HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Tatapan intens


__ADS_3

Setelah mandi Natasha mengambil cangkir membuat secangkir hot coklat.Ternyata secangkir caffe latte masih kurang,dia membutuhkan hot coklat untuk menenangkan suasana.Aroma coklat yang tercium enak..membuat Natasha tidak pernah bosan untuk menikmatinya.Kemudian dia teringat dengan dokumen yang diberi oleh Stella tantenya.


Lalu dia berjalan menuju kamar mencari dokumen tadi sambil tangannya meletakan hot coklatnya di atas meja kecil.Dia duduk di dipinggir ranjang membuka dokumen tersebut.Membaca tulisan pertama di buku itu."Album kenangan SMA 2 Cahaya Jakarta".


Dahinya mengerut memandang buku album kenangan tersebut.Kemudian dia membalik halaman pertama.Ada prolog.Selanjutnya daftar nama guru dan biodatanya.Dan seketika dia dikejutkan suara ketukan pintu kaca balkon kamarnya.Dia mengambil nafas panjang sekali merasa was-was dengan pikiran.Siapa yang mengetuk pintu kacanya?.


"Natasha buka pintunya.."ujar seorang lelaki.Membuat mata Natasha membulat shock.Bagaimana bisa Rio berada di balkon kamar?.


"Mau ngapain kamu?"tanya Natasha dia tetap duduk ditepi ranjang tanpa beranjak.


Rio menyipitkan matanya,lelaki itu terdengar mendesis.


"Bukakan pintunya Natasha"ujar Rio terdengar memaksa.Natasha merasa kesal dengan Rio lalu dia berjalan menghampiri pintu kaca itu.Menatap Rio tajam."Kau selalu memaksa ..Sebenar apa yang kamu inginkan?"tanya Natasha dengan wajah kesal nya.


Rio terus mengetuk pintu itu,suara ketukannya semakin keras.Kalau dibiarkan mungkin bisa memecahkan kaca pintu tersebut.


"Apakah kau tidak akan membukakan pintunya Natasha?"teriaknya kesal terdengar marah.Natasha mendengus kesal kemudian menyimpan kembali album yang di pegang ke lemari.Natasha kembali menelan ludah dengan terpaksa membuka pintu.

__ADS_1


Sejenak jantungnya berdebaran kencang cemas harap-harap kalau Rio akan menyerbu masuk kemudian melakukan hal yang tidak baik.Pintu penghalang mereka sudah terbuka.Rio berdiri didepan Natasha saling menatap.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Natasha memberanikan diri.Kemudian Rio memandang masuk kekamar Natasha,dia tersenyum kemudian menyerbu masuk tanpa meminta ijin dulu ke pemiliknya.Natasha merasa kesal pertanyaan nya dikacangin dan sekarang dia duduk santai di tepi ranjangnya membuat Natasha mencak-mencak menatap Rio marah.


"Kau...benar-benar lelaki menyebalkan"umpat Natasha.Sedangkan Rio hanya menatap Natasha sembari mengamati baju piyama yang dikenakan.Terlihat lekukan tubuhnya yang sexy meskipun masih terbalut piyama.Natasha terlihat cantik apalagi ketika marah menambah kecantikannya.


Rio beranjak dari duduk nya kemudian menghampiri Natasha.Natasha mulai waspada melihat Rio melangkah mendekati.Dia melangkah mundur dan terpojokan disudut tembok.Kedua tangan Rio menghalang tubuh Natasha jarak mereka hanya beberapa cm.


Jantung Natasha berdebaran tidak karuan dengan jarak yang begitu dekat bahkan aroma musk tercium di indra penciumannya.Dia tidak berani menatap Rio.Dalam hati dia bertanya-bertanya apa yang ingin Rio lakukan?.Lelaki ini benar-benar berbahaya dan selalu bertindak semaunya.


"Aku harap kamu tidak melupakan sesuatu dan memberi jawaban kepadaku?"bisik Rio di leher dekat terlingah Natasha.Tercium aroma lavender,aroma wangi sabun sepertinya habis mandi.Membuat Rio menelan ludah.


Natasha masih belum kembali kebumi,nyawanya melayang.Dia masih shock lalu menatap kepergian Rio dengan wajah bengong.Rio pergi keluar balkon kamarnya kemudian melompat ke balkon samping,balkon kamar apartemen nya.


"Hah....Benar-benar lelaki gila"ujar Natasha setelah sadar.Dia mengunci pintu kaca balkon rapat-rapat takut jika nanti Rio datang kembali disaat dia sedang tertidur.Kemudian membenarkan kordennya.Duduk diranjang dengan nafas panjang,merasa kesal dan marah.Rio lelaki yang dominan membuat hidupnya tidak bisa tenang.Dia selalu membuat dirinya jantungan dengan sikapnya yang susah ditebak.


Dia bingung memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan kepada Rio.Yang jelasnya Rio tidak ingin ditolak."Sama saja kau tidak memberikan aku pilihan "teriaknya kesal."Memang kamu lelaki dominan suka memaksa."

__ADS_1


Kembali Natasha mengambil hot coklat yang ia taruh di atas meja.Hot coklat yang sudah berubah menjadi dingin.Dia meminumnya...


Rio mengambil nafas dalam-dalam,tangannya memegang dada mengatur debaran hatinya.Masih tercium jelas aroma tubuh Natasha sepertinya ia habis mandi,aroma lavender.Untung saja dia cepat-cepat pergi sebelum dia lepas kendali tidak dapat mengontrol diri.


Dia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang,sambil matanya memandang langit-langit kamar.Senyum tipis tersungging dibibir.Semakin lama dia merasa semakin tertarik terhadap Natasha.Wanita yang membuat dirinya ingin selalu dekat dan ingin tahu tentang dirinya.Mungkinkah ...dia sudah mulai melupakan Fiona.


Wanita yang selama ini dia rindukan tetapi sayangnya tidak dapat ditemukan.Fiona menghilang bagaikan di telan bumi tidak dapat dicari jejaknya.Keputus asaan untuk mencari sosok Fiona sehingga dia bertemu Natasha wanita yang baru dia kenal tetapi mampu menggetarkan hatinya.Senyuman,tingkahnya bahkan wajah nya mirip dengan Fiona.Sehingga membuat dirinya disetiap didekat Natasha seakan dia sedang bersama Fiona.


"Aku merasa aneh.."gumannya kemudian dia bangkit dari master badnya.Kemudian melangkah ke dapur.


Natasha terlelap dalam tidurnya.Tetapi ketika dia membuka mata kejadian seperti biasanya yang tanpa dia sadari.Dia melakukan pelepasan jiwa lagi.Dan betapa terkejutnya dia berada dikamar Rio.Tetapi untungnya Rio sedang tidak dikamar.Natasha mencubit pipinya,mencoba mengetes kalau ini hanya mimpi bukan nyata.


"Ouch.."teriak Natasha merasa sakit atas cubitan sendiri."Oh..bukan mimpi"dengan wajah shock.Dan tiba-tiba ada suara langkah kaki mendekat.Natasha kebingungan,dia mondar-mandir mencari tempat untuk sembunyi.


"Aduh ...aku sembunyi dimana?"ujarnya kemudian matanya melihat lemari.Dan terpaksa dia masuk kedalam lemari itu bersembunyi didalam.Dengan wajah cemas harap-harap Rio tidak menemukan dirinya.


Kreeeat...Suara pintu terbuka.Dilihatnya dari celah lemari,Rio sedang berjalan masuk duduk di tepi ranjang dengan membawa laptop.Kemudian dia membuka laptopnya membaca sesuatu disana.Terlihat wajah seriusnya membuat Natasha berdecak kagum.Rio terlihat tampan ketika sedang serius dalam bekerja.Dengan sikapnya yang terlihat elegan menambah berkelas.

__ADS_1


"Tetapi sayang sifatnya yang dominan membuatku kesal."guman Natasha pelan.Natasha merasa pegal berada didalam lemari,mungkin sudah sekitar 2 jam dia berada disana menunggu Rio tidur.Tetapi Rio masih asyik dengan pekerjaan.Dan beberapa menit kemudian Natasha melihat Rio sudah tidak ada diranjang.Dia mencoba keluar dari dalam lemari dan seketika itu....BRUUUG!!


__ADS_2