
*Jika aku dapat hidup sendiri
Aku tak akan mencintai siapapun...
Karena aroma dirimu,caramu menatapku masih melekat dalam ingatanku*....
Mentari menampakan diri dengan malu malu menatap bumi.Memberitahu penghuni bumi hari sudah mulai siang.waktupun terus berputar seperti kisah hidup ini.Fiona menatap langit tangannya melambai keatas.
"Sudah siang"gumannya.
Rio yang mengikuti Fiona dari belakang ikut berhenti dan menatap langit dengan bingung.
"Kamu ngapain ?"
Fiona meliriknya "Ayo pulang nanti terlambat masuk sekolah".
Mereka berjalan bersama lalu berpisah didepan rumah Fiona.Rumah Rio masih lumayan jauh dari rumahnya dibelakang komplek Fiona.Dia pun berlari kecil setelah melihat Fiona masuk kerumah.
Seperti biasanya apabila A-four berjalan disekolah.Semua siswa berteriak menatap dengan perasaan kagum karena ketampan mereka terlahir anak orang kaya dan juga baik dalam akademi maupun non akademi.Mereka terlalu sempurna untuk dibayangkan.Banyak siswa khususnya kaum perempuan para gadis berteriak meneriaki nama mereka.Berharap mereka akan melirik dan tersenyum.
Ini yang membuat Fiona tidak suka dengan mereka.Semenjak kenal mereka dan masalah dirinya dengan Rayhan membuat dirinya dikucilkan dan dibenci siswa lain .Meskipun tidak semua tapi cukup membuat Fiona kesal,dan juga Diana teman satu satunya yang dekat dengan dirinya pun ikut juga jadi penggemar mereka.Hanya membuang waktu.Seperti saat ini Diana menahan Fiona jangan masuk kelas dulu menyuruhnya tunggu dikoridor kelas menunggu A-four datang.
"Apaan si Diana?"
"Ayolah sebentar saja.."rengek Diana sambil memasang wajah imutnya membuat Fiona terpaksa menurutinya.
Duh sial kalau Kevin melihat dirinya apa ia akan mengenali?Apa dia akan bertanya soal semalam?Aku harus sembunyi setidaknya pura pura tidak melihat.Fikiran Fiona lagi berkecamuk karena takut dilihat Kevin.Diapun bersembunyi dibelakang Diana.Saat A-four lewat Fiona langsung membuang muka.
__ADS_1
"Kamu kenapa Fi..kok malah sembunyi dibelakangku?"tanya Diana pelan.
"Sebentar saja...****** dia melihat kearah sini!"Fiona terus menunduk.
Kevin yang memang mencari seorang gadis yang tidak lain adalah Fiona.Dia melihatnya namun sayangnya banyak siswa gadis yang memperhatikan dan juga Fiona yang jauh dibelakang tidak mungkin Kevin langsung menghampiri dia.Iapun terus berjalan lalu masuk kekelas.
"Syukurlah aman "
"Kamu kenapa ?"tanya Diana lagi karena penasaran.Fiona hanya mengangkat bahu.
"Ayolah cerita kamu ada masalah apa sama mereka kok kamu aneh gini?"Fiona hanya menatap tetapi Diana terus bertanya membuat Fiona menyerah iapun memberi alasan agar Diana tidak curiga.
"Kamukan tahu sendiri semenjak aku berurusan dengan mereka para siswa lainya mulai membenciku..aku tidak mau lagi masalahnya jadi makin kacau."
"Oh iya ya...semenjak kejadian itu hari kamu sampai masuk UKS"
"Nah itu tahu"
"Dasar gila pelajaran ..begitu bersunggu-sungguh"gumanya.Rio yang dibelakang Fiona mendengarnya lalu melihat arah mata Fiona yang ternyata menatap Rayhan.Diapun menendang kursi Fiona pelan.Fiona pun langsung menatap Rio kesal sambil mengumpat namun tidak bersuara SIALAN!
Dan seperti biasanya Rio hanya menjulurkan lidahnya.
Dua jam pelajaran dimulai akhirnya selesai ketemu matematika itu seperti ketemu rumus cinta yang sulit,.menghadapi matematika seperti menghadapi dosa yang besar.Ketidak sukaannya atau memang pelajaran yang banyak rumus menguras otak.Semua siswa menghela nafas lega setelah mendengar bel berbunyi.Namun meskipun sudah berakhir masih ada PR yang membuat mereka sedikit kecewa.
Namun tidak bagi siswa yang pintar seperti Rayhan ,Rio dan Fiona.Mereka bertiga mempunyai otak yang cerdas.
"Duh mau pecah kepalaku"Diana nyerah dengan pelajaran matematika.Fiona hanya tersenyum melihat temannya lemas sandaran dibangku.
"Fi kita ke perpustakaan yuk...bahas soal PR matematika sekalian ajarin aku"
Fiona mengangguk lalu mereka pergi ke perpustakaan.Diana dan Fiona fokus berkutik dengan bukunya sesekali mengajari Diana.Saat no terakhir ia lupa dengan rumus pitagoras iapun mencoba mencari buku rumus matematika.
__ADS_1
Saat dilorong diantara rak buku ia melihat Kevin sedang membaca buku sambil sandaran.Fiona pun langsung bersembunyi di sisi rak buku lain.
"Duh kenapa ada Kevin disana?"padahal buku yang ia cari ada di rak dekat Kevin.
"Samperin ga ya ...?"sambil maju mundur seperti tembukur.Masa ia balik ketempat duduk lagi atau tunggu disini saja.Tiba-tiba ada orang yang mencolek lenganya.
"Apaan si kalau mau lewat tinggal lewat saja tidak usah colek-colek"ujarnya tanpa melihat orangnya.Orang tersebut mencolek kembali membuat Fiona kesal ia pun mengepal tangannya ingin menghajar.Namun saat melihat orang tersebut ia malah terkejut.
"KEV...."pekik Fiona langsung dibuka mulutnya oleh Kevin.
"Ini diperpustakaan jangan berteriak memanggil namaku"bisik Kevin sambil melepaskan bungkamannya.
Fiona salah tingkah bukan karena grogi namun karena malu.Bukanya dia ada disana tapi kenapa tiba-tiba ada disini.
"Apa kamu suka denganku?"tanya Kevin langsung to the poin tanpa abal-abal membuat Fiona bingung sambil berguman GR amat ini anak.Tunggu kata orang dia orang yang lembut...lembut apanya ini tidak jauh dengan sifat Cakka yang suka tebar pesona.Memang dasar A-four.
"Aku ...su...suka sama kamu?"sambil menunjuk diri sendiri.
"Enggak..!itu jawabanku"ujarnya ketus.
"Tapi kalau kamu tidak suka sama aku kenapa semalam kamu datang kerumahku dan tadi kamu melihatku diam diam"sambil memojokan Fiona kedinding.
Tuh..kan dia bisa melihatku semalam.
"Ah . ....hahaha ba...bagaiman aku bisa kerumah kamu al...lamatnya saja tidak tahu.Nginggau dech kamu"sambil melepaskan diri.Namun Kevin menarik tangannya .Fiona terdiam melihat tangan Kevin.
"Tapi aku yakin sosok gadis itu adalah kamu suaranya ciri cirinya mirip sekali "ujarnya lalu melepaskan tangannya sebelum pergi ia memberikan buku yang dicari Fiona.
Fiona masih bengong dengan apa yang terjadi karena saking shock nya kalau Kevin sangat yakin kalau gadis yang semalam itu adalah dirinya.
"Oh pelepasan jiwa mulai saat ini jangan ke tempat Kevin plisss..."gumannya lirih.Berharap hal itu tidak terulang lagi sungguh membuat malu.Apa kata orang seorang gadis datang kekamar laki laki dimalam hari dan melihat mereka tidur dan siapa yang akan percaya kalau itu pelepasan jiwa.
__ADS_1
Diana menatap Fiona ia bingung melihat mukanya yang kusut.Diana pun berguman ternyata Fiona yang otaknya cerdas saja bisa frustasi dengan matematika apalagi aku yang otaknya hanya pas-pasan.