HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Luka hati


__ADS_3

 


*Mencintai mu adalah hal yang membahagiakan .


Tetapi melupakan mu adalah hal yang menyakitkan* ......


 


-


-


-


Kata yang terucap olehnya membuat hati Fiona terluka.Rasa sakit itu seakan membakar jiwanya.Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipi.Perih...itu yang dirasakan oleh Fiona.Berulang kali Rayhan membuat Fiona sakit hati dengan kata-katanya yang kasar.Sikap nya yang dingin membuat Fiona sadar akan perubahan Rayhan.Bahwa dia bukan Rayhan yang dia kenal dulu.


Fiona memandang punggung Rayhan yang semakin lama semakin jauh hanya tinggal jejaknya.On langit yang mendung seakan mengerti kesedihan yang dirasakan Fiona.


"Belum cukupkah kamu menyakitiku dengan kata-kata kasarmu?Belum cukupkah kau bersikap dingin kepadaku dan membuatku menangis ?"dengan suara serak dia merasa kesal.Kekesalan dalam hatinya yang bergejolak dia pun menangis sendu.


Mungkin dengan ini ia bisa membuat hatinya tenang...membuat lebih baik untuk melepaskan kesakitan ini.


"Apa kamu tahu betapa sulitnya buat aku agar terlepas dari perasaan ini?!sungguh bodoh...ya aku sangat bodoh karena telah mencintai mu!"sambil mengusap air matanya.Lalu pergi keluar dari sekolah.


Sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan bagi Fiona.Ketika hatinya sedih dia mendapat telepon dari tante Stella kalau ia tidak dapat menjemput Fiona karena tante Stella mau jemput suaminya dibandara dan juga hari sudah mendung akan turun hujan.Fiona pun mendongak keatas berguman.


"Apa kau juga mau menangis ?"Fiona menatap langit sambil berharap jangan hujan dulu sebelum sampai rumah.Dia menunggu di halte busway berharap buswaynya lekas datang.Namun sayangnya tidak datang datang .


Tiba-tiba ada motor berhenti didepan Fiona.Fiona yang tidak mengenalinya ia hanya terdiam tanpa mempedulikan dan laki-laki tersebut melepas helm mengajak Fiona naik ke motor.


"Rio..."pekik Fiona

__ADS_1


"Hayo pulang aku antar!"


"Naik motor...?akukan pakai rok"Rio tidak memperdulikan perkataan Fiona.Dia memberi helm kepada Fiona dan menyuruhnya cepat naik karena bentar lagi akan hujan.


Fiona pun terpaksa menerima helm tersebut lalu naik ke motor Rio sambil memperbaiki duduknya karena ia memakai rok.


"Sejak kapan seorang Fiona memperdulikan penampilan?"tanyanya dengan nada sinis.Fiona yang mendengar perkataan Rio rasanya ingin memukul kepalanya.


Tidak lama kemudian hujan turun membasahi bumi.Akhirnya kau menangis juga guman Fiona.Alhasil mereka berdua basah kehujanan, awalnya Rio ingin berhenti untuk berteduh tetapi Fiona menyuruhnya lanjut saja.


Dan disaat berhenti dilampu merah.Rayhan melihat Fiona dari dalam mobilnya yang berhenti tepat disamping mobil Rayhan.Diapun hanya memandang Fiona dibonceng Rio dengan perasaan tidak suka.Entah mengapa hatinya berdenyut terasa sakit dan marah.


"Apa kamu benar-benar tidak mau mendengarkan ucapanku?"dengusnya penuh dengan kemarahan.Seakan dia tidak terima melihat Fiona bersama dengan laki-laki lain.


Rayhan pun menyuruh supirnya untuk mengikuti pengendara motor yang disamping.Merekapun mengikuti Fiona sampai didepan rumah Fiona.Rayhan menghentikan mobilnya dengan jarak lumayan jauh.Dia melihat Fiona dengan Rio,mereka saling tersenyum satu sama lain.


"Eh...sebelumnya terima kasih"ucapnya sambil tersenyum.


"Sama-sama masuk gih!"sambil membalas senyuman Fiona.Untung saja hujannya sudah berhenti.Awalnya Fiona ingin menyuruh Rio masuk kerumah untuk mengeringkan bajunya yang basah namun ia teringat kalau tantenya lagi tidak dirumah.jadinya ia mengurungkan niat nya.


Ia merasa bodoh kenapa baru sekarang ia baru sadar?Kemana saja selama ini?Apa karena dari dulu sudah terbiasa bersama dengan Fiona dan juga selama ini Fiona hanya mencintai dirinya.Namun tidak dengan sekarang apalagi dengan apa yang telah sering ia lakukan kemungkinan besar Fiona akan pergi menjauh.


Setelah mandi Fiona bercemin menatap bayangan dirinya.Dia teringat dengan kata-kata yang terucap oleh Rayhan.


"Gadis murahan...?"gumannya.Apa dirinya terlihat murahan.Sungguh bodoh laki-laki yang selama ini ia cintai berkata kasar jika ia masih mengharapkan cinta itu.


"Aku akan melupakan kamu..dasar Rayhan sialan!!!Tidak akan aku biarkan lagi kamu berkata kasar kepadaku lagi!Sungguh menyedihkan........"Fiona menangis kembali entah kenapa perasaannya sangat sedih dan kecewa.Gadis cengeng .Kenapa dirinya menjadi gadis cengeng hanya karena laki laki.Kekesalan dalam dirinya tak dapat dibendung lagi.Diapun hanya menangis dan berharap cepat berlalu.


Pagi harinya Fiona terbangun dengan mata sembab bekas menangis semalam dan juga semalam ia tidak pelepasan jiwa.Dia bergegas mandi ,sarapan lalu berangkat kesekolah diantar oleh tante Stella.


Sampai nya didepan sekolahan Rayhan menarik tangannya dengan erat membuat Fiona mengerang kesakitan.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mau mendengarkan ucapan aku Fiona?"teriaknya membuat Fiona terkejut lalu ditatapnya Rayhan dalam-dalam.


"Aku malas dengan kamu Rayhan jika kamu bertemu dengan ku hanya ingin berdebat"Fiona berjalan pergi namun Rayhan menariknya memojokan kedinding.


Fiona mencoba melarikan diri namun sudah dihalang dengan tangan Rayhan.


"Mau kamu apa Rayhan?"sambil membuang wajah mengalihkan karena wajah Rayhan sangat dekat dengan dirinya.


"Aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan Rio dan Cakka.Jadi tolong jauhi mereka"ujarnya lalu pergi.Fiona merasa kesal ia mengatur nafasnya karena kejadian tadi membuat hatinya deg-degan.Fiona pun mengumpat Rayhan dengan seenaknya jidat melarang dirinya dekat dengan Rio dan Cakka.Apa pedulinya?


"Siapa juga yang mendekati mereka?haisss...pagi-pagi sudah membuat kesal huuuff....sebaalnya"


Setelah pelajaran para siswa istirahat pergi kekantin.Sedangkan Diana sedang ada keperluan dengan Pak Agus.Fiona pergi ketaman belakang sekolah.Disana sudah menjadi tempat favorite baginya karena suasana yang tenang dan juga ada bunga mawar merah dan mawar putih yang sedang mekar membuat mata segar.


Aromanya yang wangi menenangkan fikiran.Sejenak dia teringat dengan handphone nya kalau tidak salah ada rekaman dari cctv yang kejadian dikolam waktu itu.Iapun mengeceknya ternyata ada.


"Syukurlah bisa jadi bukti"


"Bukti apa?"suara bass mengagetkan Fiona hampir saja handphone nya jatuh.Dia menoleh lalu mendengus kesal sedangkan laki-laki tersebut duduk disampinya dengan wajah tanpa dosa.Memang ya dasar Rio.


"Bukan apa-apa.."alabil Fiona langsung menyembunyikan handphone nya.


Rio yang penasaran langsung merebut handphone Fiona dengan gesit dan saat dicek dia terkejut dengan isi vidio tersebut.


"Jadi dia pelaku yang mendorong kamu Fiona?"Fiona mengangguk.


"Kenapa tidak kamu laporkan ke pak Agus?Aku tidak menyangka kalau Angel sejahat itu."


"Awalnya aku ingin melaporkan tapi setelah aku fikir sepertinya Angel melakukan ini karena sesuatu yang membuat dia mengenggap aku sebagai musuh...dan aku tahu jawabanya"Rio mengangkat alis satunya bingung.


"Aku rasa aku tahu apa yang akan aku lakukan "

__ADS_1


"Ok...tapi kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan bilang saja sama aku,aku akan membantumu ."ujarnya saat menoleh kesamping ia melihat Fiona tertidur dipundaknya.Dia menatap wajahnya dari samping lalu pandangannya jatuh ke bibir tipis Fiona .Entah apa yang merasuki fikiran Rio ia ingin mencium bibirnya.Namun tidak lama kemudian Fiona membuka mata membuat Rio menjauh salah tingkah.


"Hmmm ...cuacanya panas sekali lebih baik aku masuk kelas"ujarnya langsung berdiri meninggalkan Fiona ditaman.Sedangkan Fiona hanya bengong panas dari mana silir gini ada angin sepoi-sepoi...Rio memegang dadanya hampir saja ia mencium Fiona.


__ADS_2