
*Aku akan terus menunggu
Menunggu kehadiranmu....
Datang menemuiku..membawaku pergi jauh*...
"Bagaimana masalahmu dengan Angel?"tanya Rio mencairkan suasana sambil matanya lurus menatap laptop.
Fuuuh.Fiona menghela nafas berat"Masalahnya menjadi besar,tadi pak Agus memanggilku katanya Pak kepala sekolah akan memanggil orang tua kami"
Rio menoleh menatap Fiona dan Fiona hanya mengangkat bahu.Entah harus bagaimana?dia tidak tahu jika akan menjadi serumit ini.Dan juga Angel masuk rumah sakit pastinya orang tua Angel akan membawa masalah ini menjadi serius.Ia hanya berharap semoga tidak sampai harus dikeluarkan dari sekolah.
"Bukanya kamu punya vidio yang kejadian dikolam renang itu"
"Ya "
"Terus?"tanyanya lagi dengan antusias.Fiona menatapnya heran tidak seperti biasanya Rio ingin tahu urusan orang lain.Bukannya dia laki-laki yang cuek dan dingin.
"Aku memang mempunyai vidio itu tapi aku tidak bisa kasih tahu Pak Agus.Kamu tahu sendiri keadaan Angel sekarang ?"Fiona teringat saat Angel meminta tolong dan juga saat ambulan membawa dirinya.Dia merasa kasian melihat Angel.Pastinya ia sedang merasakan kesakitan yang amat dalam.
Dari jendela kelas 12-C Fiona menatap keluar memandang halaman dibawah ketika suara sirene ambulan datang dan tidak lama kemudian Angel keluar dengan alat bantu terbaring lemas wajahnya yang pucat.Diapun dibawah ambulan untuk dipindahkan kerumah sakit.Andai saja jika Angel menyadari kesalahannya dan segera meminta maaf kepada Fiona pastinya tidak akan terjadi seperti ini.
Rio membelai rambut Fiona dengan lembut sambil tersenyum manis.Saat itu pula Fiona tersenyum juga dan anehnya hatinya berdebaran.Serasa seperti ada yang salah dengan dirinya.
"Ternyata kamu masih ada hati tidak memberitahukan ke Pak Agus"
"Ya begitulah"sambil menyingkirkan tangan Rio yang membelai rambutnya.
Tidak lama filmnya selesai.Rio menatap jam beker disampingnya waktu menunjukan jam 12:00 tengah malam.Dia juga sudah menguap merasa kantuk lalu pergi menuju ranjangnya.
"Apa kamu tidak mau pergi juga?"tanyanya agak sedikit ketus.
"Kamu mengusirku"
__ADS_1
"Menurutmu..aku tidak bisa jamin kalau kamu lama-lama disini entah apa yang akan aku lakukan kepadamu?"sambil menatap dada Fiona.Fiona pun langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Meskipun malam ini Fiona memakai setelan baju pajama panjang.Fiona menatap tajam Rio sambil memperingati kalau berani berbuat aneh ngek mati.Tidak lama kemudian Fiona menghilang.
"Benar-benar pergi itu anak"sambil tersenyum simpul.
Fiona berharap bisa kembali kekamarnya namun apa yang terjadi,ia malam ketempat lain.Saat ia membuka mata dia berada diruangan dengan serba putih dan bau obat obatan terasa menyengat indra penciumannya.Hanya di sinari cahaya rembulan yang masuk tembus jendela yang kordennya tidak ditutup.
Ada seorang gadis yang belum tidur dia duduk bersandar di ranjang sambil menatap ke jendela.Sepertinya dia sedang menangis dalam diam.Meskipun tidak terdengar suara isakan tetapi air matanya terus menetes dan disebelah ranjang ada sofa sepertinya ada orang yang tertidur disana.
Fiona mencoba menatap gadis tersebut dengan lekat ternyata gadis itu adalah Angel.Fiona berada di ruang rawatnya dan juga masih terpasang alat infus ditangan Angel.Terlihat sekali diwajah cantiknya itu kalau dia sedang menahan sakit dan pedih.
Fiona berdiri didepan seakan ia ingin menenangkan Angel.Dia merasa ibah melihat Angel.Namun Angel tidak bisa melihat Fiona dalam bentuk jiwa.Dan juga sepertinya masalah ini benar-benar mempengaruhi kesehatannya.
Fionapun hanya menatapnya dengan perasaan sedih.Mungkin juga ia tidak ingin Angel mengagapnya seperti musuhnya lagi.Dia akan mundur melepaskan Rayhan,dia akan berusaha untuk menjauhi Rayhan dan melupakannya.Meskipun ia sudah mencoba dan nyatanya sulit baginya untuk melupakan Rayhan. Tetapi setiap ia mengingat ataupun melupakan itu rasanya sakit sekali.
Dan juga seperti nya Rayhan juga lebih menyukai Angel.Apalagi sebentar lagi mereka akan tunangan jadi tidak ada hak lagi bagi Fiona untuk mengharapkan Rayhan.
"Kamu tenang saja Angel aku akan mengalah darimu."ujarnya lalu menghilang.
"Apa kamu ada masalah Fi..?"sambil fokus menyetir.
Fiona menoleh "Enggak tante."
Tante Stella tahu kalau keponakannya berbohong.Karena terlihat jelas diwajahnya seperti ada masalah,iapun tidak bertanya lagi sepertinya Fiona tidak ingin untuk bercerita.
"Fiona jika kamu punya masalah bilang sama tante.Tante akan membantu kamu"
"Iya tante makasih"sambil turun dari mobil lalu masuk kegerbang.
Sebagian siswa menatap Fiona tidak suka menatapnya dengan tatapan benci dan saling berguncing.Fiona tidak peduli ia terus berjalan menuju kelasnya dari belakang ada Diana memandangnya sedih.Dia merasa kasian dengan Fiona banyak rumor yang tidak enak didengar,dia mengejar Fiona lalu merangkulnya.
"Hai...kok muka kamu ditekuk gini"
"Diana...kaget tahu"merekapun sekelas bersama.
Setelah pelajaran selesai Pak Agus memanggil Fiona untuk pergi ke ruang kepala sekolah.Lelaki paruh bayah tersenyum menyambut Fiona masuk keruang tersebut,lalu mempersilakan Fiona duduk.
__ADS_1
"Kamu tahu kenapa bapak memanggilmu?"Fiona mengangguk.
"Itu karena masalah kemarin kamu dan Angel kalau kalian bertengkar sehingga penyakit Angel kambuh.Apa kamu tahu kalau Angel itu punya masalah dengan jantungnya?"
"Tahu Pak"
"Kalau tahu kenapa kamu membalas menampar Angel?.Atas perlakuan kamu sekarang kamu terkenah masalah.Jadi bapak terpaksa harus memberi surat ini ke orang tua kamu dan suruh mereka datang besok menemui bapak."
"Iya Pak"lalu pamit undur diri.
"Baru pindah disini 3 bulan sudah mendapat masalah seperti ini.Padahal Fiona gadis yang pintar sayang sekali."
Pulang sekolah Fiona memberitahu tantenya kalau dia ingin mampir ketempat temannya.Iapun pergi naik taxi kerumah sakit.Sampainya disana ada ayah dan ibunya Angel.Mereka sedang duduk diluar lalu Fiona menghampiri sambil membawah parsel buah.
"Selamat siang om tante,saya Fiona."ayah dan ibunya Angel memandang gadis yang didepannya.
"Kamu Fiona?"tanya ayah Angel ramah.Fiona mengangguk.
"Maafkan saya om tante gara-gara saya Angel masuk rumah sakit.Saya datang kesini ingin meminta maaf."
"Tidak apa-apa nak.Ini bukan salah kamu nak Kevin kemarin sudah cerita semua.Malah harusnya kami yang meminta maaf karena Angel sudah berbuat salah sama kamu"ujar ibunya.
"Kamu mau menjenguk Angel masuk saja temui dia."
"Iya tante om saya masuk dulu "pamitnya lalu masuk keruang rawat Angel.Dilihatnya Angel sedang tidur.ia duduk disamping ranjang.
"Hai Angel ini aku Fiona."Angel membuka matanya betapa terkejutnya melihat Fiona disamping.
"Ngapain kamu disini?"
"Aku kesini menjenguk kamu"
"Apa kamu tertawa melihatku tidak berdaya seperti ini?"Fiona menggeleng.
"Aku kesini bukan ingin menertawakan kamu tapi ingin menjadi teman kamu."
"APA....?"Angel terkejut ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
__ADS_1