HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Tamparan


__ADS_3

 


*Jika dikehidupan nanti kita bertemu kembali...


Akankah...tawa dan senyuman itu menjadi milikku


Dan mungkinkah kau masih bisa mengenaliku lagi...dan lagi*


 


Setelah pelajaran selesai semua siswa berhamburan keluar.Pulang kerumah masing masing.Fiona dan Diana berjalan dikoridor kelas tidak lama kemudian jemputan Diana datang.Mereka saling melambai mengucapkan salam pisah.Dari kejauhan Cakka melangkah menghampiri Fiona tanpa bertanya langsung menarik tangan Fiona.Sontak kaget dengan tiba tiba ia ditarik entah mau dibawah kemana.


"Cakka lepasin ga ?Kamu mau bawah aku kemana?"sambil mencoba melepaskan tangannya.


"Aku mau menculik mu"


"APA..!?gila kamu"teriak Fiona sedangkan Cakka tersenyum jahil membuat Fiona bergidik ngeri.


Sampainya di parkiran ia melepaskan tangan Fiona lalu melemparkam helm hitam kearahnya.Tanpa persetujuan Fiona ia menyuruh untuk naik kemotornya.sedangkan Fiona hanya bengong sambil berguman seenaknya jidat nyuruh orang.


Dari kejauhan ada Rayhan dan Angel yang sedang menuju ke arah parkiran.Ketika Rayhan melihat Cakka dengan Fiona ia merasa kesal lalu menghampiri Fiona dan menarik tangannya.Angel yang melihat dari kejauhan merasa marah kenapa Rayhan masih memperdulikan Fiona.


"Ouch..!sakit"rintih Fiona.Cakka yang melihat Fiona kesakitan ia mencoba menegur Rayhan.


"Ray jangan terlalu keras.."


"Tidak usah ikut campur kamu Cakka!'bentaknya membuat Cakka terkejut baru kali ini ia melihat Rayhan semarah itu.

__ADS_1


"Apa kamu tidak menghiraukan perkataan ku?"Fiona hanya menatapnya sambil merintih kesakitan.Tidak lama kemudian ia melepaskan.


"Aku tidak mengerti dengan kamu Fiona ...Kenapa kamu tidak balik saja keAustralia dari pada kamu disini gonta ganti jalan dengan laki laki.Apa kamu mau jadi gadis murahan!"


PLAAAAK!!!!suara tamparan yang keras mendarat dipipi Rayhan.Warnah merah membekas dipipinya.Fiona benar-benar kesal dan marah dengan Rayhan.Belum cukupkah ia melukai dirinya?Belum cukupkah ia menyakiti hatinya?rasa sakit yang Rayhan rasakan dari tamparan itu belum seberapa dengan rasa sakit yang ia rasakan.


Rayhan menatap Fiona tidak percaya dengan apa yang ia lakukan.Cakkapun juga terkejut melihatnya.Tanpa fikir panjang Fiona langsung naik motor Cakka.Menyuruhnya untuk cepat pergi dari sana.Sebelum ia menangis ia tidak mau Rayhan melihat dirinya menangis seperti gadis bodoh.Rayhan hanya menatap Fiona pergi dan Angel menghampiri dirinya.


"Apa kamu baik baik saja ?Sialan dasar gadis ******"Rayhan menatap tajam mendengar kata gadis ****** dari mulutnya.


"Sekali lagi aku mendengar kamu menyebut kata itu lagi awas!"ancam Rayhan membuat Angel terdiam hanya bisa mengumpat Fiona dalam hati.Kemarahan dan dendam didalam hatinya membuat ia benar benar benci kepada Fiona.Gadis yang sangat menyebalkan..Kenapa tidak mati saja itu hari.


Air matanya tidak bisa dibendung lagi.tanpa sadar ia menangis dalam diam takut Cakka mendengarnya.Masih terngiang kata-kata itu yang memanggil dirinya dengan sebutan gadis murahan.Apa begitu bencinya Rayhan kepadanya?dan apa begitu jijiknya Rayhan melihat dirinya?.Sampai ia menyuruh dirinya untuk pergi ke Australia lagi.


Cakka menatap cermin spion terlihat Fiona sedang menangis meskipun terhalang kaca helm tetapi ia tahu dibalik kaca tersebut Fiona sedang menitihkan air mata.Dengan tiba-tiba Cakka melaju kecepatan motornya.Membuat Fiona terkejut sontak langsung memeluk pinggang Cakka,Cakka tersenyum senang sambil melihat tangan Fiona berteger di pinggangnya.


"Apa kamu gila !Hampir saja membuat aku jatuh dari motor"sambil turun dari motor.


"CAKKA!ini tempat apa?Kenapa kamu bawa aku kesini bukannya antar aku pulang?!!!"teriaknya sambil memukul Cakka.


"Ih...dengerin aku dulu..."sambil lari menghindari pukulan Fiona.


"Aku bawa kamu kesini biar hati kamu tenang"


"Maksud kamu apa ?buat hati aku tenang bagaimana ,malah membuat fikiran aku bermacam-macam?"


"Fiona ..ini tuh tempat yang paling pas buat kamu lepasin kekesalan kamu unek-unek dalam hati kamu"ujarnya.Cakka sengaja membawah Fiona ke bukit bintang dimana disana bisa melihat pemandangan kota Jakarta dan juga menghirup udara segar.

__ADS_1


Berteriak melepaskan kekesalan dalam hati.Setelah mendengar saran Cakka ia mengikutinya.Berteriak melepaskan semua kekecewaan itu dan kekesalan tersebut mencoba melupakan semua masalah.Setelah berteriak mereka tertawa bersama.


"Terimakasih "ujar Fiona dengan tulus.Cakka hanya memandang dengan senyuman.


"Aku benar-benar berterimakasih dengan cara konyolnya kamu bisa membuat aku lebih baikan sekarang"


Cakka terkekeh mendengarnya"Sudah sore hayo aku antar kamu pulang"


"SIALAN KAMU FIONA!!!"teriak Angel sambil melempar tasnya.Dia mengamuk dikamar setelah pulang sekolah.Gara-gara kejadian tadi ia juga ditinggal oleh Rayhan.Angel benar-benar marah ia tidak suka diperlakukan seperti ini.


"Berani juga kamu menampar Rayhan dasar gadis ****** kenapa tidak mati saja kamu!"


Dia ingin membaut perhitungan dengan Fiona ,ia ingin cepat membuat Fiona pergi dari sekolahan dan berhenti mengganggu Rayhan.


Angin malam berhembus membuat Fiona merasa dingin.Tidak seperti biasanya jakarta sedingin ini.Dia pergi ke mini market dekat dengan kompleknya,sekedar membeli cemilan.Disaat ia pulang ia melihat mobil berhenti didepan rumahnya.


"Mobil yang asing"ujarnya tanpa melihat siapa pemilik mobil tersebut.Kemudian pemiliknya keluar dan memanggil Fiona.


"Fiona"sambil menarik Fiona kedalam pelukan.Suara ini suara yang sangat familiar.Fiona mendongak melihat siapa yang memeluknya.


"Rayhan apa-apaan kamu lepasin aku"dia mencoba melepaskan diri namun pelukan itu semakin erat.


"Sebentar saja"lirihnya suaranya terdengar lemah seperti dia banyak beban.


"Maafkan aku "lirih Rayhan."Sudah kasar sama kamu....meskipun aku tahu kamu tidak akan memaafkan aku...maafkan aku yang terus menyakitimu meskipun aku tahu sekarang kamu sangat membenciku.maaaf..."Rayhan mengendorkan pelukannya.Fiona terdiam mendengar permintaan maaf darinya.Dia bingung harus bagaimana?dan entah kenapa setelah mendengar perkataan tersebut hatinya semakin sakit ,semakin sedih.Apakah sekarang Rayhan baru menyadarinya?Jika selama ini sudah menyakitinya.Tetapi apa gunanya semua itu...


Rasanya ia ingin menangis tetapi dia mencoba tegar.Diapun melepaskan diri tanpa memandang mata Rayhan..lalu pergi masuk ke rumah tanpa ada kata membiarkan Rayhan diluar.Entah kenapa hatinya belum bisa menerimanya banyak hal yag sudah terjadi yang sudah Fiona alami.Tangis dan rasa sakit yang selalu ia rasakan.

__ADS_1


Sampainya dikamar Fiona menangis keras.Tubuhnya begetar dia pun terperosot dibalik pintu kamar.Meratapi kesedihan...hati yang sakit bagaikan tertusuk seribu jarum.Disetiap ketika ingin melupakannya,dia selalu hadir dalam ingatan.Terus melukai dan terus menyakiti....Tidak bisakah melepaskan cinta itu.Cinta yang hanya sepihak...Cinta yang hanya membuatnya menangis.Apakah aku dapat memaafkanmu?


__ADS_2