HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
PENYESALAN


__ADS_3

 


*Disaat aku mulai membenci mu


Tiba tiba kau datang...memberikan senyuman


dan bilang kalau kau mencintaiku*....


 


Setelah pelajaran olah raga selesai Fiona mulai merapikan bola basket dan membersihkan tempat tersebut.Ia menghela nafas sambil memandang lapangan basket yang begitu luas ia harus membersihkan sendiri.Yang benar saja batinnya lemas.Diana merasa kasian kepada Fiona ia pun membantunya.


Dan ada sepasang mata yang tersenyum jahil seakan mempunyai rencana jahat.Gadis tersebut memberi kode kepada dua temannya untuk menendang bola yang sudah disusun rapi.


"Oops ga sengaja"ujarnya dengan gaya menyebalkan.Lalu diikuti kedua temannya.


"Kalian...apa yang kalian lakukan?"teriak Diana sambil menghampiri mereka.Sedangkan Fiona memandangnya tidak percaya sudah susah payah ia beresin malah diberantakin lagi.Ia pun hanya mengepal tangan karena geram.


"Maaf ga sengaja"


"Kamu memang benar benar keterlaluan ya Ag!"geram Diana.Sedangkan Agni dan kedua temannya hanya tertawa mengejek.


"Kenapa kamu tidak terima ?itu memang pantas buat kalian apalagi dia gadis yang hanya bisa pembuat masalah"tunjuk Agni kearah Fiona.


"Salah Fiona apa sama kamu?"


"Kenapa kamu tidak tanya saja sama Fiona?apa yang sudah dia perbuat terhadap Angel?"


"Kamu memang keterlaluan Agni!"sambil mendorong Agni.Dan Agni yang tidak terima atas perlakuan Diana ia mendorong Diana sekuat tenaga sampai terjatuh.Fiona yang dari tadi hanya diam ia langsung menghampiri Diana lalu menolongnya.


"Kamu tidak apa apa Diana?"sambil membantu berdiri.


"Iya tidak apa apa"

__ADS_1


"Kamu kalau ada masalah sama aku tidak usah menyakiti temanku"


"Kenapa kamu marah?itu belum seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan terhadap Angel.Gara-gara kamu Angel masuk rumah sakit dan sampai sekarang ia masih dirawat disana."


"Kamu kalau tidak tahu permasalahan nya tidak usah ikut campur "


"Masalah Angel juga masalah ku juga.Jadi kamu gadis pembawa sial dan pembuat onar kenapa kamu tidak pindah sekolah saja.Kami tidak menerima gadis ****** seperti kamu hanya sampah!"ketika Fiona mendengar kata-kata kasar darinya ia merasa kesal dan marah.


Ia sudah cukup sabar menghadapi Agni.Perasaan kesal yang dari tadi ia tahan akhirnya ia luapkan tangannya Fiona ingin menampar wajah Agni.Namun tiba-tiba Rayhan datang menarik tangan Fiona dan menahannya.


"Cukup Fiona!kamu jangan terbawa emosi dan menambah masalah "


Fiona tidak percaya dengan sikap Rayhan yang menghentikan dirinya dan membiarkan Agni tersenyum mengejek.Lalu ia pun menarik tangannya dari gemgaman Rayhan.


"Dan kalian bertiga jika hanya membuat masalah disini lebih baik pergi."suruh Rayhan kepada Agni cs.


"Fiona kenapa kamu selalu emosi dan tidak bisa bersabar ?"Fiona memandang Rayhan dan menatapnya tajam.


"Menurutmu aku harus diam saja ketika mereka menghina ku dan merendahkan harga diriku.Engak Rayhan.."


"Rayhan tidak sepenuhnya salah Fiona memang mereka yang keterlaluan."


"Diana kamu jangan ikut campur"ujar Rayhan.


"jika kamu disini hanya membuatku kesal lebih baik kamu pergi"sambil merebut bola ditangan Rayhan.


"Aku tidak akan pergi"kekeh Rayhan ia membantu merapikan bola basket.Fiona yang merasa kesal lalu membanting bola yang ia pegang dan pergi meninggalkan lapangan basket.


Rayhan pun mengikutinya lalu menarik tangan Fiona.


"Lepaskan aku Ray.."


"Kenapa kamu sperti ini?"

__ADS_1


Fiona membalik badan lalu menatap Rayhan lekat lekat."Karena aku benci kamu!"


Setelah mendengarkan jawaban dari Fiona ia merasa kecewa dan marah.


"Jadi benar apa yang dibilang Angel kalau kamu sudah tidak mencintaiku..."


"Iya bukannya kamu senang..."


"Aku ingin kamu tarik kembali kata-kata kamu itu.."


"Kenapa..?Kenapa aku harus tarik kembali?.Asal kamu tahu Rayhan aku sudah cukup sakit hati dan lelah harus mengejar mu dan terus berharap cintamu dan kamu sama sekali tidak menghiraukan aku...Jadi mulai sekarang aku Fiona berhenti mencintaimu !!" ia melangkah pergi.


"Fiona.."panggilnya dengan lembut.Suara itu seakan menyayat hati membuat Fiona berhenti.


"Kenapa dulu kamu tidak membenciku,ketika aku meninggalkan dirimu di Australia?kamu malah mengejarku sampai pindah sekolah disini.Lalu mendekati ku membuat aku terganggu dan marah.Sehingga aku menyakitimu,mengusirmu dan mengabaikan kamu sehingga kamu sekarang mulai membenci diriku disaat aku mulai menyadari dengan perasaan ku.Bahwa aku telah jatuh cinta kepadamu."ia menyesal dengan semua ini.Lalu melangkah mendekati Fiona dan memeluknya dari belakang.


Fiona hanya terdiam,ia masih berkecamuk dengan hatinya.Bukannya ini yang ia harapkan,bukannya ia harus merasa bahagia akhirnya ia tahu isi hati Rayhan kalau dia mencintai dirinya tetapi kenapa hatinya terasa sakit dan sedih.Seakan hatinya sudah terkubur dan mati rasa.Ia merasa tidak sanggup menerima cintanya.Karena ia merasa takut akan tersakiti lagi.Apalagi Fiona sudah berjanji kepada Angel kalau dirinya sudah tidak mencintai Rayhan lagi.


Ia takut akan membuat hatinya terluka lagi.Lebih baik membencinya daripada harus mencintainya lagi dan pada akhirnya akan menyakiti hatinya lagi.Iapun melepaskan pelukan Rayhan lalu berkata.


"Penyesalan mu tidak akan mengubah keputusanku,lebih baik kita jalani kehidupan kita masing masing"sambil melangkah pergi,ia mencoba menahan air matanya namun pada akhirnya ia tidak sanggup menahannya dan menangis.


Fiona mencoba tegar tetapi setegar apapun ia mencoba tetap saja air matanya jatuh.Dia terus melangkah pergi.Jangan pernah menoleh kebelakang kembali karena ia tidak sanggup melihat wajah Rayhan.Ia takut akan membuatnya luluh,lalu kembali kepelukan Rayhan.


Rayhan tertunduk lemas,ia masih tidak percaya dengan keputusan Fiona.Padahal ia berharap masih ada seberkas cinta dihatinya.


"Tidak bisakah kamu mencintaiku lagi"guman Rayhan menatap bayangan Fiona yang semakin lama menghilang.


Ketika dia baru menyadari perasaannya semua itu sudah terlambat.Orang yang dia cintai sekarang sudah membencinya.Biarkanlah semua ini berlalu.Karena cinta yang tidak semestinya akan membuat orang terluka.


Dulu Fiona seperti gadis bodoh yang terus mengejar Rayhan tetapi apa yang ia terima Rayhan menghancurkan hatinya.Dan sekarang Fiona membenci dirinya membenci atas waktu yang dia sia-siakan hanya untuk Rayhan.Dan bodohnya juga secara tiba-tiba Rayhan menyatakan perasaan nya.


"Aku sudah lelah dengan semua ini dan aku tidak dapat kembali menoleh kearah mu lagi...Aku harap kamu mengerti"gumannya sambil berdiri di balkon sekolah.

__ADS_1


Disisi lain Diana yang ditinggal dilapangan basket mendengus kesal tidak percaya kalau dirinya ditinggal sendiri.Dia hanya bisa pasrah ketika harus merapikan bola basket untung saja tinggal sedikit.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi diantara mereka berdua?Kenapa harus bertengkar seperti itu...haiss entahlah.."sambil menggeleng kepala.


__ADS_2