
"AAAHHHGGG..."suara teriakan histeris.Natasha terkejut setengah mati sampai dia terjatuh kebelakang,mendapati nisan didepan.Herannya kenapa secara tiba-tiba dia berada di tempat makam?Seingat Natasha kalau dia baru mandi sehabis pulang kerja kemudian dia duduk di sofa sambil membaca sebuah buku untuk mengisi waktu senggangnya.
Dan...sekarang kenapa ada di tempat makam.Dalam keadaan hari sudah malam hanya diterangi cahaya lampu yang remang-remang dan cahaya rembulan.Debaran jantungnya semakin keras,badannya gemeteran karena rasa takut.Dia ingin berteriak meminta tolong tetapi dia mengedar pandangan tiada kesiapa,hanya dia...hanya dia seorang diri.
"Pasti ini hanya mimpi.."ujar Natasha meyakinkan diri,dia mencoba mencubit pipinya dan ternyata....
"Ouch.."Natasha merasa sakit dari cubitannya sendiri.
"Ini...ini bukan mimpi...ini nyata!!"Natasha benar-benar shock.Bagaimana bisa dia ada di tempat makam?Sebenarnya apa yang sudah terjadi.
Suara angin malam yang dingin membuat bulu kuduk Natasha berdiri,apalagi ada suara burung hantu menambah suasana menjadi mencengkam.Natasha mencoba berdiri menahan getaran tubuhnya,dia berusaha menahan rasa takut nya.Namun ternyata kakinya terasa lemas dan membuat Natasha terjatuh tersungkur didepan sebuah Nisan dengan nama **Angella Putri**.
"Ahhhhhhh"teriak Natasha tiba-tiba sebuah angin menerpah dia dan kemudian dia sudah pindah tempat lagi.Dia berada di sebuah rumah dengan desain klasik dan mewah.
"Aku dimana lagi?"tanya Natasha terkejut sambil tangannya menutup mulutnya.
Dari arah lantai bawah ada suara seperti seseorang sedang bertengkar.Natasha mencoba mencari sumber suara tersebut.Dia menatap kebawah dari tangga atas dan disana ada Agni dan Rayhan,mereka sedang berdebat.
"Kenapa seperti ini ?Apa mungkin aku halusinasi?"sambil mengamati mereka.
"Kamu sungguh keterlaluan Agni?Apa maksud kamu menyebar gosip seperti itu?"Rayhan berkata dengan nada keras ,terlihat jelas kalau dia sedang marah.
Agni menatap Rayhan dengan wajah datarnya."Aku tidak tau apa-apa Rayhan.Kenapa kamu menuduhku seperti itu?"
"Jangan mengelak lagi Agni aku tahu ini perbuatan kamu.Kalau bukan kamu siapa lagi?Bukankah kamu punya banyak kenalan seorang wartawan.Bisa saja kamu membayar mereka untuk membuat gosip murahan seperti itu".
"Cukup Rayhan!Jangan salahkan aku karena aku tidak tahu apa-apa.Harusnya aku yang marah sama kamu.Kamu diam-diam jalan dengan wanita lain,apalagi kalian saling memandang seperti seorang pasangan."
Rayhan menarik tangan Agni dengan keras."Asal kamu tahu selama ini yang membuat masalah adalah kamu.Kamu mengumumkan ke media kalau kita pacaran padahal sebenarnya kita tidak ada hubungan apa-apa.Dan sekarang kamu menuduhku selingkuh!Aku mau jalan dengan siapa saja bukan urusanmu Agni"sambil menatap tajam Agni."Satu lagi aku sama sekali tidak mencintaimu"ujar Rayhan sambil menghempaskan tangan Agni dengan kasar.
Sedangkan Natasha dia diatas hanya memperhatikan perdebatan mereka sambil berguman."Jadi selama ini Agni membohongi media.Hmmm....dasar Agni kok bisa dia seperti itu?"sambil bergeleng-geleng kepala.
"Rayhan tidak bisakah kamu mencintaiku...?"ujar Agni sambil memeluk Rayhan dari belakang,membuat Rayhan menghela nafas panjangnya.
__ADS_1
Natasha ternganga melihat sikap Agni seperti wanita tidak tahu diri dan seketika itu juga dia merasa marah ingin menarik tangan Agni menjauhkan dari tubuh Rayhan.
"Dasar wanita tidak tahu malu sudah ditolak masih saja menempel seperti cicak"Natasha berdecak pinggang sehingga dia kehilangan keseimbangan,kemudian dia terjatuh kebawah tetapi.......
WUUUUUSH ...Natasha kembali kedalam raganya dan terbangun,dia berada di apartemen nya rebahan di sofa dengan buku di dadanya.
"Heh"suara itu yang keluar dari mulutnya,dia perlu oksigen untuk mencernah semua kejadian yang barusan dia alami.Mimpi atau nyata.
Pagi harinya sebuah majalah di hebohkan dengan berita tentang perselingkuhan Rayhan dan disana terdapat foto-foto dirinya yang diambil kemarin ketika Rayhan makan siang dengan Natasha.Dengan judul Wanita Misterius Selingkuhan Rayhan.
Rio membaca majalah itu dengan muka marah,ada rasa cemburu dalam diri Rio.Dia menggigit bibirnya marah,mata tajamnya membara kemudian dia membanting majalah tersebut membuat asistennya terkejut takut.Kemudian Rio membencet handphonenya mencari nomer seseorang.Setelah terhubung dan diangkat.
"Halo.."suara seorang wanita dari sebrang handphonen tersebut.
"Natasha kamu sekarang ada dimana?"
Natasha bingung dengan pertanyaan Rio secara tiba-tiba menelfon lalu bertanya ada dimana?.
"Jawab Natasha kamu ada dimana?"suaranya terdengar seseorang mencemaskan.
"Jangan kesana!"
"Heh!maksudnya apa?"
"Aku bilang jangan ke kantor putar balik saja"Natasha kesal dengan Rio,beraninya dia melarang dirinya masuk kekantor,bos saja bukan.
"Urus saja urusan kamu,jangan melarang ku masuk ke kantor"sambil menutup teleponnya.
"Haisssh...sial dasar Rio menyebalkan.Ada yang salah dengan otaknya ...tiba-tiba telepon kemudian melarang ku pergi ke kantor.Maunya apa sih tu orang??!"umpat Natasha kesal.
"Non.."
"Apa!"teriak Natasha kesal membuat Anton takut.
__ADS_1
"Maaf Anton aku tidak bermaksud membentakmu..."
"Itu non...didepan kantor banyak wartawan sepertinya mobilnya tidak bisa masuk non.."tunjuk Anton.
"Lho kok banyak wartawan ada apa ini?"
Anton nyengir terpaksa menyuruh Natasha turun dari mobil.Akhirnya Natasha diturunkan di jalan ketika dia melangkah menuju kantor.Para wartawan memandang Natasha.
"Bukannya dia yang ada di berita "
"Oh iya benar dia..."mereka berlarian menghampiri Natasha membuat Natasha kebingungan."Lho kenapa mengejarku?".
Para wartawan mengrumuni Natasha,sengatan blitz yang bertubi-tubi mengambil gambar Natasha membuatnya sakit mata.Dia tidak terbiasa dengan kamera dan juga para wartawan melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali dia tidak mengerti.
"Bagaimana awal pertemuan anda dengan Rayhan?"tanya salah satu wartawan.
"Apa benar kalau yang difoto itu adalah anda?"
"Apakah anda tau kalau Rayhan sudah punya kekasih tetapi anda masih mengejarnya?"
"Bagaimana perasaan anda menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka?"
"Apa anda tidak kasian dengan Agni kekasih nya yang telah anda rebut pacarnya?".Natasha bingung harus menjawab semua pertanyaan para wartawan tersebut.Dia melangkah mundur kepalanya terasa pusing dan dia kehilangan keseimbangan.
Ketika tubuh Natasha akan tumbang seseorang dengan gesit menopang tubuhnya.Natasha mendongakan kepalanya memandang siapa yang sudah menopangnya.Terlihat kilauan cahaya dari wajahnya,seorang lelaki dengan tubuh kekarnya yang tidak lain adalah Rio.
"Kamu.."
Rio tersenyum "Beraninya kamu tidak mematuhi perintahku!"bisik Rio tepat di telinga dekat leher.Natasha menggeliat geli dengan bisikan Rio,dia sangat sensitif dengan telinganya.
"Kamu...!"pekik Natasha kesal kemudian melepaskan diri dari Rio.
Rio mengangkat tangannya menyuruh wartawan berhenti mengambil gambarnya dan para wartawan mengerti dengan maksudnya itu.Natasha mulai bisa membuka matanya,kemudian tangan Rio berteger di pundak Natasha mendekatkan ke tubuhnya dengan mesrah.
__ADS_1
"Maaf kekasihku tidak terbiasa dengan kamera."Rio berkata sambil tersenyum manis dan mesrah ke arah Natasha sedangkan Natasha hanya mengangah mendengar ucapan Rio.Apa kekasih?.
"Heh!?".