HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Menangis


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit Fiona langsung pergi mandi membersihkan diri.Setelah itu ia membaca buku sambil mendengarkan lagu dari handphone.Dia bersandar dikursi menghadap jendela menikmati angin sore hari yang sepoi masuk kedalam kamar Fiona,membuat dirinya terkantuk.Tidak lama kemudian Fiona tertidur.Saat membuka mata ia sudah diruangan yaitu rumah sakit dimana Angel sedang dirawat.


Ia terkejut dengan apa yang ia lihat.Pemandangan yang membuat hatinya sakit.Seorang lelaki yang sedang menyuapi seorang gadis penuh dengan sabar,yang tidak lain mereka adalah Rayhan dan Angel.


"Kenapa kamu menangis?"tanya Rayhan kepada gadis didepannya.Sedangkan gadis tersebut hanya menatapnya dengan pandangan kosong ,air matanya terus mengalir.


"Jangan takut ada aku disini.Percayalah bahwa kamu akan baik-baik saja"hiburnya sambil memeluk gadis tersebut dengan hangat.


Dari kejauhan Fiona hanya terdiam membisu mulutnya seakan terkunci melihat itu dan entah kenapa hatinya terasa sakit.Air matanya terus mengalir menetes membasahi pipi.Dia mengusapnya sambil berkata.


"Aku tidak ingin disini."


Dalam sekejap ia menghilang dari ruangan tersebut.Dia berharap kembali kekamarnya namun saat ia membuka mata ia berada di depan cafe yang bertulis COFFE &VANILLA .Fiona pun menghela nafas tidak percaya.Dia hanya jongkok didepan cafe tersebut sambil sesegukan karena menangis.


"Kenapa hatiku terasa sakit bukankah aku sudah tidak mencintainya lagi?"tanyanya pada diri sendiri.


Banyak orang lalu lalang dan keluar masuk dari cafe tersebut.Tetapi Fiona masih terdiam berjongkok didepan sana,hatinya terasa sedih ..amat sedih.Dia juga merasa bingung pada diri sendiri.Kenapa setiap Rayhan bersama Angel hatinya masih sakit seakan tidak rela.Bukannya dia sudah bilang kalau dia tidak lagi mencintai Rayhan.


"Kenapa aku seperti ini...hiks ?"


"Mau sampai kapan kamu jongkok disitu cafenya sudah mau tutup?"kata seseorang dengan suara bassnya.Fiona mendongak memandang laki-laki tersebut dengan seksama seakan wajahnya terhalang cahaya sehingga menghalangi pandangannya.


"Rio..."panggilnya lalu memeluk.Rio hanya terdiam ia sedikit terkejut dengan sikap Fiona yang tiba-tiba memeluk dirinya.


"Maaf .."ujar Fiona setelah sadar dengan apa yang dilakukan lalu melepaskan pelukan.Mereka terlihat canggung dan terdiam.


Rio hanya memandangi Fiona dan berfikir.Fiona pelepasan jiwa lagi dan dia datang kesini dengan wajah sembab seperti habis nangis apa dia mendapat masalah?.


"Masuk yuk kedalam "tawar Rio mengajak Fiona.Cafe tersebut milik keluarga Rio dan sekarang ia yang jadi pemiliknya.


"Maaf ya Rio aku ingin pulang "ujarnya lalu menghilang.Setelah melihat Rio hatinya terasa tenang tidak sesakit yang ia rasakan tadi.Mungkinkah Rio obat rasa sakit tersebut fikir Fiona sambil menggeleng kepala.


"Enak juga jadi kamu datang tiba-tiba dan setelah itu menghilang seenaknya."ujarnya sedikit kecewa sambil menatap bayangan Fiona yang sudah menghilang.

__ADS_1


Keesokan harinya seperti biasa Fiona setelah pulang sekolah selalu datang menjenguk Angel.Satu hari,dua hari dan lima hari berturut turut ia terus datang menjenguk Angel membujuk dia agar mau jadi temannya.Meskipun selalu ditolak tetapi tidak membuat dirinya putus asa.


Dan sekarang hari keenamnya ia menjenguk Angel sudah hampir satu minggu Angel dirawat dirumah sakit tersebut.Fiona juga selalu datang membawa buku catatan buat Angel agar tidak ketinggalan pelajaran.


Orang tuanya Angel sangat berterima kasih kepada Fiona.Dia anak yang baik dan juga peduli terhadap Angel.


"Kenapa kamu datang lagi kesini?Apa tidak bosen dengan aroma obat-obatan?"tanyanya sedikit ketus tetapi Fiona hanya tersenyum simpul tidak menanggapi.


"Aku akan selalu datang sampai kamu mau jadi temanku."


"Kenapa kamu ngotot banget ingin jadi temanku?"


"karena gara-gara kamu aku tidak tenang sekolah teman-temanmu apalagi Agnics mereka selalu menggangguku."


"Memang itu yang aku harapkan agar kamu cepat pergi."Fiona berhenti mengupas buah apel lalu menatap Angel kesal.


"Bukannya aku sudah bilang setelah lulus aku akan pergi.Dan soal Rayhan..."Fiona terdiam ia merasa masih berat untuk merelakan Rayhan.


"Aku tidak mencintainya lagi"ujarnya sedikit terdengar samar.


"Waaa...ada Fiona disini?"kata Cakka masuk lalu diikuti Kevin Rio dan terakhir Rayhan.Fiona dan Angel menoleh melihat mereka.


"Kalian lama sekali datangnya"kata Angel sambil tersenyum manja.


Saat mata Fiona menangkap sosok laki-laki yang tidak lain adalah Rayhan.Hatinya berdenyut terasa sakit suasana disana membuat dirinya tidak nyaman.Cakka langsung menghampiri Fiona dan menyapanya.


"Kok kamu tidak bilang kalau datang kesini?"tanya Cakka.Fiona hanya tersenyum simpul lalu mengambil tasnya.


"Angel sepertinya sudah sore aku harus segera pulang"pamitnya.


"Kok pulang kita baru datang lho"kata Kevin yang dari tadi hanya diam ikut bicara.Fiona hanya meminta maaf lalu cepat-cepat pergi.Dia tidak ingin melihat Rayhan terlalu lama hatinya masih terasa sakit disetiap melihat dirinya.


Rio langsung lari keluar mengejar Fiona.Dia mengikuti Fiona menyamakan langkahnya.Fiona memandangnya dengan heran.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengikuti aku bukanya kamu mau jenguk Angel?"


Rio hanya tersenyum "Bosan disana".


Fiona bingung dengan jawabannya.Rio memandang wajah Fiona yang terlihat sedih.Dia juga teringat dengan kejadian semalam Fiona datang memeluk dirinya dengan wajah sembab habis nangis.Diapun berisiatif membawa Fiona kecafenya.


Rio menarik tangan Fiona untuk naik kemotornya.Sedangkan Fiona hanya mengikuti tanpa bertanya mau kemana?Dia fikir akan diantar kerumah.


"Ini bukan jalan kerumah?"


"Iya aku tahu ,aku mau bawa kamu kecafeku"


Merekapun melaju motornya kecafenya Rio.Sampainya disana cafe tersebut cukup ramai pengunjung. Sore hari gini memang pas banget buat anak-anak muda nongkrong di cafe sambil nyatai atau ngumpul bareng teman atau ngedate pacar.Terus menikmati aromah coffe dan rasanya.


"Kamu masih ingat pertama kali kita bertemu?"sambil nunjuk jalan dipinggir cafenya.


"Iya pertama kali aku mengalami pelepasan jiwa."Rio tertawa ketika mengingat kejadian tersebut Fiona teriak-teriak seperti orang gila dengan penampilan acak acakkan.


Fiona merasa malu jika mengingat kejadian tersebut.Dia kesal melihat Rio tertawa mengejeknya lalu Fiona memukul bahu Rio.


"Aku pulang ni"ujarnya dengan ngambek.


"Jangan donk.."sambil menarik tangan Fiona lalu masuk kedalam.Disaat Fiona dan Rio masuk staff di cafe tersebut memandangnya dengan tatapan menyelidiki dan terkejut.


Fiona merasa canggung dengan tatapan tersebut.Kemudian Rio menyuruh Fiona duduk dipojok dekat dengan dinding karena hanya disana yang tersisa.dan Rio masuk ketempat barista.


Staff disana tersenyum melihat Rio.


"Itu pacar kamu ya?"tanyanya dengan penasaran yang lainnya menguping.


"Bukan.."


"Ah..masa tapi muka kamu merah gitu"ledeknya sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


Fiona memandang Rio sesekali tersenyum kepadanya.


"Hmmm cantik ya"ledeknya lagi membuat Rio salah tingkah.


__ADS_2