
Sebuah luka yang akan membuat rasa sakit itu namun luka juga mengajari kita menjadi lebih kuat.Natasha langsung melangkah pergi menjauh dari mereka.Dan entah kenapa secara tiba-tiba dadanya merasakan sakit.Sakit yang tidak tertahankan seperti sebuah perasaan yang tidak terbalas.
"Tunggu.."sebuah suara seorang wanita menghentikan Natasha yang sudah 5 langkah jauh dari mereka.
"Kenapa kau buru-buru pergi?aku belum tahu namamu?"ucap Agni sambil melangkah menghampiri Natasha.Rayhan mencoba menarik Agni sambil berkata.
"Apa yang ingin kamu lakukan Agni?"tanya nya dengan wajah was-was karena dia tahu betul sifat Agni seperti apa.
"Tidak ada ...aku hanya ingin tahu namanya itu saja."kata-kata Agni terdengar seperti ada maksud tidak baik.
Natasha terdiam ia merasa kan sepertinya akan ada sesuatu yang tidak baik kemudian membalik badan menatap Agni,sambil memasang senyum palsu.
"Siapa namamu..?Sepertinya kamu sudah tahu namaku tidak adilkan jika hanya kamu yang tahu namaku tetapi aku tidak tahu namamu."sambil memandang Natasha.Dari sorot matanya seperti sedang mencibir.
"Namaku Natasha..."sambil menyalami tangan Agni.Kemudian Agni sedikit menekan tangan Natasha,membuat Natasha sedikit merintih.
"Kamu ...yang malam kemarin dansa bersama kekasihku?"tanyanya sambil mengangkat alisnya.Mencoba memastikan jawaban apa yang akan didengar.Natasha mengedar pandangan sekeliling,memandang tamu lain yang sedang menatap dirinya seperti sedang menonton suatu petunjukan.
"Kenapa baru sebentar aku pergi,sepertinya ada seseorang yang ingin mencoba mencari masalah denganmu sayang...?"tiba-tiba Rio datang memeluk pinggang Natasha membuat Natasha sedikit terkejut dengan sentuhan itu.
Natasha mendongak mengeryitkan dahinya sambil menatap Rio.Apa katanya tadi sayang?.
"Oh suatu kebetulan tuan Rio...Apa benar dia kekasihmu?"
"Tentu saja dia kekasihku...Apa ada masalah dengan kamu Agni?"sambil melepaskan pelukan tangan nya yang bertengger di pinggang Natasha lalu pindah mencium tangan Natasha dengan mesrah dan lembut.Seketika itulah pipi Natasha merona,jantungnya berdebaran begitu kencang dan para tamu disana menontonnya dengan tatapan iri.Apa dia sudah gila mengatakan aku kekasih nya?.
__ADS_1
Agni mendengus kesal,tadinya ingin mempermalukan Natasha malah sekarang sebaliknya.
"Ternyata seorang tuan Rio yang menurut rumor seorang gay,ternyata seorang lelaki gentelman yang lembut dan sudah mempunyai kekasih.Selamat Rio.."ujar Agni lalu meninggalkan mereka.Rayhan menatap Natasha dengan tatapan sedih.
"Kenapa kamu menolongku dengan mengatakan aku kekasih mu?"tanya Natasha pelan.Rio memandang wajah Natasha.
"Hanya itu cara satu-satunya agar Agni tidak berani mengganggu mu"
"Kamu sudah gila"ujar Natasha kesal lalu pergi meninggalkan Rio.Kemudian Rio mengikuti Natasha setibanya di lorong hotel tersebut.Rio menarik tangan Natasha mendorongnya ke dinding,dengan kedua tangan menghalangi wajah Natasha.
"Apa yang kamu lakukan Rio?"teriak Natasha marah.
"Apa kamu marah kepadaku?".Natasha menghela nafas panjang menatap wajah Rio,dia tidak takut lagi dengan sorot mata tajamnya itu.
"Kamu memang benar-benar sudah gila.Malah tersenyum."ujar Natasha mendorong Rio.Mencoba menjauh darinya lama-lama dia bisa pingsan kehabisan nafas karena detak jantungnya yang kencang membuat Natasha susah bernafas.Lelaki yang berbahaya!.Kemudian Rio mengikuti Natasha menyamai jalannya keluar dari hotel tersebut menuju loby.
Rio membukakan pintu mobil untuk Natasha.Didalam mobil wajah Natasha masih cemberut merasa kesal.
"Apa kamu masih marah kepadaku?Maaf kan aku yang sudah membiarkan kamu sendiri tadi."Rio berkata sambil memandang Natasha tetapi Natasha hanya diam tidak menjawab.
Tidak lama kemudian Natasha mulai merasa kantuk.Mungkin karena tadi dia meminum Wine merah sehingga dirinya mengantuk.Apalagi dengan musik slow di radio menambah rilex.
3
2
__ADS_1
1.
Natasha tertidur,sampainya di apartemen.Rio memandang Natasha,dia memandang wajah cantik tersebut.Mengamati setiap lekuk dari mata,pipi,hidung dan bibir tipisnya mengingatkan dengan seseorang,dan terlihat mirip.
Kemudian Rio menggendong Natasha.Sampainya di depan pintu Apartemen Rio kebingungan tidak tahu paswordnya.Kemudian dia teringat dengan biodata Natasha yang diberi oleh seseorang mencoba dengan tanggal lahir.Dan pip...pip..pintunya bisa terbuka.
Rio melepaskan Natasha di ranjang.Mataanya mengedar sekeliling kamar itu dengan warna gray.Kamar yang ditata rapi tetapi anehnya tidak ada foto atau aksesoris wanita tidak seperti kamar-kamar wanita lain.Dekorasi kamar yang sederhana tetapi cukup membuat tenang,diatas meja kecil dekat balkon ada bunga mawar putih yang sudah mulai layu.
Pagi harinya,Natasha membuka mata mendengar alarm berbunyi.Diraihnya lalu dimatikan.Tunggu!Sepertinya ada yang salah?
Natasha terkejut mendapati dirinya berada dikamar masih memakai gaun yang semalam."Oh tidak apa yang sudah terjadi?"dia mencoba mengingat kejadian semalam.
"Bagaimana aku bisa ada dikamar?Apa Rio membawa ku.Bagaimana dia bisa tahu pasword apartemen ku?".Natasha benar-benar bingung memikirkannya.
Ting..suara lift terbuka Natasha masuk kedalam dan kemudian ada seseorang juga ikut masuk yaitu Rio.Natasha langsung memalingkan wajah nya pura-pura tidak melihat.Dan didalam lift juga ada banyak orang tidak mungkin Rio akan berbicara kepadanya.Setelah sampai diloby cepat-cepat Natasha keluar lalu pergi ke mobilnya.
"Cepat jalan..."suruh Natasha ke Anton supir pribadi.Rio hanya mengernyitkan dahinya sambil memandang mobil yang di kendarai Natasha pergi.
Kenapa aku melarikan diri?ah Entahlah...Natasha geleng-geleng kepala.Merasa tidak ingin memikirkan tetapi kenapa disetiap didekat Rio,dia merasa kalau Rio itu ibarat serigala yang selalu mengincar dirinya seperti seekor kelinci yang siap kapan saja dimangsa.
Ketika sore hari Natasha selesai dari kantor dia meminta Anton supir pribadi,untuk pergi ke sekolahan SMA CAHAYA.Kata tantenya dulu dia bersekolah disana.Natasha ingin mencari tahu,siapa tahu nanti ada yang bisa dia ingat?.Entah itu kenangan indah atau kenangan menyakitkan.
Dia juga sudah meminta ijin kepada pihak sekolah dan mereka mengijinkan.Sampainya didepan gerbang Natasha masuk kedalam memandang bangunan tersebut.Suara tawa,dan bayangan siswa-siswa sekolah terlihat.Sepertinya memang dulu dia sekolah disana.
Saat dia masuk lorong sekolahan dia melihat halaman belakang ada taman kecil dengan bunga mawar.Sekilas dia teringat sesuatu seperti melihat seorang gadis tertunduk sedih dan menangis memandang seorang siswa lelaki menggendong seorang wanita.Dan seketika Itu juga cairan bening mengalir dipipi Natasha,dia menangis.Tangannya memegang dadanya yang terasa sakit.Apa ini...kenapa dada nya terasa sakit?.
__ADS_1