahnya Fiona sangat senang lalu ia mencium pipi Arnol.
"Makasih ayah".Arnol mengangguk sambil tersenyum senang melihat Fiona kembali ceria.Dia tidak sabar ingin cepat-cepat datang ke Indonesia.
Dua hari kemudian Fiona pergi kebandara diantar oleh Carla sedangkan Arnol tidak bisa ikut karena ada kerjaan yang belum selesai biasa dia terlalu sibuk.
"Kamu hati-hati disana.Jaga sikap kamu yang sedikit urak-urakan,perbaiki penampilan kamu kalau bisa jadi feminin"ujar Carla.
"Iya bu"jawab Fiona .Dia kadang merasa kalau ibunya terlalu cerewet.
"Ayah sibuk ya?"tanya Fiona sambil menghela nafas.
"Iya hari ini ada meeting.Kalau kamu sudah sampai di Jakarta jangan lupa kabarin ibu.Jaga kesehatan kamu dan tidak boleh nakal.Nanti di sana ada tante Stella yang jemput kamu jadi kamu harus dengerin tante Stella oke sayang..."sambil memeluk Fiona melepaskan kepergian.
"Siap Bu!"ujar Fiona kemudian masuk ke dalam.
"Kami pasti sangat merindukan kamu sayang"teriak Carla membuat Fiona sedikit malu karena jadi sorotan orang-orang disana terlihat lebay.
Beberapa jam kemudian Fiona sampai di bandara Soekarno Hatta.Stella tantenya sudah standby untuk menjemput.
\*\*\*\*\*
__ADS_1
"Fiona.."panggil tantenya ketika melihat Fiona datang dari jalur keluar.
"Tante Stella" sambil memeluk.
"Bagaimana perjalanan kamu?"
"Capek.."
"Ha..ha..ha"Stella tertawa melihat wajah Fiona.
"Bagaimana kabar orang tua kamu?"
"Baik seperti biasa sibuk dengan kerjaan?"jawab Fiona sambil fokus melihat pemandangan disetiap dilaluinya.
"Kenapa kamu ingin sekolah di sini bukannya bagus disana?"tanya tantenya sambil mengemudi.Fiona tersenyum tipis.
"Jakarta bagus ya tante ".Ia masih belum percaya kalau sudah di jakarta biasanya cuma jiwa nya yang melayang kesini.Sekarang secara real jiwa raga juga sudah di Indonesia.Sesuatu yang dibanggakan bisa ketemu Rayhan.Sebelum bertemu Rayhan .Fiona mengajak tantenya untuk pergi kesalon dan shoping untuk merubah penampilannya menjadi gadis yang feminin.
"Kenapa harus merubah penampilan segala Fi?"tanya Stella merasa heran.
"Hanya ingin.."jawabnya.
\*\*\*\*\*
Hari yang ditunggu bagi Fiona akhirnya ia diantar tantenya kesekolah SMA Cahaya Jakarta.Saat turun dari mobil banyak siswa memandanganya dengan pandangan kagum dengan tatapan penasaran.Dan Fiona memandang pagar pintu gerbang sekolah itu yang tinggi sekitar 2 meter,ia merasa familiar dengan sekolah ini.Seperti ia pernah pergi kesini sebelumnya.
"Minggir kamu halangan jalan ku!"perintah seseorang laki-laki yang sangat Fiona kenal suaranya.Itu adalah Rio laki- laki yang membuat Fiona kesel.Iapun langsung geser kesamping.Lalu menutupi mukanya ia berharap Rio tidak mengenalinya.
Riopun berjalan cuek tanpa memandang gadis tadi.Fiona bernafas lega melihat Rio sudah pergi jauh.Ia merasa devaju saat pertama kesini juga adegannya sama seperti tadi.
"Suatu kebetulan.Dan kenapa juga satu sekolahan dengan dia ? Huh!"
\*\*\*\*\*
Bel berbunyi semua siswa masuk sekelas masing-masing.Fiona diantar oleh satpam masuk keruang kepala sekolah untuk pendaftaran siswa pindahan. Setelah selesai mengurus pendaftaran lalu Fiona diantar sekelas 12-C kelas yang siswanya pintar-pintar.Ketika berjalan di koridor sekolahan semua siswa yang dekat jendela memandang kagum sambil berkata.
"CANTIK".membuat kelas-kelas riuh.
"He..he..he ternyata ada gunanya juga berubah penampilan..."guman Fiona pelan sambil menahan senyum,takut di dengar oleh Pak Kepala.Beliau mengantar Fiona ke kelas 12-C .Setelah Beliau bicara dengan wali kelas Fiona dipersilakan masuk.Iapun berjalan dengan anggunnya sambil melihat mencari seseorang yang sangat dirinduinya dan ternyata Rayhan ada dikelas itu.Dia duduk dipojok.Rayhan pun terkejut melihat Fiona ada didepan seakan dia tidak percaya bahwa di depan itu Fiona.
__ADS_1
"Fiona"gumannya pelan dengan perasaan terkejut.Fiona tersenyum...Akhirnya orang yang dicari ketemu.