
Natasha/Fiona,dia punya dua nama untuk menutupi identitas nya dan dengan terpaksa memakai nama Natasha identitas baru.Natasha kembali lagi ke kantor,ketika berjalan melewati ruang meeting.Ruangan yang lumayan luas untuk meeting dengan anggota dewan atau dengan para staff.Mata Natasha melihat sosok Rio sedang berbincang-bincang membicarakan proyek baru.
Dia berdiri melihat lelaki itu dari jendela kaca yang tidak ada pembatasnya.Lelaki yang terlihat elegan menambah ketampanan.Terlihat wajah seriusnya ketika sedang bekerja berbeda dengan ketika sedang diluar sana yang menyebalkan.Dan tanpa Natasha sadari Rio melihatnya dan memandang dengan senyuman menggoda membuat Natasha salah tingkah.Dia buru-buru pergi masuk keruang kerjannya.Wajahnya merona terasa panas dan hatinya berdebaran.Dia mencoba mengatur nafas lalu menghembuskan pelan-pelan.
"Hai Rayhan,apa kabarnya?"tanya Diana ketika berpas-pasan di koridor kantor Rio.
"Hai Diana ...kabar aku baik.Dimana Kevin biasanya kalian selalu bersama."
"Kevin,dia sedang ada syuting iklan"kata Diana sambil matanya mencari seseorang.
"Kamu cari siapa?"
"Biasanya kamu selalu diikuti makhluk astral.Kemana dia kok tidak kelihatan?"bisiknya.Rayhan tersenyum dia paham siapa yang dimaksudnya.
"Oh ..Agni,dia sedang sibuk pemotretan"
"Ooh.."sambil manggut-manggut."Kamu cari Rio?Rio tidak ada di kantor dia sedang ada meeting diluar.Mungkin sebentar lagi balik kesini."
"Oke..tidak apa .aku tunggu didalam saja"
"Oke kalau begitu saya mau nyusul Kevin."ujar Diana sambil melangkah pergi.
Rayhan masuk ke ruang kerja Rio yang terlihat luas dan nyaman.Dia duduk disofa berwarna hitam sambil menghempas pandangan ke sekeliling ruangan itu.Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.
"Hai bro..sudah lama kamu disini?"sapa Rio sambil memeluk punggung sahabatnya itu.
"Baru saja."
"Ada apa?"tanyanya sambil duduk di sofa hitam didepan Rayhan.
"Setelah aku pikir,usulan kamu tentang reuni SMA boleh juga."
"Jadi kamu setuju?"Rayhan mengangguk,Rio tersenyum sambil memandang sahabatnya itu.
"Rio ada yang ingin aku tanyakan sama kamu"
__ADS_1
"Ada apa?"tanya Rio menatap Rayhan menyelidiki.
"Apa benar kamu pacaran dengan Natasha?"
"Oh itu..."Rio tersenyum."Entahlah aku sendiri tidak tahu kenapa bisa bilang ke media kalau dia kekasihku"
"Jadi kamu..."
"Ya begitulah.."
"Apa kamu tidak sedikit keterlaluan melakukan itu kepada Natasha?Apalagi kalian baru kenal."tanyanya.Rayhan sedikit merasa kasian dengan Natasha dan juga tidak suka jika mereka benar-benar menjadi sepasang kekasih.Hatinya merasa sakit.
"Tenang saja Ray..aku tahu apa yang sudah aku lakukan.Dan anehnya juga disetiap aku dekat Natasha ingin rasa aku memilikinya tidak bisa membiarkan dia lepas dari aku.Natasha,wanita yang sungguh membuatku tertarik."sambil tersenyum membayangkan wajah Natasha."Oh iya Rayhan..Bagaimana dengan kabar Fiona ?Apa kamu menemukan dia?"
Rayhan menggeleng terlihat wajah putus asa."Tidak,sudah aku coba datangi ke rumah yang dulu dia tinggali tetapi mereka sudah pindah.Aku tidak tahu lagi harus mencari kemana lagi..Bagaimana dengan kamu?"
"Sama.."sambil menghela nafas panjang."Aku sudah suruh orang untuk mencarinya tetapi tidak ada kabar sama sekali.Fiona hilang seperti ditelan bumi,sulit untuk mencarinya."
"Tetapi aku merasa kalau Natasha terlihat mirip dengan Fiona"
"Aku juga merasa seperti itu"jawab Rio.Rayhan mendekati Rio kemudian berbisik,"Aku harap kamu tidak mempermainkan Natasha".Kemudian Rayhan melangkah pergi keluar dari ruangan Rio.Dia tahu kalau Rio juga mencintai Fiona dan dia juga berharap tidak memanfaatkan Natasha karena dia terlihat mirip.
Sore hari langit dihiasi senja,memberikan pemandangan yang indah.Natasha berhenti,dia menyempatkan diri mampir di cafe berlogo Coffe&Vanila.Cafe yang terletak di pusat kota.Entah kenapa Natasha tertarik dengan cafe tersebut.Ketika dia melintas,dia merasa familiar dengannya seperti tidak asing.Klinting...suara pintu cafe terbuka.
Natasha masuk menghempas pandangan sekeliling cafe itu.Cafe yang cukup luas dan terlihat nyaman dengan desain modern.Setelah mengoder pesanan dia duduk dipojok tempat yang nyaman bagi Natasha untuk menikmati secangkir Coffee latte panas.Awalnya dia tidak menyukai rasa coffe yang terasa pait itu.Tetapi Coffe latte coffee yang dicampur susu dan lebih terasa susunya dengan lapisan busa di atasnya memberi sensasi tersendiri di lidah.
Dia menghirup aroma coffe tersebut sambil mata memandang keluar.Klinting ...suara pintu terbuka.
"Hai ..sudah lama tidak terlihat"ujar Faisal si barista terdengar akrab dengan pengunjung itu.
"Iya karena akhir-akhir ini aku sibuk.Biasa..."kata orang itu dan Faisal,dia sudah tahu pesanan biasanya.Lelaki itu mengedar pandangan dan matanya melihat seseorang yang tidak asing.
"Natasha.."gumannya matanya menyipit memandang seorang wanita yang sedang duduk di pojok dengan secangkir coffe di tangannya.
"Kak ..aku duduk disana"katanya sambil menunjuk kursi di pojok.Faisal mengangguk.
__ADS_1
"Bolehkah aku duduk disini"tanya lelaki itu.Dengan reflek Natasha mendongak memandang lelaki itu.
"Rayhan...oh silakan "
"Apakah aku tidak mengganggu mu?"sambil tersenyum lembut.
"Tidak.."ujarnya membalas senyuman Rayhan.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini."
"Iya suatu kebetulan sekali..."
"Maafkan aku Natasha"Natasha mengerutkan dahi memandang Rayhan dengan wajah binggung.
"Ya,gara-gara aku kamu mengalami kesulitan"
"Ah..tidak juga jangan merasa bersalah ini bukan kesalahan mu.."ujar Natasha sambil tersenyum.Tidak lama kemudian Faisal datang membawa pesanan Rayhan.
"Wow..siapa wanita cantik ini?Tumben sekali kamu duduk dengan wanita?"tanya Faisal ingin tahu.Rayhan menatapnya untuk tidak banyak bertanya.Natasha tersenyum malu.
"Oke..oke aku tidak akan mengganggu"ujar Faisal kemudian pergi.Rayhan dan Natasha tertawa bersama.
"Sepertinya kamu akrab dengan barista itu.."
"Oh dia..iya dia pekerja lama disini dan aku juga kenal dekat dengan pemiliknya.."
"Oh iya...".
Dan Natasha setiap dekat dengan Rayhan dia seperti merasa dekat dengan teman lama.Pembicaraan mereka nyambung,Rayhan juga terlihat lelaki yang lembut dan ramah.Tidak seperti ketika dengan Rio.Dia banyak-banyak harus menghela nafas dan juga harus terserang jantungan karena detak jantung yang tidak normal.
Tanpa terasa hari sudah mulai malam,langit senja berubah menjadi awan hitam kelam.Cahaya lampu-lampu kota menyala.Dan orang-orang pergi lalu-lalang,kemacetan terjadi hal yang lumrah di kota Jakarta yang padat di jam-jam seperti ini.Natasha melirik ke arah cangkir Caffe latte yang tanpa dia sadari sudah habis.Ternyata berbicara dengan Rayhan membuat dirinya akan lupa dengan waktu.
"Oh..sudah malam sepertinya aku harus segera pulang"kata Natasha beranjak dari tempat duduknya.
"Tunggu.."cegah Rayhan menahan tangan Natasha."Biar aku yang mengantarnya..".Natasha menatap tangan Rayhan."Maaf.."ucap Rayhan.
__ADS_1
"Tidak usah Rayhan,aku datang kesini bersama supir saya."
"Kalau begitu lain kali bolehkah aku mengantarmu pulang?"Natasha hanya memandang Rayhan kemudian dia pergi.