
"Hah"pekik Fiona lalu menutup mulutnya takutnya Rio terbangun.
Kenapa setiap aku tertidur selalu perpindah tempat?dan kenapa juga harus dikamar lelaki rese itu?!uggg!!! sebalnya.Kenapa tidak ditempat Rayhan?aku kan ingin bertemu dengan Rayhan.Gara-gara kecelakaan aku tidak bisa mengejar Rayhan.
Fiona mondar -mandir seperti setrikaan.Ia pun mengutuk diri sendiri betapa sialnya terdampar ditempat laki -laki yang bukan diinginkan dan lebih parah lagi bagaimana cara ia kembali lagi?.
"Oh tuhan apa ini kutukan untukku??"guman Fiona sambil mencoba perfikir keras.Iapun mencoba metode menampar dirinya.Plaak!
"Ouch" tapi sama saja malah sakit.Kemudian menabrakan diri ke pintu.Heh!malah tembus keluar kamar.Wussh...BRUG!jatuh tengkurap kelantai .Karena suara cukup keras Riopun terbangun dan mencari sumber suara itu.Dan betapa terlejutnya didepan kamar ada seorang gadis sedang tengkurap hanya memakai baju tidur hello kitty.
"Heh!siapa kamu?"tanyanya dengan muka terkejut.
"Ini aku"Fiona membalik badan rasanya sakit seperti tulangnya mau patah semua.
"Hah! Kamu !gadis gila yang tadi siang"teriaknya sambil menunjuk Fiona."Ngapain kamu kesini?jangan-jangan kamu mau maling ya??"Fiona marah dibilang gadis gila ,dibilang mau maling juga.
"Aku tidak gila dan bukan MALING!"teriak Fiona sambil menarik tangan Rio tapi sayang mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh.BRUUUG!Rio dan Fiona terjatuh dengan posisi Rio menimpahi Fiona dan bibir mereka saling bertemu.
"AAAAAHHHHHH!!"teriak mereka saling berteriak dan menjauh.lalu mengusap bibirnya.
"Dasar lelaki mesum!"tunjuk Fiona sambil mengusap-usap bibirnya.
"Ugg ciuman pertamaku "rintihnya sedih.
"Dasar gadis gila! cih..kamu pikir aku mau ciuman sama kamu!"teriak Rio tidak terima dibilang lelaki mesum.Fiona berdiri kemudian memukul Rio sambil berteriak.
"Siapa kamu bilang gadis gila hah!???Kamu tahu ini adalah ciuman pertamaku yang sudah susah payah aku jaga.Malah kamu mengambilnya....!Hah dasar sialan!!"Buk..Buk Fiona sangat emosi ibarat bom siap meledak.Dia memukul Rio tanpa ampun.
Disaat ia memukul Rio yang terakhir kalinya .Tiba-tiba Fiona merasa lelah tenaganya serasa terkuras dan kemudian wuush!jiwanya Fiona kembali lagi masuk ke raganya.
Rio terkejut secara tiba-tiba Fiona hilang di depan mata.Dia mengucek-ngucek matanya.Apakah benar yang barusan Dia lihat.Iapun merasa merinding.
__ADS_1
Jangan -*j*angan itu arwah gentayangan yang menjelma menjadi gadis gila itu??.Hiiii Rio langsung lari mengambil langkah seribu masuk ke dalam kamarnya.
\*\*\*\*\*
Fiona terbangun dilihat disekelilingnya dilihat foto dirinya di sebelah tempat tidur.Iapun merasa senang bisa kembali lagi.Dan tiba-tiba ia teringat dengan ciuman pertamanya semalam.Ciuman yang selama ini dia jaga hanya untuk Rayhan malah sudah di ambil oleh lelaki rese yang mengatai gila.
"Ahhhh"teriak Fiona penuh dengan kesal.
"Kenapa harus sama lelaki rese itu??"gerutu Fiona kesal kemudian membenamkan mukanya diatas bantal.Rasa marah,kesal dan benci ia pun langsung mengutuk laki-laki itu.
"Aku sumpahin kamu tidak bisa punya PACAR !!!".
\*\*\*\*\*
"Selamat pagi ayah... ibu"sapa Fiona ketika duduk di kursi meja makan.
"Pagi sayang"jawab mereka kompak.Fiona tersenyum melihat orang tuanya yang sangat harmonis.Sejak kecelakaan itu mereka berusaha untuk selalu ada waktu untuk Fiona.
"Boleh tidak Fiona sekolah di Indonesia?"mereka terdiam mendengar pertanyaan anaknya.Arnol dan Carla saling pandang kemudian menatap anaknya.
"Kenapa kamu ingin sekolah di Indonesia ?apa disini kurang bagus?"Fiona terdiam tidak berani menatap ayahnya.
"Fiona"panggil nya dengan lembut.
"Ayah... ibu Fiona ingin menyusul Rayhan di Indonesia.Ayah taukan kalau Rayhan teman Fiona sejak kecil."ungakapnya.
Arnol dan Carla paham dengan perasaan putrinya.Tetapi mereka tidak bisa ninggalin bisnis di Australia.Memang di Indonesia ada adiknya Carla,Stella .Fiona bisa dititipin disana namun Arnol dan Carla merasa tidak bisa jauh dari putrinya.
"Sepertinya ayah tidak bisa mengabulkan permintaan kamu"Fiona kecewa mendengar jawaban ayahnya.Iapun memandang ibunya dengan tatapan memohon tetapi ibunya pun tidak bisa membantu.
Fiona merasa kesepian setelah kepergian Rayhan dan sampai sekarangpun Rayhan tidak pernah menghubunginya.Ia benar-benar bingung dengan Rayhan .Kenapa secara tiba-tiba Dia pergi tanpa ucapan selamat tinggal ?Dan juga semua akun sosial medianya di blokir.
__ADS_1
Sebenarnya kamu kenapa Ray tega ninggalin aku tanpa kabar??.
\*\*\*\*\*
Fiona memandang langit malam yang indah.Ia duduk sendiri dibalkon depan kamarnya.Dulu saat Rayhan masih disini ,biasanya dia memandang bintang bintang bersama.Tetapi sekarang hanya sendiri .Sekilas ia teringat kenangan saat duduk bersama .Mereka bercanda dan tertawa,meskipun Rayhan laki-laki yang cukup dingin tetapi dia laki-laki yang lumayan menghibur.Apalagi saat Rayhan tertawa Fiona merasa bahagia.
"Apa kabar kamu Rayhan ?"tanyanya sambil melambaikan tangan ke atas."Apa kamu baik-baik saja disana tanpa aku?"ungkapnya lagi.Tidak lama kemudian dia merasa mengantuk.
Aku berharap bisa bertemu Rayhan meskipun hanya sebentar.
Cling...bintang jatuh .Wuush jiwa Fiona melayang ke sesuatu tempat lagi .
\*\*\*\*\*
"Huh!lagi-lagi seperti ini"kata Fiona mencoba melihat sekeliling.Seperti didalam rumah yang asing baginya .Tetapi saat melihat didepan dipajang sebuah foto keluarga yang tidak begitu asing yaitu sosok laki-laki yang dia rindukan.Foto keluarga Rayhan.Ia merasa terharu antara sedih dan senang.Harapannya terkabul ia bisa melihat Rayhan lagi.Iapun mencoba mencari Rayhan berjalan mengelilingi ruangan tersebut dan ketika Dia menuju halaman samping.
Dia mendengar suara seperti ada seseorang yang sedang berbicara di balkon belakang rumah ,ia pun mecari sumber suara itu .Fiona menduga kalau itu Rayhan dan seperti dugaan Fiona itu ternyata benar Rayhan tetapi disampingnya berdiri seorang gadis yang cantik apalagi dengan gaun warna koral cocok dengan penampilannya yang feminin terlihat kepribadian lembut .
Dalam hati bertanya,"Siapakah gadis itu?".Sepertinya mereka habis mengadakan makan malam.Fiona memandang mereka berdua,seperti pasangan kekasih sangat serasi .Rayhan terlihat gagah dengan baju formal berwarna silver.Diapun terdiam sejenak ada perasaan khawatir .Mungkinkah gadis itu alasan mengapa ia tiba-tiba pergi tanpa kabar?.Banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan tetapi Fiona tidak bisa dalam wujud sekarang yang jelas Rayhan tidak bisa melihatnya.
Fiona mencoba memanggil Rayhan,meraih tangannya tetapi Rayhan merasa seperti ada angin.Tangan Fiona tidak bisa memegang Rayhan,tembus.
"Kenapa seperti ini,aku tidak bisa memegangnya?"wajah Fiona sedih padahal Dia berharap Rayhan bisa melihatnya dan menjelaskan atas apa yang sudah dia lakukan.Tetapi sayangnya dan pastinya Rayhan tidak bisa melihatnya.Fiona mendesah dengan rasa sedih.Rasa rindu ingin memeluknya namun tidak bisa.Mereka mengacuhkan Fiona tidak menghiraukan kalau ada Fiona disana.iapun keluar dari rumah Rayhan dengan perasaan sedih. Berjalan menelusuri jalan hanya bisa memandang langit dan bertanya.
"Apa ini kenyataan yang tuhan perlihatkan untukku kalau Rayhan bukan untuk ku?"Iapun terdiam lalu duduk di tempat duduk umum.Tetapi sejenak ia pun berdiri sambil mengumpat.
"Gadis itu cantik si tapi masi cantikan aku "katanya dengan nada angkuh."Kenapa kamu suka gadis yang seperti itu apa aku kurang feminin hah?!!"Ia benar benar sedih tetapi juga emosi.Tanpa Fiona sadari Rio melihatnya dari ke jauhan.Secara kebetulan Dia habis membeli minuman soda dari market dekat rumahnya.
\*\*\*\*\*
"Gadis gila itu lagi,kenapa ada Dia di mana-mana? "gumannya heran kenapa harus bertemu dia lagi.Fiona duduk dijalan melipat tangannya kedepan ,menyembunyikan tangisannya.
__ADS_1