
Rio berjalan disamping Fiona wajahnya sedikit merasa cemas melihat Fiona jalannya masi pincang.Ingin rasanya menggandeng tangannya agar dia bisa berjalan dengan baik.Namun egonya tinggi.Fiona merasa senang melihat Rio meskipun dia laki-laki yang menyebalkan tetapi masih ada sisi baiknya.Sesekali Fiona melirik Rio sambil tersenyum.
Rayhan merasa bersalah atas kejadian tadi disekolah.Tidak seharusnya Ia membentak Fiona seperti itu.Meskipun mencoba untuk keras kepada Fiona agar membencinya dan cepat kembali ke Australia lagi tetapi didalam hati Rayhan Ia sangat merindukan Fiona.Rayhan merasa tersiksa dengan kepuraan tidak mengenal Fiona.Dia pun pergi kerumah Fiona untuk meminta maaf.
Tetapi waktunya tidak tepat dari kejauhan dilihatnya Rio bersama Fiona ada didepan rumah Fiona.Ia pun menghentikan langkahnya bersembunyi dibalik dinding.Entah perasaan apa yang ada didalam hatinya.Tiba-tiba ia merasa tidak suka melihat kedekatan Rio dengan Fiona.Dadanya terasa sakit melihat senyum itu senyum yang tidak seharusnya diperlihatkan dengan laki-laki lain.
"Dulu hanya aku yang bisa melihat senyum itu.Tetapi sekarang sepertinya kamu lebih senang dengan Rio."
Fiona merasa seperti ada yang memperhatikan ia membalik badan sebelum masuk ke dalam rumah dilihatnya tetapi tidak ada siapapun.Ia pun menggeleng kepala mungkin hanya perasaannya saja.Setelah Fiona masuk ke dalam rumah Rayhan melangkah pergi dengan wajah kecewa.
Fiona berdiri didepan cermin dilihatnya bayangan dirinya disana.Ia sudah berusaha merubah penampilannya dengan rambut lurus panjang berponi dan bersikap lembut seperti gadis biasanya.Meskipun banyak yang mengagumi kecantikan dirinya tetapi Ia merasa sedih.Dia sudah berusaha berubah agar Rayhan tertarik dengannya namun sayangnya malah Rayhan membenci.
Dia menatap bayangan dicermin dengan perasaan sedih saat teringat dengan kata-kata Rayhan.Tanpa terasa Ia meneteskan air mata.Rasanya sangat sakit meskipun dulu sering Rayhan menolaknya namun tidak pernah membentaknya ataupun membencinya.Ia tidak pernah menyangka Rayhan akan setegah itu hanya demi Angel.
"Ternyata cinta itu menyakitkan..."sambil memandang foto dia dan Rayhan.
"Dulu meskipun kamu sering menolakku tetapi kamu selalu disampingku namun sekarang kamu malah berharap aku enyah dari kehidupan mu"
Lebih menyakitkan mencoba membencinya dibandingkan mencoba mencintai.Fiona berharap dia bisa melupakan Rayhan,melupakan rasa cintanya kepadanya.Memerangi rasa rindu yang sangat menyiksa batinnya.Berpura-pura tersenyum saat melihat dirinya bersama gadis lain.Namun Fiona tetap tidak akan pergi sebelum kelulusan sekolah.Dia akan tetap tinggal disana bukan karena Rayhan tetapi dia ingin menerima kenyataan kalau Ia bisa bertahan meskipun tidak dapat cintanya.
Keesokan harinya Fiona berpapasan dengan Rayhan didepan koridor kelas.Ia memandang Rayhan namun Rayhan memalingkan mukanya.Fiona hanya berharap kalau Rayhan meminta maaf atas perlakuanya kemarin.Tetapi sepertinya dia tidak menyesalinya.Fiona hanya menghela nafas lalu masuk dengan wajah tersenyum. Mencoba menyembunyikan kesedihan hatinya.
"apa kakimu sudah baikan?"bisik Rio
"sudah.Makasih ya kemarin sudah menganterin pulang"Rio mengangguk lalu tersenyum.
Disaat hatinya gundah memang paling pas untuk menyendiri.Fiona menolak ajakan Diana kekantin Ia lebih memilih ke belakang sekolah duduk ditaman sambil memandangi bunga mawar yang sedang mekar.Sunyi dari kesunyian ini Ia merasa tenang.Tidak lama kemudian Fiona mendengar suara piano.Seperti seseorang sedang memainkan.Fiona merasa seakan dipanggil oleh suara piano itu alunan nada yang indah membuat Fiona pergi ke ruang musik.Dilihatnya seorang laki-laki sedang memainkan piano tersebut.Fiona pun duduk didepan kursi penonton sambil memandang kagum.
Setelah selesai Fiona bertepuk tangan yang membuat laki-laki itu terkejut.Dia pikir tidak ada orang yang memperhatikan,tapi ternyata ada seseorang gadis yang berdiri didepan Bertepuk tangan dan tersenyum kepadanya.
Lelaki itu yang bernama Cakka dan membalas senyuman Fiona.
"Kamu Fiona kan?"tanya Cakka sambil turun dari panggung menghampiri Fiona yang masih bengong karena tidak menyangka dia mengenalinya.
"Iya..kok kamu tau?Kamu siapa ya?"
"Kamu tidak tau siapa aku?"
"Tidak"
Cakka terkejut baru kali ini ada gadis yang tidak mengenalinya.Biasanya tidak ada gadis yang tidak mengenalinya dan selalu memanggil namanya.
Cakka mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
"Nama aku Cakka dan aku ada dikelas 12-D"
"Oh ternyata kita bersebelahan"sambil tertawa renyah.
Cakka memandang Fiona lalu tersenyum melihat tawa Fiona yang membuat dirinya tidak asing.Ia merasa cukup nyaman berada didekat Fiona.Tidak biasanya dia bisa dekat dengan gadis seperti sekarang ini biasanya gadis-gadis yang mendekatinya selalu bersikap agresif atau malu-malu.Tetapi tidak dengan Fiona dia memperlakukan dirinya seperti seorang teman.
__ADS_1
"Apa kamu suka main piano?"
Pertanyaan Fiona membuyarkan lamunan Cakka.Ia pun tersadar lalu menjawab dengan senyuman.
"Pantas permainan kamu bagus"
"Apa kamu juga suka main piano?"Fiona menggeleng.
"Aku paling tidak bisa sama alat musik.Tidak tau kenapa ?"
"Apa kamu mau aku ajarin?"Cakka menawarkan dirinya baru kali ini Ia berbuat seperti itu.Fiona mengangguk lalu tersenyum senang.Diapun duduk disamping Cakka tanpa rasa canggung.Dari kejauhan Rayhan memperhatikan,Dia tidak menyakangka kalau Fiona akan semudah iti dekat dengan laki-laki.Melihat canda tawa mereka Rayhan memukul dinding melampiaskan kemarahannya Angel yang melihat Rayhan marah sampai melukai dirinya ia langsung menghampiri.
"Rayhan tangan kamu berdarah"dengan raut muka cemas Angel memegang tangan Rayhan.Tetapi Rayhan menepisnya lalu melangkah pergi.Angel melihat kedalam ternyata ada Cakka sama Fiona.Ia merasa geram gara-gara Fiona Rayhan melukai dirinya.
"Sialan kamu Fi ..aku ga akan biarin kamu tinggal lama disini dan merebut Rayhan dari aku."
Angel menghampiri temannya lalu berbisik sesuatu sebelum mengejar Rayhan.
Suasana hati Fiona lumayan baik tetapi Ia merasa kesal .Didepan gerbang Ia melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
"Rayhan.."panggil Angel dengan manja lalu lari menghampiri.
"jangan lari seperti itu nanti jantung lamu kambuh"
Angel menggandeng tangan Rayhan lalu menoleh ke arah Fiona seakan pamer.Fiona mengepal tangannya rasanya ingin menghajar Angel.
Mau-maunya Rayhan dengan gadis ulet kaya dia.
Tangannya melambai ke atas menutupi sinar matahari seakan dia berkata dalam hati.
Kau terus menyinari bumi tanpa kata lelah dan tanpa sebuah balasan dari bumi.Kau seakan terus bersinar sampai senja memisahkan kalian dan berganti malam.Membuat aku iri ,iri akan keiklasanmu karena mencintai tanpa sebuah balasan .
Hidup itu bagaikan drama dan cinta ini juga bagaikan drama.Fiona seakan lelah mengejar cintanya Rayhan tanpa balasan malah sebuah kata penghinaan.Dia dibentak dan juga dia disuruh enyah dari kehidupan nya.Fiona seakan bagaikan serangga yang selalu mengganggu Rayhan.Namun cinta membuat Fiona buta.Ia dibutakan akan rasa cinta yang sebenarnya dia belum memahami apa itu cinta?mengejar sampai ke Indonesia mengalami kecelakaan sehingga membuat dia mengalami pelepasan jiwa.
Terkadang Ia ingin bertanya kalau tuhan tidak adil baginya.Kenapa orang yang dia cintai tidak membalas cintanya?.Dan anehnya juga Fiona masih berharap kalau Rayhan akan mencintai.
Ditengah jalan Fiona di hadang tiga gadis yang tidak lain Agni,Lina dan Silla.Mereka menghampiri Fiona yang diam memperhatikannya.
"mau ngapain mereka?"gumannya
Agni dengan lagak jagoan menarik kerah Fiona lalu bertanya dengan nada mengejek.
"Ngapain kamu sok cantik deketin Rayhan Rio bahkan Cakka juga??Berani beraninya gadis sialan seperti kamu merayu mereka!"
Fiona hanya diam menatap Agni.Agni marah melihat tatapan Fiona.
"Sialan kamu beraninya menatap aku seperti itu!"sambil mendorong Fiona.Fiona pun tersungkur karena cukup keras Agni mendorongnya.Terdengar suara gelak tawa mereka.Fiona hanya diam mencoba menahanya,Dia pun langsung berdiri tidak menghiraukan mereka.
Agni yang merasa di acukan oleh Fiona merasa kesal lalu mencoba memukulnya.Namun sayang Fiona dengan gesit menangkis pukulan Agni dan malah memuntirnya.Cakka yang tidak sengaja melihatnya ingin menolong Fiona namun dia mengurungkan niatnya tidak menyangka kalau Fiona bisa bela diri dan sepertinya Fiona bisa menangani mereka tanpa bantuan Cakka.
__ADS_1
"Gadis yang unik aku pikir dia gadis yang lemah lembut tetapi dibalik kecantikannya dia gadis yang tangguh"Cakka merasa senang melihat Fiona berkelahi.
Karena Agni merasa kewalahan melawan Fiona.Dia menyuruh temannya juga untuk mengroyok Fiona.Tetapi jangan salah kan Fiona jika Ia mulai serius.Silla maju memukul Fiona dan juga Lina mencoba memukul dari belakang namun sayangnya Fiona langsung menangkis tangan Silla dan kakinya menendang Lina.Lina yang ditendang bagian perutnya tersungkur merintih kesakitan .Sedangkan Silla tangannya dipuntir kebelakang lalu mendorongnya kearah Agni.Dan merekapun berjatuhan.
Agni ,Silla dan Lina babak belur dibuatnya.mereka tidak menyangka kalau Fiona bukan gadis lemah seperti tampilan yang feminin.
"Sialan kamu Fiona..!"umpat mereka lalu kabur.Fiona yang menang merasa lega bisa melampiaskan kekesalannya.
"Salah siapa mencari masalah denganku"ungkapnya bangga.
Prok prok! suara tepung tangan.Fiona menoleh kebelakang dilihatnya Cakka sedang tersenyum kagum dengannya.Fiona pun langsung salah tingkah mencoba merapikan penampilannya.Cakka tersenyum melihat tingkah lucu Fiona yang salah tingkah.
"Hai.."sapa Fiona malu tidak menyangka ada Cakka yang memperhatikan.
"Hai juga"sambil berjalan mendekati.
Fiona merasa malu karena terlihat seperti urak-urakan selama ini Ia menyembunyikan sikapnya yang bukan seperti gadis feminim.Karena di kehidupan sekarang ia ingin menjadi gadis lainnya yang feminin.
"Ternyata kamu jago juga berkelahi"
"Hehehe tidak juga"jawab Fiona canggung.
"Oya Bagimana kalau aku antar kamu pulang"
"Hemm.. sepertinya tidak usah deh ..aku pulang sendiri saja"ujarnya lalu kabur.
Cakka pun tertawa melihat tingal konyolnya.
Ia merasa lucu melihat Fiona yang langsung kabur lari.Saat Cakka mau naik motornya Rayhan menarik tangan Cakka lalu memojokan didinding totoar.
"Ngapain kamu sama Fiona?"tanyanya dengan nada kesal .
"Santai bro kenapa kamu marah begini?"
"tinggal jawab!"
"aku hanya mengobrol mencoba dekat dengan dia"
"APA?!aku tidak salah dengar?.Cakka lebih baik kamu jauhin Fiona,karena aku tahu kalau kamu hanya main-main dengannya
"
"kamu kenapa si Ray ?Tidak seperti biasanya kamu ikut campur dalam urusanku"bentak Cakka melangkah pergi.
Rayhan menarik tangan Cakka lalu memukul wajahnya.Cakka yang dipukul memegang wajahnya terasa perih dan darah segar keluar dari sebelah bibirnya.
"Ini peringatan buat kamu jika masih mendekati Fiona"ancamnya lalu pergi.Cakka sedikit kaget melihat Rayhan temannya sendiri secara tiba -tiba memukul karena seorang gadis.
"Asal kamu tau Ray aku mulai tertarik dengan Fiona karena sepertinya aku mulai menyukainya."
__ADS_1
Semakin Cakka mengenal Fiona dan dekat denganya semakin besar rasa suka Cakka kepada Fiona.