HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Surat undangan


__ADS_3

Malam itu hanya diterangi lampu jalan kota dan suara mesin kendaraan yang berlalu lalang.Angin malam yang menerpa wajah mereka,terbuai dalam dekapan.wajahnya bersandar dipunggung Rio.Rasa hangat merasuk kedalam tubuh Fiona sampai dia tidak sadar kalau sudah sampai didepan rumah.


"Sudah sampai."ujar Rio membuat terkejut lalu melepaskan pelukannya.dia merasa malu baru sadar kalau dari tadi tangannya melingkar di pinggang Rio.Dia beranjak turun,wajahnya terasa panas karena malu.


Rio tersenyum melihat wajah Fiona yang merah seperti tomat matang.


"Kenapa kamu tersenyum?"Fiona bertanya menyadari senyuman Rio dari bibir tipisnya sambil memberikan helmnya.


"Bukan apa-apa.masuklah sudah malam,angin malam tidak bagus buat kesehatan"ujarnya.


Fiona cemberut sedikit kecewa mendengar jawaban Rio.Pastinya dia mentertawakan dirinya.Fiona membatin apa-Rio-menyadari-kalau-wajahku-merah-seperti tomat-matang?Oh...tidak betapa malunya. bodoh...bodoh...sambil mengutuk dirinya.lalu membalik badan namun seketika itu tangan Fiona ditarik oleh Rio membuat Fiona berhadapan dengan Rio dan wajah mereka hanya berjarak 2cm terlalu dekat.


Sampai wajah Fiona terlihat jelas bulu matanya yang lentik,lengkuk wajahnya yang putih mulus terlihat cantik dan bibir tipisnya yang terlihat menggoda.Jantungnya bergetar hebat membuat dirinya menelan ludah lalu berpaling sambil berkata "Selamat malam"

__ADS_1


"Malam "ujar Fiona sambil berjalan masuk rumah.Dia merasa tersipu malu dengan kejadian tadi.Wajahnya yang sangat dekat dengan Rio.Bahkan dia bisa menatap mata coklatnya yang tajam terlihat tampan terutama bibirnya yang seksi membuat jantung Fiona berdegup tidak karuan.Tetapi untung saja tidak terjadi sesuatu.Tunggu apa dia mengharapkan sesuatu ...seperti ciuman hangat selamat malam,oh betapa konyolnya.


"Aku pulang"Fiona berkata sambil melepaskan sepatunya.


"Fiona tadi ada orang kasih kamu sebuah surat tante taruh di meja belajar kamu ,kalau tidak salah lihat seperti surat undangan"ujarnya tanpa melihat Fiona matanya masih fokus dengan acara di tv tentang demo memasak.Setelah tante Stella selesai berbicara Fiona berfikir sejenak lalu dia berlari ke atas menuju kamarnya.


Dia terkejut merasa heran kira-kira dari siapa dan surat undangan apa?saat membuka pintu kamarnya.Matanya langsung melihat kearah meja belajar.Disana ada sebuah surat yang dimaksud tantenya berwarna pink masih terbungkus rapi ada pita pink juga melingkar di atasnya.Dia mengambilnya dan membukanya dengan berlahan.


Dan seperti disambar petir ketika membaca surat tersebut terdapat nama RAYHAN & ANGEL bertunangan.hatinya terasa amat sakit seperti tertusuk seribu jarum.Seketika itu hatinya hancur berkeping-keping.Pipinya terasa hangat sebuah cairan bening menetes membasahi pipi.Fiona menangis seketika itu juga.


Fiona menangis menjadi,suara tangisannya sampai tanpa sengaja terdengar oleh tantenya saat melintasi depan pintu kamarnya.


"Fiona kamu kenapa?"tante Stella bertanya dari luar kamar sambil mengetuk pintunya.

__ADS_1


"Tidak apa tante...Fiona hanya ingin sendiri"


"Kamu yakin"tante Stella merasa kurang yakin karena tadi mendengar tangisannya.


Fiona duduk diranjang merasa bingung membukakan pintunya atau membiarkan.dia tidak ingin tante Stella tahu,dia juga tidak ingin bercerita kepada tantenya.Lama tidak ada jawaban tante Stella melangkah pergi.Dia berharap semoga tidak terjadi apa-apa.


Biarkan aku sendiri menenangkan diri.Biarkan malam ini menangis sampai habis air matanya.Biarkan sakit ini...sakit yang tak tertahankan.Biarkan malam ini menjadi malam yang dingin.Malam yang penuh dengan kepedihan.


Fiona berbaring diranjangnya sambil memandang balkon kamarnya pandangan kosong hanya air matanya yang masih terus mengalir.Apakah terlalu cengeng?tetapi dia tidak bisa menahan perasaannya.Dia hanya berharap hari esok dan seterusnya dia bisa melupakan rasa sakit ini.Melupakan semua yang harus dilupakan.


Keesokan harinya matahari sudah bersinar dengan cerah tetapi tidak secerah suasana hati Fiona.Ada awan mendung dan kilatan petir terlihat diwajahnya.Dengan langkah gontai dan malas,dia melusuri anak tangga menuju meja makan.Menyomot roti tawar dengan selai stawberry dan segelas susu lalu kembali ke kamarnya.


Tante Stella hanya menatapnya dengan wajah bingung melihat sikap Fiona seperti patah semangat "Apa dia habis patah hati?"gumannya pelan takut terdengar oleh Fiona.

__ADS_1


Setelah melesaikan sarapannya dia bercermin melihat bayangan disana sambil bertanya"Kenapa penampilanku seperti ini?Apa aku harus seperti ini agar Rayhan kembali lagi seperti dulu yang selalu memperhatikan diriku?".


Fiona terlihat seperti gadis yang stress karena patah hati.Dia membasuh mukanya dan menyemangati dirinya.Setelah mencuci muka dia memakai masker mata untuk menghilangkan kantung matanya yang bengkak bekas semalam dan tidur lagi untuk sebentar,sebelum pergi kemall untuk belanja dress.


__ADS_2