
Selembar demi selembar aku lalui....
Dengan kehidupan ku yang baru...
Kata demi kata menjadi sebuah sajak...
Sebuah kisah melokis tetapi menurut
Dirimu melodrama....tentang cinta.
Dari awal pertemuan ...
Sebuah senyum manis terukir di bibirnya
Mampu menggoncangkan getaran dihatiku...
Tatapan mata yang syahdu...
Membuatku tidak berdaya
Mungkin kah....oh mungkin kah
Apa arti dari perasaan ini....
7 tahun kemudian ....Dia merebahkan tubuhnya di atas masterbad.Merenggangkan otot-otot melepaskan kepenatan.Perjalanan yang jauh dari Australia ke Jakarta cukup menguras banyak tenaga.Lalu dia terbangun menatap jendela kaca memandang keluar.Hiruk piruk kota jakarta dimalam hari cahaya lampu bergermelap.Gedung-gedung tinggi menembus cakra wala.Memberi suasana tersendiri apalagi dengan kemacetannya membuat orang-orang banyak bersabar.
Senyum tipis tersungging dibibir wanita itu,mencoba mengingat hal-hal yang pernah dia alami disini .Namun sayangnya kenangan itu seakan sudah terhapus dari memori.Dia tidak bisa mengingat.Setiap dia berusaha untuk mengingat hanya serpihan potongan-potongan bayangan yang sama sekali tidak dapat dimengerti.
Padahal dia sudah menjalani pengobatan di Australia tetapi sayangnya kata dokter.Bahwa cedera dikepalanya mengalami trauma yang membuat dia sulit untuk mengingat kejadian masa lalu.Lalu dokter tersebut memberi saran agar dia mencoba kembali mendatangi tempat-tempat yang pernah dia datangi.Agar bisa memberi respon pada memorinya.
"Do you miss me..?"
"Hah...!"dia terbangun dari mimpi buruk,mimpi yang membuat dia terkejut.memimpikan seorang gadis remaja dengan senyum misterius dan selalu berkata Do You Miss Me?...yang terlihat menakutkan sampai dia berkeringat dingin dan badannya bergetar.
"Mimpi itu lagi.."ujarnya sambil mengusap wajah.Dilihat nya jam beker disamping menujukan jam 3 dini hari.Dia menghela nafas atas mimpi itu.Dalam hati bertanya-tanya apa maksud gadis tersebut..?Kenapa selalu datang dalam mimpi buruknya..
Diraihnya handphone lalu menyalakan lagu kesukaan dan kembali tidur sambil berkata"Semoga bisa tidur lagi.."
__ADS_1
Keesokan harinya sebuah dering handphone berbunyi di layar handphone tersebut tertera nama tante Stella caling...
"Hallo..."
"Hallo Fiona ..selamat pagi baru bangun ya..?"kata tante Stella dari sebrang sana.
"Tante ada apa pagi-pagi telepon..?"dengan mata masih mengantuk mencoba melihat jam beker.
"Ada yang ingin tante bicarakan sama kamu ,nanti kamu datang kerumah tante"
"Iya tante.."
"Jangan tidur lagi Fiona ..mataharinya sudah tinggi.."tahu saja kalau Fiona mau tidur lagi.
"Ok ...tante".Fiona berkata dengan langkah malas menuju kamar mandi.Sambil dalam hati menggerutu masih ngantuk.
Setelah selesai siap -siap Fiona turun dari apartemen lalu memesan taxi menuju rumah tante Stella.Ting...tong...
Suara bel berbunyi tante Stella melangkah dengan hati -hati menghampiri pintu.
"Tante..."sapa Fiona saat melihat tantenya lalu cipika cipiki.
"Bagaiman apartemen nya kamu suka?"
"Hmmm...aroma opor ayam"tebakan Fiona tidak salah.Tante Stella mengangguk membenarkan.Dia langsung lari kearah dapur dilihatnya opor ayam menu sarapan pagi mereka.Senyum lebar mata menggoda melihat opor terlihat menggiurkan.
"Tante tau saja kalau Fiona belum sempet sarapan.."tante Stella terkekeh melihat tingkah keponakannya itu.
"Iya ga tau tiba-tiba tante pengen makan opor."sambil menarik kursi lalu duduk.
Fiona mengedar pandangan sekeliling mencari seseorang"Om Herman mana...?"
"Lagi mandi..itu dia sudah kelar mandinya"tante Stella berkata sambil menunjuk kearah suaminya yang baru keluar dari kamar dengan kaos putih dan celana boxer.Panjang umur juga baru di omongin batin Fiona sambil memandang om Herman dengan tatapan nyantai-amat-penampilan-om Herman -dirumah-yang -status-direktur.
"Selamat pagi sayang.."sapa Om Herman sambil mengecup kening tante Stella dengan romantis membuat Fiona malu sendiri hampir saja dia tersendak nasi gara-gara melihat pemandangan mereka yang terlalu menyilaukan mata.
"Eh..ada Fiona kirain siapa.."kata om Herman lalu duduk disamping tante Stella.
"Ya ampun om...ini Fiona dikira pajangan apa?"ujar nya langsung cemberut.
"Ha..ha..ha...bisa saja kamu.Apa kabar ayah dan ibu kamu?"
__ADS_1
"Baik om.."ujar Fiona sambil memasukan satu sendok nasi ke mulutnya.
"Tambah cantik kamu"ujarnya langsung dapat sikut dari tante Stella sedangkan Fiona hanya tersenyum.Merasa iri dengan tante dan omnya mereka pasangan yang romantis.Apalagi sekarang tante Stella sedang mengandung anak pertama mereka tambah perhatian om Herman.Ketika dia tahu kalau istrinya hamil dia langsung memberi tahu orang tua Fiona dan meminta Fiona untuk menggantikan tante Stella di perusahaan.Suami yang siaga.
"Makasih om...kalian buat aku iri saja"ujar Fiona yang tidak tahan melihat kemanisan hubungan mereka.Jiwa jomblo nya meronta-ronta.
"Makanya cari pasangan Fi.."
"Memang nya cari pasangan semuda cari baju.."dengan nada kesal sedangkan tante Stella dan om Herman tertawa.
Setelah selesai makan,mereka duduk di sofa ruang tamu. Tante Stela memberikan sebuah amplop besar berwarna kuning.
"Apa ini..?"tanya Fiona ingin tahu.
"Kamu lihat saja itu ayah kamu yang suruh tante kasihkan ke kamu."
Setelah membukanya Fiona merasa bingung sebuah biodata seorang wanita bernama Natasha wilona tetapi foto dirinya.
"Tante.. maksudnya ini apa?"sambil menunjukan lembar biodata tersebut.
"Itu identitas kamu yang sekarang.Mulai sekarang kamu bukan Fiona tetapi Natasha."
"Aku tidak mengerti kenapa harus ganti identitas segala.."
"Iya karena ayah kamu takut jika kamu mencari tahu tentang kecelakaan kamu yang terjadi 7 tahun yang lalu kalau kamu memakai identitas mu takut akan terjadi sesuatu yang buruk.Jadi ayah mu meminta tante untuk mengubah identitas kamu.Ini demi kebaikan kamu Fiona.."
Fiona masih tidak mengerti kenapa ayahnya masih seperti itu terlalu menghawatirkan dan memperlakukan dirinya seperti gadis remaja.Sekarang Fiona sudah dewasa dan bisa jaga sendiri sudah cukup tahu dunia luar.
"Fiona ini demi keselamatan kamu dunia luar itu luas dan juga bahaya ...ayah kamu ada benarnya juga jangan merasa berkecil hati"ujar tante Stella mencoba menghibur Fiona kerena terlihat wajah Fiona yang sepertinya tidak suka.
Fiona memandang tante dan om Herman ,mereka saling mengangguk membenarkan pemikiran ayahnya.Dengan berat hati Fiona mengikuti kemauan ayahnya untuk mengubah identitas menjadi Natasha.
"Dan ini foto supir kamu namanya Anton,dia yang akan antar kamu ke kantor atau kemana saja.Memang dia masih muda umurnya baru 25 tahun tapi cukup cekatan dalam bekerja."Fiona hanya bisa menghela nafas.Apa boleh buat semuanya sudah di atur oleh ayahnya.Dia hanya bisa menuruti.Sepertinya juga Anton mata-mata Ayahnya yang disuruh untuk mengawasi.
"Ingat Fiona nama kamu sekarang Natasha jangan lupa itu... "dengan nada tegas."lalu ini undangan buat kamu besok malam harus datang"sambil menyodorkan sebuah amplop warnah merah hati dan pita atasnya.
"Pesta dansa..!??"pekik Fiona terkejut setelah membukanya."Tante ...kamu kan tahu sendiri kalau Fiona tidak suka datang di acara seperti ini..."
"Ayolah Fiona tolong tante kamu yang datang ...kamu tidak kasian lihat tante yang sedang hamil ini."Fiona cemberut memanyunkan bibirnya.
"Tapi Fiona ga punya pasangan ..."
__ADS_1
"Tidak apa-apa Fiona di undangan tersebut juga tertulis tidak diwajibkan membawa pasangan..."ujar om Herman.Fiona merasa terpojokan dan tidak bisa menolak.