
*Meninggalkan kenangan...
Belajar dari mentari senja
Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan....
Ada cinta pasti ada luka...
Sesuatu yang tak abadi...
Hanya tangisan yang terukir di matanya yang indah*.....
Arnol menarik nafas mencoba mendengarkan penjelasan dari dokter tentang Fiona.Denyut jantung yang tidak karuan merasa takut sesuatu yang buruk menimpah Fiona.
"Pak Arnol setelah kami periksa putri anda mengalami Amnesia.."
"Amnesia dok.."matanya membelalak merasa terkejut.
"Iya.."sambil mengangguk ."Fiona mengalami Amnesia yang disebut Amnesia disosiatif yang disebabkan benturan keras dikepala,yang menyebabkan dia kehilangan memori masa lampaunya.Kejadian yang pernah di alami dan informasi penting sebelum mengalami kecelakaan."
"Lalu apa yang harus saya lakukan dok?"tanya Arnol dengan mata abu-abunya terlihat kesedihan mendalam.
"Menurut saya meskipun Amnesia hanya bersifat sementara tetapi lebih baik harus diobati takutnya Amnesia disosiatif yang Fiona alami akan menjadi permanen dan dia akan kehilangan memori selamanya."
"Kalau begitu bolehkah Fiona saya bawa ke Australia untuk diobati disana agar lebih baik dok..?"
"Boleh tapi kami harus cek kesehatan Fiona dulu untuk memastikan kalau dia bisa di bawah kesana.."
__ADS_1
"Terimakasih dok.."ujar Arnol lalu pamit pergi ke ruang rawat Fiona.
Dia berhenti di ambang pintu memandang putrinya dari celah pintu tersebut.Kesedihan dan kecemasan sebagai seorang ayah terukir di wajahnya yang masih tampan meskipun sudah separuh bayah.Semoga keputusan yang diambil yang terbaik untuk putrinya.
"Apa kata dokter sayang..?"Carla bertanya ketika terdengar suara pintu terbuka dan Arnol menghampiri.Dia memandang Carla istrinya penuh dengan kasih sayang wajahnya terlihat sedih.
"Tidak terjadi sesuatu yang burukkan..?"Carla bertanya lagi dengan khawatir.Arnol memandang istrinya lalu memandang Fiona yang sedang tertidur.
"Tidak sayang semua baik-baik saja..dan tidak lama lagi kita akan bawah Fiona ke Australia kembali."
Carla tersenyum senang lalu memeluk suaminya."Syukurlah...aku merasa takut sekali jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap putri kita".
Pagi hari yang indah,sebuah cahaya matahari berusaha masuk menembus kaca jendela rumah sakit.Sinar yang menyilaukan mata membuat Fiona terbangun lalu dia duduk bersandar ke tembok,memandang Carla yang sedang merapikan barang-barang.
"Ibu...apakah Fiona sudah boleh pulang?"tanya Fiona.
"Sudah sayang hari ini kamu sudah boleh pulang "masih sibuk memasukan baju kedalam tas.Fiona tersenyum senang dia merasa lega.karena dia tidak suka berada lama-lama dirumah sakit dengan aroma bau obat-obatan.
Carla menoleh ke arah Fiona."Oh ...ayah pergi kerumah tante Stella mengambil barang-barang kamu.Ayah dan ibu akan membawa kamu pulang ke Australia ."
"Australia...."Fiona berkata dengan wajah sedih.Carla melihat wajah Fiona terlihat sedih dia menghampiri dan duduk disebelahnya.
"Kenapa Fiona ...?apa kamu tidak senang kembali ke Australia?"tanya Carla sambil memandang wajah Fiona dengan lembut.
"Entahlah...bukannya tidak senang bu.tapi...perasaan Fiona merasa ada yang aneh ketika harus pergi dari sini"Carla memeluk anaknya,dia memahami perasaan putrinya.Apalagi dia tidak mengingat kejadian yang pernah dia alami disini.
"Tidak apa sayang...ayah dan ibu akan membuat kamu bahagia."sambil melepaskan pelukannya.
Fiona merasa kosong tidak bisa mengingat apapun kecuali nama sendiri dan orang tuanya.Setiap dia mencoba mengingat hal yang pernah dia alami selalu kepalanya merasa sakit.Apakah itu kenangan indah ataukah kenangan buruk?Fiona akan berusaha untuk mengingat dengan berlahan.
Setelah selesai merapikan barang-barang Fiona,Arnol menjemput Carla dan Fiona dirumah sakit lalu mereka bergegas pergi ke airport.
__ADS_1
Suara dering handphone,Rio dengan malasnya membuka mata terbangun lalu melihat layar di handphone tersebut tertera nama Tante Stella calling....cepat-cepat Rio mengangkat.
"Haloo..."
"Halo Rio...ini tante hanya mau kasih kabar sama kamu kalau Fiona sudah sadar"ujar tante Stella dari sebrang sana.
"Syukurlah tante kalau Fiona sudah sadar.."hati Rio merasa lega mendengarnya.
"Iya tapi Fiona..hari ini balik ke Australia sama orang tuanya."kata tante Stella membuat Rio kaget lalu dengan spontan mematikan handphone nya.Dia langsung pergi ke kamar mandi cuci muka ,sikat gigi lalu mengganti celana dengan celana levi dan hoodie.
Melangkah dengan cepat meraih kunci mengendarai mobilnya lalu pergi ke Airport.Perasaan tidak tenang apa-apaan ini dengan tiba-tiba langsung balik ke Australia.Rio merasa sedikit kesal dengan Fiona.
"Kamu pergi begitu saja tanpa ada kata perpisahan,setelah membuatku cemas .Apa tidak tahukah betapa takutnya aku dan khawatir dengan keadaan mu."guman Rio melaju mobilnya.
Sampainya di Airport Rio memakirkan mobilnya dengan sembarang sampai di hampiri oleh security tetapi dia tidak peduli.Rio langsung lari masuk kedalam airport melihat jadwal penerbangan pesawat menuju Australia.
"Sial...!"umpat Rio kesal setelah melihat papan tersebut sambil memegang kepalanya terlihat frustasi.Ternyata dia terlambat,pesawat penerbangan Australia sudah lepas landas 30 menit yang lalu.
"Tega kamu Fiona membuatku seperti ini...Apa ini caramu marah kepadaku?pergi tanpa ada kata perpisahan..."Rio berkata sambil membalikkan badan dengan wajah sedih dia melangkah keluar dari Airport tersebut.Sudah begitu Rio terkena sanksi karena asal parkir mobil.
"Entah apa yang sudah pernah aku alami disini..?satupun tidak ada yang bisa aku ingat.Semoga saja ketika aku tiba di Australia nanti aku akan menemukan kehidupanku yang baru, menjalani kehidupanku dengan baik dan bahagia.."guman Fiona dalam hati penuh harapan sambil memandang pemandangan luar dari jendela pesawat.
Carla memegang tangan anaknya sambil tersenyum lembut menandakan semuanya akan baik-baik saja.Fiona membalas senyuman itu.Melihat senyuman dari Carla hatinya merasa tenang.
Dalam hati dia bersyukur mempunyai orang tua yang sangat baik dan perhatian.Mereka sangat menyayangi Fiona putri satu-satunya itu.Carla dan Arnol mencurahkan semua kasih sayang mereka kepada Fiona,meskipun saling sibuk tetapi selalu memberi waktu untuk Fiona.
Apalagi ketika Fiona memutuskan untuk sekolah dijakarta ,mereka sangat khawatir dan melarangnya namun apa daya mereka akhirnya memperbolekan asal nanti kuliah kembali di Australia.
Dan ketika mendengar kabar kalau Fiona mengalami kecelakaan.Carla sampai jatuh pingsan terlalu terkejut dan takut.Mereka langsung memesan tiket terbang ke jakarta.Tangis sedih ...Carla merasa sangat terpukul begitu pula dengan Arnol.
Dia merasa tidak berdaya tidak bisa melindungi putrinya sebagai ayah.Setelah Fiona sadar mengalami amnesia Arnol membuat keputusan untuk membawa Fiona kembali lagi ke Australia tidak ingin terpisah lagi.Tidak akan membiarkan putri kesayangan itu pergi jauh darinya dan membuat khawatir lagi.
__ADS_1