
Diruang rias,seorang wanita sedang duduk santai.Setelah melakukan pemotretan,wanita itu duduk sambil menunggu managernya mengambil baju ganti.Dan terdengar suara ketukan pintu.Tok...Tok...
"Masuk.."kata Agni melihat pintu,siapa yang mengetuknya.Seorang wanita dengan baju kemeja dan celana jean memasuki ruangan rias tersebut.
"Ada apa?"tanyanya dengan mata masih memandang wanita itu.
"Apakah kamu sudah membaca majalah gosip hari ini?"tanyanya dengan
hati-hati.Mendengar pertanyaan wanita itu,Agni mengernyitkan dahi menatapnya.Kemudian menyuruh managernya mengambilkan majalah.
Setelah membaca,Agni membuatkan mata terlihat marah.Bantahan Natasha sebagai orang Ketiga dan Pengakuan Rio sebagai Kekasihnya.Dan juga ada tulisan,Ciuman Mesrah Rio dengan Natasha sebagai Kekasih.Tangan Agni menggemgam erat majalah tersebut kemudian melemparnya dengan marah.Matanya menyala penuh dengan amarah.
"Sialan!Kenapa bisa menjadi seperti ini?"umpat Agni mengerutkan dahi menatap wanita itu."Bagaimana cara kamu sebagai repoter?Bukanya aku sudah bilang buat Natasha tidak berkutik.Jadikan dia satu-satunya yang disalahkan!Kenapa sekarang seperti ini?"bentaknya dengan nada tinggi seakan suaranya menggema diseluruh ruangan itu dengan menatap tajam.Kemarahan Agni tidak dapat di tahan bahkan managernya pun tidak bisa menenangkan.
Orang yang ditatap tajam itu menjawab,"Aku sudah melakukan seperti yang kamu suruh."
"Tidak becus!"kata Agni dengan tatapan sinis.Wanita itu hanya bisa menunduk tidak bisa melawannya.Dengan langkah Arogan Agni pergi,sebelum itu dia membalikan badan ketika di ambang pintu dan berkata,"Aku tidak mau tahu kamu harus cari tahu tentang hubungan mereka,terutama Natasha wanita sialan itu.Kamu harus cari tahu yang sedetailnya."
"Benar-benar sialan lagi-lagi Rio yang mengacaukan rencanaku!"kesalnya kemudian masuk kedalam mobil menuju pulang."Tidak bisakah dia tidak ikut campur dalam urusanku?Dan sepertinya hubungan dia dengan Natasha terlihat mencurigakan"guman Agni menyelidiki.
Pipi Natasha merona,dia memandang Rio dengan tatapan terkejut.Secara tiba-tiba Rio menyatakan perasaannya dengan sikap santai tidak terlihat nevouse.
"Bagaimana ?"tanyanya sambil mengangkat satu alisnya meminta jawaban Natasha.Natasha menghela nafas,dia butuh pasukan oksigen untuk otaknya agar dapat berpikir jernih.
"Aku tidak suka dengan penolakan"ujar Rio tenang tetapi mengandung pemaksaan.Lelaki itu terus mencerca Natasha membuat dirinya terpojokkan tidak dapat berkata-kata.Lelaki pemaksa,arogan,dominan dan menyebalkan guman Natasha membatin.Rio menatap Natasha yang masih diam terpaku.Jantungnya Natasha berdebaran detak yang tidak normal.
"Maaf pesanan anda sudah datang"kata seorang waiter mencairkan suasana yang menegangkan itu.Waiter tersebut menyajikan Tenderloin Steak dan Strawbery Shake pesanan Natasha.
"Terimakasih"ucap Natasha sambil tersenyum dan waiter itu membalasnya dengan senyuman lembut.Kemudian dia menyajikan Beef Steak dan Red wine pesanan Rio.
"Terimakasih"kata Rio.Kemudian waiter tersebut pergi kembali ketempatnya.Natasha cepat-cepat memotong steaknya lalu memasukan kedalam mulut.Dia ingin cepat pergi dari hadapan Rio.Dia tidak ingin berlama-lama bersamanya.Lelaki itu sangat berbahaya membuat jantung Natasha berdebaran bahkan dia memciumnya di tempat umum.Dan tidak tahu apa lagi yang akan terjadi jika terus bersamanya.
Ting.....!Suara handphone Natasha sebuah pesan masuk,Natasha menatap layar ponsel tertera nama Tante Stella.
__ADS_1
Fiona,bisakah kamu jemput tante dirumah sakit?ada yang ingin tante kasih tahu sama kamu.
Natasha membencet tombol keyboard membalas pesan.
Oke tante,saya datang.
Suatu kebetulan bagi Natasha bisa untuk alasan agar cepat pergi dari Rio.
"Maaf Rio sepertinya aku harus kembali sekarang."Rio mengangkat alisnya .
"Kenapa ?Apa ada sesuatu yang penting ?" sambil meletakan pisau garpu menghentikan makannya.
"Bukan,hanya aku harus pergi ke suatu tempat ".
"Biar aku mengantarnya"
"Tidak usah Rio,kamu habiskan saja makan siang mu.Supir aku bentar lagi datang.Bukankah habis ini kau ada meeting?"kata Natasha yang tentunya tidak membiarkan Rio mengantar.Natasha berdiri mengambil tas kemudian melangkah keluar dari Cafe tersebut.
Natasha bernafas lega,akhirnya bisa terlepas dari Rio.Lelaki yang berbahaya membuat detak jantungnya tidak normal dan berdebaran tidak dapat berkutik.
"Pergi kerumah sakit,alamatnya yang tadi aku kirimkan ke kamu"kata Natasha duduk di dibelakang supir.
Sampainya dirumah sakit.Natasha turun dari mobil berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu.Matanya mengedar pandangan mencari seseorang.
"Fiona.."panggil seorang wanita dengan perut semakin besar.Dia adalah tante Stella yang sedang hamil 9bulan.Natasha tersenyum melihat wanita tersebut.
"Tante"sambil datang menghampiri.
"Bagaimana kabar kamu?"
"Baik tante.Kapan babynya keluar?"tanya Fiona sambil membantu Stella berjalan.
"Kata dokter satu minggu lagi"
__ADS_1
"Ihh...sudah tidak sabar ingin melihat babinya"tangannya sambil mengelus perut Stella.Stella tersenyum melihat wajah Natasha gemas.
"Cepat kamu cari pasangan "candanya membuat Natasha cemberut memanyunkan bibirnya."Oh iya,ini tante temui di lemari kamar yang dulu kamu tinggali"sambil menyodorkan dokumen.
"Apa ini?"tanya Fiona penasaran.
"Itu album sekolah kamu.Siapa tahu bisa membuat kamu mengingat kenangan kamu waktu sekolah disini?"sejenak terdiam kemudian,dia teringat sesuatu.
"Oh iya Fiona,tante tadi pagi membaca gosip di majalah.Apa itu benar kamu pacaran dengan Rio?".Mereka sambil masuk ke dalam mobil,Fiona terkejut matanya membulat.
"Ah...itu tidak benar tante.Saya dengan Rio tidak ada hubungan apa-apa".sambil tangannya menyilang.
"Tetapi disana ada foto kamu dengan Rio berciuman."Huuuuk!Fiona seperti tersendak sesuatu.Pipinya merona,dia terkejut mendengar pernyataan tentenya yang terdengar sedikit vulgar.Dan Anton sepertinya mendengarkan pembicaraan mereka.Fiona langsung menatap Anton dari kaca spion untuk memperhatikan mengemudi.
Stella mengangkat alisnya,"Bagaimana,apa itu benar?".
Fiona mendesah,"Ceritanya panjang tante"ujarnya agar tantenya tidak banyak bertanya.
"Jujur kalian terlihat serasi sekali dan tante awalnya terkejut melihat gosip kalau kamu menjadi selingkuhan Rayhan."
"Ah...itu gosip yang lebih ngaco.."
"Ya ..tante juga tidak suka dengan Rayhan,diakan dulu......"Stella tercekat tidak bisa melanjutkan kata-katanya,kemudian menatap Fiona.
"Diakan kenapa tante?"tanya Fiona ingin mengerutkan dahi ingin tahu.
"Ah..bukan apa-apa"kata Stella mencoba mengelak kemudian dia melihat mobilnya sudah sampai di depan rumah.
"Tante mau turu sudah sampai"
"Saya bantu tante.."Fiona membantu Stella turun dari mobil kemudian mengantar sampai masuk kedalam rumah.
"Tante..Fiona balik ke kantor lagi.Kalau ada apa-apa kabari Fiona"ujarnya setelah Stella duduk diranjang tidur.
__ADS_1
"Iya Fiona,semangat buat hubungan kamu degan Rio.Tante mendukung.."
"Ah..tante sudah aku bilang aku tidak ada hubungan dengannya."bela Fiona dengan wajah kesal.Dan Stella tertawa melihat Fiona kesal.